Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH SUPLEMENTASI MINYAK IKAN DAN L-KARNITIN DALAM PAKAN JAGUNG KUNING TERFERMENTASI TERHADAP KECERNAAN PAKAN DAN PERFORMA PUYUH (Coturnix coturnix japonica) Sinelsa Wulandari Sani; Setiana Rohmi Heswantari; Sudibya (Sudibya); Sutrisno Hadi Purnomo; Aqni Hanifa
Buletin Peternakan Vol 39, No 1 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (1) FEBRUARI 2015
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v39i1.6156

Abstract

The research was aimed to determine the effect of fish oil and L-carnitine supplementation in fermented yellow corn diets on the performance of quail (Coturnix coturnix japonica). The experiment was used 160 quails aged 70 days that were divided into five treatments and four replications. Each replication consisted of eight female quails. The mean initial body weight was 156.60±9.61 g with Coefficient of Variance (CV) of 6.14%. The in-vivo digestibility study was carried out on the last week using total collection method. Two quails were chosen randomly from each cage and placed into individual raised cages. Overall this experiment used 40 quails for nutrient digestibility study. The research was carried out using a completely randomized design. The experimental diets were P0 = basal diet (ricebran, concentrates, yellow corn), P1 = ricebran, concentrate and fermented yellow corn, P2 = P1 feed+10 ppm of L-carnitine, P3 = P2 feed + 4% of tuna fish oil, and P4 = P2 feed + 4% of lemuru fish oil. The observed variables were dry matter digestibility, organic matter digestibility, extract ether digestibility, feedconsumption, HDP, egg weight and feed conversion ratio. The results of variance analysis showed that substitution of yellow corn with fermented yellow corn increased dry matter digestibility, organic matter digestibility, extract ether digestibility, feed intake and egg weight, whereas the addition of L-carnitine inthe diet of fermented yellow corn increased the value of the HDP and improved feed conversion. Substitution of yellow corn with fermented yellow corn in the feed increased dry matter digestibility, organic matter digestibility, extract ether digestibility, egg weight, whereas the addition of L-carnitine 10 ppm in the feed of fermented yellow corn improved the HDP. Suplementation of tuna fish oil 4% in the diets increased egg weight. Suplementation of tuna fish oil and lemuru fish oil in the yellow corn supplemented diets improved feed conversion of quail at production phase.(Key words: Fermented yellow corn, Fish oil, L-carnitine, Growth performance, Japanese quail)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI AYAM BROILER DI KABUPATEN WONOGIRI Sunarno -; Endang Siti Rahayu; Sutrisno Hadi Purnomo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: PROSIDING IMPLEMENTASI PENELITIAN PADA PENGABDIAN MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERKEMAJUAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to determine factors-factors affecting the production of broilers and income levels of broilers and broiler chicken farming efficiency in Wonogiri. The research method is a survey method. The study was conducted in Wonogiri. Sampling with simple random sampling method. The results showed that the correlation factors with broiler production expressed in cobb douglas production function models, namely: LnY = 1.4207 + 0.3312 + 0.2815 LnX1 LnX3 LnX2 + 0.0021 + 0.0080 + 0.0307 LnX4 LnX5 + 0.1732 + 0.1460 LnX6 LnX7 - 0.1081 LnX8 + e. Regression analysis showed that the DOC, feed, labor, vaccines, medicine, vitamins and mortality jointly significant effect on broiler production. Individual factors DOC, feed, vitamins and mortality significantly affect to broilers production, while labor, vaccines and drug did not significantly affect the broilers production. Income levels of broiler chicken farming is Rp. 10.563.345, - perperiode. While the calculation of R/C ratio is 1.06, which means the business of broiler chickens is already profitable. Keywords: Production, Factors affecting, broilers.
OPTIMALISASI KELOMPOK WANITA TANI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA MELALUI USAHA PENGOLAHAN IKAN LELE Sari, Ayu Intan; Purnomo, Sutrisno Hadi; Rahayu, Endang Tri; Emawati, Shanti; Dewanti, Ratih
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i3.14293

