Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KARAKTER DAN PERILAKU MILINEAL: PELUANG ATAU ANCAMAN BONUS DEMOGRAFI Suci Prasarti; Erik Teguh Prakoso
Consilia : Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/consilia.3.1.10-22

Abstract

ABSTRACT The central problem of this research is the issue of demographic bonus and millineal generation whose impact can be an opportunity or threat to the sustainability and progress of the development of the Indonesian nation. The purpose of this research is to find indicators of character and milineal behavior and analyze the potential opportunities and threats. This study uses a qualitative approach using observation, interview, and documentation data collection techniques. The results of the study concluded that millennial generation has a unique character based on region and socio-economic conditions. One of the main characteristics of millennial generation is that it is characterized by a very literate digital, communicative, and multitasking technology. Being raised by technological advancements, this generation has creative, informative, passionate and productive characteristics. If the unique characteristics of this milineal are understood and facilitated optimally, it will be an opportunity for the development of productive human resources that will become the nation's development capital. On the other hand, the characteristics of this generation will be a threat to national development if not understood and facilitated according to their potential and passion. ABSTRAKProblematika sentral riset ini adalah isu bonus demografi dan generasi milineal yang dampaknya dapat menjadi peluang atau ancaman terhadap keberlangsungan dan kemajuan pembangunan bangsa Indonesia. Tujuan penelitian adalah menemukan indikator karakter dan perilkau milineal serta menganalisis potensi peluang dan ancamannya. Penelitian ini memnggunakan hampiran kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan  data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa generasi milenial memiliki karakter unik berdasarkan wilayah dan kondisi sosial-ekonomi. Salah satu ciri utama generasi milenial adalah ditandai oleh  sangat melek teknologi digital, komunikatif, dan multitasking. Karena dibesarkan oleh kemajuan teknologi, generasi ini memiliki ciri-ciri kreatif, informatif, mempunyai passion dan produktif. Bila karakteristik khas dari milineal ini  dipahami dan difasilitasi secara optimal akan menjadi peluang terbangunnya sumber daya manusia yang produktif sehingga akan menjadi modal pembangunan bangsa. Sebaliknya karakteristk generasi milineal ini akan menjadi ancaman pembangunan bangsa apabila tidak dipamahami dan difasilitasi sesuai dengan potensi dan passionnya.
PELATIHAN APLIKASI DAN ANALISIS INSTRUMENTASI PROGRAM BIMBINGAN KONSELING (Guru BK SMA/SMK Di Sumba Barat Daya NTT) Erik Teguh Prakoso; Suci Prasasti
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 2 No 02 (2021): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v2i02.1563

