Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemeriksaan SDIDTK sebagai Skrining Kejadian Stunting Suraida Salat, Sri Yunita; Andrian, Maulana Widi
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v5i2.1093

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan jika dibandingkan dengan ukuran normal berdasarkan usianya. Kejadian stunting saat ini di Indonesia masih cukup tinggi. Prevalensi di Jawa Timur sampai pada April 2018, sebanyak 26,7 % kejadian stunting. Angka tersebut dapat memberikan arti bahwa di jawa timur masih cuukup banyak balita yang mengalami stunting. Dan wilayah kabupaten Sumenep memiliki peringkat ke-dua tertinngi di jawa timur dengan jumlah prevalensi kejadian stuntingnya adalah 52,44 %. Selanjutnya Belum ada data terbaru tentang kejadian stunting di Kabupaten Sumenep sampai di akhir tahun 2018. Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan serta skrinig terhadap kejdian stunting. Tujuan dilakukannya kegiatan pemeriksaan ini sebagai salah satu bentuk skrining pendeteksian kejadian stunting di Kabupaten Sumenep. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melakukan pemeriksaan SDIDTK secara langsung kepada anak-anak TAUD SAQU cabang Sumenep sejumlah 71 anak. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan anak yang mengalami stunting, namun ada 3 orang anak dalam katagori sangat kurus sehingga diperlukan adanya perhatian khusus dari wali murid terhadap asupan nutrisi anak tersebut agar tidak mengarah pada stunting. Hasil pemeriksaan dapat dijadikan refrensi tentang status tumbuh kembang anak-anak TAUD SAQU cabang Sumenep.
Pendampingan Remaja Dalam Pemberian sosialisasi Tentang HIV/AIDS Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Di Daerah Pesisir Camalia, Hadina Eka; Permatasari, Dian; Salat, Sri Yunita Suraida
Jurnal ABDIRAJA Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v6i2.1489

Abstract

Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV dan AIDS) telah menjadi epidemi yang sangat serius mengancam kesehatan masyarakat dunia. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak di Indonesia. Hingga September 2018, jumlah Orang Dengan HIV/AIDS sebanyak 47.396 orang. Data yang diperoleh di lapangan menunjukkan jumlah ODHA di Jatim mencapai 47.396 pasien per September 2018. Angka kejadian HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya. Di Indonesia, data dari KPA pada Februari 2013 untuk rentang umur 15-19 tahun terdapat 33 penderita HIV dan AIDS. Tujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang HIV/AIDS terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja di Desa Bangkal.
PENDAMPINGAN IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Suraida Salat, Sri Yunita; Satriaawati, Arisda Candra
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v5i1.1523

Abstract

Pemerintah memiliki kebijakan nasional tentang program terkiait pemberian ASI eksklusif yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 33 Tahun 2012. Cakupan bayi diberi ASI Eksklusif di Kabupaten Sumenep Tahun 2017 sebesar 82,30 %. Namun data ini bukanlah data murni melaikan data dimana pada saat pendataan jika ada seorang bayi yang berumur 0 bulan atau 1 bulan dan bayi usia 5 bulan masih diberi ASI saja, maka pada saat itu bayi tersebut dicatat sebagai bayi yang diberikan ASI Eksklusif. Oleh karena itu angka cakupan pemberian ASI Ekslusif lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian ASI pada usia 6 bulan murni. Rendahnya cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Sumenep di sebabkan oleh banyak faktor, salah satunya karena karena masih adanya kebiasaan dimasyarakat yang kurang mendukung pemberian ASI ekslusi seperti pemberian nasi atau pisang sebelum berumur 6 bulan ataupun karena ibu bekerja di luar rumah. Tujuan dari pelaksanaan pendampingan ibu nifas dalam pemberian ASI Eksklusif ini untuk membantu ibu nifas dalam memberikan ASI saja pada bayinya saat usia 0-6 bulan. Metode pelaksanaan PKM ini yaitu dengan melakukan pendampingan langsung pada ibu nifas yang masih memberikan ASI saja pada bayinya secara door to door sehingga dapat membantu ibu dalam mengatasi kesulitan yang dialami selama ibu memberikan ASI Ekslusif. Hasil dari pendampingan yang dilakukan selama 3 bulan ini yaitu 85% dari 13 ibu nifas yang dilakukan pendampingan, masih tetap memberikan ASI saja pada bayinya tanpa makanan tambahan lainnya. Hal ini menjukkan bahwa pelaksanaan pengabdian ini berjalan cukup
Edukasi Phbs Dalam Tatanan Rumah Tangga Di Desa Errabu Suraida Salat, Sri Yunita; Hasanah, Laylatul
Jurnal ABDIRAJA Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v7i1.3107

