Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

REDESAIN RUANG RAWAT INAP SILOAM HOSPITALS BALI DI KUTA, BALI Indah Pradnya Pramesti; I Gede Mugi Raharja; Putu Ari Darmastuti
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit adalah sebuah tempat fasilitas medis yang memberikan perawatan kesehatan kepada pasien. Ruang rawat inap pasien merupakan salah satu dari sekian banyak fasilitas penting yang harus ada pada tiap rumah sakit. Ruang rawat inap pasien diperlukan untuk tempat perawatan bagi pasien yang mengidap penyakit tertentu dan harus mendapatkan pengawasan dari rumah sakit. Sama halnya seperti interior ruangan lainnya, interior dari ruang rawat inap juga harus fungsional, nyaman, dan tidak melupakan sisi estetikanya. Hal ini dikarenakan agar pasien yang tengah menjalani perawatan merasa nyaman. Maka dari itu Siloam Hospitals Bali melakukan redesain interior ruang rawat inap pasiennya untuk bisa membuat desain interior ruang rawat inap pasien yang lebih baik. Melalui magang di CV. Asta Loma, penulis mendapatkan pengalaman dalam menjalani proyek ini, terutama pada bagian pengawasan proyek di lapangan serta pembuatan gambar as built drawing. Dengan menggunakan metode project based learning, metode pengumpulan data kualitatif berupa deskripsi, dan penyajian data mengenai proyek yang didapatkan melalui wawancara dan observasi, penulis mengetahui tahapan yang dilalui selama proses redesain terjadi. Mulai dari briefing dengan pihak Siloam Hospitals, membuat desain konsep, pengajuan RAB, briefing kembali mengenai teknis pengerjaan, pengerjaan elemen interior di proyek dan pembuatan furniture, setting furniture di lapangan, hingga tahap final yaitu pengecekan realisasi redesain bersama dengan pihak Siloam. Selama pengerjaan proyek berlangsung, segala kendala yang terjadi tak bisa terelakkan. Walau begitu kendala-kendala tersebut dapat dilewati tanpa adanya masalah yang berarti hingga tahap akhir dan hasil realisasi redesain ruang rawat inap ini mampu memuaskan dan sesuai dengan keinginan pihak Siloam Hospitals Bali.
MEMPERKUAT CITRA BRAND MELALUI INTERIOR : GERAI TANAMERA, SUNSET ROAD, BALI Putu Ari Darmastuti; I Kadek Dwi Noorwatha
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 3 No. 1 (2023): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identitas sebuah brand merupakan hal mendasar dalam proses pengembangan bisnis dan memperkuat brand itu sendiri. Brand yang dibangun cukup lama harus tetap menjaga kekuatan brand seiring pergerakan era, begitu juga brand baru harus memiliki identitas yang original dan kuat. Pengalaman Tanamera selama 10 tahun di industri maknan dan minuman khusunya kopi berhasil mengembangkan gerai mereka tidak hanya di Indonesia. Dengan identitas brand yang kuat Tanamera juga menghadirkan gerai-gerai yang orisinal dan berciri khas. Salah satu gerai Tanamera yang akan diulas adalah gerai Tanamera di Jalan Sunset Road, Bali. Bagaimana Tanamera menghadirkan eksistensi brand melalui visualisasi dan pengalaman yang dapat dirasakan melalui interior dari gerai tersebut. Membentuk dasar dari proses desain; memahami merek adalah salah satu aspek yang paling penting dari peran desainer ritel. Menggunakan teori Konsepsi Branding dan Brand Touchpoints, Lingkungan Branding, Experimental Marketing yang menggunakan Analisa branding untuk membahas pengaruh branding pada interior gerai. Tanamera merupakan gerai kopi asal Indonesia yang berkembang mulai dari tahun 2013. Dilihat dari portofolio pada website Tanamera, memiliki gerai tidak hanya di Indonesia tapi juga mulai mencakup Asia. Kelebihan kopi Tanamera adalah menyajikan kopi khas Indonesia yang dibudidayakan khusus dan disajikan kepada konsumen melalui tahapan yang yang diolah sendiri oleh Tanamera. Selama 10 tahun di industry makanan dan minuman brand kopi Tanamera selalu menghadirkan gerai yang orisinal dan identic dengan brand itu sendiri. Tanamera menghadirkan pengalaman minum kopi yang autentik khas Indonesia yang berbeda dari brand lainnya, menghadirkan interior dan arsitektural yang mencolok dan kontras menjadikan gerai Tanamera vocal point dan mudah dikenali seperti gerai yang berlokasi di Sunset Road Bali.
The DESAIN RUANG DAPUR BERDASARKAN TIGA ZONA UTAMA I Made Jayadi Waisnawa; Ni Luh Kadek Resi Kerdiati; Putu Ari Darmastuti
Jurnal PATRA Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Patra Mei 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v5i1.463