Abstract

Peran dan partisipasi perempuan dalam pembangunan sangatlah penting. Tidak dapat dipungkiri peran perempuan dalam menjaga kestabilan perekonomian dan kesejahteraan keluarga sangatlah besar. Eksistensi perempuan dapat ditunjukkan dengan keterlibatannya dalam sebuah kelompok, diantaranya kelompok wanita tani (KWT). Di Kota Surakarta terdapat 65 KWT yang masih eksis dan aktiv, diantaranya adalah KWT Ngudi Makmur yang berlokasi di Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari. KWT Ngudi Makmur sudah menjalankan kegiatan di sektor pertanian sejak tahun 2018, dan terus berkembang, pada pertengahan tahun 2023 melakukan budidaya ikan lele sebanyak 2000 ekor. Budidaya ikan lele KWT Ngudi Makmur ini sudah disertifikasi oleh Dinas Perikanan Jawa Tengah untuk Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), namun demikian lele yang dihasilkan ketika dijual harganya belum bisa lebih tinggi dari harga lele di pasaran. Kondisi ini memotivasi KWT untuk mengembangkan usaha olahan ikan lele, diantaranya menjadi nugget dan bakso ikan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan KWT Ngudi Makmur dalam mengembangkan usaha pengolahan ikan lele. Hasil yang telah dicapai telah terlaksana kegiatan pelatihan pengolahan ikan lele menjadi nugget dan bakso, pendampingan pengembangan usaha dengan pemberian hibah alat, pendampingan produksi dan pemasaran sehingga meningkatkan nilai jual ikan lele serta mengoptimalkan peran KWT dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dalam penyediaan pangan bergizi dan pendapatan. Kata kunci : peran, KWT, olahan ikan lele Abstract Women's participation in development is very important. It cannot be denied the role of women in maintaining economic stability and family welfare. The existence of women can be demonstrated by their involvement in a group, including the women's farmer group (KWT). In the city of Surakarta there are 65 KWTs that still exist and are active, including the Ngudi Makmur which is located in Joglo Village, Banjarsari District. KWT Ngudi Makmur has been carrying out activities in the agricultural sector since 2018, and continues to grow, in 2023 cultivating 2000 catfish. KWT Ngudi Makmur's catfish cultivation has been certified by the Central Java Fisheries Service for Good Fish Cultivation Methods (CBIB), however the price of catfish produced when sold cannot be higher than the price of catfish on the market. This condition motivated KWT to develop a catfish processing business, including fish nuggets and meatballs. This community empowerment was carried out with the aim of increasing the knowledge and skills of KWT Ngudi Makmur in developing a catfish processing business. The results that have been achieved include training activities on processing catfish into nuggets and meatballs, business development assistance by providing equipment grants, production and marketing assistance. thereby increasing the selling value of catfish and optimizing the role of KWT in improving family welfare in providing nutritious food and income. Keywords : role, KWT, catfish processing business
OPTIMALISASI KELOMPOK WANITA TANI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA MELALUI USAHA PENGOLAHAN IKAN LELE Sari, Ayu Intan; Purnomo, Sutrisno Hadi; Rahayu, Endang Tri; Emawati, Shanti; Dewanti, Ratih
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran dan partisipasi perempuan dalam pembangunan sangatlah penting. Tidak dapat dipungkiri peran perempuan dalam menjaga kestabilan perekonomian dan kesejahteraan keluarga sangatlah besar. Eksistensi perempuan dapat ditunjukkan dengan keterlibatannya dalam sebuah kelompok, diantaranya kelompok wanita tani (KWT). Di Kota Surakarta terdapat 65 KWT yang masih eksis dan aktiv, diantaranya adalah KWT Ngudi Makmur yang berlokasi di Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari. KWT Ngudi Makmur sudah menjalankan kegiatan di sektor pertanian sejak tahun 2018, dan terus berkembang, pada pertengahan tahun 2023 melakukan budidaya ikan lele sebanyak 2000 ekor. Budidaya ikan lele KWT Ngudi Makmur ini sudah disertifikasi oleh Dinas Perikanan Jawa Tengah untuk Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), namun demikian lele yang dihasilkan ketika dijual harganya belum bisa lebih tinggi dari harga lele di pasaran. Kondisi ini memotivasi KWT untuk mengembangkan usaha olahan ikan lele, diantaranya menjadi nugget dan bakso ikan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan KWT Ngudi Makmur dalam mengembangkan usaha pengolahan ikan lele. Hasil yang telah dicapai telah terlaksana kegiatan pelatihan pengolahan ikan lele menjadi nugget dan bakso, pendampingan pengembangan usaha dengan pemberian hibah alat, pendampingan produksi dan pemasaran sehingga meningkatkan nilai jual ikan lele serta mengoptimalkan peran KWT dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dalam penyediaan pangan bergizi dan pendapatan. Kata kunci : peran, KWT, olahan ikan lele Abstract Women's participation in development is very important. It cannot be denied the role of women in maintaining economic stability and family welfare. The existence of women can be demonstrated by their involvement in a group, including the women's farmer group (KWT). In the city of Surakarta there are 65 KWTs that still exist and are active, including the Ngudi Makmur which is located in Joglo Village, Banjarsari District. KWT Ngudi Makmur has been carrying out activities in the agricultural sector since 2018, and continues to grow, in 2023 cultivating 2000 catfish. KWT Ngudi Makmur's catfish cultivation has been certified by the Central Java Fisheries Service for Good Fish Cultivation Methods (CBIB), however the price of catfish produced when sold cannot be higher than the price of catfish on the market. This condition motivated KWT to develop a catfish processing business, including fish nuggets and meatballs. This community empowerment was carried out with the aim of increasing the knowledge and skills of KWT Ngudi Makmur in developing a catfish processing business. The results that have been achieved include training activities on processing catfish into nuggets and meatballs, business development assistance by providing equipment grants, production and marketing assistance. thereby increasing the selling value of catfish and optimizing the role of KWT in improving family welfare in providing nutritious food and income. Keywords : role, KWT, catfish processing business
Peningkatan Produktivitas Tanaman Hortikultura dan Pangan dengan Menggunakan Pupuk Organik menuju Pertanian Berkelanjutan Purnomo, Sutrisno Hadi; Azis, Muhammad Arief; Apriliani, Silvana
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17548

