Articles
HUBUNGAN PARITAS DAN KELAINAN LETAK DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI RSI GARAM KALIANGET
Sri Yunita Suraida Salat
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 2 No 2 (2017): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (360.568 KB)
|
DOI: 10.24929/jik.v2i2.547
Ketuban pecah dini atau yang dikenal dengan Prematur Rupture of Membrane (PROM)merupakan proses pecahnya selaput ketuban sebelum ibu memasuki fase melahirkan. Pada tahun2013 di indonesia, dari semua kehamilan 35 % mengalami kejadian Ketuban Pecah Dini (DepkesRI 2013). Adapun tujuan dilakukannnya penelitian ini untuk menganalisis Hubungan AntaraKelainan Letak Dan Paritas Dengan Kejadian Prematur Rupture of Membrane (PROM) pada Ibuyang melahirkan di Rumah Sakit Islam Garam Kalianget Kabupaten Sumenep Pada Tahun 2016.Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey diskriptif yang menggunakan pendekatansecara retrospektif. Populasinya adalah semua ibu melahirkan yang mengalami Prematur Rupture ofMembrane di Rumah Sakit Islam Garam Kalianget pada tahun 2016 yang berjumlah 20 orangdengan sample menggunakan tehnik Total Sampling. Instrument yang digunakan pada penelitian iniadalah Checklist. Analisa data pada penelitian ini menggunakan Distribusi Frequensi.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang mengalami KetubanPecah Dini adalah multipara sebanyak 12 ibu bersalin (60%), dan hampir seluruhnya yaitu 16 ibubersalin (80%) letak janinnya adalah letak kepala dan hampir seluruhnya yaitu 16 ibu bersalin(80%) mengalami ketuban pecah dini dalam usia kehamilan atermDapat di simpulkan bahwa Ibu yang mengalami Ketuban Pecah Dini di sebabkan beberapafaktor yaitu Status Paritas, Letak Janin dan Usia Kehamiln. Adapun solusi yang bisa ditawarkanuntuk mengurangi resiko terjadinya Prematur Rupture of Membrane yaitu dengan carapemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara rutin serta pendeteksian dini tentang faktor-faktorpredisposisi yang bisa menyebabkan terjadinya Prematur Rupture of Membrane sehingga dapatdicegah terjadinya komplikasi yang dapat terjadi.
Gambaran Faktor-Faktor Ketidak Hadiran Lansia Pada Posyandu Lansia Di Desa Rubaru Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep
Sri Yunita Suraida Salat;
Laylatul Hasanah;
Ratna Indriyani
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 3 No 1 (2018): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.108 KB)
|
DOI: 10.24929/jik.v3i1.629
Posyandu lansia merupakan wahana pelayanan bagi kaum usia lanjut, yang dilakukan dari, oleh, dan untuk kaum usia lanjut yang menitik beratkan pada pelayanan promotif dan prefentif, tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. (Notoadmodjo, 2007). Berdasarkan data yang di dapat ketidak hadiran lansia 68,2% yaitu merupakan cakupan kurang dari target. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Gambaran faktor - faktor ketidak hadiran lansia pada posyandu lansia di desa Rubaru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan observasional. Popolasi Lansia yang tidak hadir berjumlah 43 orang dan sample yang diambil adalah 15 orang, dengan tehnik Simple Random Sampling. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner, Analisa data pada penelitian ini menggunakan Distribusi Frequensi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia yang tidak hadir pada posyandu yang bekerja sebanyak 10 lansia (67%), dan lebih dari separuhnya lansia yang tidak hadir pada posyandu lansia yang tidak sekolah sebanyak 9 lansia (60%), dan hampir dari setengah lansia yang tidak hadir pada posyandu yang pengetahuannya kurang yaitu 6 lansia (40%). Dapat di simpulkan bahwa lansia yang tidak hadir pada posyandu lansia di sebabkan beberapa faktor yaitu pekerjaan , pendidikan dan pengetahuan. Upaya untuk meningkatkan cakupan posyandu lansia Penyuluhan kepada lansia oleh petugas kesehatan betapa pentingnya posyandu bagi lansia. Sehingga lansia dapat termotivasi untuk datang keposyandu.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III Di Wilayah Kerja Puskesmas Bluto Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep
Ratna Indriyani;
Sri Sumarni;
Sri Yunita Suraida Salat
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 3 No 2 (2018): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (551.942 KB)
|
DOI: 10.24929/jik.v3i2.665
