Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Aplikasi Biochar dan Pupuk Kandang Ayam: Strategi Remediasi Lahan untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L.) Lokal Momala Gafur, Mahyunita Abd.; Solihin, Angry Pratama; Gafur, Nurfitri Abdul
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i2.2464

Abstract

Penurunan kesuburan lahan merupakan kendala utama dalam budidaya jagung lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi biochar dan pupuk kandang ayam sebagai strategi remediasi lahan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung lokal Momala. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Oktober 2025 di desa Tunggulo, Tilongkabila Bone Bolango, Gorontalo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan satu faktor dengan perlakuan terdiri atas tanpa biochar + pupuk kandang ayam, Biochar 0,5 kg + pupuk kandang ayam, Biochar 1 kg + pupuk kandang ayam. Variabel yang diamati meliputi parameter pertumbuhan dan komponen hasil serta hasil panen (ton ha-1). Data dianalisis menggunakan analisis varians yang dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar dan pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang sangat signifikan (p<0,05) terhadap semua parameter pertumbuhan fase vegetatif (5-9mst). Pada fase generatif aplikasi biochar secara signifikan meningkatkan semua komponen hasil. Perlakuan Biochar 1 kg + pupuk kandang ayam)menghasilkan berat tongkol tanpa kelobot tertinggi (202,67 g), tidak berbeda nyata dengan Biochar 0,5 kg (195,67 g), namun keduanya secara signifikan lebih baik darii tanpa biochar (116,67 g). Disimpulkan bahwa aplikasi biochar dosis 0,5 - 1 kg dikombinasikan dengan pupuk kandang merupakan strategi remediasi lahan yang efektif dan dapat direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung lokal momala secara berkelanjutan.
Optimasi Waktu Aplikasi Dan Jenis Trichoderma Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Dan Perkembangan Penyakit Hawar Pelepah (Rhizoctonia Solani) Pada Jagung Varietas Lokal Momala Rida Iswati; Nurul Khozib; Angry Pratama Solihin; Asnawi Asnawi
Vegetalika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.100118

Abstract

Maize sheath blight disease caused by Rhizoctonia solani is one of the important maize plant diseases and threatens the potential of local maize production. One of the control efforts is with the biological agent Trichoderma. The type and time of application of Trichoderma are the keys to effective control. This study aims to identify the combination of treatments between the type and time of optimal Trichoderma application. This study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with a treatment combining the type of Trichoderma (T1 = T. asperellum TZ11MO1, T2 = T. harzianum) with the treatment time (W1 = before planting, W2 = after planting) so that the combination of treatments becomes T1W1, T1W2, T2W1, T2W2 added with positive (K+) and negative (K-) controls and repeated four times. The results showed that the combination of treatments of the type and time of application of Trichoderma had the same effect on the growth of maize plants and the T1W1 treatment showed the best effect as a biological agent on the incubation period, disease incidence and intensity of R. solani sheath blight disease attacks on the Momala variety.
Optimasi Waktu Aplikasi Dan Jenis Trichoderma Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Dan Perkembangan Penyakit Hawar Pelepah (Rhizoctonia Solani) Pada Jagung Varietas Lokal Momala Rida Iswati; Nurul Khozib; Angry Pratama Solihin; Asnawi Asnawi
Vegetalika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.100118

