Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Pompa Air Tenaga Surya DC di Mata Air Aroen, Kabupaten Manatuto, Timor Leste Budiman Kamil; Jaka Windarta; Oo Abdul Rosyid
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 3, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2022.14266

Abstract

Teknologi Pompa Air Tenaga Surya (PATS) saat ini dapat menjadi solusi penyediaan air untuk keperluan rumah tangga yang ramah lingkungan tertama di daerah terpencil yang belum tersedia listrik. Desain sistem yang tepat sangat tergantung pada kondisi geografis, penyinaran matahari yang tersedia, kebutuhan air domestik dan konfigurasi yang tepat dari sistem yang diusulkan. Oleh karena itu, tujuan dari studi ini adalah untuk membuat desain Pompa Air Tenaga Surya submersibel DC yang optimal yang mampu memasok sistem pompa surya untuk memenuhi kebutuhan air domestik dari desa terpencil yang terletak di kabupaten Manatuto, Timor Leste. Pendekatan rinci untuk desain PATS, disimulasikan berdasarkan data kebutuhan air penduduk dari hasil survei. Selain itu, studi desain PATS dilakukan dengan memperhatikan kondisi geografis. Berdasarkan kondisi tersebut dan letak pemukiman, maka desain sistem pemasokan air direncanakan menggunakan 2 metoda yaitu dengan sistem pemompaan dan sistem gravitasi. Dari hasil perhitungan jarak dan ketinggian antara sumber air dengan pemukiman penduduk yang membutuhkan pompa dengan total head statis yang besar tetapi debit kecil, maka jenis pompa yang cocok adalah pompa submersibel rotor heliks dengan arus DC. Hal ini karena listrik dari panel surya adalah listrik DC sehingga akan lebih efisien jika menggunakan pompa DC. Selain itu Pompa DC memiliki keunggulan lebih efisien karena memberikan output maksimum dengan panel surya yang lebih sedikit. Pompa surya AC membutuhkan lebih banyak panel surya karena listrik harus diubah menjadi AC untuk digunakan. Akibatnya, efisiensi sistem berkurang.
Solar power plant on the rooftop of the Diponegoro University Rectorate: a technical and economic study Jaka Windarta; Asep Yoyo Wardaya; Singgih Saptadi
Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol 12, No 4: August 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/eei.v12i4.3497

Abstract

Diponegoro University's Rectorate building uses electricity from the National Electricity Company with a S2 social subscription type of 105 kVA. The designed solar power plant has a capacity of 25 kW, or 25% of the installed electrical capacity. This research aims to compare the solar panels and inverter configurations that will be used in solar power plants. Moreover, this study aims to find out which configuration will provide the best results and the biggest savings. Technical analysis is carried out with the photovoltaic system (PVSyst) software to calculate the energy produced by solar panels, inverter losses, and other results. On the other hand, economic analysis is carried out with RetScreen software to calculate net present value (NPV), benefit cost ratio (BCR), and payback period (PP). Based on the PVSyst simulation results, the estimated energy production for each variant is 39,684 kWh; 39,633 kWh; 39,507 kWh; and 39,446 kWh. The first variant has the biggest performance ratio value of 84.1%. Based on the Retscreen calculation result, the third variant has an NPV value of $22,698, a BCR value of 2, and a PP of 8.7 years, which has the best result and the highest advantages.
Overview Pemanfaatan dan Perkembangan Sumber Daya Energi Surya Sebagai Energi Terbarukan di Indonesia Ferdyson Ferdyson; Jaka Windarta
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 4, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2023.15714

Abstract

Tingginya potensi sumber daya energi surya di Indonesia membuat pemerintah Indonesia berupaya untuk terus meningkatkan pemanfaatan sumber energi surya untuk pembangkit listrik. Upaya untuk mengurangi energi primer yang berasal dari fosil selain dari berkurangnya cadangan batubara, juga disebabkan karena pengaruh emisi gas buang batubara. penggunaan energi primer yang berasal dari fosil dalam setiap perubahan bentuk energinya menyebabkan peningkatan emisi gas karbondioksida sehingga bisa berakibat rusaknya lingkungan dan perubahan iklim. Dalam makalah ini penulis memfokuskan untuk melihat kebijakan pemerintah dalam mengatur sumber daya energi nasional, gambaran tentang pemanfaatan dan perkembangan sumber energi surya di Indonesia dengan menunjukkan data-data yang didapatkan dari jurnal-jurnal lokal maupun internasional. Diharapakan dari makalah ini dapat membantu memberikan informasi terkait pemanfaatan dan perkembangan sumber energi primer dari matahari.
Pemanfaatan Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Jaka Windarta; Hartuti Purnaweni; Asep Yoyo Wardaya
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 4, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2023.16965

