Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Perancangan Dan Realisasi Antenna Deployment Untuk Muatan Automatic Packet Reporting System (Aprs) Pada Sturktur Nanosatellite Ratih Tryas Prodoningrum; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University bersama Aerospace Exploration Center tengah mengembangkan satelit nano dengan nama Tel-U Sat. Satelit tersebut memiliki dimensi 10 cm × 10 cm × 10 cm dengan berat kurang dari 10 kg. Salah satu muatan pada Tel-U sat 1 adalah Automatic Packet Reporting System (APRS). APRS nanosatellite bekerja pada frekuensi 145.880 MHz yang berfungsi untuk mengirimkan posisi satelit kepada Ground Station secara periodik[1]. Komunikasi APRS membutuhkan sebuah antena dengan cakupan pola radiasi yang luas sehingga digunakan antena monopole dengan panjang 54.5 cm. Panjang antena tersebut mengganggu pengepakan satelit pada sebuah launch adapter sebelum di tumpangkan ke roket sehingga diperlukan alat untuk menggulung antena. Setelah satelit berada pada ketinggian orbit rendah (Low Earth Orbit) yaitu 300-1000 km di atas permukaan bumi, antena dilepaskan sehingga APRS dapat mulai berfungsi. Antenna deployment menggunakan antena monopole dengan struktur nanosatellite sebagai groundplane. Struktur dibuat dari bahan alumunium dengan ukuran 10 cm × 10 cm × 10 cm dengan tebal 2 mm. Antena monopole dibuat dari bahan meteran (seng) dengan panjang 54.5 cm. Mekanisme kerja teknik deployment adalah dengan memutuskan benang nylon dari resistor pemanas pada elemen pemanas yang dipicu oleh informasi ketinggian berdasarkan data GPS. Hasil pengukuran antena monopole dengan struktur sebagai groundplane pada frekuensi kerja 145.880 MHz mendapatkan VSWR 1.358 dengan bandwidth 21.54 MHz. Polarisasi yang diperoleh adalah polarisasi elips dengan nilai axial ratio 12.58 dB. Pola radiasi yang diperoleh adalah omnidirectional dengan nilai HPBW θ = 90o selebar 104.25°dan HPBW ϕ = 0o selebar 77.63o dan nilai gain yang diperoleh sebesar 4.44 dB. Pengujian teknik deployment mendapatkan hasil antena terlepas (deploy) dengan waktu rata-rata 3.88 menit dengan perincian 3.85 menit waktu penguncian modul GPS dan 1.8 detik waktu yang dibutuhkan untuk memutus benang nylon dari resistor pemanas. Kata Kunci : APRS, antenna deployment, GPS
Perancangan Dan Realisasi Antena Pifa Array Polarisasi Sirkular Pada Frekuensi 2,35 Ghz Untuk Aplikasi Rspl Nano Satelit Galih Fajar Kurnia; Bambang Setia Nugroho; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University melalui AXC (Aerospace eXploration Centre) sedang mengembangkan teknologi satelit berukuran nano. Misi dari satelit nano tersebut adalah untuk komunikasi data, dimana data merupakan gambar hasil dari pemotretan kamera satelit terhadap bumi. Pada bagian space segment terdapat subsistem RSPL (Remote Sensing Payload) sebagai sensor payload image (gambar) berikut dengan sistem transmiter (antena). Antena yang akan dirancang adalah bagian space segment dari nano satelit tersebut yang berfungsi untuk mengirim data ke ground stasion. Permasalahan yang terjadi adalah bagaimana membuat sebuah antena yang efisien, berdimensi kecil, dan memenuhi spesifikasi untuk komunikasi satelit. Untuk saat ini banyak antenna yang dirancang dirasa kurang memenuhi spesifikasi sebagai transmitter satelit, pembuatan yang susah dan ukuran yang terlalu besar. Antena PIFA array diusulkan dapat memberikan solusi dari masalah yang terjadi, PIFA array merupakan kombinasi 4 antena PIFA pada sebuah Ground plane yang strukturnya terbuat dari bahan tembaga. Hasil pengukuran menunjukkan performansi antenna dengan frekuensi tengah 2.35 GHz mendapatkan bandwidth impedansi 165 MHz untuk target return loss ≤ -14 dB, bandwidth axial ratio mencapai lebih dari 50 MHz guna memenuhi prasyarat polarisasi sirkular, dan gain rata-rata 5.5 dB. Sementara pola radiasi unidireksional dengan nilai HPBW azimuth 89,670 dan HPBW elevasi 102,020 yang dapat menunjang sistem transmisi satelit. Kata Kunci : AXC, PIFA array, satelit nano, RSPL
