Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS KRITIS KEBERADAAN SYAFAQ ABYADH DAN IMPLIKASINYA PADA PENETAPAN AWAL WAKTU SALAT ISYA (STUDI KASUS PANTAI BAROMBONG, LOSARI, AKKARENA, MUNTE) Asdar Asdar; Drs. H. Mahyuddin Latuconsina, S.H., M.H Latuconsina
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v1i3.23014

Abstract

Penetapan awal dan akhir waktu salat erat kaitannya dengan fenomena matahari. Namun persoalan muncul ketika keberadaan syafaq menimbulkan perdebatan dalam menentukan awal waktu salat isya, atas dasar itu sangat penting untuk diteliti dengan melakukan pengematan di pantai Barombong, Losari, Akkarena, dan munte yang merupakan lokasi terjangkau dari peneliti untuk memberi kepastian hukum. Sehingga masalah yang diangkat dalam penelitian ini terkait keberadaan syafaq abyadh di empat pantai dan implikasinya terhadap penetapan awal waktu salat isya. berdasarkan pemasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan syafaq abyadh di tempat pantai tersebut untuk mengetahui penetapan awal waktu salat isya. Setelah penelitian dilakukan di empat pantai tersebut hasil yang diperoleh yaitu hanya ada satu Pantai yang penulis dapat temukan fenomena syafaq abyadh yaitu Pantai Barombong. dengan proses matahari sudah tidak dapat diamati oleh pengamat yang berada diatas tepi pantai namun cahayanya masih terlihat akibat pembiasan dari unsur-unsur atmosfer bumi yang disebut dengan senja atau syafaq dengan tahapan yang diawali munculnya syafaq ahmar atau senja merah saat posisi matahari berada pada ketinggian -1˚ hingga -12˚ di bawah ufuq barat lalu memudar kemudian muncul sisa-sisa cahaya berwarna putih yang disebut syafaq abyadh pada posisi -13˚ di ufuk barat setelah itu cahaya menghilang disaat posisi matahari berada pada ketinggian -14˚. Namun tiga pantai lainnya yang terlihat hanya berupa fenomena syafaq ahmar yang muncul disaat posisi matahri berada pada ketinggian -1˚ hingga -13˚ dibawah ufuk barat yang disebabkan kondisi cuaca dan atmosfer yang tidak mendukung.
Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Addie Pada SMK Mega Link Majene Abdul Latif; Herlina Ahmad; Asdar Asdar; Syamsuddin Syamsuddin
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 19, No 2 (2023): Volume 19, Nomor 2, November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v19i2.4792

Abstract

This type of research is Research and Development (RnD). The development model refers to the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation and Evaluation) model. The development of the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile (P5) was implemented for class X students at SMK Mega Link Majene, this is in accordance with the implementation of the independent curriculum. The Pancasila student profile is an Indonesian student who is a lifelong learner who is competent, has character and behaves in accordance with Pancasila values. This research developed a project design from an assessment rubric, student reflection sheet, and teacher reflection sheet. Theme selection and project development selected 3 themes out of 8, including sustainable lifestyle, local wisdom, diversity, building body and soul, the voice of democracy, creating and using technology to build the Republic of Indonesia, work and work culture. The results of the research obtained that P5 Development can develop students' character, including having faith and devotion to God Almighty and having noble character, global diversity, working together, creative, critical reasoning and independence, especially on the theme: Build your body and soul by using Photoshop and Lifestyle applications. continuously using Canon 800D, Cam A11, Original Mirrolles Gimbal, Adobe Premiere, and the Bandicam application.
PkM PENDAMPINGAN ASIMETRIS KURIKULUM MERDEKA PADA SDN 024 SALPEEPA KABUPATEN MAJENE Asdar Asdar; Nur Hafsah Yunus MS; Herlina Ahmad; Arifin Tahir
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 3, September 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i3.5818

Abstract

Program pemerintah saat ini yang wajib diimplementasikan secara nasional dan bertahap yaitu Implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang baru diperkenalkan pada awal tahun 2022. Ini merupakan kurikulum pengganti kurikulum 2013. Beberapa alasan pergantian kurikulum yang paling mendasar adalah kebutuhan kurikulum agar pembelajaran lebih fleksibel, ringkas, dan sederhana yang dapat diimplementasikan pada masa Covid-19. Kurikulum Merdeka dinyatakan memiliki keunggulan karena fokus pada materi esensial dan memberikan kemerdekaan kepada siswa, kepala sekolah, dan guru dalam memilih pembelajaran yang sesuai. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai bentuk percepatan implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar non penngerak. Selain iyu, kegiatan pendampingan ini juga bertujuan sebagai wadah untuk memberikan fasilitasi kepada satuan Pendidikan dasar yang mandiri, apakah itu mandiri belajar, mandiri berbagi atau mandiri berubah agar peserta kepala sekolah dan guru memahami modul yang ada dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM), Asesemen, Projek Penguatan Profil Pelajar (Pancasila), dan Penyesuaian Pembelajaran dengan kebutuhan dan karakter peserta didik yang releven  dengan MBKM dan IKU. Metode pendampingan yang dilakukan melalui pelatihan asimetris kepada guru dan kepala sekolah di SDN 024 Saleppea Kabupaten Majene. Luaran kegiatan ini berupa publikasi pada jurnal pengabdian masyarakat, publikasi media massa online, video online, serta peningkatan pemberdayaan mitra. Selain itu, luaran tambahan juga direncanakan menghasilkan Hak Cipta dokumen perancangan pembelajaran intrakurikuler maupun Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).