Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PEMASANGAN EARTH LEAKAGE CIRCUIT BREAKER DI PONDOK PESANTREN NURUL HIDAYAH DESA MEKARJAYA KABUPATEN TANGERANG BANTEN Iwan Koswara; Taryana Taryana; Edi Kurniawan; Rubby Soebiantoro; Didik Sulistyo; Nurhedhi Desryanto; Achmad Kosasih; I wayan Juliarta
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.47027

Abstract

 Listrik sudah umum digunakan di setiap rumah tangga, perkantoran dan jndustri. Listrik digunakan untuk megoperasikan peralatan yang dibutukan manusia. Di samping memberi manfaat yang luar biasa besar perlu diketahui juga bahwa listrik juga berpotensi menimbulkan bencana hingga menyebabkan kematian. Saat ini suplai listrik pesatren didapat dari PLN dengan langganan listrik satu phasa. Sistem instalasi kelistrikan yang ada sekarang sudah sesuai dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik. Selain aspek instalasi listrik yang sesuai standar, terdapat aspek keselamatan yang lain yang perlu mendapat perhatian yaitu aspek keselamatan manusia dari kegagalan isolasi dan bahaya tegangan sentuh. Tegangan listrik yang mengalir melalui penghantar ada kemungkinan tersentuh oleh santri. Kebiasaan santri yang menggunakan fasilitas listrik sambil posisi rebahan saat berada di kamar. Tujuan Kegitan ini adalah memperkenalkan perlatan yang bisa mengamankan pengguna listrik dari tegangan sentuh. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah dan pemasangan unit pengaman Earth Leakage Circuit Breaker. Kegiatan terlaksana dengan peserta semua santri Pondok Pesantren Nurul Hidayah di Desa Mekarjaya Kabupaten Tangerang. Kegiatan dilaksanakan dengan penyampaian materi teori dan pelakasnaa pengaman ELCB. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah semua peserta memahami pentinya penggunaan serta cara terpasangnya alat pengaman ELCB di pondok pesantren sebagai pengaman satri dari tegangan sentuh. Serta peralatan bisa bekerja dengan baik
ANALISIS INTENSITAS PENERANGAN FLOODLIGHT DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL HALIM PERDANAKUSUMA Iwan Koswara; Rubby Soebiantoro; Edi Kurniawan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.62257

Abstract

Latar belakang penelitian adalah adanya ketentuan terkait nilai minimal intensitas penerangan di apron. Selain itu adanya informasi dari teknisi terkait kurangnya intensitas penerangan di area apron bandara.  Adapun tujuan dari penelitian tersebut  adalah untuk mengetahui apakah intensitas penerangan di area apron Bandara Halim Perdanakusuma masih sesuai ketentuan. Metode yang dipilih adalah metode peneltian kuantitatif dari sugiono. Metode ini dipilih karena memudahkan peneliti untuk mengukur dan menganalisis data secara obyektif, sehingga menghasilkan penemuan yang dapat dijadikan acuan untuk menarik kesimpulan. Pembahasan penelitian meliputi pengukuran nilai intensitas penerangan di area apron bandara meggunakan alat ukur luxmeter. Dari hasil pengukuran didapat hasil rata-rata hanya 11,9 lux. Hasil ini jauh di bawah nilai yang ditentukan berdasar peraturan. Dari hasil perhitungan menggunakan rumus didapatkan hasil nilai penerangan di area apron bandara sebesar 27,9 lux. Hal ini menggambarkan bahwa ada ketidaksesuaian antara lumen yang dihasilkan lampu dengan lumen yang ada di data spesifikasi lampu. Kemungkinan disebabkan karena umur lampu yang sudah lama. Untuk penyebaran cahaya di area apron bandara sudah menyebar dengan merata. Hal ini bisa dilihat dari grafik hasil pengukuran. Kesimpulan dari penelitian ini nilai intensitas penerangan di area apron masih di bawah rata-rata atau tidak sesuai ketentuan. Terdapat perbedaan hasil hitung menggunakan rumus  yaitu sebesar 27,9 lux sedang hasil ukur hanya sebesar 11,1lux. Hal ini kemungkinan karena umur lampu sehingga lumen yang dihasilkan lampu menjadi berkurang.
Rancangan Pemasangan Runway Threshold Identification Lights di Bandar Udara Nusawiru Josua Bungaran Raja; Rubby Soebiantoro; Yenni Arnas
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9110

