Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelatihan Penanganan Trauma Pada Kegawatdaruratan Bagi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tegal Ikawati Setyaningrum; Deni Irawan; Dwi Budi Prastiani; Khodijah Khodijah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 1 (2020): Februari
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/abp.v1i1.176

Abstract

Anemia is a serious nutritional problem in Indonesia. According to Riskesdas in 2013, the prevalence of anemia in Indonesia was 21.7%, males 18.4% and women 23.9%. The proportion of anemia according to adolescence is at the age of 15-24 years which is 18.4%. Anemia can cause many negative effects on teenagers. Among them is a decrease in concentration of learning, stamina and work productivity. Iron absorption is not only influenced by nutrition but is also caused by the presence of substances that can inhibit the absorption of these nutrients. Other factors are lifestyle, socioeconomic, demographic, education, gender, age and region. Public health strategies to prevent and control anemia are very important to prevent future mortality and morbidity events. The aim of community service is to reduce the prevalence of anemia in adolescents through examinations, Fe tablets and counseling. The target activity is the students of An Nur Tegal Vocational School in Central Java Province with a total of 26 teenagers. Proactive teen activity results in examinations and counseling. The importance of detecting, examining risk factors that affect anemia in adolescents and counseling on prevention and treatment of anemia so that high-risk adolescents need to be considered for follow-up to controlling risk factors. Appropriate health education needs to be provided at home and school so that these risk factors can be eliminated at an early stage.
PELATIHAN TERAPI MODALITAS ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) BAGI PERAWAT DI DINAS KESEHATAN BANYUMAS Ratna Widhiastuti; Firman Hidayat; Dwi Budi Prastiani; Susi Muryani
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.253

Abstract

Abstract People with mental disorders will have emotional disturbances which can eventually lead to bad behavior. Until now, society in general still has a negative stigma against people with mental illness, which causes many of them to serve poorly. Therefore, in helping to reduce and overcome the high number of people with mental disorders, the lecturers of the Nursing and Nurse Study Program conducted a Modality Therapy for People with Mental Disorders (ODGJ) Training for Nurses at the Banyumas Health Office. The purpose of this abdimas implementation is that nurses can provide nursing care for mental patients and can provide modality therapy for people with mental disorders (ODGJ). This activity was carried out for 2 days from 25-26 February 2020. The method used was the Lecture and Discussion Group Forum to Banyumas health service nurses. The results of active participants following the provision of material and modality therapy practices and being able to practice modality therapy activities in mental patients with hallucinations, violent behavior, low self-esteem and social isolation. The conclusion is that nurses are expected to be more active in participating in activities that can improve mental nursing competence. Keywords: Modality Therapy, ODGJ (People with mental disorders, Nurse) Abstrak Orang dengan gangguan mental akan memiliki gangguan kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Hingga saat ini masyarakat pada umumnya masih memiliki stigma negatif pada pengidap penyakit mental hingga menyebabkan banyak diantara mereka yang diperlakukan secara buruk. Oleh karena itu, dalam membantu mengurangi dan mengatasi tingginya angka pengidap gangguan mental dosen prodi Sarjana Keperawatan dan Ners melakukan Pelatihan Terapi Modalitas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Bagi Perawat Dinas Kesehatan Banyumas. Tujuan dari pelaksanaan abdimas ini adalah perawat dapat memberikan asuhan keperawatan pasien gangguan jiwa dan dapat memberikan terapi modalitas pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kegiatan ini dilaksanakan 2 hari mulai tanggal 25-26 Februari 2020.Metode yang digunakan adalah Ceramah dan Forum Grup Disscussion kepada perawat dinas kesehatan banyumas. Hasil peserta aktif mengikuti kegiatan dari pemberian materi dan praktik terapi modalitas dan mampu mempraktikan kegiatan terapi Modalitas pada pasien jiwa dengan halusinasi, perilaku kekerasan, harga diri rendah dan isolasi social. Kesimpulan perawat diharapkan lebih aktif lagi dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi keperawatan jiwa. Kata Kunci: Terapi Modalitas, ODGJ (Orang dengan gangguan jiwa, Perawat
SKRINING KEGAWATDARURATAN KESEHATAN LANJUT USIA (LANSIA) DI DESA MEJASEM TIMUR RW 06 KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL Yessy Pramita Widodo; Khodijah Khodijah; Ikawati Setyaningrum; Dwi Budi Prastiani
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i2.339

