Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR RUBRUM) SEBAGAI ANTIDIARE PADA MENCIT PUTIH JANTAN (MUS MUSCULUS) GALUR SWISS WEBSTER Komang Prema Rimba Portuna; Iyan Hardiana; Ni Made Raningsih; Silvia Anggraeni; Boy Yunaidy; Luh Putu Desy Puspaningrat
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 2 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/4ajjgh97

Abstract

Diare adalah penyakit sekret fases yang memiliki konsistensi lembek sampai cair dengan frekuensi sekret fases 3 kali atau lebih dalam sehari, yang dapat mengakibatkan dehidrasi bahkan kematian bagi penderitanya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui khasiat rimpang jahe merah dan apakah kandungan yang terdapat pada rimpang jahe tersebut mempunyai efektivitas sebagai antidiare, yang akan diuji cobakan ke mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit jantan dan dikelompokkan menjadi 5 kelompok yaitu, kelompok kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kelompok positif (Loperamide), kelompok perlakuan EEAJM dengan dosis berturut-turut yaitu, 150 mg, 300 mg, dan 600 mg yang diberikan secara oral sebanyak 0,2 ml dan penginduksi oleum ricini diberikan secara oral sebanyak 0,5 ml. Pengamatan ini dilakukan dengan parameter uji yaitu waktu mulainya diare, konsistensi feses, frekuensi diare, lama terjadinya diare, dan bobot feses selama 6 jam pengamatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etil asetat rimpang jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) memiliki efektivitas sebagai antidiare, dimana pada uji One-Way ANOVA menunjukkan hasil <.000, dan efektif sebagai Antidiare pada mencit putih jantan yaitu pada dosis 150 mg/gr bb, 300mg/gr bb dan 600 mg/gr bb.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia sp.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN GALUR SWISS WEBSTER ( Mus Musculus ) YANG DI INDUKSI ALOKSAN I Komang Agus Arya Saputra; Iyan Hardiana; Ni Made Raningsih; Ari Permana Putra; Ahmad Sahlan Baniu; Luh Putu Desy Puspaningrat
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 1 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/hkfnen30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan galur Swiss Webster yang diinduksi aloksan. Daun kersen diproses melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, dan hasil ekstrak diuji fitokimia serta diberikan secara oral pada mencit dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kg berat badan. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi dalam lima kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (metformin), dan tiga kelompok perlakuan. Kadar glukosa darah diukur pada hari ke-0, ke-7 (pasca induksi aloksan), dan ke-8 (setelah pemberian perlakuan). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan fenol yang berkontribusi terhadap aktivitas antihiperglikemik. Dosis 400 mg/kg memberikan penurunan glukosa darah paling signifikan, mendekati efektivitas metformin. Penelitian ini mendukung potensi daun kersen sebagai alternatif terapi herbal untuk pengelolaan diabetes melitus.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN MINUMAN INSTAN DARI BAHAN DASAR DAUN SIRIH (Piper betle L.) di RUMAH INTARAN Desy Puspaningrat; Ni Made Raningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.64

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan isu penting yang banyak dialami masyarakat, khususnya remaja. Salah satu upaya pencegahan dan pengobatan gangguan kesehatan mulut adalah penggunaan obat kumur. Namun, penggunaan jangka panjang obat kumur berbahan kimia dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, penggunaan bahan alami seperti daun sirih (Piper betle L.) menjadi alternatif yang lebih aman dan efektif. Daun sirih mengandung senyawa antibakteri seperti kavikol yang lima kali lebih kuat dibandingkan fenol. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Bengkala, Buleleng, dalam pembuatan obat kumur dari daun sirih menggunakan metode yang sederhana dan higienis. Pelatihan meliputi penyampaian materi, praktik pembuatan, serta pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah daun sirih menjadi obat kumur. Evaluasi dilakukan untuk mengelompokkan peserta berdasarkan tingkat pemahaman, guna memaksimalkan transfer ilmu pada tahap selanjutnya.