Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Seismisitas Maluku dan Barat Papua Berdasarkan Distribusi Frekuensi-Magnitudo Gempa: Kata Kunci: seismisitas, Maluku, barat Papua, Gutenberg-Richter, nilai a, nilai b Melani, Putri; Prastowo, Tjipto; Realita, Arie
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Vol 13 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n2.p25-36

Abstract

Abstrak Pengurangan risiko bencana seismik di Maluku dan barat Papua dilakukan melalui studi seismisitas dengan analisis parameter -value dan -value. Nilai merefleksikan level seismisitas wilayah dan nilai menunjukkan level stres struktur batuan bawah permukaan. Perhitungan parameter dan maupun dilakukan dengan membagi study area menjadi tiga zona seismik. Penelitian ini menerapkan hukum Gutenberg-Richter dengan pendekatan maximum likelihood terhadap kejadian gempa dari katalog ISC-GEM tahun 1970-2023 untuk kejadian gempa 3,0 8,0 serta kedalaman sumber dangkal (shallow sources) dan relatif dalam (intermediate sources). Hasil ukur ? 0,6?0,8 menunjukkan struktur batuan bawah permukaan Maluku dan barat Papua mengalami stres tektonik relatif tinggi. Melalui hasil ukur ketiga parameter seismik ( dan ), diketahui bahwa seismisitas wilayah utara Maluku dipengaruhi oleh sumber relatif dalam sedangkan wilayah selatan Maluku dan barat Papua dipengaruhi oleh sumber dangkal. Seismisitas sumber relatif dalam di barat Papua (Zona 3) adalah yang terendah dibandingkan dua zona lain (Zona 1 dan Zona 2) pada kedalaman yang sama atau lebih dangkal. Analisis variasi spasial menunjukkan gempa kuat dengan kedalaman tertentu (shallow atau intermediate) ditemukan di area dengan nilai rendah. Distribusi frekuensi kejadian gempa di wilayah Maluku dan barat Papua menunjukkan dominasi gempa dangkal ( 70 km) sebagai akibat dari struktur area dekat permukaan yang cenderung labil. Kata Kunci: seismisitas, Maluku, barat Papua, Gutenberg-Richter, nilai a, nilai b Abstract Seismic risk reduction in Maluku and western Papua can be carried out using seismicity studies and analysis of parameters -value and -value. The -value reflects seismicity level and the -value indicates the level of tectonic stress of subsurface structures. The calculations of -value, -value and were performed by dividing study area into three seismic zones. This study applied the Gutenberg-Richter law using the maximum likelihood approach to earthquakes from the ISC-GEM catalog for 1970-2023 events having magnitudes 3.0 8.0 from shallow and intermediate sources. The result of ? 0.6?0.8 showed that the subsurface structures of Maluku and western Papua experienced relatively high tectonic stress. Through the measurements of dan , it can be inferred that seismicity in the northern Maluku was influenced by relatively deep sources while the southern Maluku and the western Papua were affected by shallow sources. The seismicity of relatively deep sources in western Papua (Zone 3) is the lowest compared to the other two (Zones 1 and 2) at the same depth or shallower. Analysis of -value spatial variation shows strong earthquakes of a particular depth (shallow or intermediate) found in regions of low lying -values. The frequency distribution of tectonic earthquakes in the Maluku and western Papua shows the dominance of shallow earthquakes (< 70 km) as a result of the unstable structure located near the surface. Keywords: seismicity, Maluku, west Papua, Gutenberg-Richter, a-value, b-value
ANALISIS PEMBANGKITAN MEDAN MAGNETIK SEKUNDER AKIBAT METEO-TSUNAMI HUNGA TONGA-HUNGA HA’APAI, TONGA 2022: Kata Kunci: HTHH Tonga 2022, tsunami passage, medan magnet sekunder Prianbikasatiarsa, Nichou; Prastowo, Tjipto
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Vol 13 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n2.p80-89

