Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Dinamika Pengaturan Dan Penyelesaian Sengketa Pemilikan Tanah Bekas Hak Barat Di Kabupaten Pekalongan monica Puspita Agus triana; dian aries mujiburohman; asih retno dewi; Harvini Wulansari
Jurnal Ilmu Hukum Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/jih.v10i1.7985

Abstract

Sejak berlaku UUPA, semua tanah bekas hak Barat di konversi ke dalam hak-hak atas tanah sebagaimana diatur dalam UUPA. Konversi ini diberi batas waktu sampai dengan 24 September 1980, bila tidak dikonversi menjadi tanah yang dikuasai negara. Namun dalam kenyataan masih banyak tanah hak Barat yang belum di konversi dan menjadi sengketa kepemilikan salah satunya adalah sengketa tanah bekas hak Barat dalam bentuk eigendom verponding 775a. Maka penelitian ini mengkaji bagaimana pengaturan mengenai keberadaan tanah-tanah bekas hak barat dan pola penyelesaian sengketa kepemilikan eigendom verponding 775a? Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris. Hasil penelitian ini bahwa pengaturan mengenai semua tanah bekas hak barat dinyatakan sebagai tanah yang dikuasai negara jika tidak dikonversi, yang menjadi persoalan adalah hak keperdataan yang melekat pada pemegang hak atas tanah, hanya dapat dihapus dengan memberikan ganti kerugian, meskipun hak keperdataan pengaturannya yang multi tafsir, namun otoritas pertanahan  mengakui adanya hak keperdataan. Pola penyelesaian sengketa tanah bekas hak barat telah dilakukan melalui mediasi dengan pihak-pihak yang bersengketa dan sampai dengan jalur ligitasi, namun tetap saja belum menemukan jalan keluarnya, karena pengadilan tidak menentukan siapa yang paling berhak atas tanah tersebut.
Agricultural Land Protection for Food Security: Policy Integration of Protected Rice Field Map in Spatial Planning in Demak Regency Kusuma Dewi, Chabibah; Wulansari, Harvini
Marcapada: Jurnal Kebijakan Pertanahan Vol. 3 No. 2 (2024): Marcapada: Jurnal Kebijakan Pertanahan
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/mj.v3i2.52

Abstract

Indonesia is a major agricultural country in Southeast Asia. According to the results of integrated food crop agricultural statistics data gathering operations in 2023, the area designated for rice harvesting is 10.21 million hectares. Indonesia imports rice from numerous nations to address its population's unmet food demands. This rice import activity indicates that Indonesia's food security is not yet fully established. When there was a mismatch between the Protected Rice Fields (LSD) map and the RTRW laws in effect in the region, difficulties emerged. Many lands with spatial designs were classified as LSD. We have yet to completely apply the new agricultural land preservation legislation. This is due to several flaws in the map caused by the determination of protected rice fields. This study intends to determine LSD's position in respect to LP2B, examine the potential impact of map disintegration during policy implementation, and suggest new LSD methods and policies to protect agricultural land through integration with RTRW. This study employs a qualitative research methodology. The conclusions of this study indicate that the LSD policy must immediately improve spatial data; with adequate and accurate spatial data, the LSD policy can be implemented in tandem with other policies. The LSD provided to PSN land suppliers can be replaced with Protected Rice Field Reserve Land, or by identifying locations with surplus food security and putting in place mechanisms to protect rice fields in such regions. The concept entails protecting LSD by securing protected rice field reserve area to preserve its long-term viability, as well as combining the LSD map with the RTRW to allow regional development and expansion.
Problematika dan Upaya Penyelesaian Desa Lengkap di Kabupaten Klaten Wulansari, Harvini; widiyantoro, susilo; Widodo, Sri
Tunas Agraria Vol. 7 No. 1 (2024): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v7i1.278

