Anggun Resdasari Prasetyo
Faculty Of Psychology, Diponegoro University, Indonesia

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA OTONOMI KERJA (WORK AUTONOMY) DENGAN KEBAHAGIAAN KERJA (HAPPINESS AT WORK) PADA PENGRAJIN KAIN BATIK TULS DI PAGUYUBAN GIRILOYO YOGYAKARTA Aprilia, Adinda Elsa; Prasetyo, Anggun Resdasari
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.995 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.24413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat hubungan antara work autonomy dengan happiness at work pada pengrajin kain batik tulis di Paguyuban Giriloyo Yogyakarta. Work Autonomy  merupakan suatu tingkat dimana suatu pekerjaaan dapat memberikan kebebasan, kemandirian, keleluasaan dalam menjadwalkan pekerjaan, dan keleluasaan dalam memilih metode ataupun cara yang akan digunakan untuk menjalankan pekerjaanny. Happiness at work merupakan suatu keadaan yang didalamnya terdapat perasaan positif yang membuat karyawan menjadi lebih loyal, kreatif, produktif, termotivasi, percaya diri serta mengelola dan memaksimalkan kerjanya. Populasi pada penelitian ini adalah 120 pengrajin kain batik tulis di Paguyuban Giriloyo Yogyakarta dan subjek didalam penelitian ini sebanyak 65 orang pengrajin batik. Teknik didalam penelitian ini menggunakan convenience sampling. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala work autonomy (8 aitem, α =0,189 ) dan skala happiness at work (38 aitem, α = 0,159). Hasil analisis data di uji menggunakan uji Spearman’s Rho dengan menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,510 dan p = 0,000 ( p < 0,05). Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan antara work autonomy dengan happiness at work. Semakin positif work autonomy maka semakin tinggi happiness at work, begitu juga sebaliknya. Kata kunci : Work Autonomy, Happiness at Work, Pengrajin batik tulis.
HUBUNGAN ANTARA LEADER-MEMBER EXCHANGE (LMX) DAN KARYAWAN SUPPORTING PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA TBK PLANT PALIMANAN CIREBON Khoerunnisa, Merlinda Sucihani; Prasetyo, Anggun Resdasari
Empati Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.78 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara leader-member exchange dan happiness at work pada karyawan supporting PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Plant Palimanan Cirebon. Leader-member exchange merupakan hubungan timbal balik antara atasan dan bawahan yang salingmemengaruhi satu sama lain. Sedangkan happiness at work adalah sebuah perasaan positif dirasakan oleh karyawan saat berada di tempat kerja yang dapat memaksimalkan potensi diri karyawan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 orang dengan teknik pengambilan data conveniencesampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi yaitu, skala leader-member exchange dan skala happiness at work. Skala leader-member exchange terdiri dari 47 aitem (α= 0,965) dan skala happiness at work terdiri dari 32 aitem (α.0,727). Metode analisis yang digunakan menggunakan analisis regresisederhana dengan hasil rxy = 0,517 dengan signifikansi korelasi p = 0,000 (p <0,05). Maka terdapat hubungan yang positif antara leader-member exchange dan happiness at work. Semakin tinggi leader-member exchange maka akan semakin tinggi happiness at work. leader-member exchange memberi sumbangan efektif sebesar 26,7% terhadap happiness at work, 73,3% faktor lainnya tidak diungkapkan pada penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DENGAN WORK-FAMILY ENRICHMENT PADA POLISI WANITA DI POLRESTABES SEMARANG Dewi, Irana; Prasetyo, Anggun Resdasari
Jurnal EMPATI Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018
Publisher : Jurnal EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.899 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan work-family enrichment pada polisi wanita di Polrestabes Semarang. Optimisme didefinisikan sebagai suatu keyakinan individu secara positif dalam menghadapi permasalahan di kehidupan, sementara itu work-family enrichment adalah kemampuan individu dalam menjalani perannya dalam pekerjaan dan keluarga yang saling berkontribusi positif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 125 polwan dengan sampel penelitian sebanyak 90 polwan. Karakteristik subjek penelitian dalam penelitian ini yaitu polwan dengan masa dinas diatas 1 tahun yang telah menikah. Teknik sampling yang digunakan adalah convinience sampling. Penelitian ini menggunakan Skala Optimisme (29 aitem α=0,937) dan Skala Work-Family Enrichment (35 aitem α=0,968). Berdasarkan metode analisis regresi sederhana didapatkan bahwa rxy= 0,730 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara optimisme dengan work-family enrichment. Optimisme memberikan sumbangan efektif sebesar 53,3%.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI GAYA KEPEMIMPINAN RESONAN DENGAN BURNOUT PADA ANGGOTA KEPOLISIAN BRIGADIR MOBIL (BRIMOB) DETASEMEN A PELOPOR SUBDEN 2 SEMARANG Kurniadi, Irfan Ari; Prasetyo, Anggun Resdasari
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.268 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23600