Abstract

Penelitian ini menganalisis mekanisme pembangkitan medan magnetik sekunder (anomali lokal medan magnet Bumi) akibat tsunami passage lintas Samudera Pasifik saat terjadi erupsi vulkanik HTHH Tonga pada tanggal 15 Januari 2022. Tujuan penelitian ini adalah menguji kesesuaian antara medan magnetik sekunder yang diturunkan dari persamaan analitik dan observasi berbasis data magnetogram. Asumsi penting yang bersifat fundamental, yaitu pendekatan frozen-flux di mana proses adveksi air laut mendominasi proses difusi. Pendekatan inilah yang menjadi basis rumusan estimasi komponen vertikal medan magnet sekunder bz yang dipengaruhi tiga parameter sekaligus, yaitu Fz (komponen vertikal medan magnet utama Bumi), d (kedalaman laut) dan h (elevasi muka laut) untuk kasus tsunami HTHH Tonga 2022. Hasil-hasil penelitian berupa estimasi analitik bz yang selalu lebih besar dari nilai bz yang diperoleh dari magnetogram. Selisih nilai bz hasil estimasi dan observasi berkisar antara 0,03–0,44 nT yang dikategorikan tidak signifikan dan membuktikan kesesuaian antara hasil perhitungan analitik dan data visual magnetogram adalah relatif tinggi. Temuan penelitian ini dalam hal keberlakuan teori frozen-flux sesuai dengan temuan terdahulu pada beberapa kasus trans-oceanic tsunamis yang dipicu oleh gempa tektonik bawah laut. Implikasi penelitian ini adalah sumber pemicu tsunami tidak memengaruhi keberlakuan teori frozen-flux.
ANALISIS KINEMATIK RUPTURE GEMPA GANDA TURKI 6 FEBRUARI 2023 DENGAN METODE MUSIC BPI: Kata Kunci: MUSIC BPI, gempa ganda Turki 2023, proses rupture Ramadhany, Ekik Setyo Amalia; Prastowo, Tjipto; Realita, Arie
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Vol 13 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n2.p66-79

Abstract

Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Termofisika Dan Pemodelan Percobaan Stirling Bagi Guru-Guru Fisika SMA Fahmi, Muhammad Nurul; Realita, Arie; Suaebah, Evi; Prastowo, Tjipto; madlazim, Madlazim; Sya'roni, Imam
Journal of Dedication in Community Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jodic.v1n2.p23-28

Abstract

Studi ini mengevaluasi pelatihan pembuatan alat peraga termodinamika dan pemodelan percobaan Stirling bagi guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Tuban dengan tujuan memperkaya metode pembelajaran Fisika. Proses pelatihan berjalan efektif, memungkinkan guru-guru untuk memahami dan menerapkan pengetahuan teori dan praktik secara optimal. Hasil evaluasi mengungkapkan tingginya tingkat keberhasilan pelatihan, yang dibuktikan dari hasil rata-rata total persentase sebesar 81,56%. Integrasi pendekatan dari teori dengan praktik dalam metode pembelajaran memberikan implikasi positif, mendukung efektivitas pembelajaran di kelas, dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap konsep-konsep Fisika secara interaktif. Penelitian ini berpotensi membantu para guru untuk dapat mengintegrasikan alat peraga termodinamika dalam proses pembelajaran Fisika tingkat SMA.
Training in Low-Temperature Stirling Engine Kit Modeling for High School Physics Teachers in the Nganjuk Regency Fahmi, Muhammad Nurul; Madlazim; Realita, Arie; Prastowo, Tjipto; Kusumawati, Diah Hari; Ni Made Aprillia Sekar Manggartika
Journal of Dedication in Community Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jodic.v2n2.p25-34