Abstract

Pupuk organik merupakan salah satu alternatif ramah lingkungan yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman hortikulturan dan pangan secara berkelanjutan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura dan pangan melalui penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan, dan untuk mendorong praktik pertanian berkelanjutan dengan meminimalkan penggunaan pupuk kimia yang berpotensi merusak lingkungan. Metode pelaksanaan dalam program ini ada beberapa tahapan yaitu persiapan, sosialisasi dan penyuluhan, pendampingan serta praktik langsung oleh masyarakat sasaran. Pada tahap persiapan, dilakukan identifikasi kebutuhan masyarakat, pemilihan lokasi, serta pengadaan bahan dan alat. Sosialisasi dan penyuluhan dilaksanakan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pupuk organik bagi keberlanjutan pertanian. Selanjutnya, pendampingan dan praktik dilakukan untuk mengajarkan masyarakat cara membuat dan menggunakan POC batang pisang secara langsung. Respon masyarakat terhadap kegiatan pengabdian ini sangat positif, ditunjukkan dengan tingginya partisipasi dan antusiasme dalam setiap tahapan. Hasil kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola limbah organik menjadi pupuk yang bermanfaat, sekaligus mendukung terciptanya sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
PELATIHAN MANAJEMEN USAHA PERTANIAN DALAM SISTEM INTEGRASI PETERNAKAN BERBASIS NIRLIMBAH DI DESA JATIMULYA KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN BOALEMO Purnomo, Sutrisno Hadi; Bahri, Syamsul; Antuli, Zainudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan menghadapi tantangan besar terutama dalam hal penyediaan pupuk yang ramah lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik kotoran sapi untuk kebutuhan pupuk tanaman jagung dan membantu program-program Desa terutama yang berkaitan dengan disiplin ilmu setiap mahasiswa peserta . Tempat pelaksanaan kegiatan di Desa Jatimulya Kecamatan Wonosari yang memiliki potensi untuk pengembangan tanaman jagung sebab memiliki daya dukung lahan dan limbah peternakan sapi sebagai bahan baku pupuk organik. Metode pembuatan pupuk organik menggunakan metode fermentasi dengan bahan baku limbah ternak. Pembuatan pupuk organik dilakukan dengan cara semua bahan dicampurkan secara merata dan dimasukkan kedalam wadah kompos. Pemeraman berlangsung dalam waktu 21 hari, dimana setiap minggu dilakukan pembalikan hingga proses pengomposan dapat berlansung secara baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembuatan pupuk organik di Desa Jatimulya dapat menjadi alternatif penyedia pupuk bagi petani
Induksi Mutasi Menggunakan Kolkisin pada Umbi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Tajuk Husain, Indriati; Surdaya, Tedy; Purnomo, Sutrisno Hadi
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.1.1-7

Abstract

Teknik-teknik dalam bidang pemuliaan tanaman bawang merah dapat dilakukan untuk memperoleh atau memperbaiki karakter-karakter yang telah ada menjadi lebih baik dari sebelumnya. Salah satunya adalah dengan teknik induksi mutasi dengan mutagen kimia yaitu kolkisin. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsentrasi kolkisin terhadap pertumbuhan, hasil, keragaman karakter dan memperoleh nilai Lethal Concentration 20-50% (LC20-50) dari bawang merah varietas Tajuk M1. Penelitian dilaksanakan bulan Juli-Oktober 2019 di Kelurahan Libuo Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan enam taraf konsentrasi larutan kolkisin (0, 0.1, 0.2, 0.3, 0.4 dan 0.5% (w/v) yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa larutan kolkisin konsentrasi 0-0.5% berpengaruh nyata pada jumlah anakan dan persentase benih tumbuh abnormal dan karakter warna daun bawang merah varietas Tajuk generasi mutan harapan M1, tapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah umbi, bobot basah dan bobot kering umbi. Hasil analisis CurveExpert 1.3, nilai lethal concentration (LC) larutan kolkisin pada umbi bawang ini dapat diper-oleh pada konsentrasi 0.33% (w/v) pada LC30. Kata kunci: abnormal, LC30, LC50, mutagen, mutan putatif
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Di Desa Wonggahu Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Bahri, Syamsul; Mukhtar, Muhammad; Purnomo, Sutrisno Hadi; Hippy, Mohammad Zubair; Ervandi, Mohamad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.6723

