Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : CJPP

HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN DISIPLIN KERJA PADA ANGGOTA ORGANISASI X Galih Indro Prahastho; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i04.36413

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan disiplin kerja anggota organisasi X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Penentuan subjek didasarkan pada populasi penelitian yakni 30 subjek. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik sampel jenuh. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala iklim organisasi (25 aitem valid dengan ? : 0,877) dan skala disiplin kerja (17 aitem valid dengan ? : 0,758). Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang positif antara iklim organisasi dengan disiplin kerja anggota organisasi X dengan nilai signifikan 0,000 (Sig < 0,05) dan nilai korelasi sebesar 0,693. Hasil menunjukkan bahwa semakin baik iklim organisasi maka semakin tinggi pula tingkat disiplin kerja anggota organisasi, begitupun sebaliknya. Kata Kunci: iklim organisasi, disiplin kerja, anggota organisasi Abstract This study was aimed to determine the relationship between organizational climate with work discipline of organization member. This study used a correlational quantitative research method. Determination of the subject is based on the study population of 30 subjects. The technique of taking subject uses saturated sampling technique. The instruments in this study used an organizational climate scale (25 valid items with ?: 0,877) and a work discipline scale (17 valid items with ?: 0,758). The data analysis technique used is the Pearson Product Moment correlation. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there is a positive relationship between organizational climate and work discipline of organization member with a significant value of 0,000 (Sig. < 0.05) and a correlation value of 0.693. The results show that the better the organizational climate, the higher the level of work discipline of organization member, and vice versa. Keywords: organizational climate, work dicipline, organizational member
HUBUNGAN ANTARA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA GURU DI YAYASAN X Masyhuda Fahim Akhmada; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i04.37098

Abstract

HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG MENGERJAKAN SKRIPSI SELAMA PANDEMI COVID 19 Jesica Nur Azizah; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i1.39116

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara hardiness dengan stres akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi selama pandemi covid 19. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian berjumlah 231 dengan memiliki kriteria mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya angkatan 2016 2017 yang sedang mengerjakan skripsi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling. Subjek berjumlah 80 mahasiswa dengan rincian angkatan 2016 berjumlah 16 mahasiswa dan angkatan 2017 berjumlah 64, serta 66 berjenis kelamin perempuan dan 14 berjenis kelamin laki-laki. Intrumen yang digunakan yaitu skala hardiness yang disusun berdasarkan pada teori Kobasa dan skala stres akademik yang diadaptasi dari teori Gadzella. Teknik analisis data dilakukan dengan product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara hardiness dengan stres akademik pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi selama pandemi covid 19 dengan nilai signifikasi 0,000 dan nilai korelasi -0,617. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi hardiness, maka semakin rendah stres akademik dan sebaliknya semakin rendah hardiness maka semakin tinggi stres akademik yang dialami mahasiswa. Hal ini disebabkan karena dengan adanya kepribadian hardiness maka mahasiswa dapat mengontrol, mengubah situasi yang menegangkan, memiliki komitmen untuk emnyelesaikan skripsi dengan baik serta menilai bahwa perubahan merupakan suatu tantangan sehingga stres akademik yang dialami mahasiswa menjadi berkurang. Hardiness memberikan sumbangan 38,1% terhadap stres akademik dan 61,9 stres akademik dipengaruhi oleh faktor yang lain. Kata kunci: hardiness, stres akademik, mahasiswa, skripsi, pandemi covid 19. Abstract This research aimed to test empirically the relationship between hardiness and academic stress to college student with their thesis during pandemic covid 19. The method is kuantitatif correlational. The populations in study amounted to 231 with criteria is 2016 and 2017 Psychology college University of Surabaya who work on their thesis. Participant in the study of 80 psychology college University State of Surabaya with details is 16 partisipants for 2016, 64 partisipants for 2017 and 66 female, 14 male. The instrument used in this research is hardiness scale from Kobasa theory and academic stress scale from Gadzella theory. The data analysis technique used to prodect moment pearson. The result showed a significant negative correlation between hardiness and academic stress to college student with their thesis during pandemic covid 19 with significant value 0,000 and correlation value -0,617. The result show the higher hardiness, that lower academic stress and vice versa. This is because students with hardiness personality can control and change the situasions, have commitment to complete their thesis and assess that change is challenge, so academic stress experienced can reduced. Hardiness gives contributions 38,1% to academic stress and 61,9% academic stress is influenced by other factors. Keywords: hardiness, academic stress, college student, thesis, pandemic covid 19
PENGAMBILAN KEPUTUSAN RELIGIUSITAS PADA REMAJA YANG MEMILIKI ORANG TUA BEDA AGAMA Yunus Ilham Firmansyah Priyadi Putra; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i1.40048