Abstract

This research examines the difficulties in high school physics education in Nganjuk Regency, Indonesia, specifically the lack of practical teaching tools for successful thermodynamics training. The aim is to assess a community service training program intended to improve the skills of physics instructors via low-temperature Stirling engine modeling kits. The program utilized a descriptive qualitative technique, incorporating preliminary questionnaires, interactive workshops, and practical training sessions in which educators created and employed Stirling engine kits as teaching instruments. Teachers' comments were evaluated using a Likert scale, concentrating on the congruence of training with learning objectives, resources, and student attributes. The results revealed an overall satisfaction score of 89.53%, highlighting notable enhancements in instructors' capacity to engage students and employ project-based learning methodologies. The Stirling engine kits significantly enhanced student engagement and comprehension of thermodynamic fundamentals. The training improved instructors' academic and practical skills while promoting a dynamic and participatory classroom environment. This effort illustrates the capacity of novel teaching tools and collaborative training programs to markedly enhance the quality of physics education, indicating possibilities for scaling to other locations and disciplines. Future proposals involve incorporating these teaching tools into standard curriculum and creating continuous professional development networks for enduring educational progress.
Pengukuran Koefisien Muai Volume Minyak Nabati dan Air Berdasarkan Relasi Linear Antara Perubahan Volume dan Perubahan Temperatur Yantidewi, Meta; Prastowo, Tjipto; Arief, Alimufi
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Vol. 2 No. 1 (2018): JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) - May 2018
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jipfri.v2i1.160

Abstract

The objective of this research was to determine the volume expansion coefficient of vegetable oil and water as the effective way to study the fluids’ properties when they are heated. The vegetable oil used in this research is the unused vegetable oil of Filma, while the water used in this study is distilled water. The main instrument in this study is the dilatometer which works based on the principle of fluids expansion. The research methods adopted the methods of the previous researchers, in which the experiment of fluids volume expansion had been conducted in two stages for each fluids (in this case, the fluids were vegetable oil and water). The first stage was heating fluids indirectly through absorbed and distributed heat by an amount of water inside the boiling jug. In the second stage, the heat source was stopped and fluids were allowed to continue expanding in volume due to the rising temperature before the fluids finally experiencing volume contraction due to the decrease in temperature. When the cooling process was carried out, observation and recording of data of fluid column length in glass pipe as a function of temperature were held. Based on those data, the changes in fluids volume due to the cooling process could be estimated. By utilizing the linear relation between volume change and temperature change, the volume expansion coefficient values of vegetable oil and water were (7,2 ± 0,2) x 10-4/0C and (3,2 ± 0,2) x 10-4/0C within the limits of the accuracy of the measuring instrument used in the study.
USE OF GRAVITY CURRENT VIDEOS AS A MODEL FOR BETTER UNDERSTANDING OF UNIFORM MOTION Prastowo, Tjipto; Fahmi, Muhammad Nurul; Realita, Arie; Habibulloh, Muhammad
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.5657

