Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH KERJASAMA TIM DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KADER POSYANDU UPT PUSKESMAS KECAMATAN CIRUAS Andara, Adissya Maya; Sandra, Mela; Palahiyah, Palahiyah; Febriyani, Shoma; Nugrahaeni, Indina Dhesta; Yulia, Lika
ECONOMIST: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/economist.v2i3.145

Abstract

Kinerja merujuk pada pencapaian atau tingkat kesuksesan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan dalam periode waktu tertentu, dibandingkan dengan berbagai standar, sasaran, target, atau kriteria yang telah disepakati sebelumnya. Kinerja kader Posyandu di wilayah puskesmas kecamatan Ciruas menunjukkan beberapa aspek positif, namun terdapat beberapa faktor penghambat peningkatan kinerja. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah meningkatnya beban tugas. Kader Posyandu memiliki banyak tugas kecil, namun upah yang mereka terima tidak sebanding dengan beban tersebut. Penurunan kinerja kader Posyandu dapat terjadi akibat peningkatan beban tugas tanpa kompensasi yang memadai serta kurangnya kerjasama tim yang baik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 78 kader posyandu di UPT Puskesmas Kecamatan Ciruas. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Kerjasama Tim (X1) berpengaruh secara positif terhadap Kinerja Kader Posyandu. Serta variabel Lingkungan Kerja (X2) berpengaruh positif terhadap Kinerja Kader Posyandu. Kemudian secara simultan variabel Kerjasama Tim (X1) dan Lingkungan Kerja (X2) terhadap Kinerja Kader Posyandu (Y)  
Pengaruh WorkLife Balance, Dukungan Organisasi, dan Motivasi Kerja terhadap Burnout pada Karyawan Gen Z di Perusahaan Start Up: Studi Kasus Codero Nugrahaeni, Indina Dhesta; Febriyani, Shoma; Palahiyah, Palahiyah; Andara, Adissya Maya; Haidir, Novia Ardila
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh worklife balance, dukungan organisasi dan motivasi kerja terhadap burnout, baik secara parsial maupun simultan. Fenomena dalam penelitian ini meliputi: (1) Seberapa besar pengaruh worklife balance terhadap burnout, (2) Seberapa besar pengaruh dukungan organisasi terhadap burnout, (3) Seberapa besar motivasi kerja terhadap burnout, dan (4) Seberapa besar pengaruh worklife balance, dukungan organisasi dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap burnout. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 42 karyawan Generasi Z di Codero. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Worklife Balance, Dukungan Organisasi, dan Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Burnout. semakin tinggi Worklife Balance yang dirasakan oleh responden, semakin tinggi pula tingkat Burnout yang dialami. Implikasinya, peningkatan dukungan organisasi yang diterima karyawan justru diiringi dengan kenaikan tingkat kelelahan emosional (burnout) yang dialami. Dan semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki karyawan, semakin besar pula potensi munculnya burnout. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap Burnout. Temuan ini menyiratkan bahwa meskipun Worklife Balance, Dukungan Organisasi, dan Motivasi Kerja umumnya dianggap sebagai faktor protektif, dalam konteks spesifik startup Codero, ketiganya justru berkontribusi terhadap peningkatan Burnout. Hal ini diduga kuat karena tingginya tuntutan kerja, budaya kerja yang intens, dan ekspektasi kinerja yang tinggi, di mana keseimbangan, dukungan, dan motivasi yang dirasakan justru dapat memicu tekanan berlebih dan kelelahan kronis (burnout) jika tidak dikelola dengan tepat.
Peran Pemanfaatan Platform Digital dalam Penerapan Ekonomi Digital sebagai Strategi Peningkatan Pendapatan UMKM Pengolahan Tempe di Kelurahan Banjarsari, Kampung Sewor RT.01/RW.04 Adissya Maya Andara; Saripudin Saripudin; Fajar Nasrullah; Widiya Ratu Ayu; Abdurrohman Abdurrohman
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12554

Abstract

Perkembangan ekonomi digital membuka peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing dan pendapatan melalui pemanfaatan platform digital. Namun, UMKM pengolahan tempe berskala rumah tangga masih banyak mengandalkan pemasaran konvensional sehingga manfaat transformasi digital belum diperoleh secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pemanfaatan platform digital dalam penerapan ekonomi digital sebagai strategi peningkatan pendapatan UMKM pengolahan tempe di Kampung Sewor RT.01/RW.04, Kelurahan Banjarsari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Informan dipilih secara purposif, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan transkripsi, pengodean, pengelompokan tema, interpretasi, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM belum memanfaatkan media sosial, marketplace, maupun website sebagai sarana pemasaran dan penjualan. Kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi keterbatasan literasi digital, tetapi terutama oleh karakteristik tempe bercampur santan yang memiliki daya simpan pendek dan berisiko mengalami penurunan kualitas selama pengiriman. Peningkatan pendapatan masih mengandalkan jaringan distribusi luring melalui sistem mitra kontrak yang menjangkau beberapa wilayah. Sistem ini memberikan kepastian pasar, tetapi menghadapi fluktuasi permintaan, keterbatasan pengembangan pasar, dan belum adanya identitas merek. Pemanfaatan platform digital tetap berpotensi meningkatkan pendapatan apabila didukung inovasi pengemasan, penguatan branding, pemanfaatan kanal promosi lokal, dan pendampingan digital berkelanjutan yang sesuai dengan karakteristik produk.