Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Karakteristik Ibu Hamil Yang Mengalami Anemia Siti Fatimah; Siti Rohmah; Sri Heryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.355

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih tinggi prevalensinya di Indonesia dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko kompilikasi selama kehamilan ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak serius pada ibu dan janin. Kekurangan zat besi sebagai penyebab utama anemia pada ibu hamil dapat menghambat proses tumbuh kembang janin, baik selama kehamilan maupun setelah lahir. Kondisi ini membawa dampak negatif tidak hanya bagi kesehatan ibu, tetapi juga bagi janin yang sedang dikandung. Seorang ibu hamil diklasifikasikan mengalami anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya berada di bawah 11 g/dL. Risiko anemia pada kehamilan tidak hanya mengancam keselamatan ibu, tetapi juga dapat membahayakan kelangsungan hidup dan kesehatan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami anemia di Desa Sukamulya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data sekunder dari rekam medis ibu hamil tahun 2025. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami anemia. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling Sampel pada penelitian ini 60 orang ibu hamil. Hasil menunjukkan sebagian besar ibu hamil dengan anemia berada pada rentang usia 20–35 tahun 54 responden (90%) berpendidikan terakhir SD/SMP 30 orang responden (50%), tidak bekerja (IRT) sebanyak 58 orang (96,7%), berada pada usia kehamilan trimester II (13-28 minggu) sebanyak 32 responden (53,3%), dan belum pernah melahirkan sebanyak 28 orang (46,7%). Temuan ini menunjukkan bahwa kelompok ibu hamil muda dengan latar belakang pendidikan rendah dan belum memiliki pengalaman melahirkan cenderung lebih berisiko mengalami anemia. Keterbatasan penelitian ini adalah data yang hanya bersumber dari satu fasilitas kesehatan sehingga hasil belum dapat digeneralisasikan secara luas. Disarankan adanya peningkatan penyuluhan dan pemantauan rutin terhadap ibu hamil terutama pada usia kehamilan trimester II untuk mencegah dan menangani anemia lebih awal.
Menggali Perspektif Stakeholder: Pengembangan Partograf Digital Untuk Meningkatkan Kompetensi Bidan Widya Maya Ningrum; Soetrisno Soetrisno; Sri Mulyani; Siti Rohmah; Ratna Suminar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.409

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Ciamis, masih tinggi, sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam mendeteksi komplikasi persalinan. Partograf manual yang digunakan oleh bidan sering kali dianggap tidak efisien karena memerlukan waktu lama dan sering diisi dengan tidak lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perspektif stakeholder terkait pengembangan partograf digital sebagai alat untuk meningkatkan kompetensi bidan dalam mendeteksi komplikasi persalinan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan 11 stakeholder kunci, termasuk kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit, dan bidan. Analisis data dilakukan menggunakan NVivo untuk mengidentifikasi tema-tema utama seperti kendala penggunaan partograf manual dan potensi partograf digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partograf digital dapat meningkatkan akurasi pencatatan dan mendukung deteksi dini komplikasi persalinan. Integrasi dengan sistem kesehatan dianggap penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Karakteristik Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Sebagai Dasar Penguatan Intervensi Gizi Maternal di Desa Sukamulya Silvia Widyani Heriyanti; Ratna Suminar; Siti Rohmah; Yudita Ingga Hindiarti
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 8, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v8i1.23071

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women is a public health problem that increases the risk of low birth weight, prematurity, and maternal and neonatal morbidity and mortality. In Ciamis Regency, the prevalence of CED among pregnant women has shown an increasing trend. Sukamulya Village was selected as the study setting due to the continued occurrence of CED cases despite the availability of basic maternal health services, indicating the need for a community-based assessment. This study aimed to describe the characteristics of pregnant women with CED in Sukamulya Village, Ciamis Regency. This study employed a descriptive survey design. The study population consisted of all pregnant women with CED in Sukamulya Village, totaling 25 respondents, using total sampling. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed descriptively using frequency and percentage distributions. Most respondents had primary school education (36%), were aged 20–35 years (44%), were primigravida (64%), and were unemployed (56%). Pregnant women with CED in Sukamulya Village were generally within the healthy reproductive age range but were predominantly characterized by low educational level, primigravida status, and unemployment. These findings provide practical implications for health workers, particularly midwives, to strengthen nutritional education, improve early antenatal care services, and optimize targeted and sustainable supplementary feeding programs.
Pendampingan Kader dalam Pengolahan Pemberian Makanan Tambahan bagi Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis Menggunakan Sumber Pangan Lokal Silvia Widyani Heriyanti; Ratna Suminar; Siti Rohmah; Sri Heryani; Yudita Ingga Hindiarti
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i2.813

Abstract

Introduction: Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a contributing factor to adverse maternal and fetal outcomes. The limited utilization of locally available nutrient-dense foods and the low capacity of community cadres to develop alternative high-protein supplementary foods (PMT) exacerbate this issue. Strengthening cadre competency in processing affordable and culturally appropriate local food sources is essential to support maternal nutritional improvement programs. Objective: The purpose of this service was to enhance the skills and knowledge of community health cadres in processing locally sourced supplementary foods (PMT) for pregnant women with CED, thereby increasing community-based nutritional resilience. Method: This public service was conducted by implementing a participatory training model involving demonstration, mentoring, and hands-on practice. Cadres were trained to process high-protein local food ingredients—especially fish and plant-based sources—into practical PMT products appropriate for pregnant women with CED. Pre–post assessments were used to measure cadre skill improvement, complemented by direct observation and documentation. Result: The service showed significant improvement in cadre competence related to selecting high-quality local food ingredients, applying hygienic food processing techniques, and producing high-protein PMT suitable for pregnant women with CED. Cadres successfully formulated several PMT variants such as shredded fish (abon lele), and fish nuggets. Post-intervention evaluation indicated increased cadre confidence, improved product safety, and greater readiness to support maternal nutrition programs at Posyandu. Additionally, cadres demonstrated improved understanding of balanced nutrition principles for pregnancy and the importance of local food optimization, with an average increase in knowledge of 32.3%. Conclusion: The mentoring program effectively strengthened cadre capacity in processing supplementary foods for pregnant women with CED using local food sources. This intervention contributes to improved community preparedness in addressing maternal nutrition problems and supports sustainable implementation of food-based solutions at the community level.
Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Pencegahan Anemia melalui Edukasi Audio-Visual dan Pendampingan Berbasis WhatsApp Group Siti Fatimah; Siti Rohmah; Sri Heryani
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i2.853

Abstract

Introduction: Anemia in pregnant women is a common health problem that can increase the risk of complications during pregnancy and childbirth. The low level of knowledge among pregnant women regarding the causes, prevention, and management of anemia is a key issue that requires attention. This community service program was carried out in Sukamulya Village, Baregbeg District, Ciamis Regency, as an effort to improve pregnant women’s knowledge and awareness through engaging and easy-to-understand educational activities. Objective: The purpose of this community service activity was to increase pregnant women’s knowledge and awareness of anemia prevention through audio-visual health education and continuous mentoring via a WhatsApp Group in Sukamulya Village Method: This community service activity was conducted in Sukamulya Village through structured education using audio-visual media, followed by interactive mentoring sessions through a WhatsApp Group. Participants were pregnant women from the partner village, and the improvement in knowledge was measured using pre-test and post-test questionnaires. Result: The implementation of the program in Sukamulya Village showed a significant improvement in participants' knowledge. The average pre-test score of 50 increased to 80 in the post-test, resulting in a 48% improvement. Participants also reported a better understanding of anemia risk factors, prevention strategies, and the importance of consuming Iron-Folic Acid (IFA) tablets. Mentoring through the WhatsApp Group enhanced participant engagement and facilitated continuous consultation. Conclusion: The community service program in Sukamulya Village successfully improved pregnant women’s knowledge regarding anemia prevention. The combination of audio-visual education and online mentoring proved to be an effective strategy for community-based health promotion.