Abstract

Landasan pacu di Bandara Udara Nusawiru Pangandaran Jawa Barat memiliki panjang 1.400 meter dan lebar 30 meter. Kondisi saat ini runway 07 dan 25 belum tersedia fasilitas approach light belum. Berdasarkan PR 21 Tahun 2023, aspek keselamatan dan keamanan pada threshold non-precision approach runway memerlukan indikator yang jelas. Jika pemasangan approach light tidak memungkinkan, regulasi tersebut menghendaki penggunaan Runway Threshold Identification Light (RTIL) sebagai solusi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pemasangan RTIL sesuai standar yang berlaku dalam bentuk Detail Engineering Design (DED) yang dapat diaplikasikan di Bandar Udara Nusawiru. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) level satu, meliputi tahap identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan desain, hingga validasi desain. Penelitian ini menghasilkan beberapa poin penting, antara lain penempatan RTIL dilakukan secara simetris terhadap threshold light dengan jarak aman 10 meter dari runway edge light, sistem kelistrikan dioperasikan pada tegangan 230 VAC menggunakan kabel tipe NYFGbY 3x10 mm² sepanjang 1.886 meter, aspek proteksi kelistrikan menggunakan MCB dengan kapasitas 4A serta konstruksi dudukan berstandar SKEP 114 Tahun 2002 berdimensi 60×72×50 cm. Seluruh hasil rancangan ini diintegrasikan ke dalam dokumen Detail Engineering Design (DED), sehingga siap diaplikasikan sebagai panduan operasional di bandar udara.
Rancangan Reinstalasi Runway Edge Light di Bandar Udara Nusawiru Pangandaran Ade Akbar Mukhlisin; KGS. M. Ismail; Rubby Soebiantoro
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9166

Abstract

Sistem Runway Edge Light (REL) di Bandar Udara Nusawiru Pangandaran masih menggunakan satu circuit tunggal dengan jarak antar lampu sekitar 120 meter, sehingga belum memenuhi ketentuan SKEP Nomor 114 Tahun 2002 dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 21 Tahun 2023. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan efektivitas panduan visual bagi pilot, terutama pada operasi malam hari dan kondisi visibilitas rendah, sementara rencana penghentian operasional Bandara Kertajati berpotensi meningkatkan trafik penerbangan di Nusawiru. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan reinstalasi Runway Edge Light yang sesuai standar guna meningkatkan keandalan sistem penerangan landas pacu. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Level 1 yang meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan desain, dan validasi desain, dengan data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara bersama pihak Bandar Udara Nusawiru, serta studi literatur yang mengacu pada ICAO Annex 14 Volume I, ICAO Doc 9157, PR 21 Tahun 2023, dan PUIL 2020. Perancangan mencakup penentuan jumlah lampu, konfigurasi circuit, perhitungan kebutuhan daya, pemilihan kapasitas Constant Current Regulator (CCR), spesifikasi kabel, sistem proteksi, serta penyusunan Detail Engineering Design (DED), Bill of Quantity (BOQ), dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Hasil rancangan menunjukkan bahwa untuk runway sepanjang 1.400 meter dan lebar 30 meter dibutuhkan 46 unit Runway Edge Light yang dipasang pada kedua sisi runway dengan jarak maksimum 60 meter, menggunakan dua circuit seri 6,6 A dengan CCR berkapasitas 4 kVA pada masing-masing circuit. Kebutuhan daya total diperoleh sebesar 2,666 kVA pada Circuit 1 dan 2,496 kVA pada Circuit 2. Rancangan ini telah memenuhi standar teknis yang berlaku dan dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembangunan sistem Runway Edge Light di Bandar Udara Nusawiru Pangandaran.
Analisis dan Strategi Pengurangan Emisi Gas Karbon di lingkungan Bandara Angkasa Pura Indonesia Sasmito Dwisatyo; Rubby Soebiantoro; Fahroji
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9188

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah tingginya konsumsi energi listrik pada operasional bandar udara yang berpotensi menghasilkan emisi karbon, sehingga diperlukan efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsumsi energi dan baseline emisi karbon, mengevaluasi kontribusi PLTS eksisting, menganalisis potensi pengembangan PLTS menggunakan PVsyst, serta menyusun strategi pengurangan emisi melalui efisiensi energi, penggantian lampu non-LED menjadi LED, dan pengembangan PLTS.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-analitis menggunakan data konsumsi energi, produksi PLTS, data teknis, potensi rooftop, faktor emisi jaringan listrik, dan data radiasi matahari. Pembahasan penelitian meliputi analisis konsumsi energi delapan bandar udara sebesar 418.446.063 kWh/tahun dengan baseline emisi 329.541,75 ton CO₂/tahun; evaluasi PLTS eksisting berkapasitas 4.294 kWp yang menghasilkan reduksi emisi 3.998,16 ton CO₂/tahun; serta simulasi pengembangan PLTS sebesar 8.064,2 kWp menggunakan PVsyst dengan potensi produksi 12.402,14 MWh/tahun dan reduksi emisi 9.997,5 ton CO₂/tahun. Kesimpulan penelitian ini adalah integrasi efisiensi energi, penggantian LED, optimalisasi PLTS eksisting, dan pengembangan PLTS berpotensi mengurangi emisi sebesar 16.379,19 ton CO₂/tahun atau 4,97% dari baseline dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.