Anggun Resdasari Prasetyo
Faculty Of Psychology, Diponegoro University, Indonesia

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HARDINESS DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PERAWAT Fitria Widhy Anggraini; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.049 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13653

Abstract

Subjective well-being adalah penilaian individu secara kognitif dan afektif terhadap standar kepuasan dan pemenuhan hidup yang menekankan pada kesejahteraan individu tersebut. Subjective well-being dapat dicapai oleh  individu yang memiliki kemampuan untuk mengelola kondisi lingkungannya. Hardiness merupakan kemampuan individu untuk merespon stressor di lingkungan sebagai tantangan untuk bertahan di bawah tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara hardiness dengan subjective well-being pada perawat di Runah Sakit Umum Daerah Nganjuk. Populasi penelitian ini berjumlah 119 perawat. Dengan teknik simple random sampling didapatkan sampel 96 perawat. Pengumpulan data menggunakan Skala Hardiness (33 aitem; α = 0,915) dan Skala Subjective Well-being (40 aitem; α = 0,936). Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara hardiness dengan subjective well-being (rxy = 0,758; p<0,001). Sumbangan efektif hardiness terhadap subjective well-being pada perawat sebesar 57,5% dan sisanya sebesar 42,5% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KOMPENSASI FINANSIAL DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PADA BURUH WANITA INDUSTRI FILLET IKAN DI KELURAHAN KARANGASEM UTARA, BATANG, JAWA TENGAH Rizka Nur Febriana; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.29264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kompensasi finansial dan motivasi kerja dengan kepuasan kerja pada buruh wanita industri fillet ikan di Kelurahan Karangasem Utara, Batang, Jawa Tengah. Sampel dalam penelitian ini adalah 140 buruh wanita. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala persepsi terhadap kompensasi finansial (19 aitem,  .888), skala motivasi kerja (37 aitem,  .947), dan skala kepuasan kerja (26 aitem,  .925). Analisis menggunakan analisis regresi berganda dan sederhana untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil regresi berganda menunjukkan terdapat hubungan antara persepsi terhadap kompensensasi finansial dan motivasi kerja dengan kepuasan kerja (Ryx1x2 = .818; p = .000). Hasil analisis regresi sederhana pertama menunjukkan terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap kompensasi finansial dengan kepuasan kerja (rxy = .537; p = .000). Hasil analisis regresi sederhana kedua menunjukkan terdapat hubungan positif antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja (rxy = .811; p = .000). Berdasarkan analisis regresi berganda pada tabel T-Test didapatkan hasil bahwa motivasi kerja mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kepuasan kerja dengan memberikan sumbangan efektif lebih besar terhadap kepuasan kerja yaitu sebesar 74,1% dibandingkan persepsi terhadap kompensasi finansial yaitu sebesar 12,6%. 
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA PETUGAS PEMASYARAKATAN KELAS I SEMARANG Nuari Rahmawati; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.415 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15131

Abstract

Komitmen organisasi merupakan suatu sikap yang membuat individu sebagai anggota organisasi memiliki hasrat untuk bertahan dalam organisasi, loyal terhadap organisasi, dan keinginan untuk terlibat dalam pekerjaan. Lingkungan kerja dalam suatu organisasi dapat memberikan dampak pada kinerja individu yang kemudian akan mempengaruhi sikap dan perilakunya dalam mempertahankan keanggotannya dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan komitmen organisasi pada pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Populasi penelitian sebanyak 118 orang pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Uji coba diberikan kepada 35 orang pegawai dan penelitian dilakukan kepada 60 orang pegawai, yang ditentukan dengan menggunakan teknik random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Komitmen Organisasi (34 aitem, α = .907) dan Skala Iklim Organisasi (46 aitem, α = .944). Dari hasil uji statistik non-parametrik Kendall’s Tau menunjukkan adanya hubungan antara iklim organisasi dengan komitmen organisasi (r = .590; p = .000). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara iklim organisasi dengan komitmen organisasi pada pegawai petugas pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Iklim organisasi memberikan sumbangan efektif sebesar 70,8% terhadap komitmen organisasi.
Job Insecurity dan Motivasi Kerja pada Guru Sekolah Dasar (SD) Honorer di Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap Dian Oksi Nugraheni; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.32604