Abstract

Instansi Kepolisian selalu melakukan pergantian pemimpin yang berlangsung setiap periode kepemimpinan. Setiap calon pemimpin memiliki gaya dalam memimpin masing-masing. Salah satu tipe gaya kepemimpinan yang diterapkan adalah gaya kepemimpinan resonan dimana pemimpin mampu menggerakan orang-orang dikelompoknya dengan penuh gairah, kekuatan, ketegasan, dan empati. Persepsi negatif anggota akan gaya kepemimpinan resonan menjadikan stresor di lingkungan kerja yang menjurus terjadinya burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi gaya kepemimpinan resonan dengan burnout pada anggota Kepolisian Brigadir Mobil (Brimob) Detasemen A Pelopor Subden 2 Semarang. Subyek penelitian ini berjumlah 136 anggota. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Persepsi Gaya Kepemimpinan Resonan (32 aitem, α = 0,943) dan Skala Burnout (28 aitem,    α = 0,919) yang diujikan kepada 100 anggota. Analisis Spearman Rho menunjukan nilai rxy= -0,715 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukan bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara persepsi gaya kepemimpinan resonan dengan burnout. Artinya semakin positif persepsi gaya kepemimpinan resonan di instansi tersebut maka akan semakin rendah burnout yang dialami anggota kepolisian.
Predicting Innovative Behavior Among Employees in a Manufacturing Company: The Role of Psychological Capital Ika Zenita Ratnaningsih; Anggun Resdasari Prasetyo; Unika Prihatsanti
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol. 31 No. 2 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 2, 2016)
Publisher : Laboratory of General Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.136 KB) | DOI: 10.24123/aipj.v31i2.567

Abstract

The aim of this study is to investigate the relationship between psychological capital and workplace innovative behavior. The importance of innovative behavior in the competitive business world has been widely recognized. Previous studies have examined variables related to innovative behavior both at personal and organizational levels; however, there is a paucity of research looking at psychological capital as the predictor of workplace innovative behavior. In this study psychological capital and innovative behavior of 149 non-managerial employees in an apparel manufacture company were measured using Psychological Capital Scale (20 items, α = .872) and Innovative Behavior Scale (nine items, α = .874). The regression analysis shows a significant positive correlation between these two variables (r = .519, p < .01) and 27% of variance in innovative behavior can be explained from psychological capital. The results are discussed in relation to its theoretical contribution and practical implications in organizational contexts.
The role of resilience and readiness to change on students’ learning interest: E-learning implementation during Covid-19 Harlina Nurtjahjanti; Anggun Resdasari Prasetyo; Lusi Nur Ardhiani
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 40, No 3 (2021): Cakrawala Pendidikan (October 2021)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v40i3.39080

Abstract

COVID-19 affects the learning system at university. This study aims to determine the relationship between resilience and readiness for changes in students’ interest to learn in the Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro, Indonesia, under the implementation of an e-learning system during the COVID-19 pandemic. The subjects in this study were 190 Students (M = 37, F = 153). The sampling technique used was cluster random sampling. The instruments used were the CD-RISC (16 items; α = .886), readiness for change questionnare (28 items; α = .919), and interest in leaning questionnare (14 items; α = .882). The multiple regression analysis show that there was a positive and significant correlation between resilience and interest in learning (r = .555; p .001), and a positive and significant correlation between readiness for change and interest in learning (r = .580; p .001). Furthermore, resilience and readiness for change together can predict students’ interest in learning during e-learning implementation (r = .675, p .001), R2 = .456, F = 78,294; p .001). Resilience and readiness for change effectively contributed 45.6% to predicting students’ interest in learning. These results suggest that students have resilience and readiness for change so that their interest in learning remains high despite having to face uncertain situation.
KEMATANGAN KARIER SISWA SMK DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN JURUSAN Ika Zenita Ratnaningsih; Erin Ratna Kustanti; Anggun Resdasari Prasetyo; Nailul Fauziah
HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal Vol 13, No 2: Vol. 13 No. 2 Agustus 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.974 KB) | DOI: 10.26555/humanitas.v13i2.6067

