Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KEMITRAAN KARANG TARUNA TUNAS BENTARAN KARANGDUWUR DALAM ADAPTASI KEBIASAAN BARU KKN UMP Citra Hadi Kurniati; Catur Kurniawan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.014 KB)

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa yang meliputi perkembangan fisik, psikis dan psikososial. Masa remaja sering dihabiskan bersama teman-temannya. Karang taruna merupakan organisasi sosial yang merupakan wadah dari pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kesadaran dan tanggung jawab social dari, oleh dan untuk masyarakat. Keanggotaan dari karang taruna adalah remaja yang tinggal di wilayah tersebut. Tujuannya dari Kemitraan Karang Taruna Tunas Bentaran yaitu menghidupkan kembali setelah vacuum karena wabah Covid 19, meningkatkan pengetahuan tentang Kesehatan reproduksi dan Pendewasaan Usia Perkawinan, dan  manajemen stress dalam meghadapi pandemic Covid 19  dalam perspektif psikologi dan Kesehatan. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu dengan diskusi terkait program ke depan dari Karang Taruna, ceramah dan tanya jawab terkait dengan Kesehatan Reproduksi dan Peer Edukasi Teman Sebaya. Hasilnya yaitu Tersusunnya program kegiatan Karang Taruna dan peningkatan pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi dan mengetahui bagaimana mengedukasi teman sebaya terkait dengan Kesehatan reproduksi. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini yaitu Aktif kembali kegiatan karang taruna Tunas Bentaran Desa Karang Duwur Petanahan setelah vacuum karena wabah Covid 19, Peningkatan pengetahuan tentang Pendewasaan Usia Perkawinan, Kesehatan Reproduksi dan Peer Edukasi Teman Sebaya dan manajemen stress dalam meghadapi pandemic Covid 19 dalam perspektif psikologi dan Kesehatan
KEMITRAAN KADER AISYIYAH DALAM DETEKSI STUNTING PADA IBU HAMIL DI DESA KARANGNANAS Citra Hadi Kurniati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.797 KB)

Abstract

Pendahuluan Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan padamasa awal setelah anak lahir, tetapi baru nampak setelah anak berusia 2 tahun. Pengaruh stanting terhadap anakyaitu mempengaruhi tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit dan menurunkan produktifitas anak. Kondisi stunting disebabkan karena asupan gizi saar anak dibawah umur dua tahun kurang. Stunting dapat dapatdicegah mulai saat ibu mengandung dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Setelah bayi lahir diberikan AirSusu Ibu selama 6 bulan pertama. Tujuan melakukan kemitraan kader Aisiyah Desa Karangnanas Sokaraja melalui pelatihan kader Aisiyah danibu Aisiyah dalam deteksi stunting melalui kesehatan ibu hamil. Pelaksanaan Kegiatan Untuk memecahkan masalah yang ada dengan metode learning by doing (belajardengan mempraktekkannya). Transfer IPTEK dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan dan simulasi denganbuku KIA Hasil Adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam mendeteksi stunting melalui ibu hamil yang diperlihatkan berdasarkan peningkatan nilai pre test dan post test Kesimpulan Terdapat peningkatan pengetahuan ibu Aisyiyah dalam pengetahuan tentang deteksi stunting pada ibu hamil, pemantauan kesehatan balita dengan stunting dan gizi pada ibu hamil dan balita. Terdapat peningkatan ketrampilan tentang mengenai buku KIA terkait dengan stunting.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Wiwit Amelia Wulandari; Citra Hadi Kurniati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 4 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2022
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan yang disekresikan oleh kelenjar payudara ibu berupa makanan alamiah atau susu terbaik bernutrisi dan berenergi tinggi yang diproduksi sejak masa kehamilan. Bayi yang tidak mendapatkan ASI tidak mendapatkan nutrisi optimal, lebih mudah sakit, IQ yang lebih rendah, selain itu diperlukan biaya untuk pembelian susu formula, serta ibu tidak mendapatkan manfaat KB alami. Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya beberapa masalah seperti puting susu yang lecet dan cara menyusui yang salah.Tujuan penelitian Menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASI dengan pemberian ASI EksklusifMetode penelitian Penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Besar sampel sebanyak 57 ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan. Analisis data yang digunakan yaitu analisa Univariat dan Bivariat.Hasil Responden yang mempunyai pengetahuan baik dan memberikan ASI pada bayi sebanyak 40 orang dan responden dengan pengetahuan baik tetapi tidak memberikan ASI pada bayi sebanyak 6 orang. Uji statistik dengan Chi square diperoleh nilai p value 0.014.Kesimpulan Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASI dengan pemberian ASI Eksklusif
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA MINAT IBU TERHADAP PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS WARUREJA Rizki ainun viki zakiyah; Citra Hadi Kurniati
Avicenna : Journal of Health Research Vol 6, No 1 (2023): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v6i1.817