Abstract

Sumber energi yang paling banyak dimanfaatkan oleh teknologi penunjang kehidupan manusia saat ini adalah energi listrik. Kondisi geografis Indonesia yang sangat luas mengakibatkan distribusi energi listrik belum dapat menyeluruh merambah hingga ke desa. Secara tidak langsung ketersediaan sumber energi listrik mempengaruhi laju pembangunan infrastruktur pada suatu daerah. Salah satu daerah yang belum terjangkau oleh energi listrik adalah Wisata Mangrove dan Reservat Kepiting Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Desa Mojo merupakan salah satu alternatif tempat wisata di Kabupaten Pemalang, akan tetapi belum terdapat fasilitas umum seperti penerangan jalan, pompa air bersih dan bangunan permanen di Wisata Mangrove dan Reservat Kepiting Desa Mojo, kondisi ini antara lain diakibatkan belum terdapatnya sumber energi listrik. Berangkat dari kondisi tersebut tim pengabdian masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro sebagai pengusul bekerjasama dengan Mitra Pokdarwis dan Mitra Pokmaswas Desa Mojo sebagai penerima, merencanakan inisiasi PLTS sebagai sumber energi listrik terbarukan yang dapat diimplementasikan di Wisata Mangrove dan Reservat Kepiting Desa Mojo. PLTS ini rencananya di pasang pada 3 titik yang tersebar di lokasi wisata. Lokasi penempatan titik PLTS diantaranya adalah : Pintu Dermaga 1 Keberangkatan, Pintu Dermaga 2 Kedatangan dan Gazebo. PLTS yang digunakan akan menggunakan konfigurasi off – grid, kapasitas pembangkitan setara 400 Wp, dilengkapi baterai 2 × 60 Ah menggunakan inverter berkapasitas 1 × 1000 VA. Selain melakukan instalasi dan diseminasi teknologi PLTS di Desa Mojo, Pemalang akan dilakukan juga pemberdayaan masyarakat agar dapat mengoperasikan dan merawat PLTS secara swadaya. Dengan ketersediaan sumber energi listrik di Wisata Mangrove dan Reservat Kepiting Desa Mojo diharapkan dapat memacu laju pembangunan infrastruktur, sehingga dapat berdampak pula pada peningkatan daya tarik Wisata Mangrove dan Reservat Kepiting Desa Mojo sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pemalang serta meningkatkan ekonomi masyarakat anggota Pokdarwis dan Pokmaswas Desa Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang.
Potential microgrid model based on hybrid photovoltaic/wind turbine/generator in the coastal area of North Sumatra Habib Satria; Rahmad Syah; Dadan Ramdan; Muhammad Khahfi Zuhanda; Jaka Windarta; Syafii Syafii; Almoataz Youssef Abdelaziz
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 34, No 2: May 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v34.i2.pp768-776

Abstract

The high potential for renewable energy in the North Sumatra region, especially the coast of the Belawan area, needs to be exploited properly. The design that will be carried out is to explore the potential in coastal areas by simulating microgrid systems and hybrid system-based electricity installations. The method that will be used is to find the accuracy of strategic location points by considering the panel surface temperature which will later influence the power output of the power plant. Then find the ideal installation location as a reliable system when irregular climate conditions occur, of course this phenomenon will have a significant effect on energy balance and energy conversion, especially in coastal areas. The potential for installation construction will be carried out with a hybrid system using power sources from photovoltaics, wind turbines and diesel generators assisted by HOMER Pro software. The results of testing with simulations and information data that have been recorded in the software can later be used as a benchmark in planning electrical installations and also for identifying microgrid protection challenges. Then the measurement results that have been obtained for the installation of a hybrid-based microgrid system on Photovoltaic (PV) are DC output power of 618.80 W with measurements of sunny weather conditions, then the potential wind speed on the wind turbine reaches 5 m/s and the potential use of a diesel generator reaches 40% with power output capacity 1 kW.
Grand Design and Economic Analysis of Solar-Wind Hybrid Renewable Energy Systems in MSTP Jepara Denis Denis; Jaka Windarta; Vicky Prasetia; Gladys Datita Nathania; Richad Juven Hariara; Ahmad Arif Razaqi
Infotekmesin Vol 15 No 1 (2024): Infotekmesin: Januari, 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v15i1.1789

Abstract

Marine Science Techno Park (MSTP) Jepara is a center of technology implementation aimed to encourage community economy development in the maritime sector. At present, Marine Science Techno Park (MSTP) Jepara’s electrical energy source is supplied by Perusahaan Listrik Negara (PLN), with coal-powered steam turbine generators as the main source of electrical energy generation. Therefore, a cleaner and more sustainable means of electrical energy generation is needed to fulfill the high energy demand. With this in mind, Universitas Diponegoro, as the proposer, in collaboration with MSTP Jepara, as the recipient, proposes the initiation of Hybrid Renewable Energy Systems (HRES) Power Plant construction as a way of obtaining an environmentally friendly and sustainable source of energy in this research as well as addressing the issues in the previous HRES simulations and implementations. This article will discuss various scenarios, their feasibility for implementation, and the economic returns gained from HRES installation on-site.