Abstract

Maize sheath blight disease caused by Rhizoctonia solani is one of the important maize plant diseases and threatens the potential of local maize production. One of the control efforts is with the biological agent Trichoderma. The type and time of application of Trichoderma are the keys to effective control. This study aims to identify the combination of treatments between the type and time of optimal Trichoderma application. This study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with a treatment combining the type of Trichoderma (T1 = T. asperellum TZ11MO1, T2 = T. harzianum) with the treatment time (W1 = before planting, W2 = after planting) so that the combination of treatments becomes T1W1, T1W2, T2W1, T2W2 added with positive (K+) and negative (K-) controls and repeated four times. The results showed that the combination of treatments of the type and time of application of Trichoderma had the same effect on the growth of maize plants and the T1W1 treatment showed the best effect as a biological agent on the incubation period, disease incidence and intensity of R. solani sheath blight disease attacks on the Momala variety.
INTENSITAS SERANGAN HAMA KUTU DAUN DAN KUTU KEBUL PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) YANG DIBERI MIKROORGANISME LOKAL Rina Alfiani Sugianto; Mohamad Lihawa; Angry Pratama Solihin
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, populasi, dan intensitas serangan hama pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) yang diberi mikroorganisme lokal yang berasal dari kombinasi daun gamal, daun pepaya, dan daun kirinyuh. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Jenis hama diamati secara kualitatif deskriptif, sementara populasi dan intensitas serangan hama diamati secara kuantitatif menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu kontrol, 20 ml/1 liter air, 40 ml/1 liter air, dan 60 ml/1 liter air dengan masing-masing ulangan di ulang sebanyak 4 kali. Pengambilan sampel jenis hama dilakukan menggunakan aspirator dan kuas secara berkala, kemudian diidentifikasi. Data populasi dan intensitas serangan di analisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Pada penelitian ini diamati dua jenis hama yaitu kutu daun dan kutu kebul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikroorganisme lokal berpengaruh terhadap populasi dan intensitas serangan hama kutu daun dan kutu kebul pada tanaman cabai rawit. Penggunaan mikroorganisme lokal ini dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian hama tanaman yang bersifat ramah terhadap lingkungan
Uji Patogenisitas Beauveria bassiana Terhadap Larva Spodoptera frugiperda (J.E. Smith) Suslara Santika Manopo; Mohamad Lihawa; Angry Pratama Solihin; Rida Iswati; Silvana Apriliani
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i2.13159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Beauveria bassiana dalam mengendalikan larva Spodoptera frugiperda. Penelitian ini dilakukan pada Maret hingga Juni 2025. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan, yaitu suspensi Beauveria bassiana 107, 109, dan 1011  konidia mL-1 serta kontrol, dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial. Setiap perlakuan diulang lima kali, menghasilkan dua puluh unit percobaan. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu masa inkubasi jamur Beauveria bassiana, Perkembangan Beauveria bassiana pada jaringan internal Spodoptera frugiperda, mortalitas larva Spodoptera frugiperda dan Aktivitas Makan larva Spodoptera frugiperda. Data penelitian akan dianalisis menggunakan Analisis of Varian (ANOVA), diikuti oleh Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi Beauveria bassiana pada seluruh perlakuan berpengaruh nyata dalam mempercepat masa inkubasi terhadap larva Spodoptera frugiperda dibandingkan kontrol, dengan perlakuan 109  konidia mL-1 dan 1011  konidia mL-1 menunjukan waktu yang singkat dibandingkan 107  konidia mL-1. Infeksi Beauveria bassiana pada larva Spodoptera frugiperda bersifat progresif, ditandai dengan tidak terdeteksinya struktur jamur pada 1–4 HSA dan munculnya perubahan jaringan internal pada 5 HSA. Mortalitas larva Spodoptera frugiperda akibat aplikasi Beauveria bassiana mulai terjadi pada 4 HSA, mencapai puncak pada 7 HSA terutama pada perlakuan 109  konidia mL-1, kemudian menurun setelah 8 HSA. Aplikasi Beauveria bassiana pada seluruh perlakuan 107  konidia mL-1, 109  konidia mL-1 dan 1011  konidia mL-1 secara nyata menurunkan aktivitas makan larva Spodoptera frugiperda dibandingkan kontrol.
High Parasitism of Telenomus and Trichogramma Species on Spodoptera frugiperda Eggs During Maize Vegetative Stage in Gorontalo, Indonesia Angry Pratama Solihin; Silvany Suwatan; Indriati Husain
Jurnal Proteksi Tanaman (Journal of Plant Protection) Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Plant Protection Department, Faculty of Agriculture, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpt.9.1.38-47.2025