Abstract

Increasing the production of sweet corn plants to meet the food needs of the community faces quite big challenges, especially in terms of providing environmentally friendly fertilizer. This activity aims to provide training in making liquid organic fertilizer from cow urine for sweet corn fertilizer needs. The location for the activity is in Wonggahu Village, Paguyaman District, which has the potential for cultivating sweet corn because it has the carrying capacity of land and cattle farm waste as raw material for organic fertilizer. The method for making organic fertilizer uses the fermentation method using cattle urine as the raw material. Making liquid organic fertilizer is done by mixing all the ingredients evenly and putting them in a container. Ripening takes place in 7 days. Based on the results obtained, it can be concluded that making liquid organic fertilizer in Wonggahu village can be an alternative fertilizer provider for farmers.
Evaluasi Efektivitas Aplikasi Kompos Trichoderma reesei (Isolat TZ31DU1) Sebagai Agen Hayati dalam Menekan Serangan Penyakit Penting pada Tanaman Jagung Sainong, Darliawan Saprin; Iswati, Rida; Nurdin, Nurdin; Solihin, Angry Pratama; Purnomo, Sutrisno Hadi; Pulogu, Siska Irhamnawati
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i1.2244

Abstract

Salah satu faktor rendahnya produktivitas jagung di Provinsi Gorontalo adalah serangan berbagai penyakit tanaman. Selama ini, pengendalian penyakit masih banyak bergantung pada penggunaan pestisida kimia, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sebagai upaya alternatif, pemanfaatan kompos Trichoderma reesei dapat digunakan sebagai agen pengendali hayati penyakit tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi kompos Trichoderma reesei terhadap jenis, kejadian, dan intensitas serangan penyakit pada tanaman jagung. Penelitian dilakukan melalui pengamatan visual gejala penyakit, identifikasi mikroskopis patogen, serta analisis kejadian dan intensitas penyakit selama 12 minggu setelah tanam (MST). Empat jenis penyakit di pertanaman jagung yaitu karat daun (Puccinia sorghi), bulai (Peronosclerospora maydis), hawar daun (Helminthosporium maydis), dan bercak daun (Curvularia sp.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos Trichoderma reesei isolat TZ31DU1 secara konsisten mampu menekan kejadian dan intensitas keempat penyakit tersebut dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Tidak ditemukan gejala karat daun pada perlakuan TZ31DU1, sedangkan intensitas tertinggi bercak daun pada kontrol mencapai 63,33% dan hanya 46,66% pada TZ31DU1. Hal ini menunjukkan efektivitas kompos Trichoderma reesei dalam menghambat perkembangan patogen. Temuan ini menegaskan bahwa kompos Trichoderma reesei memiliki potensi tinggi sebagai agen hayati dalam sistem budidaya jagung ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sustainable entrepreneurial intention among livestock farmers: The role of green entrepreneurial mindset, green entrepreneurial self-efficacy, and environmental awareness Sari, Ayu Intan; Saputro, Ida Nugroho; Purnomo, Sutrisno Hadi; Rahayu, Endang Tri; Emawati, Shanti
Buletin Peternakan Vol 49, No 4 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (4) November 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v49i4.109453

Abstract

Sustainable entrepreneurship plays an important role in driving economic growth while addressing environmental and social challenges as part of efforts to realize sustainable development. Sustainable entrepreneurs are motivated by their intention to solve sustainability issues through an entrepreneurial approach. In this context, this study aims to explore the role of green entrepreneurial mindset, green entrepreneurial self-efficacy, and environmental awareness on the cultivation of sustainable entrepreneurial intention among livestock farmers. This study uses a quantitative approach with a survey method of 280 young entrepreneurial respondents in the livestock sector who are interested in sustainable entrepreneurship. Data were collected using a closed questionnaire with a 5-point Likert scale and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the help of SmartPLS software. The study findings reveal that a green entrepreneurial mindset has a positive and significant direct and indirect effect on sustainable entrepreneurial intention through green entrepreneurial self-efficacy and environmental awareness. In addition, green entrepreneurial self-efficacy and environmental awareness have a positive and significant effect on sustainable entrepreneurial intention. This study makes an important contribution to understanding how green entrepreneurial mindset, green entrepreneurial self-efficacy, and environmental awareness can drive sustainable entrepreneurial intention in the livestock sector. In addition, the results of this study emphasize the need for an environmentally conscious entrepreneurial approach in managing livestock businesses.