Perancangan Dan Realisasi Antena Deployment Uhf Untuk Aplikasi Ttc Downlink Dengan Struktur Nanosatellite Sebagai Groundplane Nurul Hidayah; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University sedang mengembangkan sistem komunikasi satelit yaitu nanosatelit. Pada space segmnet salah satu subsistem yaitu TTC (Telemetry, Tracking, and Command) berhubungan langsung dengan ground station untuk komunikasi. Salah satu perangkat yang bisa menghubungkan space dengan ground adalah antena. TTC menggunakan frekuensi amatir yang telah disediakan oleh ORARI, yaitu VHF untuk uplink pada 145,95 MHz dan UHF untuk downlink pada 437,325 MHz. Dalam penelitian ini dirancang sebuah antena deployment untuk komunikasi TTC yang berada pada space segment dengan frekuensi 437,325 MHz untuk downlink. Antena deployment merupakan antena yang menggunakan mekanisme deploy dikarenakan kondisi tertentu. Teknik deployment yang digunakan yaitu dengan heating element menggunakan sensor cahaya dan rangkaian timer. Antena deployment dirancang agar ketika satelit diluncurkan dari bumi ,antena dalam keadaan aman dan bekerja dengan baik. Antena deployment menggunakan antena monopole dengan struktur nanosatellite sebagai groundplane. Groundplane dibuat dari bahan alumunium dengan ukuran 10x10x10 cm dengan tebal 2 mm . Antena monopole terbuat dari bahan meteran (seng) dengan panjang 159 mm,sedangkan untuk teknik deployment menggunakan rangkaian timer dengan sensor cahaya. Hasil pengukuran antena monopole pada frekuensi kerja 437,325 MHz mendapatkan VSWR 1,1242,bandwidth 52,8 MHz, untuk polarisasi diperoleh polarisasi elips dengan nilai axial ratio 3,34 dB, pola radiasi omnidirectional dengan nilai HPBW theta 90o sebesar 117,88o dan HPBW phi 270o sebesar 71,48o, dan untuk nilai gain sebesar 2,23 dB. Untuk teknik deployment antena deploy dengan waktu 3 detik sedangkan timer aktif selama 6 detik. Kata Kunci :nanosatelit, TTC, antena deployment, monopole, sensor cahaya
Perancangan Duplexer Jenis Ferrite Circulator Untuk Aplikasi Synthetic Aperture Radar (sar) Muhammad Anshar Arif; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Duplexer merupakan perangkat yang berfungsi untuk mengisolasi receiver dari transmitter saat keduanya menggunakan satu antena yang sama. Duplexer yang ideal menghasilkan isolasi yang sempurna tanpa ada loss, dari dan ke antena. Teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR) -yang merupakan salah satu teknologi pencitraan profil permukaan bumi dari ruang angkasa untuk mendapatkan profil bumi secara keseluruhan-, merupakan teknologi yang menggunakan satu antena dan satu frekuensi untuk proses receiver dan transmitter. Karena daya yang dikirim oleh transmitter besar, maka pada penelitian ini direalisasikan sebuah duplexer jenis ferrite circulator bentuk-Y yang berfungsi untuk meredam pembalikan sinyal ke input, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada perangkat tersebut. Hasil pengukuran menunjukkan nilai insertion loss pada port 1 (S21) sebesar -10,483 dB, pada port 2 (S32) sebesar -12,535 dB, pada port 3 (S13) sebesar -10,933 dB, nilai return loss pada port 1 (S11) sebesar -16,045 dB, pada port 2 (S22) sebesar -10,898 dB, pada port 3 (S33) sebesar -9,7252 dB, dengan nilai VSWR di port 1 sebesar 1,3156, pada port 2 sebesar 1,6869, dan pada port 3 sebesar 1,9543. Kata kunci: Synthetic Aperture Radar, duplexer, ferrite circulator
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Array Polarisasi Sirkular Pada Frekuensi 5,8 Ghz Dengan Catuan Proximity Coupled Untuk Aplikasi First Person View Pesawat Tanpa Awak Pada Sisi Ground Segment Ramtsal Eka Putra; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengambilan video udara seperti pemetaan, aerialshooting, surveillance, atau monitoring suatu lokasi terkadang membutuhkan jarak yang cukup jauh. Permasalahannya adalah sering kali ditemukan kinerja pengambilan gambar  video  dari  UAV  tidak  maksimal  dikarenakan jarak  yang  tidak  mencapai  kemampuan  maksimal  dari transceiver video. Pada penelitian ini dirancang antena mikrostrip dengan menggunakan teknik perturbasi yaitu pemotongan bagian tepi pada patch berbentuk sirkular dengan sudut 315° dan 135° untuk mendapatkan polarisasi LHCP terhadap sumbu catuan. Teknik catuan yang digunakan menggunakan proximity coupled dengan ketinggian lapisan atas dan bawah dibuat sama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan teknik perturbasi dapat memodifikasi polarisasi antena mikrosrip menjadi berpolarisasi sirkular dengan parameter dimensi yang mempengaruhi kesirkularan adalah lebar patch (l),  kedalaman