Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN GIGI ANAK USIA PRA SEKOLAH MELAUI STORYTELLING SAKIT GIGI Widiani, Esti; Hidayah, Nurul; Retnowati, Lucia; Pujiastuti, Nurul
Jurnal LINK Vol 19 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v19i1.9199

Abstract

Anak usia pra sekolah sebagian besar memiliki literasi yang kurang tentang pemeliharaan kesehatan gigi, sehingga peran serta aktif dalam perawatan gigi kurang. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan literasi anak usia prasekolah tentang kesehatan gigi melalui storytelling pada 16 siswa. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari 3(tiga) tahap yang meliputi pengkajian, edukasi, dan evaluasi. Tahap pengkajian dilakukan dengan mengkaji kondisi gigi dan perilaku menyikat gigi. Tahap edukasi dilakukan melalui metode storytelling berjudul sakit gigi dengan media lembar balik sebanyak 17 lembar yang berisi gambar berwarna dan sedikit tulisan. Tahap evaluasi dilakukan dengan menanyakan pada siswa TK kesiapan dan komitmen peran serta aktif perawatan gigi. Hasil kegiatan dan evaluasi anak memiliki kesiapan dan berkomitmen untuk aktif berperan serta dalam perawatan gigi. Anak juga bersedia dan tidak akan takut untuk periksa gigi ke pusat pelayanan kesehatan gigi jika ada permasalahan pada giginya. Kegiatan storytelling sakit gigi ini mampu meningkatkan literasi kesehatan gigi dengan membantu anak mendapatkan pengetahuan informasi kesehatan gigi dan membantu membuat keputusan untuk siap berperan serta aktif dalam perawatan gigi.
Edukasi Massage Dengan Relaksasi Napas Dalam Terhadap Skala Nyeri pada Tindakan Injeksi IV Line Nisfullaila, Aidatun; Hamarno, Rudi; Pujiastuti, Nurul; Martiningsih, Wiwin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f20w6d45

Abstract

Beberapa pasien mengalami nyeri hebat setelah menjalani prosedur operasi. Nyeri yang dirasakan pasien terutama setelah prosedur bedah seringkali sangat parah serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kecemasan pasien. Namun, beberapa tindakan medis untuk penanganan nyeri juga dapat menyebabkan efek nyeri. Seperti tindakan injeksi obat anti nyeri melalui intravena yang sering menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman saat diberikan kepada pasien. Untuk mengetahui efektifitas massage dan relaksasi napas dalam terhadap skala nyeri pada tindakan injeksi obat iv line pasien post operasi. Desain yang digunakan dalam kegiatan ini adalah quasy experiment tanpa menggunakan kelompok kontrol acak, peneliti melakukan kegiatan dari efek massage dan relaksasi napas dalam terhadap nyeri pada tindakan injeksi iv line pasien post operasi. Skala nyeri dari kedua kelompok perlakuan dapat dibandingkan sesudah intervensi untuk melakukan kegiatan ini. Menunjukkan hasil uji independent sample t-test setelah diberikan perlakuan massage dan relaksasi napas dalam ada perbedaan rata-rata hasil antara kedua kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan didapatkan hasil adanya perbedaan efektifitas massage dan relaksasi napas dalam terhadap skala nyeri pada tindakan injeksi IVline pasien post operasi.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA ANAK TENTANG SENAM OTAK UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR Pujiastuti, Nurul; Handoko, Lukman; Gustirini, Ria; Indriani, Ririn; Sugiyatmi, Tri Astuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22313

