Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMODELAN DINAMIKA VIRUS RUBELLA DENGAN RISIKO SINDROM RUBELLA BAWAAN Abadi, Abadi; Artiono, Rudianto; Prawoto, Budi Priyo
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 15 No 1 (2021): BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.89 KB) | DOI: 10.30598/barekengvol15iss1pp069-076

Abstract

Rubella is a common cause of childhood rash and fever. It is typically a mild infection but it can be serious condition in pregnant women, as it may cause Congenital Rubella Syndrome (CRS) in the fetus. The study aimed to model and analyze it in order to get picture about the dynamics of the rubella virus transmission. The paper discussed two models of rubella transmission involving child-bearing age women and newly born infants of infected mothers. The models are SEIR-IR without seasonality and SEIR-IR with seasonality. The results from the first model showed that a pitchfork bifurcation occurred in the dynamics of the solution of the system with constant infection rate and the increase of the infection rate value do not make impact to the incidence of rubella among infants. The second model involving seasonality gave interesting dynamics where big seasonality may lead to a more complex dynamics of the solution.
DINAMIKA PENYEBARAN PENYAKIT KOLERA DENGAN ADANYA VAKSINASI Rauf, Tegrid Chintya Ifareyne; Prawoto, Budi Priyo
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 8 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v8i1.6748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan menganalisis model penyebaran penyakit Kolera menggunakan model  (Susceptible-Vaccinated-Infected-Recovered-Infected). Model ini memuat empat subpopulasi yaitu rentan ( ), terinfeksi ( ), sembuh ( ), dan tervaksinasi ( ). Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan studi literatur, menyusun asumsi, menyusun model diagram kompartemen penyebaran penyakit, konstruksi sistem persamaan diferensial sebagai model, mencari titik ekuilibrium, menganalisa kestabilan titik ekuilibrium menggunakan matriks Jacobian, mencari bilangan reproduksi dengan Next-Generation Matrices (NGM), dan simulasi model menggunakan Matlab untuk sinkronisasi hasil analitik dan numerik. Dalam penelitian ini diperoleh dua titik setimbang dari model  penyebaran penyakit kolera, yaitu titik setimbang bebas penyakit  yang akan stabil ketika . Dan sebaliknya jika diambil  nilai  maka titik setimbang bebas penyakit akan tidak stabil dan menjadi titik setimbang endemik .
ANALISIS DINAMIK MODEL PENYEBARAN VIRUS NIPAH PADA MANUSIA DAN KELELAWAR DENGAN PENGARUH VAKSINASI Kasih Aji Wijayanti; Budi Priyo Prawoto
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v13n3.p378-387

Abstract

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang berasal dari kelelawar buah dari genus Pteropus, yang berperan sebagai reservoir alami dan dapat menularkan virus ini kepada manusia tanpa menunjukkan gejala klinis. Tingginya angka kematian serta belum tersedianya terapi yang efektif menjadikan vaksinasi sebagai strategi penting dalam pengendalian penyebaran virus ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penyebaran virus Nipah antara populasi kelelawar dan manusia dengan mempertimbangkan pengaruh vaksinasi. Model yang digunakan adalah model SVEIR untuk manusia dan model SI untuk kelelawar. Model ini memuat tujuh subpopulasi yaitu manusia rentan (S_H), manusia tervaksinasi (V_H), manusia terpapar (E_H), manusia terinfeksi (I_H), manusia sembuh (R_H), kelelawar rentan (S_B), dan kelelawar terinfeksi (I_B). Didapatkan dua titik kesetimbangan, yakni titik kesetimbangan bebas penyakit T₀ dan titik kesetimbangan endemik T₁. Analisis kestabilan dilakukan terhadap titik kesetimbangan bebas penyakit menggunakan pendekatan Jacobian, serta Next Generation Matrix (NGM) untuk menentukan bilangan reproduksi dasar (R₀). Titik kesetimbangan bebas penyakit stabil ketika memenuhi syarat kestabilan berikut: β₃ < μ_B² / Λ_B. Sedangkan titik kesetimbangan endemik stabil ketika memenuhi syarat berikut:β₃ > μ_B² / Λ_B. Bilangan reproduksi dasar diperoleh dari persamaan berikut: R₀ = (β₃ Λ_B) / μ_B². Jika R₀ < 1 maka penyakit akan punah dari populasi dan jika R₀ > 1 maka penyakit akan tetap endemik dalam populasi. Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa peningkatan laju vaksinasi manusia ω_H dapat menurunkan jumlah individu yang rentan, terpapar, terinfeksi, dan sembuh serta mempercepat pemusnahan infeksi, baik dalam kondisi bebas penyakit maupun endemik. Namun, vaksinasi tidak memengaruhi dinamika populasi kelelawar. Oleh karena itu, strategi pengendalian tambahan pada populasi kelelawar diperlukan guna memutus rantai penularan secara komprehensif. Kata Kunci: Virus Nipah, Vaksinasi, Syarat Kestabilan, Bilangan Reproduksi Dasar, Simulasi Numerik.
Pendekatan Pemodelan Matematika Penyebaran Tuberkulosis Sensitif Obat (TB-SO) dan Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) dengan Vaksinasi dan Isolasi Berliana Aulia Mahdi; Budi Priyo Prawoto
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i1.1040

