Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Variasi Heat Input pada Pengelasan Dissimillar antara Baja ASTM A36 Dan ASTM A131 Terhadap Tensile Strength dan Struktur Makro Muhammad Musta'in; Khoiruman khoiruman; Heni Siswanti; Arisessy Maharani Mulananda
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i2.2774

Abstract

In some structural engineering applications, sometimes necessary to weld two different metals, called dissimilar welding. In the shipbuilding process, the method commonly used for dissimilar welding is FCAW (Flux Cored Arc Welding). Due to the difference in material properties between the two welded metals, the quality of the welded joint needs to be studied. Several things affect the mechanical properties of the dissimilar welded joint, one of them is heat input. To evaluate the dissimilar welded joint strength, it is necessary to carry out mechanical testing. Dissimilar welding of ASTM A36 and ASTM A131 steel with three different heat inputs was analyzed experimentally by tensile test and macrostructure observation. The analysis result shows that the yield stress increases when the heat input increases but then decreases when the heat input continues to be increased up to 60 Kj/mm. The opposite result is shown by the ultimate stress value. However, in all heat input conditions at 22 Kj/mm, 52 Kj/mm, and 60 Kj/mm the yield stress and ultimate stress meet the acceptance criteria. In this study, heat input variation has no significant effect on changes in mechanical strength of dissimilar welding results. The macrostructure observations show that the higher the heat input, the wider the Heat Affected Zone (HAZ) area.
Preliminary Design Kapal type Lambung Deep Displacement untuk Wisata Panorama Bawah Laut Kepulauan Derawan Heni Siswanti; Maulidia Meilinda; Muhammad Musta'in; Tristiandinda Permata
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3200

Abstract

Salah satu upaya dalam mendukung pengembangan IKN di Penajam Paser Utara adalah pengembangan wilayah di sekitarnya, seperti potensi wisata alam, sejarah dan budaya. Wilayah wisata Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur  termasuk dalam kawasan sekitar yang layak dikembangkan. Dalam rangka menyiapkan fasilitas wisata yang memadai dan kompetitif untuk wisata panorama bawah laut wilayah tersebut, maka pada penelitian ini didesain kapal wisata type deep displacement single hull dengan kapasitas penumpang maksimal 18 orang. Proses preliminary design diawali dengan penentuan ukuran utama menggunakan metode regresi linier. Kemudian dilanjutkan dengan desain bentuk kapal berupa Lines Plan, sistem penggerak kapal, general arrangement dan perhitungan stabilitas kapal. Kapal yang didesain memiliki ukuran panjang 13.7 m, lebar 4.6 m, tinggi geladak 3.8 m dan sarat maksimum 1.94 m. Kapal dilengkapi dengan motor penggerak type outboard dengan daya 2 x 90 HP, untuk dapat berlayar dengan kecepatan 6-9 knot. Lambung kapal didesain dapat tercelup dengan sarat tinggi, supaya penumpang dapat melihat panoirama bawah laut dari sisi kapal yang dilengkapi dengan jendela transparan. Sistem pengaturan sarat kapal memanfaatkan sistem ballat utama dan ballast bantu. Kapal ini memiliki range stabilitas sampai dengan kemiringan 0-90 derajat, dengan periode oleng sebesar 3.18 detik.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pengelasan SMAW PT. Garam Sesuai Dengan Standart AWS. D.II di Politeknik Negeri Madura Anauta Lungiding Angga Risdianto; M. Musta'in; Arief Syarifuddin; Taufan Prasetyo; Windra Iswidodo
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 2 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.553 KB) | DOI: 10.33379/icom.v3i2.2616

Abstract

PT Garam merupakan salah satu perusahaan yang berada di Pulau Madura. Saat ini sedang dilakukan penigkatan kompetensi bagi pegawai dengan berkolaborasi antara POLTERA dengan perusahaan. Hal ini dilakukan karena sampang pada nilai IPM sebesar 61,9%. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan keterampilan pegawai khususnya pada bidang pengelasan dan inspeksi menggunakan metode penetran. Kegiatan ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Madura dengan jumlah peserta 10 orang. Besar harapan pada kegiatan ini dapat dialksanakan secara teratur agar semakin banyak karyawan yang mendapatkan kompetensi khususnya pada bidang inspeksi pengelasan. Pada beberapa kegiatan telah dilakukan tes dan evaluasi untuk mengetahui pemehaman peserta. Hasil dari ujian tulis yang dilakukan dengan rata rata nilai 73 dan presentasi pemahanan 90%. Selanjunya dilakukan evaluasi berupa praktek pengelasan dan penetran tes yaitu dapat mengidentifikasi cacat permukaan pada hasil las. Maka, setelah silaksanakan kegiatan ini peserta yang hadir dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan terutama pada pekerjaan di perusahaan PT Garam untuk perbaikan mesin dan konstruksi.
ANALISIS DESAIN KAPAL KAYU DENGAN LAMINASI POLYCARBONATE GUNA MENGEKSPLORASI WISATA BAWAH LAUT GILI GENTING Anauta Lungiding Angga Risdianto; M. Mustain; Akh. Maulidi; Triyanti Irmiyana; Windra Iswidodo
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.291-301