Abstract

PEMBERDAYAAN KADER AISYIYAH DESA KARANGNANAS DALAM PEMANFAATAN BUKU KIA UNTUK DETEKSI DINI PENYULIT PERSALINAN Kurniati, Citra Hadi
Community Services and Social Work Bulletin Vol 1, No 1 (2021): Community Services and Social Work Bulletin Volume 1 No. 1 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2109.581 KB) | DOI: 10.31000/cswb.v1i1.5726

Abstract

The Maternal and Child Health Book (KIA) is one of the documentation tools used to detect complications in childbirth early. It is very important for pregnant women to study this Maternal and Child Health Book (KIA) so that if an abnormality occurs, they can immediately contact the nearest health worker. Health cadres are people who are closest to the community and often interact with the community. Cadres often meet with pregnant women, so it is easy to convey things related to pregnancy and the problems faced by pregnant women. The purpose of this paper is to describe the training of Aisiyah cadres and pregnant women in early detection of complications in childbirth through the Maternal and Child Health Book (KIA). Implementation of Activities To solve existing problems can be done with several methods of activities such as lectures, discussions, leaflets, and training. Results There is an increase in knowledge and skills in early detection of complications in childbirth through the Maternal and Child Health Book (KIA). The findings of the study conclude that the Maternal and Child Health Book (KIA) is a documentation tool in early detection of labor.
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DAN KADER KESEHATAN DALAM PEMANFAATAN BUKU KIA UNTUK DETEKSI DINI PENYULIT PERSALINAN Kurniati, Citra Hadi
Community Services and Social Work Bulletin Vol 1, No 2 (2021): Community Services and Social Work Bulletin Volume 1 No. 2 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.973 KB) | DOI: 10.31000/cswb.v1i2.5865

Abstract

The KIA handbook is one of the documentation tools used for early detection of complications in childbirth. It is very important for pregnant women to study this MCH handbook so that if an abnormality occurs, they can immediately contact the nearest health worker. Health cadres are people who are closest to the community and often interact with the community. Cadres often meet with pregnant women, so it is easy to convey things related to pregnancy and the problems faced by pregnant women. This activity aims to improve the knowledge and skills of pregnant women and health cadres in early detection of complications in childbirth through the KIA Handbook. Activities carried out for pregnant women and health cadres during the class for pregnant women. Starting with a pretest related to the early detection of complications in labor, then continued with counseling and given skills related to the use of KIA handbooks, followed by a discussion and ended with a posttest. There is an increase in knowledge and skills in early detection of complications in childbirth through the KIA Handbook for pregnant women and health cadres based on the average result between pretest 75 and post test with a value of 90. Providing counseling and training on the use of early detection of labor complications can increase knowledge and skills in the use of KIA handbooks.
PENGARUH AROMATERAPI LEMON TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Puspitasari, Rizkia; Kurniati, Citra Hadi; Ediyono, Suryo
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v8i2.4561