Abstract

ABSTRAK Pelatihan analisa aplikasi instrumentasi dalam konseling sebagai upaya peningkatan pelayanan mutu guru bimbingan dan konseling SMA/SMK Sumba Barat Daya merupakan upaya pemberian soft skill baru kepada para konselor sekolah agar mampu meningkatkan mutu pelayanannya khususnya dalam mengaplikasikan berbagai instrumentasi dalam konseling. Kegiatan ini dilatar belakangi oleh guru bimbingan dan konseling SMA/SMK yang sangat membutuhkan penguasaan soft skill untuk menunjang pelayanan mereka terhadap siswa, salah satunya adalah keterampilan penggunaan Instrumentasi nontes. Pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan yakni memberikan keterampilan baru bagi para konselor khususnya keterampilan dalam Instrumentasi dimana keterampilan ini dirasa sangat menunjang bagi pelayanan konselor kepada siswa. Dengan metode yang terarah dengan pendampingan kepada para Praktisi sekolah diharapkan mampu menunjang kompetensi serta softskill yang lebih unggul guna pengembangan teknologi konseling yang semakin maju. Salah satu soft skill yang perlu dimiliki oleh praktisi/konselor sekolah salah satunya adalah Aplikasi instrumentasi konseling. Instrumentasi adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan siswaa berkaitan dengan tugas perkembangan yang berkaitan dengan masalah pribadi, sosial, belajar dan karier, diharapkan setelah mendapatkan pelatihan ini guru Bk mampu mengaplikasikan insrumen ini sesuai dengan kebutuhan yang ada di sekolah masing-masing. Realita yang terjadi di lapangan saat ini, hampir seluruh guru Bimbingan Konseling di SMA/SMK Sumba Barat sangat minim yang memiliki soft skill dalam bidang pengelolaan Instrumentasi dalam Konseling. Hal ini mengakibatkan kurang efektifnya kegiatan layanan yang mereka berikan pada siswa. Siswa cenderung bosan dan tidak proaktif terhadap layanan yang seharusnya mereka dapat dari Guru Bimbingan Konseling di sekolah mereka. Karena kurang fariatifnya layanan yang di berikan pada siswa guru bimbingan Konseling juga sering disalah artikan oleh siswa sebagai penasehat sekolah atau polisi sekolah. Hal ini sangat berbeda jauh dengan tugas dan peran guru bimbingan konseling sesungguhnya. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah, metode diskusi, metode pengelolaan administrasi, dan metode intrepetasi hasil. Hasil dari pengabdian ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan kepada guru Bk di Kabupaten Sumba Barat Daya tentang pelatihan aplikasi instrumentasi dengan bentuk softwhare Dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa: (1) pelatihan aplikasi instrumentasi pada guru BK di Sumba Barat Daya terlaksana dengan baik, (2) Bertambahnya pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan tehadap manfaat aplikasi instrumentasi dalam konseling (3) Kemampuan softskill para guru BK dalam implementasi di lapangan terhadap peserta didiknya.
PENGARUH METODE LATIHAN DRIBBLE SHOOT DAN THROUGH PASS SHOOT TERHADAP KEMAMPUAN SHOOTING DALAM SEPAKBOLA (Study Eksperimen pada SSB Safo Jomblo Slogohimo Usia 14-16 Tahun 2022) Teguh Andibowo; Muchhamad Sholeh; Erik Teguh Prakoso; Firman Adityatama; kodrad Budiyono
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 22 No. 2 (2022): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v22i2.2139