Abstract

The Complete Systematic Land Registration (PTSL) program aims to increase the quantity and quality of land data in Indonesia; however, PTSL activities tend to prioritize quantity over quality of land parcels, including mapping of Category 4 (K4) land parcels. This research was conducted in Klaten Regency by taking samples from PTSL activities in 2020 and 2021. The aim of this research was to determine the quality of land data and the obstacles faced by the Klaten Regency Land Office in improving the quality of K4 land data. The method used is descriptive-qualitative. The research results show that the quality of land data in every village in Klaten Regency is above 99% complete. However, in completing the Complete Village, there were several obstacles in the form of internal and external obstacles. Internal constraints include: (1) variations in the quality of spatial data in registration maps; (2) limited human resources; and (3) a limited number of measurement letter archives that can be uploaded to the KKP, while external constraints include: (1) lack of availability of land data in villages or sub-districts; (2) relatively new village apparatus; and (3) a large number of state land statuses in one region. Various efforts were made to complete the complete village, namely: (1) determining priorities for the complete village based on physical and administrative conditions; (2) a land census involving all stakeholders; (3) land plot mapping based on the position and size of the latest land plot; and (4) careful handling of documents and comparative studie   Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas data pertanahan di Indonesia, namun kegiatan PTSL cenderung mementingkan kuantitas daripada kualitas bidang tanah, termasuk pemetaan bidang tanah Kategori 4 (K4). Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Klaten dengan mengambil sampel hasil kegiatan PTSL pada tahun 2020 dan 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas data pertanahan dan kendala yang dihadapi oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten dalam meningkatkan kualitas data pertanahan K4. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas data pertanahan di setiap desa di Kabupaten Klaten di atas 99% lengkap. Namun demikian, dalam penyelesaian Desa Lengkap terdapat beberapa kendala yang dihadapi berupa kendala internal dan eksternal. Kendala internal meliputi: (1) Keberagaman kualitas data spasial di peta pendaftaran; (2) Keterbatasan sumber daya manusia; (3) Keterbatasan jumlah arsip Surat Ukur yang dapat diunggah ke KKP, sedangkan kendala eksternal antara lain : (1) Kurangnya ketersediaan data pertanahan di desa/kelurahan; (2) Perangkat desa yang tergolong baru; (3) Jumlah status tanah negara yang besar dalam satu wilayah. Berbagai upaya dilakukan untuk penyelesaian Desa Lengkap yaitu : (1) Penetapan prioritas desa lengkap berdasarkan kondisi fisik dan administrasi; (2) Sensus pertanahan dengan melibatkan seluruh stakeholder; (3) Pemetaan bidang tanah berbasis posisi dan ukuran bidang tanah terbaru; dan (4) Penanganan dokumen secara hati-hati dan studi banding.
Cloud GIS: Desain Pemanfaatan Teknologi Spasial untuk Inventarisasi Data dan Informasi Penguasaan, Pemilikan, Pemanfaatan, dan Penggunaan Tanah Arnanto, Ardhi; Wahyuni; Katon Prasetyo, Priyo; Wulansari, Harvini; Mujiati
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 2 No. 2 (2024): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v2i2.36

