Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Dinamika Pengaturan Dan Penyelesaian Sengketa Pemilikan Tanah Bekas Hak Barat Di Kabupaten Pekalongan monica Puspita Agus triana; dian aries mujiburohman; asih retno dewi; Harvini Wulansari
Jurnal Ilmu Hukum Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/jih.v10i1.7985

Abstract

Sejak berlaku UUPA, semua tanah bekas hak Barat di konversi ke dalam hak-hak atas tanah sebagaimana diatur dalam UUPA. Konversi ini diberi batas waktu sampai dengan 24 September 1980, bila tidak dikonversi menjadi tanah yang dikuasai negara. Namun dalam kenyataan masih banyak tanah hak Barat yang belum di konversi dan menjadi sengketa kepemilikan salah satunya adalah sengketa tanah bekas hak Barat dalam bentuk eigendom verponding 775a. Maka penelitian ini mengkaji bagaimana pengaturan mengenai keberadaan tanah-tanah bekas hak barat dan pola penyelesaian sengketa kepemilikan eigendom verponding 775a? Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris. Hasil penelitian ini bahwa pengaturan mengenai semua tanah bekas hak barat dinyatakan sebagai tanah yang dikuasai negara jika tidak dikonversi, yang menjadi persoalan adalah hak keperdataan yang melekat pada pemegang hak atas tanah, hanya dapat dihapus dengan memberikan ganti kerugian, meskipun hak keperdataan pengaturannya yang multi tafsir, namun otoritas pertanahan  mengakui adanya hak keperdataan. Pola penyelesaian sengketa tanah bekas hak barat telah dilakukan melalui mediasi dengan pihak-pihak yang bersengketa dan sampai dengan jalur ligitasi, namun tetap saja belum menemukan jalan keluarnya, karena pengadilan tidak menentukan siapa yang paling berhak atas tanah tersebut.
Agricultural Land Protection for Food Security: Policy Integration of Protected Rice Field Map in Spatial Planning in Demak Regency Kusuma Dewi, Chabibah; Wulansari, Harvini
Marcapada: Jurnal Kebijakan Pertanahan Vol. 3 No. 2 (2024): Marcapada: Jurnal Kebijakan Pertanahan
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/mj.v3i2.52

Abstract

Indonesia is a major agricultural country in Southeast Asia. According to the results of integrated food crop agricultural statistics data gathering operations in 2023, the area designated for rice harvesting is 10.21 million hectares. Indonesia imports rice from numerous nations to address its population's unmet food demands. This rice import activity indicates that Indonesia's food security is not yet fully established. When there was a mismatch between the Protected Rice Fields (LSD) map and the RTRW laws in effect in the region, difficulties emerged. Many lands with spatial designs were classified as LSD. We have yet to completely apply the new agricultural land preservation legislation. This is due to several flaws in the map caused by the determination of protected rice fields. This study intends to determine LSD's position in respect to LP2B, examine the potential impact of map disintegration during policy implementation, and suggest new LSD methods and policies to protect agricultural land through integration with RTRW. This study employs a qualitative research methodology. The conclusions of this study indicate that the LSD policy must immediately improve spatial data; with adequate and accurate spatial data, the LSD policy can be implemented in tandem with other policies. The LSD provided to PSN land suppliers can be replaced with Protected Rice Field Reserve Land, or by identifying locations with surplus food security and putting in place mechanisms to protect rice fields in such regions. The concept entails protecting LSD by securing protected rice field reserve area to preserve its long-term viability, as well as combining the LSD map with the RTRW to allow regional development and expansion.
Problematika dan Upaya Penyelesaian Desa Lengkap di Kabupaten Klaten Wulansari, Harvini; widiyantoro, susilo; Widodo, Sri
Tunas Agraria Vol. 7 No. 1 (2024): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v7i1.278