Abstract

Kabupaten Sumenep merupakan salah satu daerah dengan potensi wisata bawah laut yang melimpah, salah satunya adalah di Pulau Gili Genting yang memiliki keindahan ekosistem bawah laut, menawarkan pemandangan eksotis terumbu karang yang indah serta ribuan kawanan ikan hias. Namun, pada faktanya sarana dan prasarana guna menuju kawasan wisata bawah laut ini masih sangat minim. Hal ini terbukti dengan sedikitnya jumlah perahu maupun dermaga yang kurang dan sangat memprihatinkan. Perkembangan teknologi saat ini menawarkan berbagai macam jenis material pengganti kayu seperti fiber glass, HDPE (High Density Poly Ethylene), aluminum, PVC (Polyvinyl Chloride) dan material baru lainnya. Salah satunya adalah polycarbonate yang dikombinasikan dengan bahan kayu dapat menghasilkan produk kapal wisata yang unik. Proses desain kapal kayu wisata dengan laminasi polycarbonate diperoleh ukuran utama yakni L = 9 m, B = 1.8 m, H = 0.8 m, t = 0.42 m. Hasil simulasi model kapal dengan menggunakan aplikasi Maxsurf dengan kecepatan pengujian 8 knot diperoleh kebutuhan daya sebesar 4.646 kN, sehingga diperlukan daya mesin utama sebesar 30 HP. Kata kunci: desain, kapal kayu, polikarbonat, wisata
Estimasi Penurunan Berat Kapal dengan Aplikasi Struktur Sandwich pada Double Hull Tanker 5704 DWT Heni Siswanti; Siti Ahdiatun Nurzanuba; M. Musta'in
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3632

Abstract

Double hulls on tankers are a must to protect the environment from the oil spill effects of ship leakage. However, a double hull structure produces a heavy structure, reducing the payload. For decades, designers have tried reducing the structure's weight by applying lightweight material such as polyurethane-steel sandwich. Strong steel faceplates with a low-density polyurethane core promise significant weight reduction. Nevertheless, structural strength remains a major consideration in the design of sandwich structures. This study evaluates the structural weight reduction of replacing a conventional stiffened plate structure with a sandwich structure on a double hull tanker 5704 DWT. It also analyzes the structural strength using the finite element method. The results show that applying a sandwich structure on a double-hull tanker significantly reduced the structure's weight without decreasing structural strength. It is proven that the application of sandwich structure potentially increases ship payload.
Program Pelatihan Operasional Kapal Speedboat Fiberglass Untuk Operator Kapal Tradisional Sampang-Gili Mandangin Dalam Rangka Mendukung Perkembangan Kapal Berbahan Fiberglass Di Pulau Madura Taufan Prasetyo; Misbakhul Fatah; M. Musta’in; Aurista Miftahatul Ilmah; Desta Rifky Aldara; Fadlilatin Nailah; Mohammad Abdullah; Muhammad Arus Samudro; Astri Rino Okvitasari; Abd. Munif
MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2023): Desember : MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mengabdi.v1i6.246