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui Perbedaan Pengaruh Metode Latihan Drible Shoot dan Through Pass Shoot Terhadap Kemampuan Shooting Dalam Sepakbola Pada Anak Usia 14-16 Tahun SSB Safo Jomblo Slogohimo Tahun 2022, dan jika ada perbedaan maka untuk mengetahui mana yang lebih baik antara kemampuan Shooting antara latihan Shooting dengan Drible Shoot dan Through Pass Shoot terhadap kemampuan Shooting dalam sepakbola pada Anak Usia 14-16 Tahun SSB Safo Jomblo Slogohimo tahun 2022. Sampel penelitian adalah Anak Usia 14-16 Tahun SSB Safo Jomblo Slogohimoyang berjumlah 30 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik porpusive sampling. Variabel penelitian ini yaitu hasil peningkatan kemampuan Shootingdengan metode latihan Shooting dengan Drible Shoot dan Through Pass Shoot sebagai variabel bebas kemampuan Shooting sebagai variabel terikat. Rancangan penelitian menggunakan pretest-posttest design. Menggunakan tes keterampilan hasil menendang bola dari plooyer, (1970 : 152-157). Metode analisis data penelitian menggunakan rumus t-test yang diperhitungkan menggunakan rumus pendek. Hasil analisis data maka simpulan diperoleh: (1) Ada perbedaan pengaruh latihan Shooting dengan Drible Shoot dan Through Pass Shoot terhadap kemampuan Shooting dalam permainan sepakbola pada Anak Usia 14-16 Tahun SSB Safo Jomblo Slogohimotahun 2022. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir masing-masing kelompok yaitu thitung = 6,3494 lebih kecil dari pada ttabel = 2,145 dengan taraf signifikasi 5%. (2) Latihan Drible Shoot lebih baik pengaruhnya dari pada Through Pass Shoot terhadap kemampuan Shooting dalam permainan sepakbola pada Anak Usia 14-16 Tahun SSB Safo Jomblo Slogohimo tahun 2022. Berdasarkan persentase kemampuan Shooting menunjukkan bahwa kelompok 1 (kelompok yang mendapat perlakuan dengan metode latihan Drible Shooting) adalah 10,341% > kelompok 2 (kelompok yang mendapat perlakuan latihan Through Pass Shoot) adalah 9,852%. Kata Kunci: Dribble Shoot, Through Pass Shoot, Kemampuan Shooting, Sepakbola
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI KONSELING DI DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK, KELUARGA BERENCANA, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (PPKB PPPA) KABUPATEN SRAGEN Suci Prasasti; Usmani Haryanti; Erik Teguh Prakoso; Agus Nurohman; Martiana Puspitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 3 No 2 (2022): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Komunikasi konseling merupakan salah satu upaya dalam mensosialisasikan dan memberikan pengetahuan yang tepat tentang program KB. Komunikasi Konseling yang dimaksud dalam penelitian ini adalah segala hal yang berkaitan dengan komunikasi yang berlangsung dalam melakukan proses konseling Layanan konseling merupakan program di BKKBN dalam mensosialisaikan program KB. Berdasarkan kegiatan pengabdian, dapat disimpulkan bahwa tim Pengadian telah melakukan konseling perorangan terhadap beberapa anggota kader KB meskipun keadaan belum efektif karena tidak adanya ruang konseling namun kegiatan konseling tetap dapat berjalan dengan baik dan lancar. Hambatan ketika melakukan pengumpulan data, ada beberapa kader KB yang masih merasa malu dan tidak ingin bercerita.
PERBEDAAN TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN PANJURA MALANG DENGAN ANAK YANG TINGGAL BERSAMA ORANG TUANYA SENDIRI Andriyani Utari Putri; Erik Teguh Prakoso; Usmani Haryanti; Teguh Andibowo
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 4 No 1 (2023): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyataan dilapangan Tingkat Kemandirian Anak yang Tinggal di Panti Asuhan Panjura Malang dengan Anak yang Tinggal Bersama Keluarganya Sendiri di SMK PGRI 07 Malang memiliki perbedaan, misalnya disiplin waktu dan kerapian. Kerapkali anak yang tinggal bersama keluarganya sendiri kedisiplinan waktunya masih berkurang dibandingkan yang tinggal di Panti Asuhan. Kegiatan pengabdian ini untuk mengetahui Perbedaan Tingkat Kemandirian anak yang tinggal di Panti Asuhan Panjura dengan Anak yang Tinggal Bersama Orang Tuanya Sendiri di SMK PGRI 07 Malang. Metode dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, metode diskusi, metode intrepetasi hasil. Hasil dari pengabdian ini dapat disimpulkan bahawa bahwa ada perbedaan tingkat kemandirian anak yang tinggal di Panti Asuhan Panjura Malang dengan anak yang tinggal bersama Orang Tuanya Sendiri. Dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa: Anak yang tinggal di Panti Asuhan memiliki tingkat kemandirian yang sangat baik, sehingga mereka dapat mengendalikan, mengatur diri mereka tanpa harus melibatkan banyak orang lain dalam hidup mereka. Dan dengan kemandirian yang mereka miliki ini mereka mempunyai kemampuan lebih baik dalam menjalin hubungan timbal balik dengan orang lain
Pengaruh Latihan Imagery dan Konsentrasi Terhadap Ketepatan Forehand Service Pada Pembinaan Prestasi Tenis Meja Universitas Tunas Pembangunan Sunjoyo Sunjoyo; Satrio Sakti Rumpoko; Bagus Kuncoro; Erik Teguh Prakoso
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.2684