Abstract

Peningkatan pelayanan kesehatan terhadap lanjut usia diperlukan untuk mewujudkan lansia yang sehat, berkualitas, dan produktif di masa tuanya. Keluhan kegawatdaruratan kesehatan yang dialami oleh lansia merupakan efek dari penyakit kronis seperti asam urat, hipertensi, diabetes mellitus, rematik dan penyakit lainnya, dan yang merupakan penyakit penyebab rawat jalan tertinggi pada tahun 2020 yang dialami lansia adalah hipertensi. Masalah yang dibahas diantaranya yaitu bagaimana kemampuan lansia dalam menjaga dan mempertahankan kesehatannya dan kader lansia mengajarkan senam hipertensi kepada lansia. Pada pelaksanaannya, lansia menanyakan tentang gaya hidup dan cara mempertahankan kesehatannya. Pelaksanaan dilakukan dengan metode cermah, demonstrasi dan praktik. Hasil pelatihan menunjukkan kesadaran akan menjaga dan mempertahankan kesehatannya kader lansia mengajarkan senam hipertensi dan lansia sangat berantusias untuk mengikuti kegiatan senam lansia. Bagi kader dapat berkerjasama dengan puskesmas dan dinas kesehatan agar dilakukan pelatihan kepada lansia agar lebih dapat memperhatikan masalah kesehatan pada lansia
EDUKASI PENATALAKSANAAN KEJANG DEMAM PADA IBU KADER KESEHATAN DI DESA PENUSUPAN KECAMATAN PANGKAH KABUPATEN TEGAL Khodijah, Khodijah; Rakhman, Arif; Prastiani, Dwi Budi; Permatasari, Eka Diana; Muryani, Susi; Wibowo, Nurhakim Yudhi
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v4i2.601

Abstract

Masa anak-anak merupakan masa paling rentan terhadap berbagai penyakit selama perkembangannya, terutama dalam 5 tahun pertama kehidupan. Salah satu tanda yang rentan dan umum terjadi pada anak adalah demam. Jika demam tidak segera diobati, sering terjadi kejang demam. Kejang demam merupakan salah satu masalah yang banyak terjadi hampir diseluruh dunia. Kejang demam merupakan keadaan darurat yang dapat terjadi di rumah, oleh karenanya ibu adalah orang pertama yang dapat memberikan penanganan pertama jika anak mengalami kejang demam. Beberapa kesalahan terkait penanganan kejang demam yang dilakukan ibu adalah kurangnya pengetahuan tentang penanganan kejang demam, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan terhadap ibu dengan memberikan edukasi sebagai peran educator dari seorang perawat. Edukasi yang diberikan kepada masyarakat dapat dilakukan oleh perawat sendiri atau dengan melibatkan masyarakat yaitu kader kesehatan, karena kader lebih dekat dengan masyarakat, tinggal di lingkungan masyarakat tersebut dan komunikasi lebih mudah terjalin. Hasil pendataan awal bahwa pengetahuan kader kesehatan tentang penanganan kejang demam pada anak masih kurang sehingga dilakukan edukasi dengan tujuan terjadi peningkatan pengetahuan kader.
PENERAPAN TERAPI KOMBINASI RELAKSASI BENSON DENGAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR MAHASISWA Rakhman, Arif; Prastiani, Dwi Budi; Sonia, Gina
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v14i2.481

Abstract

Mahasiswa memiliki aktivitas akademik yang tinggi khususnya saat menyelesaikan tugas akhir. Kondisi tersebut dapat menimbulkan beberapa masalah salah satunya gangguan tidur. Terdapat beberapa terapi yang dapat mengatasi gangguan tidur namun hasilnya belum maksimal, maka diperlukan kombinasi beberapa terapi sekaligus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi benson yang dikombinasikan dengan aromaterapi lavender dengan terhadap kualitas tidur mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan rancangan quasi eksperiment dengan desain penelitian pre and post test without control. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Bhamada Slawi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 49 mahasiswa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan juga Standar Operasional Prosedur (SOP) terapi kombinasi relaksasi benson dengan aromaterapi lavender. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank yang menunjukkan p-value sebesar 0,000 (< 0,05) artinya pemberian terapi kombinasi relaksasi benson dengan aromaterapi lavender dapat meningkatkan kualitas tidur mahasiswa. Saran bagi perawat menjadikan relaksasi benson yang dikombinasikan dengan aromaterapi lavender sebagai salah satu intervensi non farmakologi untuk menangani masalah kualitas tidur.
Hubungan Lama Pemakaian Smartphone Dengan Tingkat Kualitas Tidur Pada Remaja Di Kabupaten Brebes Rakhman, Arif; Prastiani, Dwi Budi; Permatasari, Eka Diana; Amalianti, Via
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 3 (2023): EDITION NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v11i3.4068

Abstract

Adolescents had a problem in lack of fulfillment of sleep needs. This problem has increased along with changes in patterns and lifestyles. One of the lifestyles that are currently popular among adolescents is smartphone addiction. Prolonged use of smartphones before night bedtime will affect adolescent sleep patterns. The research aim is to determine the relationship between smartphone use and sleep quality in adolescents at MAN 1 Brebes. The research is a quantitative study with a cross-sectional approach to correlational research design. The research instrument used the “Kuesioner Penggunaan Smartphone” and Pittsburgh Sleep Quality Index Questionnaire. The study sample is 297 students recruited using stratified random sampling techniques. The inclusion criteria in the research were active students, willing to be respondents, and using smartphones. The data was analyzed using the Kendall-Tau correlation. The study result showed the majority of adolescents had a high frequency of smartphone use, and the quality of sleep was in the poor category. There was a relationship between smartphone use and the sleep quality of adolescents in Brebes with a value of Sig. (2-tailed) -0.08 (sig. 2-tailed) 0.005) and Correlation Coefficient 0.184 (very weak). Adolescents show poor sleep quality conditions with a high category in smartphone use.