Abstract

Mandangin Island is one of the islands in Sampang Regency which has an area of 1650 km 2 with a population of around 3000 people. Most of the people on this island, the majority of whom work as fishermen, generally travel around 12.2 km to Sampang City to buy daily necessities by boarding traditional wooden boats at the Tanglok Sampang port. According to information conveyed by the Head of the Sampang Regency Transportation Service, most or almost all of the passenger ships that dock at Tanglok Port are traditional wooden ships whose actual function is to transport goods, not passengers, which are quite old. The Transportation Department considers the existing ships to be less safe and comfortable and therefore require refreshing. Besides that, wood as the main material in nature is decreasing in quantity so the price is increasingly expensive. The method implemented in this community service is to carry out a fiber glass boat operational training program for traditional boat operators. With this activity, it is hoped that the continued use of fiber glass boats can begin to be used and reduce the use of wooden boats which are relatively more expensive.
ANALISIS TEGANGAN DAN DEFORMASI PADA PLAT SANDWICH STRUKTUR KAPAL YANG MENGALAMI KERUSAKAN RETAK PADA CORE MATERIAL Heni Siswanti; Muhammad Musta'in
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 16 No. 1 (2022)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan plat sandwich pada struktur kapal semakin meluas. Steel based hybrid sandwich banyak digunakan sebagai alternatif pengganti plat baja berpenegar. Plat sandwich ini terdiri dari faceplate berupa baja dan core material berupa matriks polyurethane elastomer. Perbedaan karakteristik pada dua material penyusun plat sandwich tersebut menyebabkan beberapa permasalahan. Salah satu permasalahan yang mungkin terjadi adalah kerusakan retak pada core material, yang menyebabkan lepasnya faceplate dari core-nya. Hal ini terjadi karena core material yang berupa matriks polyurethane relatif getas (brittle), sehingga rentan mengalami kerusakan ketika terkena pembebanan lebih atau berulang. Pada penelitian ini dilakukan analisis stress dan deformasi yang terjadi pada plat sandwich struktur geladak kapal, yang memiliki kerusakan retak pada core yang menyebabkan lepasnya lapisan faceplate dari core materialnya. Kerusakan core ini diasumsikan merepresentasikan retak mode I pada mekanika kepecahan. Analisis dilakukan dengan metode elemen hingga dengan bantuan software komputer. Beberapa model dengan variasi panjang keretakan dianalisis, untuk melihat pengaruh panjang keretakan terhadap stress, deformasi dan faktor intensitas stress pada model tersebut. Serta dievaluasi nilai panjang retak minimal saat mulai terjadinya perambatan retak. Hasil analisis menunjukkan bahwa tegangan maksimum (von misses) mengalami kenaikan secara linear dan signifikan terhadap kenaikan panjang keretakan. Tegangan maksimum pada kondisi utuh terjadi pada ujung-ujung kondisi batas jepit (fixed), sementara pada model dengan kerusakan berada pada sisi yang tidak mengalami keretakan. Deformasi juga mengalami kenaikan yang linear dan signifikan seiring dengan kenaikan panjang keretakan. Posisi deformasi maksimum berada pada ujung retakan. Nilai critical stress intensity factor (KIC) pada model adalah 6,90 dan panjang retak gagal (af) adalah 12,2 mm. Artinya perambatan retak akan terjadi ketika panjang retak mencapai 12,2 mm.
PENGARUH KONFIGURASI SUDUT SEBAR DAN PANJANG TALI TERHADAP KINERJA SISTEM TAMBAT KAPAL ISAP PRODUKSI TIMAH Arief Syarifuddin; Erdina Arianti; Rosi Dwi Yulfani; Fariz Maulana Noor; Anauta Lungiding Angga Risdianto; M Mustain
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja sistem tambat Kapal Isap Produksi (KIP) timah sangat dipengaruhi oleh tension dari tali tambat dan offset yang dialami oleh struktur. Analisis pada sistem tambat untuk penelitian ini dilakukan dengan variasi sudut sebar tali tambat (30°, 45°, dan 60°) dan variasi panjang tali yaitu dengan diperpendek 0.2 m dan diperpanjang 0.2 m. Hasil yang diperoleh dari analisis yang dilakukan adalah respon gerak dari KIP timah dalam gerakan vertikal dan horizontal sudah cukup bagus. Variasi sudut sebar tali 30° menghasilkan tension maksimum paling baik, dengan tension maksimum sebesar 451.35 kN akibat arah pembebanan 90° di fairlead. Pada variasi panjang tali, adanya penambahan panjang 0.2 m, sudut sebar 30°, arah pembebanan 90° di fairlead merupakan yang terbaik dengan tension maksimum sebesar 449.30 kN. Tension maksimum yang dihasilkan masih dalam batas yang diijinkan API RP 2SK. Offset maksimum yang dihasilkan juga masih dalam batas aman yang diijinkan oleh API RP 16Q, dengan offset sumbu-x terbesar 0.228 m akibat arah pembebanan 135° dan sumbu-y sebesar 0.566 m akibat arah pembebanan 90°.