Abstract

Tingginya angka pengangguran pada lulusan SMK salah satunya dilatarbelakangi oleh belum adanya kesiapan kerja yang disebabkan karena kurangnya kematangan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan karier ditinjau dari jenis kelamin, jurusan dan status sekolah pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Semarang. Kematangan karier adalah keberhasilan individu dalam menyelesaikan tugas perkembangan karir yang khas di setiap tahap perkembangan yang ditunjukkan dengan kesesuaian perilaku karir individu dengan perilaku karir yang diharapkan. Subjek penelitian berjumlah 339 siswa kelas XI SMK dari enam SMK di Kota Semarang yang terdiri dari tiga SMK Negeri dan tiga SMK Swasta yang terdiri dari 101 laki-laki dan 238 perempuan dengan usia subjek berkisar antara 15-19 tahun. Terdapat sepuluh jurusan peminatan yang terlibat dalam penelitian ini Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kematangan Karier dan kuesioner data demografi. Hasil pengujian hipotesis menggunakan ANAVA dua jalur menujukkan tidak ada perbedaan kematangan karier ditinjau dari jenis kelamin dan tidak ada perbedaan kematangan karier ditinjau dari jurusan. Diskusi dan rekomendasi di bahas selanjutnya.
Is There any Differences of Job Stress Among Correctional Officers Based on Gender in Java? Unika Prihatsanti; Ika Zenita Ratnaningsih; Anggun Resdasari Prasetyo
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 6 No 1 April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.692 KB) | DOI: 10.12928/jehcp.v6i1.6616

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to investigate the differences of job stress based on gender among correctional officers in three prisons in Java Indonesia. This study was a quantitative survey study focused on the comparison between male and female. The data were collected from 95 correctional officers from Bandung and Semarang prisons. The analysis of variance test (ANOVA) was used to test the study hypotheses. The results show that gender variable has influences on job stress, in which female correctional officers have higher job stress level than male correctional officers. Keywords: gender, job stress, correctional officers
Appreciative Inquiry Training to Improve Career Maturity as a Working Capital in Students Anggun Resdasari Prasetyo; Darosy Endah H; Lusi Ardhiani
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 9 No 2 June 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111 KB) | DOI: 10.12928/jehcp.v9i2.14231

Abstract

Career maturity is defined as the ability to complete career development stage. Career maturity requires appropriate intervention, one of which is Appreciative Inquiry. Appreciative inquiry is a intervention that aims to explore positive individual experiences for work readiness. This study aims to determine the effect of Appreciative Inquiry training on student career maturity. The subject of the research was 54 students of the 2017 class year at the Faculty of Psychology Undip, divided into two group (experiment and control) by random assignment. Measurement data using career maturity scale and analyzed by Mann U Whitney test. The results on the posttest data between the experimental and the control group showed a significant difference (Z= -2,385; p=0,017; p<0,05). The experimental group had a higher result (M=176.19;SD=16.52) than the control group (M=167.15;SD=5,383). This explains that the Appreciative Inquiry training can be used to improve career maturity in students.
Optimizing Happiness at Work in Female Correctional Officer Anggun Resdasari Prasetyo
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 8 No 3 September 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.631 KB) | DOI: 10.12928/jehcp.v8i3.12793

Abstract

Happiness at work is a central issue that needs to be investigated within the scope of work psychology, especially as a means for building positive characteristics of female correctional officers both individually, family and institutions. the subjects involved were 170 female correctional officers in Cipinang Class I, Narcotics Prison, Pondok Bambu Class IIA, and Salemba Class IIA. The main method to be used in this study was to use a quantitative approach. In this study the researchers conducted several objectives, including: 1.) Testing psychometric properties of work happiness measurement tools on the Oxford Happiness Questionnaire and Work Happiness Scale, 2.) Identifying factors that predict Work Happiness in Women's Correctional Officers, and 3.) Test the differences in work happiness in terms of work units. The results of the multiple linear regression analysis using the stepwise model show that the psychosocial climate safety and work engagement variables contribute 33.7% to work happiness, with a value of R = 0.581, F = 40,445, p