perturbasi (tr),  panjang catuan (pl), dan lebar ground (GH,GV). Setelah dirancang, dari hasil simulasi menggunakan software simulasi didapatkan bandwidth impedansi sebesar 471,2 MHz untuk return loss <-10 dB. Gain capaian pada simulasi didapatkan sebesar 8,401 dB pada frekuensi resonansi 5,825 GHz. Pada hasil pengukuran didapatkan bandwidth impedansi sebesar 605 MHz untuk return loss <-10 dB dengan gain capaian sebesar 8,098 dBi. Pola radiasi yang dihasilkan antena mikrostrip array yang dibuat adalah unidireksional. Polarisasi yang dihasilkan adalah sirkular dengan nilai axial ratio 0.7775 dB pada frekuensi resonansi 5,825 GHz. Kata kunci : antena mikrostrip, polarisasi sirkular, first person view, UAV (Unmanned Aerial Vehicle)
Analisis Dan Perancangan Antena Susunan Colinear Mikrostrip Untuk Aplikasi Glide Path Pada Instrument Landing System Deni Ade Munanda; Zulfi Zulfi; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobilitas manusia modern semakin hari semakin dinamis mengikuti meningkatnya taraf hidup masyarakat. Salah satu alternatif moda transportasi yang menunjang mobilitas tersebut adalah pesawat udara. Berbagai teknologi navigasi pun dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan dan keamanan transportasi udara, salah satunya adalah ILS (Instrument Landing System). ILS merupakan alat bantu pendaratan instrumen (non visual) yang digunakan untuk membantu penerbang dalam melakukan prosedur pendekatan dan pendaratan pesawat di suatu bandara. Namun, tidak semua bandara di Indonesia menggunakan ILS sebagai sistem pendaratannya, terutama bandara perintis. Keberadaan ILS di suatu bandara sangat penting terutama dalam meningkatkan keamanan saat pendaratan pesawat. Pada penelitian ini dilakukan analisis dan perancangan prototype antena dari salah satu subsistem ILS yaitu antena glide path. Perancangan prototype mikrostrip antena glide path ini menggunakan susunan colinear array dengan tujuan meningkatkan gain antena. Untuk meminimisi penyepadanan impedansi dilakukan teknik pencatuan probe, dengan mengoptimisasi letak titik pencatuan yang tepat maka akan didapatkan frekuensi dan VSWR yang diinginkan. Antena mikrostrip ini dirancang dengan bantuan perangkat lunak CST Microwave Studio 2010 yang berbasis Finite Integration Technique dengan menggunakan substrat epoxy FR-4 dengan nilai εr = 4.3. Antena yang diracang pada penelitian ini menghasilkan polarisasi linear dan pola radiasi unidireksional. Antena bekerja pada frekuensi 332 MHz pada VSWR ≤ 1,6 dan gain 3,799 dBi dapat terealisasi dengan antena susunan colinear berdimensi 614,736 mm x 131,67 mm. Sedangkan untuk bandwidth VSWR ≤ 1,6 diperoleh 8 MHz. kata kunci: antena colinear, glide path, antena mikrostrip, ILS
Perancangan Dan Realisasi Antena Parabola Dengan Feed Point Mikrostrip S-Band Polarisasi Sirkular Menggunakan Metode Tumpuk Untuk Stasiun Bumi Renaldy Wibisono; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University AXC (Aerospace and eXploration Center) tengah mengembangkan sebuah proyek pembuatan satelit mikro yang mempunyai misi SAR (Synthetic Aperture Radar). Demi menunjang keberlangsungan satelit di orbit, maka diperlukan stasiun bumi untuk mengontrol seluruh payload satelit. Maka dari itu dibutuhkan sebuah antena sebagai media komunikasi antara stasiun bumi dengan satelit dalam menjalankan misinya. Antena yang dibuat dalam tugas akhir ini yaitu antena parabola dengan feed point mikrostrip polarisasi sirkular dengan frekuensi kerja 2,35 GHz. Dalam tugas akhir ini dipilih antena parabola karena antena ini mempunyai gain yang tinggi sehingga mampu mengirimkan gelombang elektromagnet dengan jarak komunikasi stasiun bumi dan satelit sekitar 700 km. Kemudian feed point yang dipakai adalah mikrostrip agar lebih efektif karena memiliki dimensi yang kecil. Mikrostrip dibuat dengan polarisasi sirkular karena komunikasi stasiun bumi dengan satelit pada umumnya menggunakan polarisasi sirkular untuk menanggulangi loss yang disebabkan oleh perbedaan fasa antena. Hasil akhir yang diperoleh dari Tugas Akhir ini adalah antena parabola dengan feed point mikrostrip polarisasi sirkular dengan VSWR sebesar 1,043 pada frekuensi kerja 2,35 GHz, lebar pita sebesar 150 MHz, dan gain sebesar 29,5 dBic. Kata kunci: Antena Parabola, Mikrostrip Polarisasi Sirkular, Stasium Bumi.