Abstract

Ruangan dapur memiliki kompleksitas dalam aktivitas civitasnya. Desain ruangan dapur harus berpedoman pada tiga zona utama yang terkait dengan dimensi civitas saat beraktivitas. Susunan tiga zona utama adalah lemari simpan (kulkas), bak cuci (sink) dan kompor. Selain tiga zona utama, ruangan dapur juga harus memperhitungkan bentuk dapur dan utilitas alami untuk mengoptimalkan aktivitas. Proses desain ruangan dapur harus dimulai dari awal sebelum proses perncanaan fisik bangunan untuk menentukan tiga unsur tersebut. Berdasarkan fakta yang ditemukan pada proyek desain ruangan dapur, proses desain lebih banyak dimulai dari saat pekerjaan fisik sudah memasuki tahap penyelesaian. Tujuan studi desain dapur ini adalah untuk mengetahui bagaimana desain ruangan dapur yang dimulai pada saat pekerjaan fisik sudah memasuki tahap penyelesaian. Studi desain ruangan dapur ini menggunakan metoda kualitatif yang akan dijelaskan secara deskriptif. Objek penelitian didapatkan pada desain ruangan dapur yang pernah dikerjakan pada studio jayadi-sign. Kriteria objek penelitian adalah ruangan dapur yang memiliki tiga zona utama dan bukan desain ulang. Berdasarkan hasil studi, didapatkan 22 desain yang memenuhi 1 unsur, 12 desain yang memenuhi 2 unsur, 1 desain yang memenuhi tiga unsur dan 2 desain tidak memenuhi semua unsur. Hal tersebut dikarenakan sistem instalasi air, kelistrikan dan utilitas alami sudah dibuat sebelumnya.
WORKSHOP PRODUK UPCYCLE GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN VOKASIONAL SISWA SLB NEGERI 1 BADUNG Ni Luh Kadek Resi Kerdiati; I Putu Udiyana Wasista; Putu Ari Darmastuti
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v2i2.2726

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan siswa penyandang disabilitas pada SLB Negeri 1 Badung, khususnya dalam kegiatan produktif membuat produk sederhana menggunakan benda-benda upcycle. Kegiatan yang dilaksanakan sekaligus membuka peluang bagi pengembangan ilmu dan keterampilan yang sifatnya praktis dan aplikatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi tindakan partisipatif, dimana peneliti berperan langsung pada kegiatan pengabdian. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, wawancara dan studi pustaka. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan 4 tahapan yaitu tahap perencanaan, dimana tim pengabdian melakukan observasi dari potensi dan masalah yang mungkin muncul saat kegiatan. Taham pelaksanaan dilakukan selama 2 hari melalui pemaparan materi dan pelatihan melalui pelaksanaan kegiatan workshop. Tahap evaluasi terhadap hasil pelatihan, setelah kegiatan selesai dilakukan, serta tahap refleksi melalui hasil evaluasi untuk peningkatan pelatihan berikutnya. Kegiatan telah terlaksana dengan baik, peserta pelatihan berhasil menyelesaikan output yang diharapkan dengan baik dan tepat waktu. Ditemui beberapa kendala seperti terbatasnya ketersediaan bahan selama pelaksanaan workshop, namun hal tersebut justru dapat mengasah kepekaan serta kreatifitas peserta pelatihan. Keterbatasan cara komunikasi sempat menjadi kekhawatiran dari tim pengabdian, namun hal tersebut dapat diatasi dengan bantuan dan kerjasama dari pihak SLB Negeri 1 Badung.
PROSES PERANCANGAN DEKORASI PERNIKAHAN PADA THE ROYAL SANTRIAN OLEH SWEET BELLA PROJECT Nike Wijaya; I Made Jayadi Waisnawa; Putu Ari Darmastuti
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v3i2.2067