Abstract

Pemeliharaan kesehatan dalam lingkungan masyarakat akan meningkatkan sebuah produktivitas kinerja masyarakat yang dapat memacu peningkatan kesesejahteraan masyarakat itu sendiri. perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman. PHBS dapat dimulai dari lingkup rumah tangga, karena rumah tangga yang sehat merupakan dasar pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan, dan dilindungi kesehatannya. Namun kenyataannya saat ini masih terlihat minimnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Kondisi ini masih terlihat di Desa Errabu kecamatan Bluto. Saat melakukan kunjungan ke desa tampak terlihat banyaknya sampah di sungai dan jalan. Hal ini menunjukkan bahwa masih kurangnya kesadaran masyarakat desa Errabu untuk berperilaku hidup bersih sehat. Adapun tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah meingkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam tatanan rumah tangga. Metode yang digunakan dalam pengabdian yaitu dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat tentang PHBS dalam tataanan rumah tangga serta pemberian tempat sampah rumah tangga. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini dapat dikatakan berhasil karena ada perubahan pemahaman, pengatahuan serta perilaku masyarakat tentang PHBS.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS JAMU SERBUK MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Salat, Sri Yunita Suraida; Yuniastri, Ratih; Pramasari, Ika Fatmawati; Tukiran, Tukiran; Ruhana, Amalia; Imron, Ali
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20318

Abstract

Abstrak: Indonesia kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk jenis tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti jahe, temulawak, kunyit, kencur, dan lainnya. Banyak orang memanfaatkan tanaman ini menjadi jamu, salah satunya seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Bukit Lestari yang terletak di kecamatan ganding kabupaten Sumenep yang selanjutnya menjadi mitra dalam kegiatan ini dengan jumlah total 60 anggota. Kedua mitra ini telah merintis usaha sejak tahun 2019, namun ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar menjadikan usaha ini terbatas. Pengolahan yang dilakukan secara sederhana juga berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas jamu yang dihasilkan. Melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat program Kosabangsa, tim mengajak kedua kelompok ini untuk bermitra dan menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Melalui pembimbingan dari tim pembimbing, tim pelaksana kegiatan kosabangsa melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman diukur melalui pemberian pretest-postest dan keterampilan mitra serta penerapan teknologi tepat guna yang dimiliki tim pendamping diukur dengan mengisi checklist dan observasi langsung. Kegiatan pelatihan dan pendampingan oleh tim pelaksana beserta tim pendamping telah terlaksana dengan baik, mendapat dukungan penuh dari mitra. Hasil kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menerapkan teknologi selama proses pembuatan jamu sebesar 88,89% dan inovasi produk jamu cair sebesar 88,6%, serta peningkatan produktivitas jamu sebesar 80%. Kegiatan keberlanjutan dapat berupa pendampingan pengajuan izin edar BPOM dan pengembangan produk sesuai dengan iklim usaha bidang pangan yang dinamis.Abstract: Indonesia is rich in abundant natural resources, including types of herbal plants that have many health benefits, such as ginger, turmeric, galangal, and others. Many people use this plant as herbal medicine, one of which is the Mawar,s Farming Group (KWT) and Bukit Lestari’s Farming Group (KTH) which are located in Ganding Sub-district, Sumenep district which later became partners in this activity with 60 members. These two partners have been starting a business since 2019, but the imbalance between supply and demand in the market means this business is limited. Simple processing also contributes to the low productivity of the herbal medicine produced. Through community service activities for the Kosabangsa program, the team invites these two groups to partner and solve the problems being faced by parnerts. Through guidance from the supervisory team, the Kosabangsa activity implementation team carries out training and mentoring activities to improve partners’ understanding, measured through administering a pretest-posttest, and skills as well as the application of appropriate technology owned by the accompanying team, measured by filling in a checklist and direct observation. Training and mentoring activities by implementing team and accompanying team have been carried out well, receiving full support from partners. The results oh the activity can increase partners’ knowledge and skills in applying technology during the herbal medicine manufacturing process by 88,89% and liquid herbal medicine productivity by 80%. Sustainability activities can take the form assistance in applying for BPOM distribution permits and product development in accordance with the dynamic business climate in the food sector.
PENERAPAN LATIHAN PELVIC ROCKING DENGAN BIRTH BALL EFEKTIF MENURUNKAN KETIDAKNYAMANAN PERSALINAN KALA I DAN MENINGKATKAN KADAR BETA ENDORPHINE PADA IBU BERSALIN Niken Wahyu Hidayati; Puput Kurnia Sari; Arisda Candra Satriawati; Aulia, Aulia; Sitti Sarti; Sri Yunita Suraida Salat
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 3: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri persalinan merupakan suatu kondisi alamiah pada ibu bersalin. Hal tersebut menyebabkan ketidaknyamanan selama persalinan. Kondisi ini terjadi karena ada pembukaan serviks serta tidak ada oksigen cukup dalam jaringan (hipoksia) otot rahim ketika terjadi his persalinan. Pengakhiran persalinan merupakan cara efektif dan efisien untuk mengurangi rasa ketidaknyaman nyeri saat persalinan. Latihan pelvic rocking menjadi pilihan dalam persalinan aktif untuk membuat bagian tubuh bagian bawah rileks terutama area bawah panggul. Tujuan: Membuktikan penerapan latihan pelvic rocking dengan birthball efektif menurunkan nyeri persalinan kala I dan meningkatkan kadar beta-endorphine pada ibu bersalin. Metode: Metode Quasy experimental digunakan dalam penelitian ini dengan rancangan pre-post test with control group design. Jumlah sampel adalah 40 responden terbagi menjadi 2 group. Tiap group berjumlah 20 responden. Kelompok 1 diberikan intervensi latihan pelvic rocking menggunakan birthball, sedangkan group 2 adalah group kontrol. Analisis untuk membuktikan bahwa intervensi pada kelompok perlakuan efektif menurunkan nyeri menggunakan uji Mann-Whitney, sedangkan uji Independent T-Test digunakan untuk menguji kadar beta-endorphine menggunakan Hasil: Rerata nyeri persalinan sesudah diberikan perlakuan sebesar 67% (nyeri ringan), sedangkan kelompok kontrol sebesar 26% (nyeri sedang). Uji Mann-Whithney yang digunakan untuk menguji keefektifan nyeri persalinan didapatkan p value = 0,000. Rata-rata kadar β-endorfin setelah diberikan perlakuan sebesar 140,25 ng/ml, sedangkan kelompok kontrol sebesar 56,72 ng/ml. Uji beda kadar β-endorfin dengan Independent T-Test mendapatkan nilai p value <0.05. Simpulan: Penerapan latihan pelvic rocking dengan birthball efektif menurunkan ketidaknyamanan persalinan kala I dan meningkatkan kadar beta-endorphine pada ibu bersalin.
EFFECT OF THE TOURIST GUARD PROGRAM ON THE INCIDENCE OF OBSTETRIC COMPLICATIONS AT TALANGO COMMUNITY HEALTH CENTER Kurniyati, Eka Meiri; Sri Yunita Suraida Salat; Yulia Wardita; Huzaimah, Naily; Hidayati, Khafifa
Media Informasi Vol. 21 No. 02 (2025): June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v21i02.821