Abstract

Secondary school students learn about uniform motion from their physics teachers through either an introductory concept of motion, particularly uniform motion in class or hands-on activities in the laboratory. In the university, students obtain similar treatment with no insight into the best example of uniform motion. In the long term, this may result in learning difficulties when facing real examples in nature. The objectives of this study are two-fold. We first engage 15 high-school physics teachers to observe horizontal motion of fluids with different densities as a model for uniform motion through an approach of video-based learning. We then facilitate them through active engagement during the observations to enrich teachers’ pre-conception of uniform motion. The methods in this study involved watching gravity current videos to examine its propagation and delivering a diagnostic test, designed for enrichment processes. The results showed that overall understandings of the gravity current motions were relatively good amongst the participants despite the newly instructional videos. The approach led to enhanced learning, where good performance on the test was achieved. In turn, the gained understandings could be implemented and used to support goals of better quality of physics teaching in schools through sustainable development of human resources. ABSTRAK Siswa sekolah menengah atas belajar tentang gerak lurus beraturan secara teori di kelas melalui pemahaman konsep gerak lurus beraturan dan aktivitas praktikum fisika di laboratorium. Mahasiswa perguruan tinggi juga mendapatkan perlakuan dan pengalaman belajar yang sama tanpa ada kajian mendalam tentang contoh nyata gerak lurus beraturan. Dalam jangka panjang, pengalaman belajar seperti itu bisa menimbulkan masalah kesulitan belajar tentang pemahaman gerak lurus beraturan jika mereka menemui contoh-contoh nyata gerak lurus beraturan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian pengabdian masyarakat ini ada dua, yaitu pertama melibatkan 15 orang guru fisika sekolah menengah atas untuk mengamati gerak gravity current sebagai model gerak lurus beraturan melalui pendekatan pembelajaran berbasis video dan kedua memfasilitasi para guru tersebut melalui keterlibatan aktif selamat proses pengamatan untuk pengayaan konsep gerak lurus beraturan. Metode penelitian dilaksanakan melalui serangkaian pengamatan video gravity current untuk mempelajari gerak lurus beraturan dan tes diagnostik yang dirancang untuk pengayaaan konsep gerak lurus beraturan. Hasil-hasil tes diagnostik menunjukkan bahwa pemahaman para guru tentang konsep gerak lurus beraturan adalah baik meskipun mereka harus belajar melalui pembelajaran berbasis video yang baru diperkenalkan. Pendekatan pembelajaran dengan media video mampu meningkatkan gairah dan hasil belajar yang ditunjukkan dengan hasil tes diagnostik yang relatif baik. Implikasi proses belajar dengan memanfaatkan video pembelajaran dalam penelitian ini adalah peningkatan pemahaman konsep gerak lurus beraturan yang bisa diterapkan untuk menunjang pengajaran fisika di sekolah.
IMPROVEMENT OF PHYSICS CONCEPT MASTERY AND PEDAGOGY SKILLS THROUGH ANDROID-BASED ASSESSMENT LINK PRACTICES Prastowo, Tjipto; Habibulloh, Muhammad; Fahmi, Muhammad Nurul; Realita, Arie; Anggaryani, Mita
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7072

Abstract

In the digital era of education, technology-enhanced learning has been increasingly important. As part of a teaching-learning process in schools and universities, the use of Android-based smartphones to strengthen concept mastery and pedagogy skills is challenging. In this context, this study explores Assessment Link in Physics, an Android-supported running application. This application was used to analyse high-school physics problems in two sets of exercises and a Quiz using the revised Bloom’s Taxonomy. Participants involved were 15 physics teachers from various senior high-schools in Tuban, East Java. Regarding the mobile apps, this study aims to examine the respondents’ perceptions on benefit, ease of use, and content of the apps. From a completed series of tests, where a positive trend was obtained (increasing mean scores of 71 and 80 in Problem Sets 1 and 2 to be 88 in Quiz) with the scores of the Quiz ranged between 79-96, much better than those of the preliminary tests, we conclude that the apps is successful to improve physics concept mastery and pedagogy skills, consistent with information from a filled three-in-one questionnaire, where all the respondents agree well with the benefit, ease of use, and content of the application. The results provide insight into the development of the existing mobile apps-supported learning for further work on STEM and TPACK projects introduced to students at all levels of education. ABSTRAK Dalam era pendidikan digital dan modern, pembelajaran berbasis teknologi semakin penting. Sebagai bagian dari proses belajar mengajar di sekolah dan universitas, penggunaan gawai berbasis Android untuk penguatan konsep dan keterampilan pedagogi adalah menantang. Dalam hal ini, studi ini mengeksplorasi Assessment Link in Physics, aplikasi berbasis Android yang dirancang untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika dan keterampilan pedagogi melalui analisis soal fisika SMA dalam bentuk dua kali latihan dan satu kali tes berdasarkan Taksonomi Bloom revisi. Responden yang terlibat adalah 15 orang guru fisika SMA dari berbagai sekolah menengah atas di Tuban, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji persepsi responden terhadap keunggulan, kemudahan, dan konten aplikasi saat digunakan untuk meningkatkan keterampilan kognitif dan pedagogi. Dari serangkaian tes, dimana tren positif hasil tes diperoleh (ada peningkatan skor rerata dari 71 dan 80 pada Problem Set 1 dan 2 menjadi 88 pada Quiz merupakan respons sangat baik terhadap pembelajaran berbantuan gawai) dengan skor Quiz bervariasi antara 79-96, jauh lebih baik dibandingkan dengan skor tes pendahuluan, kami menyimpulkan bahwa Assessment Link in Physics berhasil meningkatkan penguasaan konsep fisika dan keterampilan pedagogi. Hal ini sesuai dengan informasi yang dikumpulkan dari kuesioner, dimana semua responden setuju dengan manfaat, kemudahan penggunaan, dan konten aplikasi. Hasil-hasil penelitian memberikan wawasan pengembangan lebih lanjut pembelajaran berbantuan gawai untuk implementasi proyek STEM dengan pendekatan TPACK yang diperkenalkan kepada seluruh siswa pada semua jenjang pendidikan.
Kajian Konseptual Problem Solving pada Perkuliahan Fisika Dasar I Buhungo, Trisnawaty Junus; Prabowo, P; Prastowo, Tjipto
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.402 KB)

