Anggun Resdasari Prasetyo
Faculty Of Psychology, Diponegoro University, Indonesia

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Understanding Emotional State on Female Correctional Officers in Java, Indonesia Anggun Resdasari Prasetyo; Ika Zenita Ratnaningsih; Unika Prihatsanti
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 9 No 4 December 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v9i4.16795

Abstract

Abstract  Correctional institution has employees who are tasked with guarding inmates. High-risk job tasks that have to be faced by correctional officer can potentially affect the emotional state, moreover, if the officer is female gender. Based on the background, the study was aimed to know about the emotional state on female correctional officers. The research method used was clinical exploration by conducting in-depth interviews on 30 female correctional officers in Bandung and Semarang. The results can be concluded that the emotions experienced by the subjects in the study are mostly negative emotions. Negative emotions of anger, sadness, guilty, and anxiety is felt almost entirely by the 26 subject and only 4 subjects have positive emotional state, namely happiness and pride. From the data, there were 23 subjects who did positive emotion regulation, consist of 4 subjects who indeed were subjects who had positive emotional state and 19 subjects who initially had negative emotional state but were able to regulate emotions well. 19 of the 26 subjects who experienced negative emotional conditions tried to regulate positive emotions so that they could do a good job. Positive emotional regulations have been done by 23 subjects are positive reappraisal, refocus on planning, positive refocusing, and acceptance. The emotional regulation strategy used by 7 subjects was negative strategies, such as blaming other, self-blaming, and rumination or focus on thought. Keywords: Emotions at work, Correctional officer, Female.
KEPRIBADIAN HONESTY-HUMILITY DAN PERILAKU IMPRESSION MANAGEMENT PADA KARYAWAN DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH Khairisa Ramadhani Primawestri; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.145 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15428

Abstract

Pegawai Negeri Sipil sedang menghadapi tuntutan penilaian kinerja berorientasi hasil dan perombakan struktur birokrasi. Perilaku Impression Management (IM) berfungsi sebagai perilaku political influence di mana karyawan berusaha mengendalikan penilaian terhadap dirinya untuk memengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi. Kepribadian honesty-humility sebagai salah satu faktor kepribadian baru dalam inventori HEXACO belum banyak ditinjau sebagai anteseden dari perilaku IM. Karakteristik honesty-humility mencakup sifat-sifat tulus, adil, rendah hati dan menjauhi ketamakan sehingga akan bekerjasama tanpa memanfaatkan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian honesty-humility dengan perilaku IM pada karyawan Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop-UMKM) Provinsi Jawa Tengah. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat korelasi negatif antara honesty-humility dengan perilaku IM. Subjek penelitian adalah 86 karyawan Dinkop-UMKM Provinsi Jawa Tengah dari populasi sebanyak 141 karyawan melalui simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu skala modifikasi Impression Management Scale (28 aitem; α = 0,953) serta skala modifikasi dari Skala Honesty-Humility dalam HEXACO Personality Inventory (29 aitem; α = 0,929). Hasil analisis regresi menunjukkan adanya korelasi negatif dan signifikan antara honesty-humility dengan perilaku IM pada karyawan Dinkop-UMKM (rxy = -0,515; p < 0,001). Honesty-Humility memberikan sumbangan efektif 26,6% terhadap perilaku IM yang menunjukkan bahwa perilaku IM ditentukan oleh interaksi faktor individu dengan faktor situasional dan organisasional.
HUBUNGAN ANTARA CITRA MEREK DENGAN LOYALITAS KONSUMEN PRODUK THE BODY SHOP PADA MAHASISWI UNIVERSITAS DIPONEGORO Dian Melisa; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.242 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya hubungan antara citra merek dengan loyalitas konsumen menggunakan produk The Body Shop pada mahasiswi Universitas Diponegoro. Citra merek merupakan pemahaman konsumen mengenai merek secara keseluruhan. Loyalitas konsumen diungkapkan melalui pembelian yang konsisten terhadap produk atau jasa sepanjang waktu disertai sikap yang baik untuk merekomendasikan orang lain. Subjek penelitian berjumlah 150 mahasiswi meliputi Fakultas Psikologi, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yang sesuai dengan kriteria yaitu mahasiswi yang menggunakan dan membeli produk The Body Shop lebih dari dua kali. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu Skala Citra Merek (36 aitem valid; α = 0,844) dan Skala Loyalitas Konsumen (26 aitem valid; α = 0,870). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman’s rho dapat disimpulkan terdapat korelasi positif yang signifikan antara citra merek dengan loyalitas konsumen menggunakan produk The Body Shop pada mahasiswa Universitas Diponegoro, (r=0,600; p<0,001). Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitan ini dapat diterima
HUBUNGAN ANTARA HAPPINESS AT WORK DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN PT. TELKOM WITEL SEMARANG Dana Bestari; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.487 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara happiness at work  dengan organizational citizenship behavior  pada karyawan Telkom Witel Semarang.Happiness at work dapat diartikan sebagai keadaan dimana karyawan merasa senang saat bekerja yang ditandai dengan adanya emosi positif, keyakinan diri untuk dapat mencapai segala tujuan, dan disertai dengan pengembangan perilaku.Organizational Citizenship Behavior (OCB) dapat diartikan sebagai perilaku karyawan untuk berkontribusi melebihi tuntutan tugas yang telah ditetapkan dan dapat memberikan keuntungan bagi kelangsungan organisasi serta dilakukan secara sukarela. Populasi dalam penelitian ini adalah 105 karyawan tetap di Telkom Witel Semarang dengan sampel 60 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convinience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Happiness at Work (40 aitem, α = 0,941) dan Skala OCB (22 aitem, α = 0,884). Analisis Regresi Sederhana menunjukkan nilai rxy = 0,583 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara happiness at work dengan OCB. Semakin semakin tinggi happiness at work  maka akan semakin OCB. Begitu pula sebaliknya, ketika happiness at work yang dimiliki rendah, maka akan semakin rendah pula OCB. Happiness at work memberikan sumbangan efektif sebesar 34% dan sisanya sebesar 66% ditentukkan oleh variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DENGAN EMOTIONAL LABOR PADA KARYAWAN DENGAN JABATAN ACCOUNT MANAGER DI PT. X KOTA JAKARTA Faradina Restuning Palupi; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.893 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23419

