Pembelajaran sastra di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, kepekaan emosional, dan pembentukan karakter siswa. Namun, apresiasi sastra siswa sekolah dasar masih tergolong rendah akibat pembelajaran yang cenderung bersifat konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi model storytelling dalam meningkatkan apresiasi sastra siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap buku akademik, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan model storytelling dan pembelajaran sastra di sekolah dasar. Analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, reduksi, analisis-sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model storytelling mampu meningkatkan apresiasi sastra siswa, yang tercermin dari pemahaman terhadap unsur intrinsik cerita, penghayatan pesan moral, serta munculnya sikap positif dan minat siswa terhadap pembelajaran sastra. Storytelling juga berperan dalam menciptakan pembelajaran sastra yang lebih bermakna dan sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar. Dengan demikian, model storytelling dapat direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran sastra yang inovatif dan kontekstual di sekolah dasar.