Complication of pregnancy is one the causes of the high maternal mortality rate (MMR) in indonesia to date, which is bleeding as much as 28% and the poisoning of pregnancy (eclampsia) as much as 24%. The purpose of this study is to analyze the relationship of the knowledge level of pregnant women with danger sign of third trimester pregnancy. This research design is a quantitative research using design of analytic research design with cross sectional method with population of 42 pregnant women where the sample was taken 33 pregnant women sampling technique that is simple random sampling data analysis using chi square The results of research that the age of most pregnant women aged 24-26 that as many as 9 (27,3%) pregnant women. The level of education of pregnant women has a background of education as many as 14 (42,4%). SMP work of pregnant women working as housewives as many as 19 (57,6%) pregnant women. The level of knowledge of pregnant women as much as 23 (69,7%) have less knowledge. pregnant women have a danger sign of third trimester pregnancy. From P-value research result from chi square correlation test statistics of 0,000 and bacause P < α,(0,000<0,05) then the decision taken is H0 rejected, H1 accepted that there is a relationship of knowledge level of pregnant women with danger sign of third trimester pregnancy the working area of puskesmas bluto bluto district of sumenep regency. Based on the above conclusions it is suggested to health workers to improve the quality, frequency of the counseling to pregnant women about the sign of third trimester Pregnancy The Working Area Of Puskesmas Bluto Bluto District Of Sumenep Regency.
Pengaruh Stres Post Partum Terhadap Pembengkakan Payudara Pada Ibu Menyusui Di Desa Matanair
Sri Yunita Suraida Salat;
Ratna Indriyani
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 4 No 1 (2019): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (443.575 KB)
|
DOI: 10.24929/jik.v4i1.699
Pembengkakan payudara dalam masa post partum merupakan kondisi dimana payudara membengkak yang disebabkan karena jumlah ASI yang berlebihan di dalam payudara. Biasanya hal ini disertai rasa nyeri. Pembengkakan payudara ini bisa terjadi di pada sebagian payudara atau seluruh payudara. Awalnya setiap ibu post partum menganggap kejadian pembengkakan payudara ini merupakan hal yang biasa dialami oleh ibu menyusui. Bahkan ada beberapa daerah di wilayah Sumenep yang menghubungkan kejadian pembengkakan payudara ini dengan “MITOS” budaya setempat. Ada bebebrapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan payudara dan salah satunya adalah cemas atau stress yang dirasakan ibu post pastum. Tujuan Penelitian ini Menganalisis Pengaruh Stres Post Partum Terhadap Pembengkakan Payudara Pada Ibu Menyusui Di Desa Matanair. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian analitik yang menggunakan metode cross sectional. Populasi yang digunakan adalah Semua ibu yang sedang menyusui di Wilayah Kerja Polindes Desa Matanaair Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep pada Bulan Januari - Februari 2019 sebanyak 18 ibu menyusui. Besar sampel penelitian adalah 18 orang dengan teknik sampel total sampling. Variabel penelitian dalam penelitian ini yaitu : stress post partum, pembengkakan payudara. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner DASS 42 dan Cheklist. Data akan dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 orang yang tidak mengalami stress seluruhnya hanya mengamali pembengkakan ringan yaitu 100%, dan dari 7 orang ibu yang mengalami stres sedang dalam masa nifas sebagian besar mengalami pembengkakan payudara yang berat yaitu 60%. Sedangkan dari 8 Orang ibu yang mengalai stress parah pada masa nifas sebagian besarmengalami pembengkakan payudara yang berat yaitu 57%. Dan 1 orang ibu yag mengalami stress sangat parah mengamai pembengkakan berat (100%). Hasil uji korelasi spearman nilai ρ-value= 0,1 yang bermakna bahwa ada Pengaruh antara stress pada ibu menyusui dengan pembengkakan payudara pada ibu menyusui di Desa Matanair Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep Dapat disimpulkan bahwa ibu yang megalami stress pada saat masa nifas (menyusui) akan berdampak pada terjadinya pembengkakakn payudara pada ibu. Oleh karena itu diperlukan banyak penegtahuan ibu menyusui tentang proses laktasi serta perubahan yang terjadi semasa ibu menyusi sebagai pencegahan akan rasa cemas dan kehawatiran ibu. Selain itu peran keluarga juga sangat penting dalam membantu dan mensupport ibu selama masa menyusui.