Abstract

Bekerja menjadi guru honorer merupakan pekerjaan yang cukup berat. Motivasi kerja merupakan upaya individu dalam menyelesaikan pekerjaan. Salah satu faktor yang memberikan kontribusi terhadap motivasi kerja adalah job insecurity. Job insecurity merupakan kekhawatiran individu terhadap pekerjaannya. Dengan demikian, perlu melaksanakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job insecurity dengan motivasi kerja pada guru sekolah dasar honorer di Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 guru sekolah dasar honorer (L=19, P=81). Sampel didapatkan melalui cluster random sampling.  Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Job Insecurity (16 aitem; α=0,844) dan Skala Motivasi Kerja (18 aitem; α=0,854). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara job insecurity dengan motivasi kerja pada guru sekolah dasar honorer di Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap, dengan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0,381 p = 0,000 (p<0,05). Artinya semakin tinggi job insecurity, maka semakin rendah motivasi kerja guru sekolah dasar honorer dan sebaliknya semakin rendah job insecurity, maka semakin tinggi motivasi kerja guru sekolah dasar honorer. Job insecurity memberikan sumbangan efektif sebesar 14,5% terhadap motivasi kerja pada guru sekolah dasar honorer di Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN PT ANGKASA PURA I (PERSERO) KANTOR CABANG SEMARANG Dessi Rusliana Dewi; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.221 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15135

Abstract

Organisasi dengan iklim organisasi yang positif dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan dan produktivitas karyawan, serta kepuasan kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan keterikatan kerja dalam diri karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dan keterikatan kerja pada karyawan PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Semarang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 109 orang karyawan tetap PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Semarang, serta sampel penelitian berjumlah 65 karyawan. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Keterikatan Kerja (29 aitem, α = 0,921) dan Skala Iklim Organisasi (31 aitem, α = 0,915). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara iklim organisasi dan keterikatan kerja (r = 0,786; p < 0,001), yang berarti bahwa semakin positif iklim organisasi maka semakin tinggi keterikatan kerja karyawan, dan sebaliknya, semakin negatif iklim organisasi maka semakin rendah keterikatan kerja karyawan. Iklim organisasi memberikan sumbangan efektif sebesar 61,8% pada keterikatan kerja. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat konsistensi variabel keterikatan kerja sebesar 61,8% dapat diprediksi oleh iklim organisasi, sisanya 38,2% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PEMBELIAN MERCHANDISE PADA REMAJA PENGGEMAR GRUP K-POP NCT (NEO CULTURE TECHNOLOGY) DI INDONESIA Prita Ciptaningtyas; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.0.36826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif pembelian merchandise pada remaja penggemar grup K-Pop NCT (Neo Culture Technology) di Indonesia. Perilaku konsumtif merupakan perilaku individu dalam membeli merchandise secara berlebihan tanpa adanya pertimbangan yang rasional dan lebih mengutamakan keinginan. Konformitas adalah kecenderungan individu untuk bersikap sesuai dengan norma yang ada dalam kelompok agar dapat menghindari penolakan dan diterima oleh kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah 158 penggemar yang tergabung dalam grup Line ‘NCTZEN WTS/WTT/WTB’ dengan sampel 110 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Konformitas (20 aitem, α = 0,86) dan Skala Perilaku Konsumtif Pembelian Merchandise (24 aitem, α = 0,88). Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy = 0,447 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konformitas dengan perilaku konsumtif pembelian merchandise. Semakin semakin tinggi konformitas maka akan semakin tinggi perilaku konsumtif pembelian merchandise. Begitu pula sebaliknya, ketika konformitas yang dimiliki rendah, maka akan semakin rendah pula perilaku konsumtif pembelian merchandise. Konformitas memberikan sumbangan efektif sebesar 19,9% dan sisanya sebesar 80,1% ditentukkan oleh variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN SELF MONITORING DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PEMBELIAN GADGET PADA SISWA SMA ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG Alif Kumara Santoso; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.30068

Abstract

Self Monitoring adalah kecenderungan untuk mengatur tingkah laku berdasarkan petunjuk eksternal, mengikuti bagaimana orang lain bereaksi (self-monitoring tinggi) atau berdasarkan petunjuk internal seperti keyakinan seseorang dan sikapnya (self-monitoring rendah). Perilaku konsumtif merupakan kegiatan menggunakan barang atau jasa untuk memperoleh kepuasan sebesar-besarnya. Kepuasan ini dapat diraih dari manfaat atau daya guna dari barang atau jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self monitoring dengan perilaku konsumtif pada siswa SMA Islam Al Azhar 14 Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 10 dan 11 SMA Islam Al Azhar 14 Semarang dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 129 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu Skala Perilaku Konsumtif dan Skala Self Monitoring. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis data menunjukkan  terdapat hubungan positif signifikan antara self monitoring dengan perilaku konsumtif (rxy= 0,405 ; p< 0,001). Semakin tinggi self monitoring maka semakin tinggi perilaku konsumtif. Begitu juga sebaliknya semakin rendah self monitoring maka semakin rendah perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif dapat dijelaskan oleh self monitoring sebesar 16,4% dan sisa 86,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak diukur di dalam penelitian. 
STUDI INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS: PENGALAMAN BIDAN DESA DI PUSKESMAS CISIMEUT DI WILAYAH BADUY Herlin Kencana Giri; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.26393

