Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PENDIDIK DALAM MENGHADAPI TEMPER TANTRUM ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Dzia Anjani; Mutiara Fadhila; Winda Primasari
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2019): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v5i2.1804

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisi strategi komunikasi pendidik di Sekolah Alam Bambu Item dalam menghadapi temper tantrum anak berkebutuhan khusus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi komunikasi menurut Effendy serta teori komunikasi antarpribadi dan psikologi komunikasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa komunikasi antara pendidik dengan anak murid berkebutuhan khusus di kelas SNC Sekolah Alam Bambu Item dengan fokus utama yaitu bagaimana strategi komunikasi pendidik dalam menghadapi kejadian tantrum anak berkebutuhan khusus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Library Research, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidik di Sekolah Alam Bambu Item menggunakan strategi komunikasi dalam menghadapi temper tantrum anak berkebutuhan khusus. Strategi komunikasi tersebut dilihat dari tiga komponen yaitu (1) mengenali sasaran komunikasi, (2) penyampaian media komunikasi serta (3) pengkajian tujuan pesan komunikasi. Pendidik menggunakan teknik instruksi dalam melancarkan strategi komunikasi untuk mengurangi temper tantrum.Kata Kunci: strategi komunikasi, anak berkebutuhan khusus, komunikasi antar pribadi.
Makna Warrior bagi penggiat Ketofastosis Lifestyle Winda Primasari; Heri Yusup
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2020): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v6i1.2008

Abstract

Ketofastosis Indonesia (KFI) adalah sebuah komunitas yang mengusung pola hidup sehat dan berkembang pesat. Salah satu keunikan dari KFI adalah sebutan warrior bagi para penggiat Ketofastosis Lifestyle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dari istilah warrior bagi para penggiat ketofastosis lifestyle yang tergabung di dalam grup Whatsapp. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengambilan data melalui wawancara mendalam secara langsung dan melalui Whatsapp serta pengamatan interaksi yang terjadi di dalam grup Whatsapp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kategori warrior yang membedakan posisi atau kedudukan seorang penggiat ketofastosis lifestyle di dalam komunitas. Adapun kedua kategori tersebut adalah warrior pemula dan warrior mentor. Pembedaan kedua kategori didapat berdasarkan orientasi tujuan, pola interaksi dan significant others.
AN ANALYSIS TOWARD FANBOY’S SELF-DISCLOSURE Salmaa Dwi Riyani; Winda Primasari
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 12 No. 1 (2023): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v12i1.5857

Abstract

This study aims to provide an overview toward fanboys’ self-disclosure. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The present research uses a descriptive qualitative approach. Besides interviewing four informants, the researchers describe the forms of self-disclosure they show in social media such as Instagram and WhatsApp status. The results of the present study shows that by becoming K-Pop fans, teenage boys feel happy doing fanboying activities. The informants reveal their identities as fanboys and develop their thoughts and feelings liking the BTS boyband on social media. By posting on social media, these teenage boys say that they feel better and people do not think that being a fanboy is deviant.
Stories of Resilience and Communication in the Face of Stigma Winda Primasari; Aulia Diah Safitri; Miftakhudin Miftakhudin
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 18 No. 1 (2026): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v18i1.12071

Abstract

This study explores the experiences of individuals with visual disabilities who often encounter difficulties in accepting themselves due to their physical conditions. It investigates the process of self-acceptance and the nature of their social interactions within the framework of interpersonal communication. The research specifically aims to understand how interactions with people in their surrounding environment contribute to and support the development of self-acceptance. Using a descriptive qualitative approach, the study involved interviews with four participants with visual disabilities—both low vision and total blindness—as well as three key informants who work as social workers. The interview data were recorded, transcribed, and subsequently coded for analysis. The findings indicate that five key aspects of interpersonal communication—openness, empathy, supportive attitudes, positive attitudes, and equality—play a significant role in fostering self-acceptance among individuals with visual disabilities. Overall, the study contributes to the development of communication studies, particularly in expanding understanding of interpersonal communication in relation to the self-acceptance process of people with visual impairments.