Abstract

One of the benchmarks for the success of a country's development is improving the quality of life, which is one of the main prerequisites in developing human resources (HR). One of the causes of the high maternal mortality rate is because the mother experiences obstetric complications. Complications of pregnancy, childbirth and postpartum are conditions that cause health problems in pregnant women, mothers giving birth, mothers in the postpartum period, or fetuses in the womb. This condition can occur directly or indirectly, including due to infectious or non-infectious diseases that have the potential to endanger the lives of the mother and fetus. Talango Health Center itself has a tourist post. The Tourist Post (integrated movement to reduce maternal and neonatal mortality) is a new innovation carried out by the Talango Health Center. This innovation is carried out by village representative cadres in Talango sub-district, each village appoints 2 cadres as representative cadres, the 2 cadres will become coordinators for the cadres in their village. Each cadre monitors high-risk pregnant women, babies and postpartum mothers to ensure that the condition of the mother and baby can reduce the risk of maternal and neonatal mortality. The purpose of this study was to determine the effect of the tourist guard program on the incidence of obstetric complications. This type of research is an observational analytical study with a cross-sectional design . The independent variables in the study include the tourist guard program which includes assistance for pregnant women, pregnancy classes, postpartum visits and transportation. While the dependent variable in this study is the incidence of obstetric complications. The population in this study were all fertile couples in the Talango Health Center work area totaling 6910 people. The sample size used a cross-sectional sample size of 73 people with a simple random sampling technique. The bivariate analysis in this study used a simple regression test. The results of the simple regression test between assistance for pregnant women, pregnancy classes and postpartum visits with the incidence of obstetric complications had a significant effect. While for the results of the data analysis of pregnant women who received pick-up and drop-off services, there was no effect between receiving pick-up and drop-off services for pregnant women to do ANC with the incidence of obstetric complications. The conclusion of this study is that there is an effect of the tourist guard program on the incidence of obstetric complications
Culture “NIRMENIRAN” (Herbal Medicine) on Improving The Nutritional Status Of Toddlers Wardita, Yulia; Salat, Sri Yunita Suraida; Huzaimah, Naili; Adrian, Maulana Widi; Anisa
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v6i2.264