Abstract

Sweet Bella Project merupakan Wedding Decorator & Stylish yang memberikan penyediaan layanan/jasa desain dan dekorasi. Wedding Decorator adalah jasa dalam mempersiapkan dekorasi dan menata persiapan dalam event pernikahan. Ada beberapa proses perancangan yang diperlukan dalam mendekor sebuah event pernikahan sebelum sebuah pernikahan dilaksanakan pada venue The Royal Santrian pada tanggal 10 Desember 2022 ini. Sweet Bella Metode penciptaan dalam project yang bekerja sama dengan wedding organizer akan melewati beberapa proses perancangan yaitu : Technical meeting, penentuan tema, desain pengembangan, membuat mockup, membuat layout untuk penataan tempat venue, membuat list barang dan list produksi, dan mendekorasi venue. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel bersifat deskriptif kualitatif. Hasilnya tema yang digunakan dalam perancangan yaitu natural blush. Proses dekorasi memerlukan ketelitian dan fleksibilitas di lapangan, agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar.
IDENTIFICATION OF BALINESE ORNAMENTS AT THE ENTRANCE OF THE AL-HIKMAH MOSQUE, DENPASAR Putu Ari Darmastuti
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 1 No. 1 (2021): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v1i1.99

Abstract

Purpose : Religious buildings generally follow the form, function and decoration of the area oforigin of the religion. Islam in Bali began to spread during the reign of King Dalem Waturenggongwho was centered in Klungkung Regency in the fourteenth century. Since the first time Islamentered and developed in Bali, until now several mosque buildings have experienced adaptation andacculturation with Balinese culture. Adaptation and acculturation are more dominantly affected inreligious buildings because there is no separate style of how the appearance and embodiment of amosque building. In Denpasar City, there are not many mosque buildings that are affected byBalinese culture.Research methods : The research method used is interpretive qualitative. Etymologically,qualitative, comes from quality which means value.Findings : Along with the development and spread of Islam in the archipelago, the architecture ofthe mosque also experienced developments that adapted to each regional culture.Implications : Through architecture, regional culture and religion merge into a strong identity. Inthe architecture there are several elements, one of which is an aesthetic element in the form of anornamental. In this case, the identification of ornaments at Masjid Al-Hikmah entrance is classifiedbased on the four types of ornaments mentioned in the Nusantara Ornaments book, namely:geometric motifs, human motifs, animal motifs, motifs, plants, motifs of natural objects.
WARNABALI: BALINESE COLOR INTENSITY DIVERSIFICATION FOR DEVELOPMENT OF BALI MODERN INTERIOR AND ARCHITECTURE COATING IN ADDITIVE COLOR ONLINE BASED EXPERIMENT Anak Agung Gede Rai Remawa; I Kadek Dwi Noorwatha; I Made Pande Artadi; Toddy Hendrawan Yupardhi; Putu Ari Darmastuti
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v2i1.186

Abstract

Purpose: This study aims to conduct experiments on enriching the intensity of traditional Balinese colors that are relevant to the application of color in modern interiors and architecture. Research methods:The research method uses online-based experiments by mixing Balinese colors with light and dark characters in a ratio of 66.7%: 33.3%. Mixing is done by crossing process and the results of the cross process are arranged into a Balinese color palette based on Additive Colors. Findings:The color cross method with a ratio of 66.7% light to 33.3% dark produces bali color variants with various tint intensities. The scan results on the Balinese print-based color composition arranged in the nawa sangha cosmology, which is processed online through the dopely.top website, produces relevant colors developed in modern interiors and architecture. The process of diversifying the color intensity will provide recommendations for its application to residential and non-residential interiors. Implications: Provide insight into the use of traditional Balinese colors to designers and architects, in an effort to preserve and strengthen tradition-based knowledge for the development of modern design science.
THE AESTHETICS OF KORI KUWADI I Wayan Balika Ika; Putu Ari Darmastuti
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v2i1.187

