Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Capacity Building Bagi Guru-Guru Bimbingan Konseling SMA/SMK di Kabupaten Kuantan Singingi Zulfan Saam; Elni Yakub; Donal Donal; Dhina Yuliana; Ria Asmerry Jafra; Retni Pratiwi; Rosmayani Rosmayani
CANANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : PELANTAR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/canang.v3i1.33

Abstract

The Target Group In This Training Activity Is Teachers Of Bk Sma/Smk In Kuantan Singingi Regency. The Target Group Is 32 Bk Teachers. Community Service Activities Through Capacity Building Training Will Be Held On Wednesday, May 10, 2023.  The Training Participants Were Bk Teachers In Kuantan Singingi District. The Main Activity Of This Capacity Building Training Is Outbound Activities. This Training Aims To Provide Skills To Bk Teachers On How To Build The Capacity Or Capability Of Students Through Activities Outside The Classroom Or In The Open Field By Using A Personality Development Approach Through Games Or Various Games. The Game Aims To Build And Improve Aspects Of Student Personality Such As Cooperation, Courage, Honesty, Patience, Expression Of Feelings, Emotional Control, And Positive Thinking As Well As Create Superior Strategies In Achieving Goals. Training Participants Can Already Understand The Concepts Of Capacity Building And The Importance Of Outbound Activities In The Context Of Fostering Student Personality. Capacity Building Training Through Out Bound Can Be Done As A Form Of Service In Developing Aspects Of Student Personality That Students Are Directly Involved In Games.
Tracer study of graduate students in guidance and counseling program at the faculty of education in Universitas Riau Rosmawati Rosmawati; Donal Donal
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2017): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.12143

Abstract

Tracer study is one of the studies that need to be done regularly to find out therelevance level between academic programs organized by an educational institution (study program) with the needs on the field, in the end will be a reference to the study program to create competitive advantage through the opinion of the alumni. This research uses a quantitative descriptive method. The Sampling method used purposive sampling method. In this, research will be seen completed the alumni career that includes alumni who go on education, the reason for continuing education alumni, alumni cumulative achievement index, waiting time to work, alumni satisfaction, and suitability between the field of education and employment. Tracer study results produce a number of conclusions and implementation suggestions that are very useful for improving the learning.
Pengaruh Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Role Playing untuk Mengurangi Interaksi Sosial Disosiatif dikalangan Siswa Dea Femini Putri Sihaloho; Tri Umari; Donal Donal
TANJAK Vol 4 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Jurusan Tarbiyah dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/tanjak.v4i2.842

Abstract

Dalam proses belajar, banyak siswa memiliki masalah dalam kecendrungan berperilaku yang mengarah kepada perilaku interaksi social yang bersifat disosiatif. Adapun bentuk dari Interaksi social disosiatif ini yaitu mengarah kepada interaksi yang bersifat negative, diantaranya; persaingan, kontravensi dan pertentangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari layanan konseling kelompok dengan menggunakan teknik role playing untuk mengurangi interaksi social disosiatif siswa yang tinggi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen, subjek penelitiannya diambil dengan menggunakan purposive sampling, dimana didapatkan 16 orang siswa yang dibagi kedalam 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan control. Alat pengumpulan data melalui angket kemudian analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji spearman rank dengan bantuan SPSS 26 for windows. Hasil penelitian menunjukkan Asymp Sig(2-tailed) sebesar (0,011 < 0,05) yang artinya hipotesis diterima, dinyatakan bahwa terdapat perbedaan interaksi social disosiatif siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik role playing. Didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,635 dengan hasil koefisien determinasi sebesar 40,32%. Sehingga dapat dinyatakan teknik role playing melalui konseling kelompok memiliki pengaruh yang signifikan untuk mengurangi atau menurunkan interaksi social disosiatif siswa yang tinggi.
Pengaruh Bimbingan Klasikal Untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Dwi Indah Ayu Permata; Elni Yakub; Donal Donal
HEMAT: Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol 1, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v1i2.2768

Abstract

Perilaku konsumtif dapat mempengaruhi kondisi keuangan seseorang secara negatif, terutama jika tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik. Dampak yang timbul dari perilaku konsumtif ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Perilaku konsumtif ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, sehingga ada banyak hal yang menjadi latar belakang remaja berperilaku konsumtif. Namun sekuat apapun stimulus atau faktor penyebab dari perilaku konsumtif, manusia masih dapat mengaturnya melalui proses belajar. Proses belajar yang dimaksud disini salah satunya adalah adanya bimbingan klasikal. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh bimbingan klasikal untuk mengurangi perilaku konsumtif siswa. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Subjek dalam penelitian ini merupakan kelas yang memiliki tingkat perilaku tinggi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif, uji paired t test, dan ngain score. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan klasikal untuk mengurangi perilaku konsumtif siswa yaitu berada pada kategori sedang.
Analisis Perilaku Self-Harm pada Siswa SMPN 17 Pekanbaru dan Implementasinya Dalam Bimbingan Konseling Sy Elsa Ruwaida; Tri Umari; Donal Donal
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.3633

Abstract

Masa remaja termasuk masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Dan perilaku self-harm sering kali dijadikan pelarian yang dilakukan untuk mengatasi tekanan emosional atau rasa sakit secara emosional. Perilaku self-harm rentan terjadi di semua kalangan, seperti yang terjadi pada siswa SMPN 17 Pekanbaru. Penelitian yang berjudul Analisis Perilaku Self-harm Pada Siswa SMPN 17 Pekanbaru Dan Implementasinya Dalam Bimbingan Konseling ini, bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk self-harm pada siswa, apa yang menyebabkan siswa tersebut melakukan self-harm dan bagaimana implentasi bimbingan konseling dalam mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah berjumlah 5 orang siswa SMPN 17 Pekanbaru yang pernah melakukan perilaku self-harm dalam 3 bulan terakhir dengan rentang usia 13-15 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima subjek penelitian melakukan perilaku self-harm yaitu menyayat, mengukir bentuk di pergelangan tangan. Tindakan ini dilakukan dengan intensitas rendah dan tidak berulang dalam satu waktu. Faktor yang menyebabkan perilaku Self-harm yaitu media sosial, lingkungan sosial, dan keluarga. Dampak yang ditimbulkan dari perilaku self-harm yaitu dampak fisik yang menyebabkan luka dan cedera, dampak psikologis yaitu perasaan malu dan bersalah, dampak akademis dan sosial. Latar belakang keluarga dan lingkungan Informan umumnya mengalami kurangnya perhatian dan dukungan emosional dari orangtua, perasaan tidak dihargai, serta isolasi sosial. Ini mendorong mereka mencari mekanisme koping melalui self-harm.