Abstract

This study implements cloud GIS technology for data and information inventory activities on land control, ownership, utilization, and use. The rapid development of this technology significantly helps in data collection and visualization, making it a beneficial tool for policymakers in the land sector. This study uses the research and development research design method. This study is fascinating because it involves many data collectors, namely 623 people, who inventory data and information on land control, ownership, utilization, and use of cloud GIS technology. The results of this study conclude that P4T data inventory activities can use cloud GIS technology in data and information inventory activities on land control, ownership, utilization, and use. The results of the cloud GIS system implementation evaluation analysis show that the work speed aspect shows a value of 87.5%, the work comfort aspect shows a value of 65%, and the work productivity aspect shows a value of 85.5%. Keywords: Inventory, Land Rights, Land Ownership, Land Utilization, and Land Use   INTISARI Penelitian ini mengimplementasikan teknologi cloud GIS untuk kegiatan inventarisasi data dan informasi penguasaan, kepemilikan, pemanfaatan, dan penggunaan tanah. Perkembangan pesat teknologi ini secara signifikan membantu dalam pengumpulan dan visualisasi data, menjadikannya alat yang sangat membantu bagi pengampu kebijakan dalam bidang pertanahan. Penelitian ini menggunakan metode desain penelitian research and develoment. Hal ini sangat menarik untuk dipelajari karena melibatkan banyak pengumpul data, yaitu 623 orang untuk menginventarisasi data dan informasi tentang penguasaan, pemilikan, pemanfaatan, dan penggunaan tanah dengan teknologi cloud GIS. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi cloud GIS dapat digunakan dalam kegiatan inventarisasi data dan informasi penguasaan, pemilikan, pemanfaatan, dan penggunaan tanah. Hasil analisis evaluasi implementasi sistem cloud GIS menunjukkan aspek kecepatan kerja menunjukkan nilai 87,5%, aspek kenyamanan kerja menunjukkan nilai 65%, dan aspek produktivitas kerja menunjukkan nilai 85,5%. Kata Kunci: Inventarisasi, Penguasaan Tanah, Pemilikan Tanah, Pemanfaatan Tanah, Penggunaan Tanah, Cloud GIS
Strategi Peningkatan Kualitas Data Spasial Bidang Tanah Terpetakan pada Kasus Tumpang Tindih Persil di Kelurahan Miroto Kota Semarang Refania Salsa Aurelia; Suhattanto, Muh Arif; Wulansari, Harvini
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 3 No. 2 (2025): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v3i2.84

Abstract

The Complete City Development Program requires accurate, integrated, and valid spatial land parcel data to support legal certainty in land administration. One key problem found in mapped land parcels is topological anomaly, particularly overlap and gap errors. This study aims to examine the condition of mapped land parcels in quality categories KW 1, KW 2, and KW 3, analyze technical improvement strategies, and identify constraints and solutions in improving spatial data quality in Miroto Subdistrict, Central Semarang District, Semarang City. This study used a qualitative descriptive method supported by descriptive quantitative data. Data were collected through observation, interviews, and document analysis involving key informants from the Semarang City Land Office. Spatial analysis was conducted through topology error checking, identification of overlap, gap, and sliver anomalies, document verification using Survey Letters, Measurement Drawings, and Land Books, and validation of parcel data using digital registration maps, analog registration maps, and orthophoto data. The results show that from 1,445 mapped land parcels, 445 overlap indications and 78 gap indications were identified, resulting in 523 spatial errors. These errors were classified into three characters: overlap or sliver errors, overlap with parent parcels from subdivision or consolidation, and duplicate parcels. After technical improvement, the number of errors decreased from 523 to 46, indicating an overall completion rate of 91.20%. The main contribution of this study is the formulation of a technical classification and improvement workflow for mapped parcels with overlap anomalies in KW 1, KW 2, and KW 3 data. The main constraints include limited budget, limited personnel, incomplete physical documents, weak land history information at the village level, and reliance on routine land services. These findings highlight the need for systematic spatial data audits, clearer validation standards, and stronger institutional support for Complete City Development. Keywords: spatial data quality; mapped land parcels; overlap; complete city; land data   INTISARI Program Pembangunan Kota Lengkap membutuhkan data spasial bidang tanah yang akurat, terintegrasi, dan valid untuk mendukung kepastian hukum pertanahan. Salah satu masalah utama pada bidang tanah terpetakan adalah anomali topologi, terutama tumpang tindih dan celah antarpersil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi bidang tanah terpetakan pada kategori kualitas data KW 1, KW 2, dan KW 3, menganalisis strategi teknis peningkatan kualitas data, serta mengidentifikasi kendala dan solusi dalam peningkatan kualitas data spasial di Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang didukung data kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen dengan melibatkan informan dari Kantor Pertanahan Kota Semarang. Analisis spasial dilakukan melalui pemeriksaan topology error, identifikasi anomali overlap, gap, dan sliver, pemeriksaan dokumen Surat Ukur, Gambar Ukur, dan Buku Tanah, serta validasi data bidang menggunakan peta pendaftaran digital, peta pendaftaran analog, dan foto tegak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 1.445 bidang tanah terpetakan, ditemukan 445 indikasi overlap dan 78 indikasi gap, sehingga terdapat 523 kesalahan spasial. Kesalahan tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga karakter, yaitu overlap atau sliver, tumpang tindih dengan bidang induk hasil pemecahan atau penggabungan, dan bidang duplikat ganda. Setelah perbaikan teknis, jumlah kesalahan menurun dari 523 menjadi 46, dengan tingkat penyelesaian sebesar 91,20%. Kontribusi utama penelitian ini adalah perumusan klasifikasi teknis dan alur perbaikan bidang tanah terpetakan KW 1, KW 2, dan KW 3 yang mengalami anomali tumpang tindih. Kendala utama meliputi keterbatasan anggaran, keterbatasan pelaksana, ketidaklengkapan dokumen fisik, lemahnya informasi riwayat tanah di tingkat kelurahan, dan ketergantungan pada layanan pertanahan rutin. Temuan ini menunjukkan perlunya audit data spasial secara sistematis, standar validasi yang lebih jelas, dan dukungan kelembagaan yang lebih kuat dalam Pembangunan Kota Lengkap. Kata kunci: kualitas data spasial; bidang tanah terpetakan; tumpang tindih; kota lengkap; data pertanahan
Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Warkah Berbasis Web di Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta Nauvalsyach Pinem, Azriel; Wulansari, Harvini
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 3 No. 2 (2025): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v3i2.86