Abstract

Purpose: As one of the objects of Balinese cultural heritage, it should be preserved. But in reality, Kori Kuwadi is exploited not only as a building component but also as a commodity that is traded and even exported to foreign countries. To obtain maximum profit, Kori Kuwadi is mass-produced to meet market demand. Because it is oriented towards high profits, the production process may ignore the Kori Kuwadi concept as it should. Ironic while the existence of Kori Kuwadi is widely known both by the Balinese people and the people outside Bali, because the shape, model, size, and ornament are so beautiful that they are admired, but it's a shame because there are still many people who don't know what the real name of the door is. which they are familiar with the term "traditional Balinese door". If this condition is allowed to drag on, one of the cultural heritage of Bali may become extinct. Realizing the above conditions, through the momentum of Nangun Sat Kerti Loka Bali, the local government of Bali is trying to preserve local culture so that it is not uprooted from its original values. Research methods: The research method used is interpretive qualitative. Etymologically, qualitative comes from quality which means value. Findings: As a traditional door Kori Kuwadi has a unique thing that makes many people interested. Kori Kuwadi is used as an architectural part this day it is not placed only at holly place in Bali but as an entrance of the modern building. Implications: Aesthetic aspect does not come from one thing but can be anything. Pintu Kuwadi has its authentic beauty that comes from history, ornament pattern, material, and measurement.
THE INFLUENCE OF COLOR ON CONSUMER'S AFFECTIVE SIDE IN COMMERCIAL SPACE: A LITERATURE REVIEW APPROACH I Putu Udiyana Wasista; Ni Luh Kadek Resi Kerdiati; Putu Ari Darmastuti
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 2 No. 2 (2022): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v2i2.263

Abstract

Purpose: This study aims to look at strategies for arousing consumers' affective side. The affective side studied is the desire to enter the room, the desire to shop, and the mood in a commercial space. Research methods: This study uses the library study method. This method uses literature as a source of research answers. The literature obtained will be categorized and analyzed to find valid answers. Findings: We need the right strategy in combining colors to form a space atmosphere that invites and arouses consumer shopping interest. Colors with a combination of blue or green-yellow are suitable for entrances, while cool colors are good for use in spaces. Cool colors will help influence shopping decisions and consumer moods. This combination is crucial in maximizing profits in commercial ventures. Implications: The role of color in a commercial space is significant. Designers must be able to choose colors wisely and flexibly. This choice is because each color has a different role and function in evoking the affective side of consumers.
PENERAPAN GAYA MODERN MINIMALIS PADA PROJECT KLINIK KECANTIKAN BEAUTY HEAVEN DI CANGGU OLEH DEWI DECO Paramitha, Kadek Dinda Maharani Putri; Raharja, I Gede Mugi; Darmastuti, Putu Ari
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3489

Abstract

Klinik kecantikan merupakan sebuah klinik yang menawarkan jasa pelayanan untuk perawatan tubuh khususnya pada kulit, rambut, serta kuku (dermatologi). Fungsi klinik kecantikan adalah sebagai suatu tempat untuk melakukan konsultasi dan perawatan terhadap tubuh, wajah, kulit, rambut dan kuku yang dilakukan oleh ahli kecantikan dan dokter spesialis, mengembalikan kebugaran tubuh, serta mempercantik penampilan dari setiap pengunjung yang menggunakan fasilitas dari klinik kecantikan. Meningkatnya minat masyarakat untuk melakukan perawatan diri, baik itu perempuan maupun laki-laki membuat bisnis klinik kecantikan kian berkembang pesat. Saat ini banyak klinik kecantikan yang berlomba untuk memberikan pelayanan yang baik demi kepuasan pelanggan. Selain dengan meningkatkan kualitas pelayanan dalam setiap perawatan yang diberikan, desain arsitektur dan interior klinik kecantikan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menjadikan tampilan klinik memiliki nilai estetika sehingga dapat menarik minat pelanggan untuk mengunjungi klinik tersebut. Beauty Heaven merupakan salah satu proyek klinik kecantikan yang dikerjakan oleh Dewi Deco Studio Interior yang berlokasi di Jl. Pantai Batu Bolong, Canggu, Badung. Proyek Beauty Heaven ini sekaligus menjadi proyek yang melibatkan penulis selaku mahasiswa yang menjalani program kegiatan magang/praktik kerja MBKM (Merdeka Belajar - Kampus Merdeka) di Dewi Deco. Perancangan proyek klinik kecantikan Beauty Heaven menekan pada tampilan visual dengan menerapkan gaya modern minimalis dengan titik fokus suasana hangat dan lembut yang diharapkan mampu menarik minat pengunjung untuk mengunjungi klinik Beauty Heaven, selain dari segi estetika visual, perancangan interior tetap memperhatikan fungsionalitas agar dapat mendukung kegiatan yang berlangsung di dalam klinik dengan baik dan aman.