Antena Reconfigurable Untuk Aplikasi Cognitive Radio Pada Spektrum 1800, 2100, 2300, 2600 Mhz Muhammad Iqbal; Bambang Setia Nugroho; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Cognitive radio merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna lain memakai sebuah spektrum frekuensi ketika pengguna utama sedang tidak menggunakannya. Tugas akhir ini merancang dan merealisasikan sebuah antena mikrostrip untuk aplikasi Cognitive Radio pada frekuensi kerja 1.8, 2.1, 2.3 dan 2.6 GHz. Antena ini terdiri dari antena sensing dan communicating yang memiliki catuan berbeda namun terletak dalam substrat yang sama. Antena yang dibangun berupa printed monopole yang menggunakan substrat FR-4 dan partial ground. Antena komunikasi memiliki patch yang dikombinasikan dengan switch agar dapat merekonfigurasi frekuensi kerjanya. Hasil Pengukuran menunjukkan, untuk VSWR < 2, antena sensing dapat bekerja pada frekuensi 1.8, 2.1, 2.3 dan 2.6 GHz dengan bandwidth 1500 MHz, memiliki karakteristik wideband, pola radiasi omnidirectional dan polarisasi elips. Antena komunikasi bekerja pada empat state kombinasi switch. State pertama saat semua switch OFF, bekerja pada frekuensi 2.6 GHz dengan bandwidth 770 MHz. State kedua saat switch 1 ON dan switch 2, 3 OFF, bekerja pada frekuensi 2.3 GHz dengan bandwidth 620 MHz. State ketiga saat switch 2 ON dan switch 1, 3 OFF, bekerja pada frekuensi 2.1 GHz dengan bandwidth 540 MHz dan state terakhir saat switch 2,3 ON dan switch 1 OFF bekerja pada frekuensi 1.8 GHz dengan bandwidth 210 MHz. Kata Kunci: Cognitive radio, printed monopole, partial ground ABSTRACT Cognitive radio is a technology which allows other users to use a frequency spectrum when the primary user is not using it. This final project designed and realized a suitable microstrip antenna for Cognitive Radio applications at working frequency 1.8, 2.1, 2.3 and 2.6 GHz. This antenna is composed of a sensing and communicating antenna that has a different template but is located on the same substrate. Antenna constructed as printed monopole using FR-4 substrate material and partial ground. Communication antennas has patches which are combined with switches in order to reconfigure its working frequency. The measurement results show that, for VSWR <2, the sensing antenna can work on frequencies 1.8, 2.1, 2.3 and 2.6 GHz with 1500 MHz bandwidth, has wideband characteristics, omnidirectional radiation pattern and elliptical polarization. The communication antenna works on four state of switch combinations. The first state is when all of the switches OFF, working at 2.6 GHz frequency with 770 MHz bandwidth. The second state is when switch 1 ON and switch 2, 3 OFF, working on the 2.3 GHz frequency with 620 MHz bandwidth. The third state is when switch 2 ON and switch 1, 3 OFF, working at 2.1 GHz frequency with 540 MHz bandwidth and the last state is when switch 2.3 ON and switch 1 OFF working at 1.8 GHz frequency with 210 MHz bandwidth. Keywords: Cognitive radio, printed monopole, partial ground