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a serious public health problem. Based on bacterial susceptibility to anti-tuberculosis drugs, TB is classified into drug-susceptible TB (DS-TB) and drug-resistant TB (DR-TB), where the presence of DR-TB poses a challenge for control because its management is more complex and it has the potential to sustain transmission within a population. Mathematical models can be used to understand the transmission dynamics of DS-TB and DR-TB. This study analyzes the model The novelty of this research lies in the development of a two-strain TB model that simultaneously incorporates strain-specific latent phase separation, differences in transmission rates between strains, and TB-RO-specific isolation interventions within a single framework. The analysis include determining equilibrium points, the reproduction number using next generation matrix, stability analysis, and numerical simulations. Three equilibrium points are obtained: disease-free, TB-RO mono-existence, and coexistence of both strains. Stability analysis at each equilibrium point is carried out using the value of . The analysis is performed through parameter conditions related to the transmission rate of DS-TB and the transmission rate of DR-TB . Sensitivity analysis shows that reducing and has a major impact on suppressing the transmission of DS-TB and DR-TB. In addition, increasing substantially reduces DR-TB transmission by enhancing the isolation of DR-TB cases.
Dinamika Model Penularan HIV/AIDS dengan Intervensi Pre-Exposure Prophylaxis dan Terapi Antiretroviral Nur, Muhammad Ubaidillah; Budi Priyo Prawoto
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i1.1052

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan global, termasuk di Indonesia, dengan capaian target Triple 95 yang belum optimal. Kombinasi Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) dan terapi antiretroviral (ARV) merupakan strategi penting dalam upaya eliminasi HIV pada tahun 2030. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menganalisis model matematika deterministik penularan HIV/AIDS dengan intervensi PrEP dan ARV. Model yang diusulkan memodifikasi kerangka sebelumnya melalui penambahan kompartemen laten serta penyederhanaan beberapa kelas infeksi aktif menjadi satu kelas infeksi, sehingga struktur model lebih ringkas namun tetap merepresentasikan dinamika biologis penyakit. Analisis dilakukan melalui penentuan titik kesetimbangan, perhitungan bilangan reproduksi dasar menggunakan metode next generation matrix, serta analisis kestabilan lokal menggunakan kriteria Routh-Hurwitz. Simulasi numerik dilakukan menggunakan Maple dan Google Colab untuk menggambarkan dinamika sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika titik kesetimbangan bebas penyakit stabil asimtotik sehingga infeksi cenderung punah, sedangkan ketika sistem bergerak menuju keadaan endemik. Model menunjukkan bahwa penurunan laju transmisi efektif dalam populasi mampu menekan nilai hingga di bawah satu sehingga penyebaran HIV dapat dikendalikan.