Abstract

Background: The region is known for its high prevalence of malnutrition cases, making it a significant concern for public health. The local health center has noted instances of malnutrition in certain areas, prompting efforts to investigate potential contributing factors and solutions. This study aims to explore the relationship between the culture of consuming local food, "Nirmeniran," and its potential impact on improving the nutritional status of toddlers in the community. Methods: Quantitative with correlation or association research type. The respondents of this study were mothers of toddlers in Longos Village. The sampling technique used the Random Sampling technique, with a sample of 63 mothers of toddlers. Data collection used questionnaires and BB/TB observations. Statistical tests used Spearman's Rho Correlation test. Results: Part Big mother toddlers in Village Longos often give drinks or herbal medicine containing local food, “Nirmeniran,” to their children, and most toddlers have good nutritional status. The results of statistical tests show ρ value = 0,000 with mark α = 0.05, So ρ (0,000) < α (0.05), which means There is a connection between culture consumption food local “Nirmeniran” towards improving the nutritional status of toddlers in Longos Village. Conclusion: The cultural consumption of "Nirmeniran" is linked to improved nutritional status in toddlers. Most mothers in the area frequently provide drinks or herbal medicine containing this local ingredient, showing its potential benefits.
SUNAT PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF BUDAYA DAN KESEHATAN DI DESA CRANGGANG KECAMATAN DAWE KUDUS Hidayati, Niken Wahyu; Ahmaniyah, Ahmaniyah; Sri Yunita Suraida Salat; Maulana Widi Andrian; Sitti Sarti; Puput Kurnia Sari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 8: Januari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i8.7298

Abstract

Latar belakang : Praktik sunat perempuan masih dilakukan oleh tenaga medis maupun non medis di Indonesia. Persepsi masyarakat tentang sunat perempuan didasari oleh tradisi masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun, pendapat para ulama, ahli kesehatan maupun akademik. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi ibu tentang sunat perempuan di desa Cranggang kecamatan Dawe Kudus. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Jumlah partisipan terdiri dari 4 partisipan sunat perempuan di Bidan dan 3 partisipan sunat perempuan di Dukun Setempat. Hasil : Hasil wawancara mendapatkan keterangan tentang persepsi ibu terhadap sunat perempuan merupakan segala prosedur, baik menggores maupun melukai bagian alat kelamin perempuan, baik didasari oleh perintah agama Islam, budaya, turun-temurun dari orang tua agar tidak menimbulkan penyakit dan kemandulan, serta alasan non medis lainnya. Sunat perempuan tidak memberikan kegunaan dalam kesehatan dan dilakukan pada anak perempuan usia 0-3 tahun oleh bidan desa maupun dukun setempat. Alat yang digunakan untuk menyunat dan cara penyunatan berbeda antara bidan dan dukun bayi. Simpulan: Sunat perempuan hanyalah merupakan sebuah tradisi/budaya masyarakat dimana tindakan tersebut tidak memiliki manfaat dan dasar kesehatannya.
English for Children with Special Needs: Obstacles and Solutions in the Teaching and Learning Process Fatoni, Akhmad Feri; Salat, Sri Yunita Suraida; Pratiwi, Iva Gamar Dian
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ld.v18i2.126545

Abstract

English is taught in primary education classes, including for students with special needs. Students with special needs certainly need treatment that is not the same as students in general. This study aims to determine the obstacles experienced by students with special needs in learning English, as well as solutions made by teachers. This research used a mixed method, a combination of qualitative and quantitative. Qualitative data were obtained from conducting in-depth interviews with teaching teachers to discover the obstacles and solutions in the teaching and learning process of English subjects. In contrast, quantitative data were obtained from test results to determine the significance of solutions for each disability. Based on the data from the in-depth interview, researchers formulated that there were various obstacles in the learning process. The main factor of these obstacles is the limitations experienced by students. Teachers use the learning media "YouTube" to solve these obstacles. Quantitative test data showed that there were significant differences between blind and autistic (0.003), deaf and autistic (0.00), quadriplegic and autistic (0.00), deaf and intellectual disabilities (0.02), and quadriplegic and intellectual disabilities (0.01). Based on the results of the data above, the researchers concluded that the obstacles faced by ABK students vary and depend on the limitations of each disability. There are significant differences in learning outcomes between blind, quadriplegic, and deaf students when compared to intellectual disabilities and autistic students in learning English using the "YouTube" platform.