Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN PARITAS DENGAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN Laili, Hasnia Nur; Sudaryanti, Lestari; Jihan, Ahmad Syah
Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i2.710

Abstract

Selaput ketuban yang membatasi rongga amnion terdiri atas amnion dan korion yang erat ikatannya. Lapisan ini terdiri atas beberapa sel seperti sel epitel, sel mesenkim, damsel trofoblas yang terikat dalam matriks kolagen. Selaput ketuban berfungsi menghasilkan air ketuban dan melindungi janin terhadap infeksi. Dalam keadaan normal selaput ketuban pecah dalam proses persalinan. Ketuban pecah dini adalah keadan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan.Desain penelitian ini adalah correlational dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 133 orang yang diambil dari 200 populasi ibu bersalin yang mengalamai ketuban pecah dini di RSIA Nyai Ageng Pinatih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan melalui lembar observasi kemudian dianalisa denga uji rank spearman dengan kemaknaan α = 0.05.Hasil penelitian menunjukkan hubungan paritas dengan ketuban pecah dini. Dari hasil uji statistik rank spearman berdasarkan signifikasi 5% (α=0,05) didapatkan hasil nilai ρ <  α (0,025 < 0,05) yang berarti H0 ditolak H1 diterima ada hubungan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini usia kehamilan < 37 minggu dan ≥ 37 minggu pada ibu bersalin di RSIA Nyai Ageng Pinatih.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini usia kehamilan < 37 minggu dan ≥ 37 minggu pada ibu bersalin di RSIA Nyai Ageng Pinatih. Kata kunci :Paritas, Ketuban Pecah Dini, Ibu BersalinDOI: 10.5281/zenodo.2629473
Gambaran faktor-faktor penyebab pernikahan dini pada wanita di desa Gedhangkulud, Cerme, kabupaten Gresik tahun 2016 Sudaryanti, Lestari
Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i2.718

Abstract

AbstrakSurvei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan rata-rata kelahiran pada remaja ASFR (Age Specific Fertility Rate) usia 15 – 19 tahun. Data pencatatan pernikahan di Desa Gedang Kulut pada tahun 2015, menunjukkan 83.3% dari seluruh pernikahan melibatkan perempuan berusia kurang dari 20 tahun dan 47.8% pada usia kurang dari 18 tahun. Penelitian ini bertujuan melakukan survei mengenai faktor yang berhubungan dengan alasan dari responden melakukan pernikahan pada usia dini, yang meliputi tingkat pendidikan, budaya, persepsi terhadap orang tua, tingkat pengetahuan dan nilai virginitas.Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 221 wanita yang pernah menikah dibawah umur 20 tahun, diambil pada masing- masing dusun secara accidental sampling. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dari masing-masing variabelHasil survei terhadap responden mengungkapkan terdapat 69,2% menikah pertama kali pada usia kurang dari 20 tahun (pernikahan dini). 80,1%  mempunyai pendidikan  yang  rendah (tidak sekolah,  jenjang  pendidikan  SD  dan  SMP), 87,8% menganut  budaya  yang  buruk, 54,3% mempunyai  persepsi terhadap orang  tua  yang  buruk, 53,8% mempunyai tingkat pengetahuan yang baik dan 62% mempunyai nilai virginitas yang  baik. Penyuluhan dan Edukasi tentang kesehatan reproduksi bagi  remaja  yang  lulus  SMP  dan SMA sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan pernikahan diniKata kunci: pernikahan dini, tingkat pendidikan, budaya, persepsi terhadap orang tua, tingkat pengetahuan, nilai virginitas DOI: 10.5281/zenodo.2629481
SYSTEMATIC REVIEW: THE RELATIONSHIP BETWEEN MOTHER'S AGE AND HYPERTENSION IN PREGNANCY Yanata, Tsana Vania; Lestari Sudaryanti
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 9 No. 1 (2025): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, January 2025
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v9i1.2025.14-24