The dynamics of jama (jamu madura-madurese traditional herbal medicine) in the viewpoint of public woman: a phenomenology study
Sri Yunita Suraida Salat;
Ahmaniyah Ahmaniyah;
Emdat Suprayitno
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21927/jnki.2021.9(1).1-10
Background: With the progress and development of medicine that is currently happening, there are still many people in Sumenep who choose Madurese traditional herbal medicine in an effort to prevent and to cure disease, in the process of pregnancy, childbirth and the postpartum period. This habit was inherited from their ancestors. Jamu is supposed to provide benefits and safe with no side effects. People in Sumenep still consuming herbal medicine during postpartum period as habit. Objectives: This study aimed to describe views and opinions of postpartum mothers on the puerperal herbal medicine that they consumed during the postpartum period. Methods: This study exploring the local culture, postpartum mothers’ knowledge about postpartum herbal medicine and their perception about its benefits. This study design was qualitative study with a phenomenological approach with total participants were 20 postpartum mothers and their families and 2 postpartum herbal medicine makers. Data were collected by direct observation through in-depth interviews. Results: The results showed 5 themes describing the dynamics of the Madurese traditional herbal medicine in the viewpoint of post-partum mothers, namely their reasons for consuming postpartum traditional herbal medicine, the form of the herbal traditional medicine consumed, their knowledge of postpartum herbal medicine, the benefits of postpartum traditional herbal medicine, and the mother's desire to consume the puerperal herbal medicine in the future. Conclusions: It can be concluded that there was different viewpoint that described by postpartum women about consuming postpartum herbal medicine. In general, they found that postpartum herbal medicine had benefits directly in the recovery process of the postpartum period and increasing breast milk production.
Pendampingan Remaja Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Pencegahan HIV/AIDS Di Daerah Pesisir Kabupaten Sumenep
Hadina Eka Camalia;
Dian Permatasari;
Emdat Suprayitno;
Sri Yunita Suraida Salat
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37341/jurnalempathy.v0i0.73
Background: Human Immunodeficiency Virus (HIV) or Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) is a growing health problem in Indonesia. From 1987 to 2019, there were 102,667 AIDS sufferers. Adolescents aged 15-24 years are a group that is vulnerable to HIV. The purpose of PKM is for universities to play a role in developing public knowledge about reproductive health and the spread of HIV/AIDS among adolescents infection. Adolescents are a group that is more likely to transmit HIV/AIDS because they are vulnerable to risky behavior problems, such as premarital sex and substance abuse. Methods: The target of service is youth in coastal areas. Problems are solved in three stages of activity, namely preparation, implementation and evaluation. Preparation is done by conducting a preliminary survey to see conditions in the field. The implementation is carried out by training, using the lecture method, namely the presentation technique, followed by question and answer discussions and exercises as a form of PKM activities. Evaluation of activities is carried out for each stage by collecting and concluding data from each stage of activity. Results: Before distributing 24 questionnaires containing information about adolescent reproductive function and HIV/AIDS to counseling participants, the result was 65%. Meanwhile, from the results of a survey of all participants to assess expansion achievement, it was found that 84%. A significant increase in participants' knowledge was 18%. Conclusion: By providing knowledge to parents, we can reach youth to avoid problems related to HIV/AIDS.