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan religiusitas pada remaja yang memiliki orang tua beda agama. Sederhananya, remaja mengambil keputusan salah satu agama yang dianut oleh kedua orang tuanya yang berbeda. Negara Indonesia mewajibkan warganya memeluk agama yang sah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subyek pada penelitian ini berjumlah 5 remaja yang memiliki orang tua beda agama dan tinggal di kota Surabaya dengan rentang usia 12-20 tahun. Subyek pada penelitian ini sedang atau pernah mengalami kebingungan memilih agama. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan wawancara mendalam. Teknik analisis menggunakan interactive model, uraian tahapnya meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek telah melewati serangkaian proses pengambilan keputusan dan menetapi salah satu agama yang legal di Indonesia. Adanya motivasi dan sifat individu yang menuntunnya memeluk salah satu agama dan melampaui kebingungan yang pernah terjadi. Kata Kunci: Pengambilan Keputusan, Religiusitas, Beda Agama Abstract This study aims to determine the process of decision-making on religiosity in adolescents who have parents of different religions. Simply put, adolescents make decisions on one religion which is confronted by their parents of different religions. The Indonesian state requires its citizens to embrace a valid religion. This research uses qualitative research methods with a phenomenological approach. The subjects in this study were 5 adolescents who have parents of different religions and live in the city of Surabaya with an age range of 12-20 years. The subjects in this study are currently or have experienced confusion in choosing religion. The data collection technique in this study used in-depth interviews. The analysis technique uses an interactive model, the stage description includes data reduction, data display (data display), and conclusion drawing (verification). The results showed that the subjects had gone through a series of decision-making processes and fulfilled one of the legal religions in Indonesia. There are motivations and individual traits that lead him to embrace one religion and go beyond the confusion that has ever occurred. Keywords: Decision Making, Religiosity, Different Religion
PERBEDAAN KEKERASAN PSIKOLOGIS YANG DIALAMI DALAM RELASI ROMANTIS DITINJAU DARI GAYA KELEKATAN Ananda Rezky Dwicahyani; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41285

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekerasan psikologis yang dialami dalam relasi romantis ditinjau dari gaya kelekatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif komparasi. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling. Partisipan pada penelitian ini yaitu mahasiswa yang berkuliah di Surabaya, berada dalam relasi romantis, dan pernah atau sedang mengalami kekerasan psikologis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 320 orang. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen yaitu pengalaman kekerasan psikologis dan gaya kelekatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan bantuan SPSS 25.0 for Windows. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Kruskal Wallis. Hasil Uji Kruskal Wallis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kekerasan psikologis yang dialami dalam relasi romantis ditinjau dari gaya kelekatan. Kata Kunci: kekerasan dalam relasi romantis, korban kekerasan psikologis, gaya kelekatan Abstract This study aimed to determine the differences of psychological violence that experienced in a relationship in terms of the attachment style. This study used quantitative comparative method. The sampling technique was purposive sampling. Participants in this study were college students in Surabaya, has a romantic relationship with someone else, and ever got a psychological violence. The data collected in this study by instruments, such as psychological dating violence experience and attachment style.The participants in this study were 320 people. The collected data were analyzed by using SPSS 25.0 for Windows. The data analysis technique was Kruskal Wallis Test. The result of the Kruskal Wallis Test showed a significance value 0,000 < 0,05. The result showed that there were differences in being victims of psychological dating violence in terms of the attachment style. Keywords: intimate partner violence, psychological violence victim, attachment style
HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PEREMPUAN DEWASA AWAL YANG MENGALAMI KELEBIHAN BERAT BADAN Kusuma Purbaningtyas; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41492