Abstract

The fall armyworm (Spodoptera frugiperda, Lepidoptera: Noctuidae) is an invasive pest that threatens maize production in Indonesia, particularly during the vegetative stage. This study aimed to identify egg parasitoid species and assess their parasitism levels on S. frugiperda during this critical growth phase in Gorontalo, Indonesia. Field sampling was conducted from February to April 2021 using random sampling of egg masses at three maize fields in Suwawa District. The collected eggs were incubated in the laboratory to observe emergence and identify parasitoids. This study revealed the significant contribution of egg parasitoids—particularly Telenomus sp.—in suppressing S. frugiperda populations during the vegetative stage of maize in Gorontalo, Indonesia. Parasitism rates were remarkably high across all observation periods, ranging from 83.82% to 92.54%, and the emergence of Telenomus sp. consistently exceeded that of Trichogramma sp. These findings demonstrate that native egg parasitoids are already actively controlling S. frugiperda in the field and should be preserved through ecologically sensitive pest management. Avoiding insecticide use during early maize growth stages is essential to maintaining the activity of beneficial parasitoids.
FROM CONVENTIONAL FERTILIZATION TO INTELLIGENT CULTIVATION: HARNESSING TRICHODERMA-BASED TRICHOCOMPOST TO SUPPORT SUSTAINABLE AGROINDUSTRY 4.0 IN MAIZE PRODUCTION Rida Iswati; Angry Pratama Solihin; Siska Irhamnawati Pulogu; Sofyan S. Rudin
Gunung Djati Conference Series Vol. 66 (2026): The International Conference on Perennial Crops 2026
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/gdcs.v66i.3416

Abstract

Maize production in low-organic-matter soils requires cultivation technologies that can sustain yield while reducing dependence on inorganic fertilizers. Trichocompost enriched with local Trichoderma isolates offers a promising biological input to improve soil function, plant growth, and productivity. This study evaluated the effectiveness of trichocompost prepared with Trichoderma asperellum TZ11DI1 and Trichoderma reesei TZ31DU1 on maize growth, biomass, and yield components under reduced inorganic fertilizer application. The field experiment was conducted in Gorontalo Province, Indonesia, using a randomized complete block design with three treatments and three replications: full recommended inorganic fertilizer without trichocompost, 75% inorganic fertilizer combined with TZ11DI1 trichocompost, and 75% inorganic fertilizer combined with TZ31DU1 trichocompost. Growth, root development, biomass, and yield components were measured during vegetative growth and after harvest. The results showed that both trichocompost treatments improved plant height, number of leaves, root length, root biomass, shoot biomass, ear development, kernel weight, and 1000-kernel weight compared with the control. TZ11DI1 produced the best performance in most shoot and yield parameters, including plant height, leaf number, shoot biomass, ear weight, kernel weight, and 1000-kernel weight, whereas TZ31DU1 was more effective in increasing root length and root biomass. These findings indicate that local Trichoderma-based trichocompost can maintain and enhance maize productivity while reducing inorganic fertilizer use by 25%. This technology provides a practical and environmentally friendly strategy for sustainable maize cultivation and supports biological innovation in Agroindustry 4.0.
BIODIVERSITAS MUSUH ALAMI PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) YANG DI BERI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) Nurhijra Nurhijra; Mohamad Lihawa; Angry Pratama Solihin
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11856

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui apakah Mikroorganisme Lokal (MOL) berpengaruh terhadap biodiversitas musuh alami pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L). Penelitian ini dilaksanakan pada November 2024–Maret 2025 di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kota Gorontalo, serta di Laboratorium Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan konsentrasi (kontrol; 20 ml/L; 40 ml/L; 60 ml/L), masing-masing diulang empat kali sehingga menghasilkan 16 petak percobaan berukuran 340×200 cm dengan jarak tanam 60×50 cm dan total 240 tanaman sampel. Variabel pengamatan yang digunakan meliputi jenis-jenis musuh alami, populasi, kelimpahan populasi, dan keanekaragaman musuh alami pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ekosistem tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) teridentifikasi delapan spesies arthropoda, yaitu Diplacodes trivialis, Polistes stigma, Coccinella transversalis, Paederus fuscipes, Orthetrum serapia, Machimus sadyates, Orthetrum trinacria, dan Micraspis discolor. Pemberian mikroorganisme lokal (MOL) berpengaruh terhadap peningkatan populasi musuh alami, dengan perlakuan 60 ml/L dibandingkan perlakuan lainnya. Aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) memengaruhi kelimpahan dan distribusi musuh alami pada agroekosistem cabai, dengan dominansi utama pada Paederus fuscipes. Nilai indeks keanekaragaman musuh alami pada seluruh perlakuan (20,40 dan 60 ml/L) berada pada kategori sedang.