Abstract

Mual dan muntah-muntah merupakan efek samping yang umum dan sering terjadi pada trimester pertama kehamilan. Hal ini terjadi karena peningkatan kadar estrogen serum dan chorionic gonadotropin (HCG). Salah satu pengobatan non-obat adalah dengan memanfaatkan penyembuh wangi lemon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyembuhan wangi lemon dalam mengurangi kambuhnya mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama. Memanfaatkan rencana pretest sebagai rencana pertemuan pra-posttest tersendiri. Rencana PraEksperimen sebagai Satu kesatuan Rencana Pretest-Posttest. Metode pengujiannya menggunakan Strategi Purposive Inspecting sehingga diperoleh contoh sebanyak 56 orang. Investigasi informasi menggunakan uji Chi Square.Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebelum dilakukan kontrol penyembuhan wangi, tidak ada satu pun responden yang mengalami mual ringan dan muntah-muntah, hanya mual sedang hingga berat, dan muntah sedang hingga berat. Sementara itu, setelah diberi obat wangi-wangian, tidak ada satu pun responden yang mengalami sakit berat dan muntah-muntah, yang ada hanya mual dan naik-turun sedang, serta mual-mual berat dan muntah-muntah sedang. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara efek penyembuhan wangi lemon (cytrus) dalam menurunkan frekuensi mual dan muntaber pada ibu hamil TM I dengan p-an rangsangan sakit < 0,05 yaitu 0,012, sedangkan p-an harga diri mengabaikan <0,05 atau 0,003. Hasil penelitian ini berhasil menimbulkan rasa mual dan naik-turun pada ibu hamil trimester pertama bila diobati dengan balsam alami lemon. Penelitian ini menyarankan agar dinas kesehatan menjadikan pengobatan obat lemon sebagai salah satu pilihan strategi non farmakologi dalam pelayanan kebidanan untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil.
HUBUNGAN JENIS PERSALINAN DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBINEMIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSIA BUNDA ARIF PURWOKERTO Handayani, Maryamah Eka Prapti; Kurniati, Citra Hadi
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram Vol 8, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/mj.v8i2.10660

Abstract

Abstract: One of the maternal factors that cause hyperbilirubinemia is the type of delivery. Labor is the process of expelling a fetus that can live outside the womb through the birth canal or stomach. The type of delivery consisted of pathological delivery and normal delivery. A few days of life at the age of 0-28 days that undergo major changes from inside the womb to outside the womb are called newborns. Increased bilirubin levels in newborns > 5 mg/dl will cause hyperbilirubinemia. Objective To determine the relationship between type of delivery and the incidence of hyperbilirubinemia in newborns at RSIA Bunda Arif Purwokerto. This study is an analytic survey study with a retrospective approach. The sampling technique was purposive sampling with a total of 89 newborns with hyperbilirubinemia. The research instrument used a checklist sheet. Data analysis using lambda correlation test and chi square test. The results showed that 52.8% of newborns at RSIA Bunda Arif Purwokerto experienced pathological delivery. The incidence of hyperbilirubinemia in newborns at RSIA Bunda Arif Purwokerto was 36% experiencing hyperbilirubinemia in the grade V category. There is a relationship between pathological delivery and the incidence of hyperbilirubinemia in newborns at RSIA Bunda Arif Purwokerto with a moderate strength p-value of 0.0001 (p-value<) and lambda (λ) 0.576. Type of delivery has a moderate relationship with the incidence of hyperbilirubinemia in newborns.Abstrak: Salah satu faktor maternal yang menyebabkan hiperbilirubinemia yaitu jenis persalinan. Persalinan merupakan proses pengeluaran janin yang dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau perut. Jenis persalinan terdiri dari persalinan patologis dan persalinan normal. Beberapa hari kehidupan di usia 0-28 hari yang mengalami perubahan besar dari dalam rahim ke luar rahim disebut bayi baru lahir. Peningkatan kadar bilirubin pada bayi baru lahir >5 mg/dl akan menyebabkan hiperbilirubinemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jenis persalinan dengan kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir di RSIA Bunda Arif Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 89 bayi baru lahir dengan hiperbilirubinemia. Instrumen penelitian menggunakan lembar cheklist. Analisis data menggunakan uji korelasi lambda dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan jenis persalinan pada bayi baru lahir di RSIA Bunda Arif Purwokerto sebanyak 52,8% mengalami persalinan patologis. Kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir di RSIA Bunda Arif Purwokerto sebanyak 36% mengalami hiperbilirubinemia dalam kategori derajat V. Ada hubungan persalinan patologis terhadap kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir di RSIA Bunda Arif Purwokerto dengan kekuatan sedang nilai p-value sebesar 0.0001 (p-value < α) dan lambda (λ) 0.576. Jenis persalinan memiliki hubungan yang sedang dengan kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir. 
The Relation Of Delivery Type With The Incident Of Hyperbilirubinemia On Newborn Infant Handayani, Maryamah Eka Prapti; Kurniati, Citra Hadi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.14387