Abstract

Warkah management at the Yogyakarta City Land Office faces several operational constraints, including increasing physical document volume, limited storage space, and slow document retrieval. This study aims to design and develop a web-based warkah management information system to support digital document management, physical archive location tracking, and more structured archival governance. The research uses a Research and Development (R&D) approach with the Prototyping model, beginning with requirement analysis through observation and interviews, followed by rapid design, prototype construction, user feedback, and system refinement. The system is designed using Unified Modeling Language (UML) and implemented with PHP, Bootstrap, and MySQL in a Windows 11 environment. Functional validation is conducted through Black Box Testing, while system evaluation is measured using a questionnaire based on ISO/IEC 25010. The questionnaire is completed by five archival staff respondents. The results show that all functional test scenarios run as expected, and the overall evaluation score reaches 88.16%, which is categorized as very feasible. The developed system supports digital warkah storage, indexed physical archive location tracking, audit trail recording, and automatic due-date reminders. This study concludes that the developed system is feasible as an initial digital solution for supporting archival governance at the Yogyakarta City Land Office. Keywords: information system; warkah management; digital archive; prototyping; ISO/IEC 25010   INTISARI Pengelolaan warkah di Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta menghadapi kendala berupa meningkatnya volume dokumen fisik, keterbatasan ruang penyimpanan, dan lambatnya proses pencarian berkas. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem informasi manajemen warkah berbasis web untuk mendukung pengelolaan dokumen digital, pelacakan lokasi arsip fisik, serta tata kelola warkah yang lebih terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Prototyping, dimulai dari analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara, perancangan cepat, pembangunan prototipe, umpan balik pengguna, hingga penyempurnaan sistem. Perancangan sistem dimodelkan menggunakan Unified Modeling Language (UML) dan diimplementasikan dengan PHP, Bootstrap, dan MySQL pada lingkungan Windows 11. Pengujian fungsional dilakukan menggunakan Black Box Testing, sedangkan evaluasi sistem diukur melalui kuesioner berbasis ISO/IEC 25010. Kuesioner diisi oleh lima orang petugas arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh skenario pengujian fungsional berjalan sesuai harapan, dan nilai evaluasi sistem secara keseluruhan mencapai 88,16% yang termasuk kategori sangat layak. Sistem yang dikembangkan mendukung penyimpanan warkah digital, penelusuran lokasi arsip fisik, pencatatan audit trail, dan pengingat otomatis batas waktu pengembalian berkas. Kata Kunci: sistem informasi; manajemen warkah; arsip digital; prototyping; ISO/IEC 25010