Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK: STUDI KASUS PADA SISWA SMA 5 ENREKANG Nurdin Nurdin; Zaid Zainal; Khaerani Nurdin; Sardia Sardia
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i1.3783

Abstract

Sebuah penelitian kualitatif deskriptif, bertujuan untuk mendeskripsikan hasil Analisis kemampuan berpikir kritis matematik siswa di Sma Negeri 5 Enrekang.Tiga orang.Subjek diambil dari tiga kemampuan awal yang berbeda, kemudian subjek diberikan tes kemampuan berpikir kritis matematik dan diwawancarai Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek berkemampuan dasar tinggi (S1) memiliki kemampuan berpikir kritis pada indikator Focus, Reason, Situation, Clarity, dan Overview. Subjek berkemampuan dasar sedang (S2) memiliki kemampuan berpikir kritis pada indikator focus, Reason, Situation dan overview. Subjek berkemampuan awal rendah (S3) memiliki kemampuan berpikir kritis pada indikator kriteria Fokus dan Situation. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kemampuan berpikir kritis siswa diantaranya cara menjawab soal siswa, cara memberikan alasan dan cara menyimpulkan jawaban siswa.
Mathematical Creative Thinking Ability: Its Relation to Study Independence and Self-Concept Nurdin Nurdin; Zaid Zainal; Erni Erni; Dian Anugrah; Khaerani Nurdin
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 10 Number 1 April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v10i1.51206

Abstract

This study constitutes a quantitative research endeavor aimed at examining the influence of self-directed learning and self-concept on mathematical creative thinking ability. A questionnaire was used as the measuring tool during the data gathering process. The questionnaire was employed to gather data on self-directed learning and self-concept, while tests were utilized to collect data on mathematical creative thinking ability. Questionnaires were used as the assessment tool for data collecting. The questionnaire was utilized to capture data on self-directed learning and self-concept, while tests were employed to gather data on mathematical creative thinking ability. Data analysis utilized both descriptive and inferential statistics. Descriptive statistics were employed to ascertain the mean, median, mode, and standard deviation. The research findings indicate that the levels of self-directed learning, self-concept, and creative mathematical thinking abilities among elementary school students in the Malili district fall within the moderate category. There exists an influence of self-directed learning on students' creative mathematical thinking abilities. Additionally, there is an influence of self-concept on students' creative mathematical thinking abilities. Furthermore, self-directed learning and self-concept impact students' math creativity. Conclusion: there is a significant influence of both self-directed learning and self-concept on mathematical thinking abilities, both partially and collectively.
Cognitive Reasoning and Style: Do Differences of Cognitive Style Result Differences in Reasoning Ability? Nurdin Nurdin
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 2 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i2.3301

Abstract

The study is a qualitative research. The study aims at describing the differences of reasoning ability of students in solving linear program problems based on cognitive styles between FI and FD in class X at SMK Baramuli Pinrang. Subjects of the study were taken by employing test GEFT. Data were collected through written test of problem solving ond interview. Data were obtained through the result of written test and interview which were analyzed using Miles and Huberman model. The results of the study indicate that the differences of reasoning ability of students in solving problem based on cognitive styles between FI and FD in each of reasoning math indicator indicate that FI students can do reasoning and math communication better than FD students.
EKSPLORASI KEMAMPUAN REPRESENTASI MAHASISWA CALON GURU DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI BERDASARKAN PEMAHAMAN MATEMATIKA Lisna; Putriyani S; Nurdin; Suarti Djafar; Hafsyah
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2025): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i2.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan masalah geometri ditinjau dari tingkat pemahaman matematika. Representasi matematika merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki dalam memahami konsep dan menyelesaikan permasalahan matematika, khususnya pada materi geometri yang selama ini dianggap cukup kompleks. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa program studi pendidikan matematika dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa dengan kategori pemahaman matematika tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan representasi matematika dan wawancara mendalam untuk menggali lebih jauh strategi serta bentuk representasi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat pemahaman matematika tinggi dan sedang cenderung mampu menggunakan multiple representation secara lengkap, yaitu representasi dalam bentuk gambar, visual, kata atau teks tertulis, serta persamaan atau ekspresi matematika. Hal ini mencerminkan adanya pemahaman konsep yang baik dan kemampuan mentransformasikan ide matematika ke dalam berbagai bentuk representasi. Sebaliknya, mahasiswa dengan tingkat pemahaman rendah menunjukkan keterbatasan dalam menggunakan berbagai bentuk representasi, di mana representasi persamaan atau ekspresi matematika cenderung tidak muncul. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat pemahaman matematika sangat berpengaruh terhadap kelengkapan dan keberagaman representasi yang digunakan dalam menyelesaikan masalah geometri. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan penting dalam proses pembelajaran matematika di perguruan tinggi.
Pengaruh Adversity Quotient Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SD Andi Nurlaelah; Muhammad Ilyas; Nurdin
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2021): Volume 4 Nomor 2 tahun 2021
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v4i2.1367

Abstract

Kemampuan Pemecahan masalah adalah suatu kemampuan yang baik untuk dikembangkan khususnya dalam mata pelajaran matematika. Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah membutuhkan metode dan cara yang tepat khususnya siswa sekolah dasar. Adversity Quotient merupakan suatu pertimbangan internal dari dalam diri siswa yang diindikasikan dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) melihat gambaran Adversity Quotient dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SD, (2) untuk mengetahui pengaruh Adversity Quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SD. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Siswa Sekolah Dasar kelas V dan VI di Kecamatan Malili. Sampel pada penelitian ini adalah 153 siswa dengan cara Purposive Sampling. Data Adversity Quotient diperoleh menggunakan angket dan Kemampuan Pemecahan Masalah menggunakan tes. Hasil penelitian ini adalah (1) Adversity Quotient berada pada kategori sedang atau camper (2) Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SD berada pada kategori sedang. (3) Terdapat pengaruh Adversity Quotient terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis.