Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Evaluasi Efektivitas Aplikasi Kompos Trichoderma reesei (Isolat TZ31DU1) Sebagai Agen Hayati dalam Menekan Serangan Penyakit Penting pada Tanaman Jagung Sainong, Darliawan Saprin; Iswati, Rida; Nurdin, Nurdin; Solihin, Angry Pratama; Purnomo, Sutrisno Hadi; Pulogu, Siska Irhamnawati
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i1.2244

Abstract

Salah satu faktor rendahnya produktivitas jagung di Provinsi Gorontalo adalah serangan berbagai penyakit tanaman. Selama ini, pengendalian penyakit masih banyak bergantung pada penggunaan pestisida kimia, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sebagai upaya alternatif, pemanfaatan kompos Trichoderma reesei dapat digunakan sebagai agen pengendali hayati penyakit tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi kompos Trichoderma reesei terhadap jenis, kejadian, dan intensitas serangan penyakit pada tanaman jagung. Penelitian dilakukan melalui pengamatan visual gejala penyakit, identifikasi mikroskopis patogen, serta analisis kejadian dan intensitas penyakit selama 12 minggu setelah tanam (MST). Empat jenis penyakit di pertanaman jagung yaitu karat daun (Puccinia sorghi), bulai (Peronosclerospora maydis), hawar daun (Helminthosporium maydis), dan bercak daun (Curvularia sp.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos Trichoderma reesei isolat TZ31DU1 secara konsisten mampu menekan kejadian dan intensitas keempat penyakit tersebut dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Tidak ditemukan gejala karat daun pada perlakuan TZ31DU1, sedangkan intensitas tertinggi bercak daun pada kontrol mencapai 63,33% dan hanya 46,66% pada TZ31DU1. Hal ini menunjukkan efektivitas kompos Trichoderma reesei dalam menghambat perkembangan patogen. Temuan ini menegaskan bahwa kompos Trichoderma reesei memiliki potensi tinggi sebagai agen hayati dalam sistem budidaya jagung ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Aplikasi Biochar dan Pupuk Kandang Ayam: Strategi Remediasi Lahan untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L.) Lokal Momala Gafur, Mahyunita Abd.; Solihin, Angry Pratama; Gafur, Nurfitri Abdul
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i2.2464

Abstract

Penurunan kesuburan lahan merupakan kendala utama dalam budidaya jagung lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi biochar dan pupuk kandang ayam sebagai strategi remediasi lahan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung lokal Momala. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Oktober 2025 di desa Tunggulo, Tilongkabila Bone Bolango, Gorontalo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan satu faktor dengan perlakuan terdiri atas tanpa biochar + pupuk kandang ayam, Biochar 0,5 kg + pupuk kandang ayam, Biochar 1 kg + pupuk kandang ayam. Variabel yang diamati meliputi parameter pertumbuhan dan komponen hasil serta hasil panen (ton ha-1). Data dianalisis menggunakan analisis varians yang dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar dan pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang sangat signifikan (p<0,05) terhadap semua parameter pertumbuhan fase vegetatif (5-9mst). Pada fase generatif aplikasi biochar secara signifikan meningkatkan semua komponen hasil. Perlakuan Biochar 1 kg + pupuk kandang ayam)menghasilkan berat tongkol tanpa kelobot tertinggi (202,67 g), tidak berbeda nyata dengan Biochar 0,5 kg (195,67 g), namun keduanya secara signifikan lebih baik darii tanpa biochar (116,67 g). Disimpulkan bahwa aplikasi biochar dosis 0,5 - 1 kg dikombinasikan dengan pupuk kandang merupakan strategi remediasi lahan yang efektif dan dapat direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung lokal momala secara berkelanjutan.