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor maternal yang menyebabkan hiperbilirubinemia yaitu jenis persalinan. Persalinan merupakan proses pengeluaran janin yang dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau perut. Jenis persalinan terdiri dari persalinan patologis dan persalinan normal. Beberapa hari kehidupan di usia 0-28 hari yang mengalami perubahan besar dari dalam rahim ke luar rahim disebut bayi baru lahir. Peningkatan kadar bilirubin pada bayi baru lahir >5 mg/dl akan menyebabkan hiperbilirubinemia.Tujuan: Mengetahui hubungan jenis persalinan dengan kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir di RSIA Bunda Arif Purwokerto.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 89 bayi baru lahir dengan hiperbilirubinemia. Instrumen penelitian menggunakan lembar cheklist. Analisis data menggunakan uji korelasi lambda dan uji chi square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan jenis persalinan pada bayi baru lahir di RSIA Bunda Arif Purwokerto sebanyak 52,8% mengalami persalinan patologis. Kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir di RSIA Bunda Arif Purwokerto sebanyak 36% mengalami hiperbilirubinemia dalam kategori derajat V. Ada hubungan persalinan patologis terhadap kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir di RSIA Bunda Arif Purwokerto dengan kekuatan sedang nilai p-value sebesar 0.0001 (p-value < α) dan lambda (λ) 0.576.Kesimpulan: Jenis persalinan memiliki hubungan yang sedang dengan kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir. Kata Kunci: Jenis Persalinan, Hiperbilirubinemia, Bayi Baru Lahir ABSTRACT Background: One of the maternal factors that cause hyperbilirubinemia is the type of delivery. Labor is the process of expelling a fetus that can live outside the womb through the birth canal or stomach. The type of delivery consisted of pathological delivery and normal delivery. A few days of life at the age of 0-28 days that undergo major changes from inside the womb to outside the womb are called newborns. Increased bilirubin levels in newborns > 5 mg/dl will cause hyperbilirubinemia.Objective: To determine the relationship between type of delivery and the incidence of hyperbilirubinemia in newborns at RSIA Bunda Arif Purwokerto. Methods: This study is an analytic survey study with a retrospective approach. The sampling technique was purposive sampling with a total of 89 newborns with hyperbilirubinemia. The research instrument used a checklist sheet. Data analysis using lambda correlation test and chi square test. Results: The results showed that 52.8% of newborns at RSIA Bunda Arif Purwokerto experienced pathological delivery. The incidence of hyperbilirubinemia in newborns at RSIA Bunda Arif Purwokerto was 36% experiencing hyperbilirubinemia in the grade V category. There is a relationship between pathological delivery and the incidence of hyperbilirubinemia in newborns at RSIA Bunda Arif Purwokerto with a moderate strength p-value of 0.0001 (p-value < ) and lambda (λ) 0.576. Conclusion: Type of delivery has a moderate relationship with the incidence of hyperbilirubinemia in newborns. Keywords: Type of Delivery, Hyperbilirubinemia, Newborn
PEMANFAATAN OBAT HERBAL PENURUN PANAS PADA BALITA SAKIT DI DESA KALIURIP KECAMATAN PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS Kurniati, Citra Hadi; Azizah, Atika Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Obat herbal merupakan bahan baku atau sediaan yang berasal dari tumbuhan yang memiliki efek terapi yang bermanfaat bagi kesehatan. Pemakaian herbal untuk penanganan kesehatan telah berkembang pesat seiring kembalinya bahan alami. Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia. pengobatan menggunakan obat herbal masih dilestarikan dan merupakan tradisi turun menurun yang disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi yang lain. Penggunaan obat herbal yang lebih dikenal dengan jamu banyak digunakan pada balita seperti penurun panas, obat diare, penambah nafsu makan dan lain-lain. Tujuan Penelitian Mengetahui pemanfaatan obat herbal penurun panas pada balita sakit di Desa Kaliurip Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas. Jenis Penelitian Penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus (case study). Subjek penelitian ini yaitu ibu yang memiliki balita sakit panas, suaminya dan bidan desa. Analisis data dalam penelitian kualitatif ini menggunakan thematic content analysis. Hasil penelitian Minat terhadap pemanfaatan obat herbal penurun panas sebesar 80%. Hal tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat karena faktor kepercayaan secara tradisional dan turun-temurun. Kesimpulan Obat herbal dimanfaatkan oleh masyarakat karena faktor kepercayaan secara tradisional dan turun-temurun diperoleh dengan menanam sendiri tanaman herbal. Jenis yaitu kencur, bawang merah, daun dadap serep, dan pace. Cara pemanfaatan dengan cara dibalurkan ke seluruh tubuh, diletakkan di dahi, ubun-ubun, dan perut.