Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pelatihan Capacity Building Bagi Guru-Guru Bimbingan Konseling SMA/SMK di Kabupaten Kuantan Singingi Zulfan Saam; Elni Yakub; Donal Donal; Dhina Yuliana; Ria Asmerry Jafra; Retni Pratiwi; Rosmayani Rosmayani
CANANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : PELANTAR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/canang.v3i1.33

Abstract

The Target Group In This Training Activity Is Teachers Of Bk Sma/Smk In Kuantan Singingi Regency. The Target Group Is 32 Bk Teachers. Community Service Activities Through Capacity Building Training Will Be Held On Wednesday, May 10, 2023.  The Training Participants Were Bk Teachers In Kuantan Singingi District. The Main Activity Of This Capacity Building Training Is Outbound Activities. This Training Aims To Provide Skills To Bk Teachers On How To Build The Capacity Or Capability Of Students Through Activities Outside The Classroom Or In The Open Field By Using A Personality Development Approach Through Games Or Various Games. The Game Aims To Build And Improve Aspects Of Student Personality Such As Cooperation, Courage, Honesty, Patience, Expression Of Feelings, Emotional Control, And Positive Thinking As Well As Create Superior Strategies In Achieving Goals. Training Participants Can Already Understand The Concepts Of Capacity Building And The Importance Of Outbound Activities In The Context Of Fostering Student Personality. Capacity Building Training Through Out Bound Can Be Done As A Form Of Service In Developing Aspects Of Student Personality That Students Are Directly Involved In Games.
Tracer study of graduate students in guidance and counseling program at the faculty of education in Universitas Riau Rosmawati Rosmawati; Donal Donal
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2017): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.12143

Abstract

Tracer study is one of the studies that need to be done regularly to find out therelevance level between academic programs organized by an educational institution (study program) with the needs on the field, in the end will be a reference to the study program to create competitive advantage through the opinion of the alumni. This research uses a quantitative descriptive method. The Sampling method used purposive sampling method. In this, research will be seen completed the alumni career that includes alumni who go on education, the reason for continuing education alumni, alumni cumulative achievement index, waiting time to work, alumni satisfaction, and suitability between the field of education and employment. Tracer study results produce a number of conclusions and implementation suggestions that are very useful for improving the learning.
Pengaruh Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Role Playing untuk Mengurangi Interaksi Sosial Disosiatif dikalangan Siswa Dea Femini Putri Sihaloho; Tri Umari; Donal Donal
TANJAK Vol 4 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Jurusan Tarbiyah dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/tanjak.v4i2.842

Abstract

Dalam proses belajar, banyak siswa memiliki masalah dalam kecendrungan berperilaku yang mengarah kepada perilaku interaksi social yang bersifat disosiatif. Adapun bentuk dari Interaksi social disosiatif ini yaitu mengarah kepada interaksi yang bersifat negative, diantaranya; persaingan, kontravensi dan pertentangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari layanan konseling kelompok dengan menggunakan teknik role playing untuk mengurangi interaksi social disosiatif siswa yang tinggi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen, subjek penelitiannya diambil dengan menggunakan purposive sampling, dimana didapatkan 16 orang siswa yang dibagi kedalam 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan control. Alat pengumpulan data melalui angket kemudian analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji spearman rank dengan bantuan SPSS 26 for windows. Hasil penelitian menunjukkan Asymp Sig(2-tailed) sebesar (0,011 < 0,05) yang artinya hipotesis diterima, dinyatakan bahwa terdapat perbedaan interaksi social disosiatif siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik role playing. Didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,635 dengan hasil koefisien determinasi sebesar 40,32%. Sehingga dapat dinyatakan teknik role playing melalui konseling kelompok memiliki pengaruh yang signifikan untuk mengurangi atau menurunkan interaksi social disosiatif siswa yang tinggi.
Pengaruh Bimbingan Klasikal Untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Dwi Indah Ayu Permata; Elni Yakub; Donal Donal
HEMAT: Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol 1, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v1i2.2768

Abstract

Perilaku konsumtif dapat mempengaruhi kondisi keuangan seseorang secara negatif, terutama jika tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik. Dampak yang timbul dari perilaku konsumtif ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Perilaku konsumtif ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, sehingga ada banyak hal yang menjadi latar belakang remaja berperilaku konsumtif. Namun sekuat apapun stimulus atau faktor penyebab dari perilaku konsumtif, manusia masih dapat mengaturnya melalui proses belajar. Proses belajar yang dimaksud disini salah satunya adalah adanya bimbingan klasikal. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh bimbingan klasikal untuk mengurangi perilaku konsumtif siswa. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Subjek dalam penelitian ini merupakan kelas yang memiliki tingkat perilaku tinggi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif, uji paired t test, dan ngain score. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan klasikal untuk mengurangi perilaku konsumtif siswa yaitu berada pada kategori sedang.
Analisis Perilaku Self-Harm pada Siswa SMPN 17 Pekanbaru dan Implementasinya Dalam Bimbingan Konseling Sy Elsa Ruwaida; Tri Umari; Donal Donal
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.3633