Abstract

This study aims to determine (1) The difference in the effect between internal imagery training method and external imagery training method on forehand service accuracy in Sukoharjo table tennis athletes. (2). The difference in the effect of high concentration and low concentration on the accuracy of forehand service in Sukoharjo table tennis athletes. (3). The interaction between the two imagery training methods and the concentration on the accuracy of forehand service in coaching table tennis achievements at Universitas Tunas TPembangunan University.The population in this study is all table tennis achievement coaching students of Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. The sample used uses Total Sampling technique with the number of ... 24... student. This research is an experimental method using a 2x2 factorial design design, therefore this method is validation, which is testing the influence of one or more variables on other variables. . Data collection is carried out by test and measurement techniques, namely forehand service accuracy tests. Data analysis was carried out with a double comparison technique with a signification level of 0.05.The results of this study are (1) There is no significant difference in influence based on the results of the analysis, significant value p 0.049 (rounded significance value 0.05). Since the significance value of p is0.05 < 0.05, Ho is accepted. Thus, there was no significant difference in influence between the higher internal imagery training method (good) with a posttest average value of 23,583 compared to the external imagery training method with a posttest average value of 22,417. Thus, it was concluded that the hypothesis was rejected. (2) There is a significant difference in influence based on the results of the analysis, the significance value of p is 0.000. Since the significance value of p is 0.000< 0.05, Ho is rejected. Thus there is a significant difference in influence between athletes who have high concentration and low concentration. Based on the results of the analysis, there were students who had a higher high concentration (good) with a posttest average score of 24,917 compared to athletes who had low concentration with a posttest average score of 21,083. Thus, it was concluded that the hypothesis was accepted. (3) There is a significant interaction of both imagery training methods (internal imagery and external imagery) and concentration (high and low) on the accuracy of forehand service in Sukoharjo table tennis athletes. This can be seen from the significance value of p of 0.026. Therefore the significance value of p is 0.026 < 0.05, meaning Ho is rejected.
PELATIHAN PENGEMBANGAN DIRI MELALUI BIMBINGAN KARIR BAGI SISWA SMK P.P Al FAQIH KECAMATAN KOWEL KABUPATEN PAMEKASAN MADURA Devi Permatasari; Khairul Bariyyah; Erik Teguh Prakoso
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidang bimbingan karir merupakan salah satu bidang bimbingan yang membantu siswa dalam merencanakan dan menentukan karir yang akan mereka pilih sesuai dengan bakat minat, kemampuan dan ciri - ciri kepribadian. Hambatan dan permasalahan dalam membantu siswa membuat perencanaan dan menentukan pilihan karir sesuai dengan bakat,minat,kemampua dan ciri-ciri kepribadiannya dirasakan oleh pihak stakeholder SMK P.P Al Faqih Kec.Kowel Kabupaten Pamekasan Madura. Pihak sekolah belum memiliki program dalam membantu siswa menentukan pilihan saat akan melanjutkan ke perguruan tinggi sesuai potcnsinya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan siswa dalam melakukan perencanaan dan menentukan pilihan karir yang tepat sesuai dengan bakat dan minatnya. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan pengembangan diri melalui program bimbingan karir ini dilakukan melalui 3 tahap yaitu:identifikasi masalah, pelaksanaan dan evaluasi . Program bimbingan karir yang dilakukan dengan memberikan layanan informasi, layanan orientasi dan konseling individual.Kegiatan Pengembangan Diri Melalui Bimbingan Karir Bagi Siswa SMK P.P Al Faqih Kec.Kowel Kabupaten Pamekasan Madura sangat efektif. Siswa lebih memiliki kemampuan pengambilan keputusan dalam dalam memilih jurusan di perguruan tinggi. Pelatihan ini dapat mengubah kemampuan pengambilan keputusan dalam memilih jurusan. Saran dalam kegiatan pelatihan Pengembangan Diri Melalui Bimbingan Karir Bagi Siswa SMK P.P Al Faqih Kec.Kowel Kabupaten Pamekasan Madura adalah konselor dan pihak sekolah hendaknya bekerja sama dengan lembaga tes psikologi untuk mengadakan pelayanan tes bakat minat untuk siswa sehingga siswa terbantu untuk memilih jurusan di perguruan tinggi.
The Effect Of Symbolic Modeling Techniques on High School Students’ Altruistic Behavior Elma Rusita Dewi; Suci Prasasti; Erik Teguh Prakoso; Wan Alawee Samaeng
Pamomong: Journal of Islamic Educational Counseling Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi BKPI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/pamomong.v4i1.14-24

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of group counseling service with symbolic modeling technique on the altruistic behavior of class XI students at SMA Muhammadiyah 1 Sragen in the 2022/2023 academic year. To this end, a pre-experimental study with one group research pre-test and post-test was applied. Participants were ten 11th-grade students in Natural Science and Social Science Departments. Data were collected using questionnaires, interviews, observation, and documentation. Data analysis with paired sample t-test by paired sample t-test, showing t-count of 5.000, which was higher than the t-table (1.833) with a significance value of 0.001 ( 0.05). The comparison value of the pre-test and post-test showed a score of 11.20. To sum up, the pretest and posttest results demonstrated that group guidance with symbolic modeling techniques enhanced the altruistic behavior of class XI students at SMA Muhammadiyah 1 Sragen during the 2022/2023 Academic Year
PENGARUH PROGRAM PELATIHAN KECEPATAN (SPEED) TERHADAP AKSELERASI DAN KECEPATAN MAKSIMUM Teguh Andibowo; Kodrad Budiyono; Hartini; Erik Teguh Prakosa; Ardya Resti Prasasti
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jip.v10i1.3204