Abstract

Background: The high maternal mortality rate is caused by a high risk of pregnancy. High risk is a condition that can endanger the mother and fetus and is associated with pregnancy, childbirth and the puerperium. 90% of maternal deaths are caused by obstetric risk complications and increasing 15% in mothers who have risk factors. Hypertension in pregnancy is a high risk for pregnant women and can be caused by several risk factors. Several risk factors of hypertension in pregnancy are age, history of hypertension, family support, and stress levels. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age and the incidence of hypertension in pregnancy. Method: This research is a systematic review with inclusion criteria are Indonesian journal from 2020 – 2022, full article, and open access. Researchers will exclude any other journal not in Indonesian or English, not an open acces article and not a research study of mother’s age and hypertension in pregnancy. This research is a literature study using descriptive method and conducting journal searches on several scientific websites with keywords relationship, factors, age, and hypertension in pregnancy. Results: Based on a literature study of the 5 journals found, it was found most of the mothers are at risk of experiencing hypertension in pregnancy. Age at risk is more susceptible to experiencing hypertension in pregnancy, it is caused by the development of reproductive organs that are not optimal enough in mothers who are too young and degenerative processes in old mothers. Conclusion: Age at risk or < 20 years and > 35 years has a significant relationship with hypertension in pregnancy.
The Relationship between Knowledge Level and Attitude About Leucorrhoea with Vaginal Prevention Behavior in Adolescents Nita Yulia, Eli; Umiastuti, Pirlina; Sudaryanti, Lestari
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 1 No 5 (2022): KESANS : International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v1i5.62

Abstract

Background: Adolescents are a population group aged 10-19 years. Knowledge and attitudes of young women about vaginal discharge affect the behavior of preventing vaginal discharge which aims to maintain the cleanliness of the genital organs. Normal physiological vaginal discharge is white or clear. Abnormal vaginal discharge is characterized by changes in color, consistency, volume, odor, and may be associated with symptoms of itching, pain, dysuria, pelvic pain, or intermenstrual or postcoital bleeding. Methods: This research method is an analytic observational cross-sectional. The number of samples was 107 students of class XI with a sampling technique using total sampling. The independent variable used is the level of knowledge and attitudes about vaginal discharge in SMA Negeri 1 Umbulsari, the dependent variable is the behavior of preventing vaginal discharge in adolescents at SMA Negeri 1 Umbulsari. The instrument used is a questionnaire. Data analysis includes univariate and bivariate analysis using the chi square test. Results: The results showed that most of the students' knowledge had a pretty good category of 64.5%. The attitude variable in the category of moderately agrees is 65.4%. The behavior of preventing vaginal discharge as much as 56.1% had good vaginal discharge prevention behavior. The results of thetest of the chi square relationship between knowledge and attitude towards whiteness p = 0.00 (p < 0.05). The relationship between vaginal discharge attitudes and vaginal discharge prevention behavior was p = 0.031 (p < 0.05). Conclusion: These data indicate that there is a relationship between the level of knowledge and the attitude of vaginal discharge and there is a relationship between attitudes and behavior to prevent vaginal discharge. Keywords: knowledge; attitude; behavior to prevent vaginal discharge
HUSBAND'S SUPPORT WITH ADHERENCE TO THE INJECTION SCHEDULE FOR MOTHERS Fadliyah, Lailatul; Indra Puspitaningtyas, Danty; Mardhika , Amellia; Tyas, Anestasia Pangestu Mei; Sulpat , Emulliana; Sudaryanti, Lestari
Journal of Vocational Nursing Vol. 4 No. 2 (2023): OCTOBER 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v4i2.48827