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI AGRESI DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA SANTRI PUTRA PONDOK PESANTREN X Zulia Tasnim; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.41590

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi agresi dengan psychological well being pada santri putra di pondok pesantren X. Peraturan pondok pesantren yang cenderung mengarah pada metode tradisional seringkali dianggap sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan bagi santri meskipun sebelumnya sudah terdapat kesepakatan. Hukuman yang bertujuan untuk kedisiplinan yang berbentuk seperti tindakan kekerasan ataupun perilaku agresi membuat timbul persepsi agresi pada santri. Persepsi agresi pada santri putra pondok pesantren X mengakibatkan santri mengalami berbagai permasalahan yang akan mengganggu psychological well being santri. Metode penelitian ini yaitu dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasi. Sampel sebanyak 86 santri putra pondok pesantren X. Instrumen yang digunakan yaitu skala psychological well being dari Ryff dan skala agresivitas dari Buss dan Perry. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan product moment pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan negatif antara persepsi agresi dan psychological well being. Hubungan negatif dengan nilai signifikasi 0,000 dan nilai korelasi -0,490 yang memiliki arti bahwa semakin tinggi persepsi agresi santri maka semakin rendah psychological well being yang dimiliki. Persepsi agresi menyumbangkan sebesar 24% dari psychological well being yang dibuktikan dengan analisis regresi yang menunjukkan nilai r square sebesar 0,240 yang berarti 76% psychological well being lainnya berasal dari selain persepsi agresi santri. Kata Kunci: Psychological Well Being, Persepsi Agresi, Pondok Pesantren Abstract This study aimed to determine the relationship between perceptions of aggression and psychological well being of male students in Islamic boarding school X. The rules of the Islamic boarding school that tend to lead to traditional methods are often regarded as something that is unpleasant to the santri even though there has been an agreement previously. Punishment which aims to discipline in the form of acts of violence or aggression behavior creates a perception of aggression in the santri. The perception of aggression among male students of Islamic boarding school X resulted in the students experiencing various problems that would disrupt the psychological well being of the students. This research method is a quantitative approach with correlation techniques. The sample consisted of 86 male students of Islamic boarding school X. The instruments used were the psychological well being scale from Ryff and the aggressiveness scale from Buss and Perry. The data analysis technique of this research uses the product moment pearson. A negative relationship with a significance value of 0.000 and a correlation value of -0.490 which means that the higher the students' perception of aggression, the lower their psychological well being. Aggression perception contributes 24% of psychological well being as evidenced by regression analysis which shows the value of r square of 0.240 which means 76% of other psychological well being comes from other than students' perceptions of aggression. Keywords: Psychological Well Being, Perception of Aggression, Islamic Boarding School
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA PEREMPUAN Septy Wahyu Dianningrum; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.42611

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan kepercayaan diri pada remaja perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kuantitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pelajar SMAN 1 Kedungadem dengan kriteria berjenis kelamin perempuan dan berada di kelas X. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu simple random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala Likert dengan empat pilihan jawaban. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan anlisa korelasi product moment dengan bantuan SPSS 22.0 for windows, metode ini dipilih karena bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan kepercayaan diri. Hasil analisis data menunjukkan nilai korelasi sebesar 0.315 (r hitung > r tabel) dengan interval antara 0.21-0.40, hal tersebut berarti terdapat hubungan yang rendah dengan arah positif antara citra tubuh dan kepercayaan diri pada remaja perempuan. Kata Kunci : Citra Tubuh, Kepercayaan diri, Remaja Perempuan. Abstract This study was conducted to know correlation between body image and self-confident on teenage girl. The subject of this study is teenage girl students at X class of SMAN 1 Kedungadem. The method used to get sample was simple random sampling. The instrument to collect data are Likert scale with four choices. The study used correlation analysis product moment with SPSS 22.0 for windows to analysis data who have collected, this method chosen because to know correlatin between body image and self-confident. The result of analysis data show the correlation value 0.315 (r count > r table) with interval between 0.21-0.40, it means there is low correlation with positive direction between body image and self-confident on teenage girl. Keywords: Body Image, Self-Confidence, Teenage Girls.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN PERILAKU CYBERLOAFING PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Mochammad Yoga Aditya Pratama; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44551

