Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

DETEKSI DINI RESIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR MELALUI PEMERIKSAAN SEDERHANA KOLESTEROL TOTAL DALAM DARAH Ferika Indarwati; Yanuar Primanda
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.484 KB)

Abstract

Cardiovascular disease is one of serious health problems worldwide including in Indonesia. Early detection and screening for cardiovascular disease is beneficial to decrease mortality and morbidity caused by the disease. Unfortunately, early screenings of cardiovascular disease are rarely done by communities (particularly elder adults) in Indonesia. Lack of knowledge of early screening of cardiovascular disease and minimum facilities influenced this phenomenon. Therefore, this project was aimed to help community in Ranting Muhammdiyah and Aisyiyah Tamantirto Selatan to detect early onset of cardiovascular disease. This project was integrated with a social program held by the Ranting Muhammdiyah and Aisyiyah Tamantirto Selatan. There were five steps of the screening program namely spirituality supports, moderate exercises, glucose screenings, physical assessments and drug prescriptions, and health educations. Overall 263 people voluntarily participated in this project and 219 of them finished the screening program. Most of the participants was female, aged from 41-60 years. Based on the total cholesterol screening, more than 26% of participants had total cholesterol more than 200 mg/dl. This means that those people had a high risk of developing cardiovascular diseases. Only 133 participants had total cholesterol lower than the normal range (<200mg/dl). Routine screening of total cholesterol level can prevent the development of cardiovascular diseases and its complications which will eventually may reduce mortality and morbidity rates of cardiovascular diseases in Indonesia.
PEMERIKSAAN PENYARING KADAR GULA DARAH SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI DIABETES MELITUS Yanuar Primanda; Ferika Indarwati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.567 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of serious health problems worldwide including in Indonesia. Early detection and screening for DM is beneficial to prevent the development of DM. Unfortunately, early screenings of DM are rarely done by communities (particularly elder adults) in Indonesia. Lack of knowledge of early screening of DM and minimum facilities influenced this phenomenon. Therefore, this project was aimed to help community in Ranting Muhammadiyah and Aisyiyah Tamantirto Selatan to detect early onset of DM. This project was integrated with a social program held by the Ranting Muhammadiyah and Aisyiyah Tamantirto Selatan. There were five steps of the screening program namely spirituality supports, moderate exercises, glucose screenings, physical assessments and drug prescriptions, and health educations. Overall 263 people voluntarily participated in this project and 219 of them finished the screening program. Most of the participants was female, aged from 41-60 years. Blood glucose screening showed that 3.2% had low blood glucose level (<60 mg/dl), 57.3% had normal blood glocose level (60-140 mg/dl), 22.5% had random blood glucose 140-200 mg/dl which categorized as pre DM and almost 20% had random blood glucose more than 200 mg/dl which categorized as DM. Screening and early detection is important for people to prevent DM and implement measures to delay the complecations among people with DM
Edukasi Pengenalan Dan Pencegahan Diabetes Melitus Yanuar Primanda; Ferika Indarwati; Yuni Astuti; Kellyana Irawati; Laili Nur Hidayati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.639 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.906

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis dengan jumlah penderita yang banyak di seluruh dunia yang menimbulkan berbagai komplikasi dan penurunan kualitas hidup. Program pengenalan Diabetes Melitus telah banyak dilakukan, tetapi jumlah penderita Diabetes Melitus terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai Diabetes Melitus tetap perlu dilakukan dengan melibatkan banyak lapisan masyarakat. Telebih di masa pandemi Covid-19 yang membatasi mobilisasi manusia. Implementasi program edukasi yang biasanya dilaksanakan saat kegiatan tatap muka di masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan seperti posyandu, puskesmas dan rumah sakit menjadi sangat terbatas. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengenalkan tentang Diabetes Melitus di masyarakat melalui media online Zoom sehingga dapat menjangkau peserta di berbagai lokasi. Kegiatan ini merupakan implementasi kerjasama antara Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Majelis Kesehatan Pimpinan Ranting Aisyiyah Tamantirto Selatan, dan Bidang Edukasi Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Queensland, Australia. Edukasi dilaksanakan dengan metode presentasi power poin dari narasumber dan diikuti dengan diskusi. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 22 peserta di Yogyakarta, Australia, dan Taiwan. Sebelum edukasi, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan pretest untuk mengukur pengetahuan sebelum edukasi. Setelah edukasi, peserta diberikan posttest dan evaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum dilakukan edukasi, rerata pengetahuan peserta adalah 92 dan setelah dilakukan edukasi, rerata pengetahuan meningkat menjadi 98. Pertanyaan dengan peningkatan rerata skor tertinggi terdapat pada item pertanyaan tentang pengaturan porsi makan pada pasien DM dengan metode piring. Hasil evaluasi proses menunjukkan bahwa 100% peserta sangat setuju bahwa kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan pembicara menguasai materi yang disampaikan. Sebanyak masing-masing 83.3% menyatakan sangat setuju bahwa kegiatan dilaksanakan secara rutin dan mampu memotivasi untuk menjalankan hidup sehat
EDUKASI PENGENALAN DAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS Yanuar Primanda; Ferika Indarwati Indarwati; Yuni Astuti; Kellyana Irawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.43.699

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis dengan jumlah penderita yang banyak di seluruh dunia yang menimbulkan berbagai komplikasi dan penurunan kualitas hidup. Program pengenalan diabetes melitus telah banyak dilakukan, tetapi jumlah penderita diabetes melitus terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai diabetes melitus tetap perlu dilakukan dengan melibatkan banyak lapisan masyarakat. Telebih di masa pandemic Covid-19 yang membatasi mobilisasi manusia, implementasi program edukasi yang biasanya dilaksanakan saat kegiatan tatap muka di masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan seperti Posyandu, Puskesmas dan Rumah Sakit menjadi sangat terbatas. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengenalkan tentang diabetes melitus di masyarakat melalui media online Zoom sehingga dapat menjangkau peserta di berbagai lokasi. Kegiatan ini merupakan implementasi Kerjasama antara Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Majelis Kesehatan Pimpinan Ranting Aisyiyah Tamantirto Selatan, dan Bidang Edukasi Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Queensland, Australia. Edukasi dilaksanakan dengan metode presentasi power poin dari narasumber dan diikuti dengan diskusi. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 22 peserta di Yogyakarta, Australia dan Taiwan. Sebelum edukasi, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan sebelum edukasi. Setelah edukasi, peserta diberikan post-test dan evaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum dilakukan edukasi, rerata pengetahuan peserta adalah 92 dan setelah dilakukan edukasi, rerata pengetahuan meningkat menjadi 98. Pertanyaan dengan peningkatan rerata skor tertinggi terdapat pada item pertanyaan tentang pengaturan porsi makan pada pasien DM dengan metode piring. Hasil evaluasi proses menunjukkan bahwa 100% peserta sangat setuju bahwa kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan pembicara menguasai materi yang disampaikan. Sebanyak masing-masing 83.3% menyatakan sangat setuju bahwa kegiatan dilaksanakan secara rutin dan mampu memotivasi untuk menjalankan hidup sehat.