Abstract

 Bidan desa didefinisikan sebagai tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat, serta diharapkan paling mengetahui kesehatan ibu hamil, ibu bersalin dan bayi di desa. Dalam hal ini seorang bidan desa memiliki tanggung jawab untuk mampu menangani permasalahan yang berkaitan dengan tugasnya sebagai bidan serta mampu menanggulangi stres kerja yang mungkin timbul di kemudian hari. Orang Kanékés atau orang Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Di dalam masyarakat dari sisi kebudayaan ada dua sistem pelayanan kesehatan, yaitu sistem budaya pelayanan kesehatan modern dan sistem budaya pelayanan kesehatan tradisional. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman kerja bidan desa di Puskesmas Cisimeut di wilayah Baduy. Subjek dalam penelitian ini adalah bidan desa di Puskesmas Cisimeut, kabupaten Lebak, Banten. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan metode analisis menggunakan interpretative phenomenological analysis. Dalam penelitian ini ditemukan empat tema induk yakni, (1) pengaruh yang dirasakan selama berprofesi sebagai bidan desa, (2) tantangan dalam menjalani profesi bidan, dan (3) faktor pendukung dalam menjalankan profesi bidan. 
HUBUNGAN ANTARA IKLIM KESELAMATAN KERJA DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA KARYAWAN DIVISI OPERASIONAL INDUSTRI MIGAS PT. TRIHASCO UTAMA Ladinda Tasya Sekarwangi; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.29041

Abstract

Employee engagement pada karyawan perlu diperhatikan oleh setiap perusahaan, terutama pada perusahaan yang memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim keselamatan kerja dengan Employee engagement pada karyawan divisi operasional PT. Trihasco Utama. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap divisi operasional dengan masa kerja 1- 6 tahun berjumlah 142 dengan subjek penelitian 103 karyawan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Iklim Keselamatan Kerja (37 aitem; α= 0,943) dan Skala Employee Engagement (25 aitem; α= 0,907). Hasil analisis Spearman’s Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan iklim keselamatan kerja dengan employee engagement pada karyawan divisi operasional (r=0,682; p < 0,05). Hasil koefisien korelasi tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara iklim keselamatan kerja dengan employee engagement pada karyawan divisi operasional PT. Trihasco Utama. Artinya semakin tinggi iklim keselamatan kerja, maka akan diikuti dengan semakin tingginya employee engagement. Begitupun sebaliknya, semakin rendah iklim keselamatan kerja, maka semakin rendah pula employee engagement.
HUBUNGAN MODAL PSIKOLOGIS DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA GURU SEKOLAH DASAR HONORER DI KECAMATAN PRACIMANTORO Yosika Pramangara Admadeli; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.26609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara modal psikologis dengan keterikatan kerja pada guru sekolah dasar honorer di Kecamatan Pracimantoro. Modal psikologis adalah kemampuan individu untuk yakin pada diri sendiri, membangun atribusi positif, menentukan arah dalam mencapai tujuan, dan kemampuan untuk bertahan pada situasi sulit sebagai upaya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Keterikatan kerja adalah suatu kondisi yang positif mencakup mental, sikap, dan perilaku karyawan serta berkaitan dengan pemenuhan kerja yang ditandai dengan semangat, dedikasi, dan absorpsi. Populasi dalam penelitian ini adalah 203 guru honorer dan sampel penelitian 127 guru honorer. Guru honorer dipilih karena ditengah permasalahan yang harus dihadapi, tetapi dirinya mampu untuk bertahan dan tidak melepas profesinya. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu skala modal psikologis (30 item valid dengan α= 0,920) dan skala keterikatan kerja (35 item valid dengan α= 0,925). Berdasarkan metode analisis regresi sederhana didapatkan hasil rxy= 0,854 dengan p = 0,000 (p<0,05), dimana hasil tersebut menunjukkan ada hubungan positif antara modal psikologis dan keterikatan kerja. Modal psikologis memberikan sumbangan efektif sebesar 25,5% pada keterikatan kerja.