Abstract

Abstrak Masa pandemi yang terjadi menyebabkan perubahan yang cukup signifikan di beberapa sektor, terutama di sektor pendidikan. Perubahan proses belajar dari luring menjadi daring menyebabkan intensitas akses internet pada gadget menjadi meningkat, bahkan seringkali dilakukan saat perkuliahan berlangsung. Penggunaan internet yang tidak relevan dengan perkuliahan menyebabkan terganggunya fokus mahasiswa terhadap perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini dilakukan terhadap 315 mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya angkatan 2018, 2019, dan 2020. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi pearson product moment yang menunjukkan adanya hubungan antara regulasi diri dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya. Hasil penelitian ini memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,005) dan nilai koefisien korelasi sebesar -0,332 yang menandakan adanya hubungan yang signifikan dengan arah hubungan negatif antara regulasi diri dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa Psikologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi diri memiliki hubungan yang signifikan namun tidak terlalu kuat pengaruhnya terhadap perilaku cyberloafing pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya. Kata Kunci : Regulasi diri, perilaku cyberloafing, mahasiswa. Abstract The pandemic caused significant changes in several sectors, especially in the education sector. Changes in the learning process from offline to online cause the intensity of internet access to gadgets to increase, even often done during lectures. The use of the internet that is not relevant to the lecture causes disruption of the student's focus on the lecture. This research aims to find out the relationship between self-regulation and cyberloafing behavior in students of the Department of Psychology of Surabaya State University. This study was conducted on 315 psychology students of Surabaya State University in the class of 2018, 2019, and 2020. The data analysis technique used in this study is a pearson product moment correlation test that shows a relationship between self-regulation and cyberloafing behavior in Psychology students of Surabaya State University. The results of this study obtained a significance value of 0.000 (p < 0.005) and a correlation coefficient value of -0.332 which indicates a significant relationship with the direction of the negative relationship between self-regulation and cyberloafing behavior in Psychology students. The results of this study showed that self-regulation has a significant but not very strong association in cyberloafing behavior in Psychology students of Surabaya State University. Keywords: Self regulation, cyberloafing behavior, college student.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMA DI MASA PANDEMI COVID-19 Winda Ariyani; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44859

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan sosial orang tua dengan kemandirian belajar siswa SMA di masa pandemi Covid-19. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X. Subjek pada penelitian ini yaitu sebanyak 125 siswa yang terdiri dari 58 siswa laki-laki dan 67 siswa perempuan dengan rata-rata usia 15-16 tahun. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu menggunakan skala kemandirian belajar dan skala persepsi dukungan sosial orang tua. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 26.0 for window yaitu menunjukkan sig. (2-tailed) ialah sebesar 0,015 (p<0,005) dan memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,217. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara persepsi dukungan sosial orang tua dengan kemandirian belajar siswa SMA X. Jika dukungan sosial yang diberikan orang tua tinggi maka kemandirian belajar pada siswa meningkat. Begitupun sebaliknya jika orang tua memberikan dukungan sosial yang rendah, maka kemandirian belajar pada siswa akan menurun. Kata Kunci: Kemandirian belajar, dukungan sosial orang tua, pandemi Covid-19 Abstract This study aims to determine the relationship between perceptions of parental social support and learning independence for high school students during the Covid-19 pandemic. The approach used in this research is quantitative with the type of correlation research. The population in this study were all students of class X. The subjects in this study were 125 students consisting of 58 male students and 67 female students with an average age of 15-16 years. The sampling technique was using saturated sampling. The research instrument used is the scale of learning independence and the scale of perceptions of parental social support. The data analysis technique used is the Pearson Product Moment correlation test with the help of SPSS 26.0 for window which shows sig. (2-tailed) is 0.015 (p < 0.005) and has a correlation coefficient of 0.217. The results of the hypothesis test show that there is a significant and positive relationship between the perception of parental social support and the learning independence of SMA X students. If the social support provided by parents is high, the learning independence of students will increase. On the other hand, if parents provide low social support, the learning independence of students will decrease. Keywords : Independent learning, parental social support, the Covid-19 pandemic.