Abstract

Emotional labor adalah pengelolaan emosi yang dilakukan oleh individu untuk menampilkan ekspresi emosi yang dibutuhkan sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan standar operasional perusahaan. Perceived organizational support merupakan suatu keyakinan individu mengenai seberapa besar organisasi menghargai kontribusi dan memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived organizational support dan emotional labor pada karyawan dengan jabatan account manager di PT. X Kota Jakarta. Sampel dalam penelitian ini merupakan pada karyawan dengan jabatan account manager di PT. X Kota Jakarta yang berjumlah 60 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah dua buah skala, yaitu Skala Emotional Labor (26 aitem valid dengan α= 0.903), dan Skala Perceived Organizational Support (41 aitem valid dengan α= 0.952). Berdasarkan analisis regresi sederhana diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perceived organizational support dengan emotional labor (Rxy = 0.553 dengan p = 0.000), sehingga dapat dikatakan semakin positif perceived organizational support maka semakin tinggi emotional labor individu. Perceived organizational support memberikan sumbangan efektif terhadap emotional labor sebesar 30.6% (R square= 0.306). Hasil tersebut menunjukkan bahwa account manager dalam melakukan emotional labor membutuhkan dukungan secara intrinsik dan ekstrinsik yang dapat meningkatkan performanya dan meniminalisir dampak dari proses pengelolaan emosi tersebut.
COPING TERHADAP STRESS KERJA PADA PERAWAT YANG PERNAH MENANGANI PASIEN HIV/AIDS Annisa Laras; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.649 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15216

Abstract

Perawat merupakan seseorang yang bekerja dengan beban kerja yang berat, ditambah adanya ketakutan tertular penyakit dari pasien. Penyakit HIV/AIDS dengan cara penularan melalui cairan tubuh manusia tentunya tidak dapat dihindari oleh perawat yang setiap harinya berhubungan dengan hal tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menjelaskan coping stress pada perawat ketika banyaknya tekanan yang muncul akibat beban kerja dan ketakutan tertular virus HIV/AIDS. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode fenomenologi dengan teknik Deskripsi Fenomena Individual (DFI). Pendekatan ini dipilih karena melihat bagaimana cara coping terhadap stres kerja yang digunakan oleh perawat. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur dengan kriteria subjek penelitian yaitu tiga orang perawat dengan latar belakang tugas pekerjaan yang berbeda yaitu perawat rawat inap (24), kepala keperawatan (49) dan perawat ruang operasi (23). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis coping yang sering digunakan subjek adalah emotion focus coping, subjek selalu mengingat motivasi dalam bekerja dan memanfaatkan waktu libur untuk keluarga disaat mengalami stres kerja.
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DAN AGRESIVITAS PADA SUPORTER PSIS SEMARANG Siti Muslimah; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28348