Alat Pendeteksi Keberadaan Orang Tua Sebagai Pendamping Anak Saat Menonton Tv Berbasis Pengolahan Citra Rudy Gunawan; Inung Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tontonan TV saat ini banyak yang mendidik khususnya buat anak-anak yang menonton. Namun, acara yang seharusnya ditonton dengan pendamping khususnya orang tua buat anak-anak yang masih dibawah umur dapat menjadi contoh yang kurang baik dalam kehidupan, meningkatnya jumlah kriminalitas, merupakan hasil yang diperoleh. Dalam tugas akhir ini dibuat sebuah sistem, dimana TV baru akan menyala ketika mendeteksi keberadaan orang tua yang mendampingi anaknya. Alat ini mendeteksi keberadaan orang tua menggunakan kamera yang memuat database dari foto wajah orang tua tersebut, dengan metode face recognition. Sistem yang digunakan di alat ini terdri dari 3 bagian, Raspberry Pi, kamera, dan relay. Informasi yang diperoleh dari kamera pada progam pengujian diolah oleh Raspberry Pi. Hasil dari pengolahan citra akan menjadi masukan pada relay. Pengujian alat dilakukan dengan cara melihat akurasi deteksi alat terhadap objek, akurasi deteksi terhadap atribut wajah, pengaruh cahaya terhadap kinerja alat, waktu respon alat, lalu kinerja alat terhadap anak kecil. Masing-masing pengujian dilakukan sebanyak 30 kali. Hasil yang diperoleh dari pengujian dalam melihat respon alat pada 2 objek yang sebelumnya sudah dilakukan proses pembelajaran dan dimasukan ke database, alat dapat mendeteksi objek dengan baik dengan akurasi 93% dan 87%. Terhadap atribut wajah seperti kacamata, alat tetap dapat bekerja dengan baik denga akurasi sebesar 80%. Pada tempat yang memiliki intensitas cahaya sebesar 1721 lux alat dapat bekerja dengan baik dengan akurasi sebesar 87%, namun pada tempat B yang memiliki intensitas sebesar 54 lux alat tidak dapat bekerja dengan baik, dan hanya memiliki tingkat akurasi sebesar 16%, maka faktor intensitas cahaya sangat berpengaruh terhadap kinerja alat. Waktu respon proses pembelajaran 49 detik proses pengujian diperoleh waktu sebesar 45 detik. Hasil percobaan terhadap anak kecil yang berusia 3 tahun diperoleh PFA sebesar 17%, dan pada anak 9 tahun diperoleh PFA sebesar 6%. Hal ini menunjukan bahwa alat dapat bekerja dengan baik. Kata Kunci : face recognition, Raspberry Pi, relay.
Perbandingan Antena Mikrostrip Patch Lingkaran Dan Persegi Polarisasi Sirkular Untuk Synthetic Aperture Radar Frekuensi 1.27 Ghz Fanny Octaviany; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini, beberapa sensor SAR yang telah mengudara merupakan sistem polarisasi linier pada antena. Secara umum polarisasi linier sangat sensitif terhadap rotasi Faraday di ionosfer yang disebabkan interaksi antara gelombang elektromagnetik yang merambat dan medan magnet bumi. Untuk mengatasi hal tersebut dapat diterapkan CP-SAR (Circularly Polarization-Synthetic Aperture Radar). Tujuan utama dari sensor ini adalah untuk mengurangi efek rotasi Faraday ketika radiasi gelombang elektromagnetik merambat melalui ionosfer. Untuk mengatasi hal tersebut dibuatlah antena spesifikasi frekunsi 1.27 GHz, impedansi 50Ω, vswr ≤1.5, pola radiasi unidirectional, polarisasi sirkular putar kanan (RHCP), axial ratio ≤ 3 dB dengan bahan substrat FR-4 Epoxy memiliki konstanta dielektrik 4.3, dan teknik catuan proximity coupled microstrip feed. Pada penelitian kali ini dibandingkan dua buah bentuk patch yaitu lingkaran dan persegi. Lalu dipilih salah satu dengan performansi terbaik dan memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan. Kemudian didapatkan hasil antena dengan bentuk patch lingkaran memiliki performansi paling baik dan memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan. Antena patch lingkaran memiliki bandwidth 27 MHz, polaradiasi unidirectional, axial ratio ≤3 dB serta polarisasi sirkular putar kanan. Kata Kunci : SAR, polarisasi sirkular, proximity coupled