Abstract

Abstrak: Gerakan senam otak menghubungkan otak, indera, dan tubuh untuk merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan relaksasi, kejernihan pikiran, dan fokus. Adanya gerakan dan tempo yang teratur pada senam otak sehingga dapat dengan mudah diikuti anak. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat yaitu memberikan pendidikan kesehatan tentang senam otak pada anak usia sekolah untuk meningkatkan softskill anak dalam konsentrasi belajar di Desa Kemantren Kec. Purwosari Kab. Pasuruan. Metode pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dengan sasaran anak usia sekolah. Peserta pengabmas sebesar 8 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa anak memiliki konsentrasi belajar sebagian besar kurang saat pre-test dan sebagian besar baik saat post-test. Konsentrasi belajar anak usia sekolah dinilai menggunakan skala tes The Army Alpha. Rata-rata nilai sebelum diberikan senam otak yaitu 2-7 (kategori rendah-sedang). Sedangkan rata-rata nilai setelah diberikan senam otak yaitu 8-12 (kategori tinggi-sangat tinggi). Kesimpulan pendidikan kesehatan tentang senam otak pada anak usia sekolah dapat meningkatkan konsentrasi belajar sebesar 100%.Abstract: Brain gymnastics movements connect the brain, senses, and body to stimulate the central nervous system, enhancing relaxation, mental clarity, and focus. The regular movements and tempo in brain gymnastics make it easy for children to follow. The objective of community service is to provide health education about brain gymnastics to school-aged children to improve their soft skills in learning concentration in Kemantren Village, Purwosari Sub-district, Pasuruan Regency. The method of community service is through health counseling targeting school-aged children. There were 8 participants in the community service program. The results of the community service show that children mostly had inadequate learning concentration during the pre-test and mostly had good concentration during the post-test. The learning concentration of school-aged children was assessed using The Army Alpha test scale. The average score before brain gymnastics was given ranged from 2-7 (low-medium category). Meanwhile, the average score after brain gymnastics ranged from 8-12 (high-very high category). The conclusion is that health education about brain gymnastics for school-aged children can increase learning concentration by 100%.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM MENJAGA KUALITAS PRODUK OLAHAN LOKAL DAUN KATUK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRODUKSI ASI Pujiastuti, Nurul; Kundarti, Finta Isti; Widiani, Esti; Asiyah, Siti; Kasiati, Kasiati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25903

Abstract

Abstrak: Kader posyandu merupakan kader kesehatan yang berasal dari warga masyarakat yang dipilih oleh masyarakat serta bekerja secara sukarela untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah kerja posyandunya. Selain itu, agar dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, dapat dilakukan melalui kewirausahaan. Salah satu kewirausahaan yang dilakukan yaitu membuat olahan lokal daun katuk, yang memerlukan cara dalam menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam menjaga kualitas produk olahan lokal daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat yaitu kegiatan pelatihan dalam menjaga kualitas produk olahan lokal daun katuk. Sasaran pelatihan yaitu kader posyandu Desa Martopuro Kec. Purwosari Kab. Pasuruan sebanyak 40 orang. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan peserta saat pre-test sebesar 50% baik dan post-test sebesar 90% baik. Hasil pelatihan untuk nilai keterampilan, saat pre-test sebesar 45% baik dan post-test sebesar 85% baik. Kesimpulan dari pelatihan menjaga kualitas produk olahan lokal daun katuk berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu dapat meningkatkan jiwa kewirausahaannya dan membantu ibu menyusui dalam memilih bahan yang tepat dan berkualitas untuk asupan sehari-hari.Abstract: Posyandu cadres are health cadres selected by the community and work voluntarily to help improve the health of the community in their posyandu area. Additionally, in order to improve the economic welfare of families, entrepreneurship can be undertaken. One form of entrepreneurship is the production of local processed katuk leaves, which requires methods to maintain the quality of the products produced. The aim of this community service is to enhance the knowledge and skills of posyandu cadres in maintaining the quality of local processed katuk leaf products to increase breast milk production. The method used in this community service is training activities on maintaining the quality of local processed katuk leaf products. The training targets are 40 posyandu cadres from Martopuro Village, Purwosari District, Pasuruan Regency. The training results showed that participants' knowledge during the pre-test was 50% good and 90% good during the post-test. The training results for skill scores showed 45% good during the pre-test and 85% good during the post-test. The conclusion of the training on maintaining the quality of local processed katuk leaf products successfully increased the knowledge and skills of posyandu cadres regarding how to select the right and quality materials, process raw materials into flour, food packaging, and product aesthetics (product design). It is hoped that by increasing the knowledge and skills of posyandu cadres, their entrepreneurial spirit will be enhanced, and they can assist breastfeeding mothers in selecting the right and quality materials for daily consumption.
PENGARUH PIJAT ENDORFIN TERHADAP HASIL SKRINING POST PARTUM BLUES PADA IBU NIFAS Nuraini, Tiara Anggrelia; Pujiastuti, Nurul; Toyibah, Afnan; Yulifah, Rita
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v12i1.1640