Abstract

Masa remaja termasuk masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Dan perilaku self-harm sering kali dijadikan pelarian yang dilakukan untuk mengatasi tekanan emosional atau rasa sakit secara emosional. Perilaku self-harm rentan terjadi di semua kalangan, seperti yang terjadi pada siswa SMPN 17 Pekanbaru. Penelitian yang berjudul Analisis Perilaku Self-harm Pada Siswa SMPN 17 Pekanbaru Dan Implementasinya Dalam Bimbingan Konseling ini, bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk self-harm pada siswa, apa yang menyebabkan siswa tersebut melakukan self-harm dan bagaimana implentasi bimbingan konseling dalam mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah berjumlah 5 orang siswa SMPN 17 Pekanbaru yang pernah melakukan perilaku self-harm dalam 3 bulan terakhir dengan rentang usia 13-15 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima subjek penelitian melakukan perilaku self-harm yaitu menyayat, mengukir bentuk di pergelangan tangan. Tindakan ini dilakukan dengan intensitas rendah dan tidak berulang dalam satu waktu. Faktor yang menyebabkan perilaku Self-harm yaitu media sosial, lingkungan sosial, dan keluarga. Dampak yang ditimbulkan dari perilaku self-harm yaitu dampak fisik yang menyebabkan luka dan cedera, dampak psikologis yaitu perasaan malu dan bersalah, dampak akademis dan sosial. Latar belakang keluarga dan lingkungan Informan umumnya mengalami kurangnya perhatian dan dukungan emosional dari orangtua, perasaan tidak dihargai, serta isolasi sosial. Ini mendorong mereka mencari mekanisme koping melalui self-harm.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa yang Terisolir di Sekolah Reenad Atiqha Masait; Non Syafriafdi; Donal Donal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1361

Abstract

Keterampilan komunikasi interpersonal sangat penting bagi siswa dalam membangun interaksi sosial yang sehat, terutama bagi mereka yang mengalami isolasi sosial di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal siswa yang terisolir. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 9 siswa kelas VIII yang diidentifikasi sebagai siswa terisolir berdasarkan hasil sosiometri. Data dikumpulkan melalui angket keterampilan komunikasi interpersonal dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan N-Gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan komunikasi interpersonal siswa setelah diberikan layanan. Aspek empati menunjukkan peningkatan tertinggi sebesar 36,65%, diikuti oleh keterbukaan, saling mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hal ini menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif dalam memberikan ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan emosi, berlatih peran sosial, dan mengembangkan kepekaan terhadap perasaan orang lain. Layanan ini dapat menjadi pendekatan alternatif dalam intervensi konseling untuk siswa yang cenderung menarik diri dan mengalami kesulitan dalam membangun hubungan sosial.
Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Cognitive Restructuring Untuk Mengurangi Perilaku Impulsive Buying Siswa Di Sekolah Nila Salsabila; Khairiyah Khadijah; Donal Donal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1512

Abstract

Perilaku impulsive buying merupakan tindakan pembelian yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa pertimbangan rasional, umumnya dipicu oleh dorongan emosional atau pengaruh eksternal. Fenomena ini semakin marak di kalangan remaja, terutama di era digital yang penuh dengan promosi daring, media sosial, dan tren barang instan. Perilaku ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang, seperti kesulitan mengelola keuangan, pemborosan, penyesalan setelah pembelian, serta gangguan fokus belajar dan kestabilan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring dalam menurunkan perilaku impulsive buying pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah sembilan siswa dengan skor impulsive buying tertinggi berdasarkan hasil pretest. Instrumen yang digunakan berupa skala impulsive buying yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan N-Gain dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian layanan, dengan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,009 (< 0,05). Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,56 termasuk kategori sedang, yang menunjukkan bahwa teknik cognitive restructuring cukup efektif dalam menurunkan perilaku impulsif. Temuan ini menegaskan bahwa layanan ini dapat menjadi strategi intervensi yang tepat dalam membantu remaja membentuk pola pikir rasional dan mengembangkan kontrol diri dalam pengambilan keputusan pembelian.
Pengembangan Modul Pengelolaan Emosi Siswa SMP Kelas 9 Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Soraya Khomsah; Tri Umari; Donal Donal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3671

Abstract

Pengelolaan emosi merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki oleh siswa, terutama di usia remaja yang rentan terhadap perubahan psikologis. Masa remaja disebut sebagai periode badai dan tekanan, yaitu ketika ketegangan emosi meninggi karena akibat dari perubahan fisik dan lingkungan yang tidak mendukung perkembangan emosionalnya. Siswa SMP khususnya kelas 9, mengalami berbagai perubahan fisik, emosional dan sosial yang signifikan. Perubahan ini seringkali menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mengelola emosi mereka yang dapat berdampak pada prestasi akademik, hubungan sosial dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pengelolaan emosi untuk siswa kelas 9 melalui layanan bimbingan klasikal. Modul ini dikembangkan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pada penelitian ini, model pengembangan dibatasi hanya sampai tahap development atau tahap pengembangan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian research and development atau R & D. Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya masalah yang ditemukan yaitu tingginya frekuensi siswa kelas 9 yang mengalami kesulitan mengelola emosi, khususnya emosi negatif seperti mudah marah. Oleh karena itu, topik yang dipilih berdasarkan dengan permasalahan siswa yang mengalami kesulitan mengelola emosi, terkhusus emosi negatif yaitu mudah marah. Modul yang dikembangkan telah divalidasi oleh ahli materi, desain, dan bahasa. Uji validitas menunjukkan bahwa tingkat validitas modul berada pada kategori sangat tinggi atau sangat layak digunakan dengan hasil skor rata-rata yaitu 3.57 dan hasil rata-rata persentase yaitu 89.29%. Hal ini menunjukkan bahwa modul dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan syarat diperbaiki sesuai saran dan masukan oleh para validator ahli. Modul ini diharapkan menjadi alat bantu efektif bagi guru BK dalam melaksanakan layanan bimbingan klasikal serta membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan pengelolaan emosi.