Abstract

Sepakbola di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang pesat.Hal ini tidak lepas dari peran suporter dalam mendukung klub kesayangan mereka.Namun pada umumnya, suporter sepakbola di Indonesia terkenal dengan perilaku agresinya yang dapat menimbulkan banyak kerugian terhadap berbagai pihak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan agresivitas pada suporter PSIS Semarang.Hipotesis yang diajukan oleh peneliti yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara konformitas dengan agresivitas.Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah suporter Panser Biru Korwil SKJ, Kelabang, Paman, Panix dan Kroasia sebanyak 180 anggota dan sampel penelitian berjumlah 80 anggota yang diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala Likert yang terdiri dari Skala Konformitas (21 aitem α = 0,916 dan Skala Agresivitas (31 aitem α = 0,929). Berdasarkan uji korelasi Spearman’s Rho  diperoleh hasil r = 1,000 dengan p= 0,482  (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konformitas dengan agresivitas pada suporter PSIS Semarang.
HUBUNGAN ANTARA LEADER MEMBER EXCHANGE DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN UNIT CABIN MAINTENANCE SERVICES PT. GMF AEROASIA Margareta Nina Aprilia; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.198 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara leader member exchange dengan organizational citizenship behavior karyawan unit cabin maintenance services PT GMF AeroAsia. Subjek dalam penelitian ini adalah 80 karyawan PT GMF AeroAsia. Teknik pengambilan sampel dlakukan dengan convenience sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu Skala Organizational Citizenship Behavior sebanyak 22 aitem ( α = 0,866) dan Skala Leader Member Exchange sebanyak 34 aitem (α = 0936). Metode analisis menggunakan analisis regresi sederhana dengan perolehan rxy = 0,643 dengan tingkan signifikansi korelasi pada p = 0,000 (p <0,001), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara organizational citizenship behavior dengan leader member exchange. Semakin tinggi leader member exchange maka semakin tinggi organizational citizenship behavior. Leader member exchange memberikan kontribusi sebesar 41,4% terhadap organizational citizenship behavior. Terdapat faktor lain sebesar 58,6% yang berperan namun tidak terungkap dalam penelitian ini.
KECERDASAN SPIRITUAL DAN KECENDERUNGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWA SMK Nur Indah Rachmawati; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.118 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kecenderungan perilaku seksual pranikah pada siswa di SMK Negeri 2 Jepara. Populasi penelitian ini adalah 247 siswa kelas X SMK Negeri 2 Jepara yang sudah pernah berpacaran. Sampel penelitian sebanyak 150 siswa (99 perempuan dan 51 laki-laki) yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kecerdasan Spiritual (54 aitem; α = 0,896) dan Skala Kecenderungan Perilaku Seksual Pranikah (42 aitem, α = 0,939). Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment disimpulkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dengan kecenderungan perilaku seksual pranikah siswa (r = -0,274; p = 0,001).
KETERKAITAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN HAPPINESS AT WORK PADA KARYAWAN GENERASI Y PT. TELEKOMUNIKASI SELULAR JAKARTA Arinda Gadis Wardiana; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.603 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan perceived organizational support dan happiness at work pada karyawan generasi Y PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Jakarta. Perceived organizational support adalah keyakinan, pandangan atau penilaian karyawan tentang dukungan yang diberikan organisasi dalam memenuhi kesejahteraan karyawan atas kontribusi karyawan, sedangkan happiness at work adalah perasaan positif karyawan berupa menikmati pekerjaan dan perasaan senang berada di lingkungan kerja, baik bekerja secara individu maupun berkelompok yang dapat meningkatkan kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah 989 karyawan dan sampel penelitian 129 subjek. Karyawan generasi Y dipilih sebagai subjek penelitian dikarenakan tahun 2020-2030 diperkirakan Indonesia mengalami bonus demografi, dimana angkatan usia kerja didominasi oleh generasi Y. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu Skala Perceived Organizational Support (39 aitem valid dengan α=0,932) dan Skala Happiness at work (48 aitem valid dengan α=0,949). Berdasarkan metode analisis regresi sederhana didapatkan hasil rxy=0,706 dengan p=0,000(p<0,05), dimana hasil tersebut menunjukkan ada hubungan positif antara perceived organizational support dan happiness at work. Perceived organizational support memberikan sumbangan efektif sebesar 49,9% terhadap happiness at work.