Abstract

Tujuan penting pendidikan adalah membangun kemampuan manusia untuk menggunakan pengetahuannya, bagaimana pebelajar mengakses dan menggunakan pengetahuannya dalam pemecahan masalah. Bagi individu atau kelompok yang mendapatkan masalah, sudah barang tentu mereka ingin memecahkan masalah tersebut, dan pemecahan masalah merupakan sesuatu yang dilakukan orang setiap hari. Ilmu fisika merupakan salah satu ilmu yang penting untuk diajarkan di perguruan tinggi yang memerlukan pengembangan kemampuan problem solving dalam memecahkan sejumlah masalah fisika secara tepat oleh pebelajar. Berdasarkan tahapan yang dikemukakan Heller (2010) tentang tahapan problem solving yaitu fokus pada masalah, mengaitkan masalah dengan konsep fisika, merencanakan solusi, menjalankan rencana dan evaluasi solusi, dikembangkan instrumen yang dilengkapi rubrik untuk mengukur keterampilan problem solving dengan 5 indikator yaitu: useful description (penjelasan yang bermanfaat), physics approach (pendekatan fisika), specific application of physics (penerapan khusus fisika), mathematical procedures (prosedur matematika) dan logical progression (kemajuan yang logis). Rubrik dikembangkan dalam batasan yang mudah digunakan untuk pengajar fisika, dan dapat digeneralisasikan ke beberapa jenis masalah dan topik, serta fokus pada pekerjaan tertulis.
Kajian Konseptual Proses Berpikir Kreatif dan Pemecahan Masalah Uloli, Ritin; Probowo, P; Prastowo, Tjipto
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.083 KB)

Abstract

Manusia selalu diperhadapkan pada permasalahan sehingga diperlukan suatu proses berpikir kreatif untuk memecahkan masalah tersebut. Siswono (2004) menjelaskan proses berpikir kreatif merupakan suatu proses yang mengkombinasikan berpikir logis dan berpikir divergen. Berpikir divergen digunakan untuk mencari ideide untuk menyelesaikan masalah sedangkan berpikir logis digunakan untuk memferivikasi ide-ide tersebut menjadi sebuah penyelesaian yang kreatif. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk melatihkan keterampilan berpikir kreatif melalui pembelajaran fisika karena konsep dan prinsipnya dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah. Tujuan utama pendidikan adalah mengembangkan sepenuhnya bakat individu, mewujudkan potensi kreatif, pencapaian tujuan pribadi serta tanggung jawab terhadap kehidupan sosial dalam masyarakat. Saat ini mahasiswa belum mampu memberikan jawaban secara divergen dan proses berpikir kreatif mahasiswa belum maksimal dalam memahami konsep fisika. Untuk itu perlu dilakukan suatu usaha bagaimana proses berpikir kreatif mahasiswa dalam memecahkan masalah. Hubungan proses berpikir kreatif dan pemecahan masalah penting untuk dikaji. Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh dalam memecahkan masalah fisika adalah meliputi tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Dalam makalah ini akan dieksplorasi hubungan antara proses berpikir kreatif dengan pemecahan masalah.