Abstract

The aim of this research is to analyze about: ( 1 ) the influence, training programs speed acceleration in football player against the increasing; ( 2 ) influence training programs to speed the maximum speed on football player; and ( 3 ) the difference influence a training program to increasing speed and acceleration of maximum speed on football player.This research is football SSB Safo Jomblo selection with a total sample of 22 athletes. This type of research used in this study is a quantitative quasi-experimental methods. The design of this study used only matching design, and data analysis using Manova. The process of data collection was done with a test run of 30 meters for acceleration and run of 30 meters tests for maximum speed at the time of the pretest and posttest. Furthermore, the data were analyzed using SPSS 19.0 series. The results showed: (1) there is a significant influence on the speed of accelerated training programme on football player; (2) there is a significant effect of speed training program to increase maximum speed on soccer player; (3) there is a difference between training programs effect the speed of increase in acceleration and maximum speed on the soccer players. Based on the above analysis, it can be inferred that there is an increase in acceleration and maximum speed for experimental group and the control group after being given training speed from the results of the t-test.
PROFESI GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER UNTUK MENCETAK GENERASI EMAS DI ERA GEN-Z Ananda Fidyatoni; Pingki Eka Saputri; Prakoso, Erik Teguh; Usmani Haryanti
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 24 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v24i1.3191

Abstract

Penelitian ini dilakukan di beberapa sekolah-sekolah yang berada di Jawa Timur. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peran profesi guru dalam pembentukan karakter untuk mencetak generasi emas di era Gen-Z. Peran profesi guru sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter peserta didik. Figur seorang guru sangat penting dalam Pendidikan karakter ini, karena keberadaan figure seorang guru yakni sebagai sentral dalam Pendidikan. Guru memiliki wewenang untuk dikondisikan dan diarahkan, yakni ruang kelas yang ia pegang. Otoritas dan wewenang seorang guru sangatlah besar, ia dapat berinteraksi dengan para peserta didik. Melalui interaksi tersebut figure seorang guru dapat menyelipkan pesan yang tersirat tentang Pendidikan karakter dan moral pada kehidupan sehari-hari. Pada era dini ini Pendidikan umum sudah mudah untuk diakses di mana saja bahkan bisa didapatkan melalui AI. Namun Pendidikan karakter dan moral tidak bisa didapatkan melalui AI. Maka kehadiran seorang pendidik sangatlah penting untuk memberikan Pendidikan karakter dan moral tersebut. Pada era dini ini pasti setiap Pendidikan umum akan diselipi dengan adanya Pendidikan karakter dan moral di dalamnya. Mengingat sekarang sudah mulai memudarnya karakter dan moral yang ada di dalam diri para generasi muda. Dengan diselipkannya Pendidikan karakter dan moral diharapkan dapat membentuk generassi yang berkarakter dan bermoral baik. Banyak faktor yang mempengaruhi pembentukan karakteristik pada peserta didik. Salah satu faktornya yakni peran sosok guru pada Pendidikan karakteristik dan moral. Guru memiliki pengaruh yang sangat besar di lingkungan sekolah. Faktor lainnya juga dapat diakibatkan oleh lingkungan sekitar yang tidak mendukung berkembangnya karakter dan moral yang baik bagi peserta didik. Lingkungan yang sehat sangat di butuhkan dalam pembentukan karakter dan moral. Lingkungan juga berdampak besar bagi pembentukan karkter dan moral. Karena, waktu yang dihabiskan peserta didik lebih banyak dilakukan di dalam lingkungan. Tak luput juga faktor keluarga juga sangat berpengaruh pada proses pembentukan karakter dan moral ini. Karena peserta didik pertama kali mendapatkan Pendidikan karakter dan moral pasti di lingkungan keluarga bukan di lingkungan sekolah. Penelitian ini mengggunakan metode kuantitatif, data yang diperoleh didapatkan melalui Teknik kuesioner atau angket. Kata Kunci: profesi guru, pembentukan karakter, generasi emas.