Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Edukasi Prosedur Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Pada Kelompok Pemandu Wisata di Bali Putu Nita Cahyawati; Ni Kadek Elmy Saniathi; Luh Gede Pradnyawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.4.1.2021.111-116

Abstract

Pemandu wisara (tour guide) merupakan elemen penting dalam kegiatan pariwisata. Pemandu wisata disebut juga sebagai “the soul of tourism”. Hal ini dikarenakan pemandu wisata berperan dalam mengatasi segala sesuatu yang terjadi selama proses wisata. Terdapat interaksi antara berbagai profesi atau disiplin ilmu demi menjamin pariwisata yang sehat khususnnya di Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), termasuk memilah kondisi yang dapat ditangani maupun kondisi yang harus ditangani oleh tenaga kesehatan pada kelompok pemandu wisata di Bali. Materi edukasi berfokus pada pengenalan dan perawatan luka ringan, serta tatalaksana awal pada pasien yang tidak sadarkan diri. Kegiatan dimulai dengan diskusi, pretest, pemberian edukasi, postest, pemberian bantuan P3K dan alat pelindung diri (APD), dan diakhiri dengan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Mitra yang terlibat sebanyak 7 orang, didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (85,7%), rentang usia 16-30 tahun (85,7%) dan tingkat pendidikan SMA/SMK (57,2%). Hasil kegiatan menemukan bahwa rerata nilai pretest mitra adalah 38,57 poin. Hasil ini jelas menunjukkan bahwa pengetahuan mitra masih sangat rendah. Setelah pemberian edukasi, hasil postest menunjukan terjadi peningkatan nilai rerata yaitu 71,43 poin. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah program edukasi mampu meningkatkan pengetahuan mitra tentang prosedur pertolongan pertama pada kecelakaan. Kegiatan perlu dilakukan secara berkala dan dengan melibatkan mitra sebagai peer mentor bagi pemandu wisata lainnya.
Perilaku Hidup Besih dan Sehat Dalam Upaya Pencegahan Covid-19 pada Pelaku Wisata di Bali Putu Nita Cahyawati; Ni Kadek Elmy Saniathi
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.4.2.2022.175-179

Abstract

Coronavirus disease-19 (Covid-19) memicu terjadinya pandemi di seluruh dunia. Virus ini mampu ditularkan dari manusia ke manusia, sehingga diperlukan upaya preventif demi mengendalikan transmisinya. Mitra pada kegiatan ini adalah pelaku wisata di Bali khususnya pada kelompok pemandu wisata. Pandemi Covid-19 ini memberikan dampak yang sangat besar dalam sektor pariwisata, sehingga imbasnya langsung dirasakan oleh mitra. Selama ini mitra belum pernah mendapatkan edukasi langsung mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di era new normal, sehingga upaya edukasi dan analisis lebih perlu dilakukan. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini yaitu: wawancara dan diskusi, pemberian edukasi secara langsung, pengisian kuesioner, pembagian masker dan handsanitizer. Kegiatan berlangsung dengan lancar. Hasil analisis kuesioner menemukan bahwa penerapan perilaku hidup bersih dan sehat mitra bergantung pada lokasi atau keberaan mitra. Terdapat perbedaan persentasi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat mitra antara di rumah (keluarga) dan tempat kerja mitra. Rerata nilai penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah yaitu 73,97 sedangkan di tempat kerja adalah 58,2. Terjadinya kondisi ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Kegiatan edukasi dan pendampingan secara berkala dan berkelanjutan juga masih diperlukan menurunkan risiko parapan virus Covid-19 khususnya di tempat kerja.
Hubungan BBLR dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-60 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan I Tahun 2018-2019 WIDHIDEWI, NI WAYAN; PRIYANKA HERMAWAN, PUTU; ELMY SANIATHI, NI KADEK
Hang Tuah Medical Journal Vol 22 No 2 (2025): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v22i2.470

Abstract

Stunting is caused by a lack of nutritional intake for a long time so that it can cause disturbances in physical development and cognitive function that can cause death. One of the factors that influence the occurrence of stunting in toddlers is the history of low birth weight. This study aims to examine the relationship between low birth weight (LBW) and the incidence of stunting in children aged 24-60 months in the Tabanan I Health Center Working Area in 2018-2019 using analytical research methods and case control study designs and using secondary data collection methods derived from the nutrition sections. The study sample was a total of 190 toddlers recorded in the stunting and LBW report at Tabanan I Health Center, during 2018-2019 who met the inclusion and exclusion criteria obtained using consecutive sampling technique. Data analysis was performed univariately and bivariately using SPSS version 25.0 with the Spearman correlation test. The results of the chi square test showed that the p value was less than the significant level (p < 0.05), it can be stated that there is an association between low birth weight and the incidence of stunting in children aged 24-60 months in the Tabanan I Health Center Working Area. The result of Levene's test is 0,184 (>0.05) which means that the variance of data between stunting and normal groups is homogeneous or the same. Conclusion toddlers who suffer from LBW have a 2,17 greater risk of experiencing stunting than toddlers who do not experience LBW.