Abstract

Introduction: Contraception is a method or tool used to prevent pregnancy. Injectable contraception is a type of hormonal contraceptive method. Contraceptive failure is the main source of unwanted pregnancies, failures can be caused by a lack of support from the closest people. The study aimed to determine the relationship between husband's support and adherence to repeat contraceptive injections by mothers. Methods: This research is analytic research with a cross-sectional design. The study population was 219 couples of childbearing age who were injectable contraceptive acceptors. The sample technique is purposive sampling, with a total sample of 40 couples of childbearing age. For data collection techniques researchers use a questionnaire. The analytical test used is the Chi Square Test. Results: Results showed that 28 respondents received high support from their husbands (70%), and 33 respondents adhered to repeat injection contraceptive visits (82.5%). Results of bivariate analysis with Chi Square obtained p value = 0.000. Conclusions: There is a relationship between husband's support and compliance with injection contraceptive repeat visits. Health education is needed for the husband and family to support regular repeat visits to minimize the occurrence of contraceptive failure.
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN Laili, Hasnia Nur; Sudaryanti, Lestari; Jihan, Ahmad Syah
Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i2.710

Abstract

Selaput ketuban yang membatasi rongga amnion terdiri atas amnion dan korion yang erat ikatannya. Lapisan ini terdiri atas beberapa sel seperti sel epitel, sel mesenkim, damsel trofoblas yang terikat dalam matriks kolagen. Selaput ketuban berfungsi menghasilkan air ketuban dan melindungi janin terhadap infeksi. Dalam keadaan normal selaput ketuban pecah dalam proses persalinan. Ketuban pecah dini adalah keadan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan.Desain penelitian ini adalah correlational dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 133 orang yang diambil dari 200 populasi ibu bersalin yang mengalamai ketuban pecah dini di RSIA Nyai Ageng Pinatih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan melalui lembar observasi kemudian dianalisa denga uji rank spearman dengan kemaknaan α = 0.05.Hasil penelitian menunjukkan hubungan paritas dengan ketuban pecah dini. Dari hasil uji statistik rank spearman berdasarkan signifikasi 5% (α=0,05) didapatkan hasil nilai ρ <  α (0,025 < 0,05) yang berarti H0 ditolak H1 diterima ada hubungan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini usia kehamilan < 37 minggu dan ≥ 37 minggu pada ibu bersalin di RSIA Nyai Ageng Pinatih.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini usia kehamilan < 37 minggu dan ≥ 37 minggu pada ibu bersalin di RSIA Nyai Ageng Pinatih. Kata kunci :Paritas, Ketuban Pecah Dini, Ibu BersalinDOI: 10.5281/zenodo.2629473
Gambaran faktor-faktor penyebab pernikahan dini pada wanita di desa Gedhangkulud, Cerme, kabupaten Gresik tahun 2016 Sudaryanti, Lestari
Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i2.718

Abstract

AbstrakSurvei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan rata-rata kelahiran pada remaja ASFR (Age Specific Fertility Rate) usia 15 – 19 tahun. Data pencatatan pernikahan di Desa Gedang Kulut pada tahun 2015, menunjukkan 83.3% dari seluruh pernikahan melibatkan perempuan berusia kurang dari 20 tahun dan 47.8% pada usia kurang dari 18 tahun. Penelitian ini bertujuan melakukan survei mengenai faktor yang berhubungan dengan alasan dari responden melakukan pernikahan pada usia dini, yang meliputi tingkat pendidikan, budaya, persepsi terhadap orang tua, tingkat pengetahuan dan nilai virginitas.Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 221 wanita yang pernah menikah dibawah umur 20 tahun, diambil pada masing- masing dusun secara accidental sampling. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dari masing-masing variabelHasil survei terhadap responden mengungkapkan terdapat 69,2% menikah pertama kali pada usia kurang dari 20 tahun (pernikahan dini). 80,1%  mempunyai pendidikan  yang  rendah (tidak sekolah,  jenjang  pendidikan  SD  dan  SMP), 87,8% menganut  budaya  yang  buruk, 54,3% mempunyai  persepsi terhadap orang  tua  yang  buruk, 53,8% mempunyai tingkat pengetahuan yang baik dan 62% mempunyai nilai virginitas yang  baik. Penyuluhan dan Edukasi tentang kesehatan reproduksi bagi  remaja  yang  lulus  SMP  dan SMA sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan pernikahan diniKata kunci: pernikahan dini, tingkat pendidikan, budaya, persepsi terhadap orang tua, tingkat pengetahuan, nilai virginitas DOI: 10.5281/zenodo.2629481