Abstract

The Complete Systematic Land Registration (PTSL) program aims to increase the quantity and quality of land data in Indonesia; however, PTSL activities tend to prioritize quantity over quality of land parcels, including mapping of Category 4 (K4) land parcels. This research was conducted in Klaten Regency by taking samples from PTSL activities in 2020 and 2021. The aim of this research was to determine the quality of land data and the obstacles faced by the Klaten Regency Land Office in improving the quality of K4 land data. The method used is descriptive-qualitative. The research results show that the quality of land data in every village in Klaten Regency is above 99% complete. However, in completing the Complete Village, there were several obstacles in the form of internal and external obstacles. Internal constraints include: (1) variations in the quality of spatial data in registration maps; (2) limited human resources; and (3) a limited number of measurement letter archives that can be uploaded to the KKP, while external constraints include: (1) lack of availability of land data in villages or sub-districts; (2) relatively new village apparatus; and (3) a large number of state land statuses in one region. Various efforts were made to complete the complete village, namely: (1) determining priorities for the complete village based on physical and administrative conditions; (2) a land census involving all stakeholders; (3) land plot mapping based on the position and size of the latest land plot; and (4) careful handling of documents and comparative studie   Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas data pertanahan di Indonesia, namun kegiatan PTSL cenderung mementingkan kuantitas daripada kualitas bidang tanah, termasuk pemetaan bidang tanah Kategori 4 (K4). Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Klaten dengan mengambil sampel hasil kegiatan PTSL pada tahun 2020 dan 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas data pertanahan dan kendala yang dihadapi oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten dalam meningkatkan kualitas data pertanahan K4. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas data pertanahan di setiap desa di Kabupaten Klaten di atas 99% lengkap. Namun demikian, dalam penyelesaian Desa Lengkap terdapat beberapa kendala yang dihadapi berupa kendala internal dan eksternal. Kendala internal meliputi: (1) Keberagaman kualitas data spasial di peta pendaftaran; (2) Keterbatasan sumber daya manusia; (3) Keterbatasan jumlah arsip Surat Ukur yang dapat diunggah ke KKP, sedangkan kendala eksternal antara lain : (1) Kurangnya ketersediaan data pertanahan di desa/kelurahan; (2) Perangkat desa yang tergolong baru; (3) Jumlah status tanah negara yang besar dalam satu wilayah. Berbagai upaya dilakukan untuk penyelesaian Desa Lengkap yaitu : (1) Penetapan prioritas desa lengkap berdasarkan kondisi fisik dan administrasi; (2) Sensus pertanahan dengan melibatkan seluruh stakeholder; (3) Pemetaan bidang tanah berbasis posisi dan ukuran bidang tanah terbaru; dan (4) Penanganan dokumen secara hati-hati dan studi banding.
Cloud GIS: Desain Pemanfaatan Teknologi Spasial untuk Inventarisasi Data dan Informasi Penguasaan, Pemilikan, Pemanfaatan, dan Penggunaan Tanah Arnanto, Ardhi; Wahyuni; Katon Prasetyo, Priyo; Wulansari, Harvini; Mujiati
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 2 No. 2 (2024): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v2i2.36

Abstract

This study implements cloud GIS technology for data and information inventory activities on land control, ownership, utilization, and use. The rapid development of this technology significantly helps in data collection and visualization, making it a beneficial tool for policymakers in the land sector. This study uses the research and development research design method. This study is fascinating because it involves many data collectors, namely 623 people, who inventory data and information on land control, ownership, utilization, and use of cloud GIS technology. The results of this study conclude that P4T data inventory activities can use cloud GIS technology in data and information inventory activities on land control, ownership, utilization, and use. The results of the cloud GIS system implementation evaluation analysis show that the work speed aspect shows a value of 87.5%, the work comfort aspect shows a value of 65%, and the work productivity aspect shows a value of 85.5%. Keywords: Inventory, Land Rights, Land Ownership, Land Utilization, and Land Use   INTISARI Penelitian ini mengimplementasikan teknologi cloud GIS untuk kegiatan inventarisasi data dan informasi penguasaan, kepemilikan, pemanfaatan, dan penggunaan tanah. Perkembangan pesat teknologi ini secara signifikan membantu dalam pengumpulan dan visualisasi data, menjadikannya alat yang sangat membantu bagi pengampu kebijakan dalam bidang pertanahan. Penelitian ini menggunakan metode desain penelitian research and develoment. Hal ini sangat menarik untuk dipelajari karena melibatkan banyak pengumpul data, yaitu 623 orang untuk menginventarisasi data dan informasi tentang penguasaan, pemilikan, pemanfaatan, dan penggunaan tanah dengan teknologi cloud GIS. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi cloud GIS dapat digunakan dalam kegiatan inventarisasi data dan informasi penguasaan, pemilikan, pemanfaatan, dan penggunaan tanah. Hasil analisis evaluasi implementasi sistem cloud GIS menunjukkan aspek kecepatan kerja menunjukkan nilai 87,5%, aspek kenyamanan kerja menunjukkan nilai 65%, dan aspek produktivitas kerja menunjukkan nilai 85,5%. Kata Kunci: Inventarisasi, Penguasaan Tanah, Pemilikan Tanah, Pemanfaatan Tanah, Penggunaan Tanah, Cloud GIS