Relationship Between Age, Parity Status With The Incidence Of Postpartum
Sri Yunita Suraida Salat;
Emdat Suprayitno
Healthy-Mu Journal Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : MBUnivPress
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Every woman always looks forward to when she can take care of the baby she has been carrying for nine months. However, sometimes this period becomes unpleasant and can even make mothers depressed, which we often know as the baby blues or postpartum blues. This study aimed to determine whether there was a relationship between age and postpartum mother status with the incidence of postpartum blues in Marengan Laok Village. This research is an analytic study with a cross-sectional approach. The research variables were age, parity status, and the incidence of postpartum blues. The research sample was postpartum mothers in June-August 2021 in Marengan Laok Village, as many as 13 mothers with a sampling technique, namely total sampling. Data analize used Spearman rank test. The results showed that 62% of postpartum mothers were 20-30 years old, 69% of mothers had primiparous status, and 77% of postpartum mothers experienced postpartum blues. The statistical data shows a value = of 0.003 and a value = 0.001 for parity status, which means that there is a solid relationship between age and parity status with the incidence of postpartum blues in Marengan Laok village. Therefore, careful preparation is needed when a mother is planning her pregnancy
Pemeriksaan SDIDTK sebagai Skrining Kejadian Stunting
Sri Yunita Suraida Salat;
Maulana Widi Andrian
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v5i2.1093
Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan jika dibandingkan dengan ukuran normal berdasarkan usianya. Kejadian stunting saat ini di Indonesia masih cukup tinggi. Prevalensi di Jawa Timur sampai pada April 2018, sebanyak 26,7 % kejadian stunting. Angka tersebut dapat memberikan arti bahwa di jawa timur masih cuukup banyak balita yang mengalami stunting. Dan wilayah kabupaten Sumenep memiliki peringkat ke-dua tertinngi di jawa timur dengan jumlah prevalensi kejadian stuntingnya adalah 52,44 %. Selanjutnya Belum ada data terbaru tentang kejadian stunting di Kabupaten Sumenep sampai di akhir tahun 2018. Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan serta skrinig terhadap kejdian stunting. Tujuan dilakukannya kegiatan pemeriksaan ini sebagai salah satu bentuk skrining pendeteksian kejadian stunting di Kabupaten Sumenep. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melakukan pemeriksaan SDIDTK secara langsung kepada anak-anak TAUD SAQU cabang Sumenep sejumlah 71 anak. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan anak yang mengalami stunting, namun ada 3 orang anak dalam katagori sangat kurus sehingga diperlukan adanya perhatian khusus dari wali murid terhadap asupan nutrisi anak tersebut agar tidak mengarah pada stunting. Hasil pemeriksaan dapat dijadikan refrensi tentang status tumbuh kembang anak-anak TAUD SAQU cabang Sumenep.
Kombinasi Kinesio Tapping dan Yoga Cat Cow Pose Efektif Menurunkan Ketidaknyamanan Punggung Bawah Pada Ibu Hamil Trimester III
Niken Wahyu Hidayati;
Noor Rofiatus S;
Siti Sarti;
Puput Kurnia Sari;
Sri Yunita Suraida Salat
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2022): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/fik.v12i2.2343
Back discomfort for pregnant women at the end trimester do to changes in the musculoskeletal system. This is causes increase volume of the uterus and the mother's weight so that the center of gravity leans forward to adjust the shape of the pregnant woman's posture. First treatment for the mother's lower back discomfort is kinessiotapping and cat cow yoga pose. This study aims to analyze the effectiveness of using kinesiotapping and cat cow yoga against lower back pain in third trimester pregnant women at the Kalinyamatan Health Center, Jepara. This study used a two-group pre-test-post-test group design experimental design. The sample includes 20 pregnant women with lower back pain by random sampling technique. Kinesiotapping and cat cow yoga pose were given 30 minutes for five days. The results of the independent t test statistical test with a p value <0.05, means that kinesio tapping and cat cow yoga are effective in reducing low back pain in third trimester pregnant women.
Relationship Between Age, Parity Status With The Incidence Of Postpartum
Sri Yunita Suraida Salat;
Emdat Suprayitno
Healthy-Mu Journal Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : MBUnivPress
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35747/hmj.v6i1.288
Every woman always looks forward to when she can take care of the baby she has been carrying for nine months. However, sometimes this period becomes unpleasant and can even make mothers depressed, which we often know as the baby blues or postpartum blues. This study aimed to determine whether there was a relationship between age and postpartum mother status with the incidence of postpartum blues in Marengan Laok Village. This research is an analytic study with a cross-sectional approach. The research variables were age, parity status, and the incidence of postpartum blues. The research sample was postpartum mothers in June-August 2021 in Marengan Laok Village, as many as 13 mothers with a sampling technique, namely total sampling. Data analize used Spearman rank test. The results showed that 62% of postpartum mothers were 20-30 years old, 69% of mothers had primiparous status, and 77% of postpartum mothers experienced postpartum blues. The statistical data shows a value = of 0.003 and a value = 0.001 for parity status, which means that there is a solid relationship between age and parity status with the incidence of postpartum blues in Marengan Laok village. Therefore, careful preparation is needed when a mother is planning her pregnancy