Abstract

Latar Belakang: Post partum blues merupakan masalah psikologis yang sering dialami oleh ibu nifas. Hal ini biasanya terjadi pada ibu nifas primipara, ibu dengan pengalaman melahirkan anak pertama belum dapat menerima sepenuhnya akan perubahan bentuk dirinya sehingga membuat dirinya kecewa, sedih, merasa tidak percaya diri atau tidak lagi menarik. Salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan pada ibu nifas adalah dengan pemberian Pijat Endorfin. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Pijat Endorfin terhadap Hasil Skrining Post partum Blues pada Ibu Nifas. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen one group pre-test post-test design. Instrumen penelitian berupa kuesioner karakteristik responden dan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale. Sampel pada penelitian ini 20 ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan juni tahun 2024. Analisis data yang digunakan uji paired T-test. Hasil: Analisis menggunakan uji T test dari hasil skor pre-test dan post-test dengan menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale diperoleh sig-(2. Tailed) =0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan pada terapi pijat endorfin terhadap hasil skrining post partum blues pada ibu nifas di wilayah Puskesmas Kepanjen. Dengan adanya penelitian ini ibu nifas dan keluarga dapat melakukan pijat endorfin secara berkala untuk mencegah dan menangani post partum blues.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Berbasis Video terhadap Self Efficacy Anak Dalam Pencegahan Pelecehan Seksual di Sekolah Dasar Kunaifi, Habiba Sabrina; Yulifah, Rita; Pujiastuti, Nurul
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 16 No 1 (2025): November 2025
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v16i1.1128

Abstract

Sexual abuse among children is a form of violence that often occurs but frequently remains undetected. Data from the Ministry of Women’s Empowerment and Child Protection show an increasing trend of child sexual abuse cases in Malang Regency from 2021 to 2024. Limited knowledge about sexuality and low self-efficacy make children more vulnerable because they may lack the confidence and skills to protect themselves in risky situations. Self-efficacy is important in preventing sexual abuse as it reflects a child’s confidence in responding to potential threats. Therefore, effective health education methods that engage children’s attention are needed, such as video-based learning. This study aimed to examine the effect of video-based health education on children’s self-efficacy in preventing sexual abuse. Using a pre-experimental one-group pretest–posttest design, 34 first- to third-grade students at State Elementary School Kalisongo 3 Malang participated. The results showed a significant increase in self-efficacy after the intervention (p = 0.000), indicating that video-based education effectively improves children’s ability and confidence to prevent sexual abuse.
Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Deteksi Dini Masalah Psikososial pada Penderita Hipertensi dan Diabetes Melitus Widiani, Esti; Hidayah, Nurul; Pujiastuti, Nurul
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21282

Abstract

Penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes mellitus tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikososial penderitanya. Kader kesehatan desa berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan primer, namun sebagian besar belum memiliki keterampilan untuk mendeteksi dini masalah psikososial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mengenali tanda dan gejala depresi maupun kecemasan pada penderita hipertensi dan diabetes mellitus. Metode pelatihan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi kepada 20 kader kesehatan desa. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan. Hasil menunjukkan rata-rata skor pre-test 52,5 meningkat menjadi 82,15 pada post-test, dengan rata-rata peningkatan 29,65 poin. Keterampilan kader juga meningkat, terlihat dari kemampuan melakukan wawancara singkat dan mengidentifikasi gejala psikososial dalam simulasi. Kesimpulan kegiatan ini adalah pelatihan efektif meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini masalah psikososial. Disarankan pelatihan dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan pendampingan dari tenaga kesehatan profesional.
Safety Climate and Workers’ Trust in Safety Systems: Key Determinants of Safety Behavior in Construction Handoko, Lukman; Berliana, Ratih; Pujiastuti, Nurul; Sugiyatmi, Tri Astuti; Widodo, Akhmad Fajri
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 24 No 1 (2026): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol24.Iss1.2314

Abstract

This study explores how safety climate in safety systems influences workers' behavior, specifically focusing on safety compliance and participation in high-risk industries like construction. The goal was to examine how safety climate dimensions, such as management safety empowerment and workers' trust in safety systems, affect safety behavior. This study employed a quantitative cross-sectional survey design. A questionnaire was administered to 438 construction workers, and the data were analyzed using descriptive statistics, Pearson's correlation, and multiple regression. The results show significant positive correlations between safety climate dimensions and safety behavior. Management safety empowerment was identified as the most prominent factor associated with both safety compliance and safety participation. In addition, workers’ trust in the effectiveness of safety systems was significantly associated with safety compliance. Age and worker status significantly affected safety perceptions, with older workers and permanent workers demonstrating higher levels of safety compliance and participation. The study found that safety climate factors could explain 21.7% of the variance in safety compliance and 17.0% of the variance in safety participation.      
Health Belief Model and Contraceptive Choice Among High-Risk Women: A Cross-Sectional Study Deasy, Hayunda Shasta; Pujiastuti, Nurul; Sunaeni; Setyarini, Didien Ika
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 12 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inappropriate contraceptive choice among high-risk women of reproductive age (WRA) may increase the risk of unintended pregnancy and adverse maternal outcomes. Individual perceptions and beliefs regarding health risks and preventive actions, as described in the Health Belief Model (HBM), may influence contraceptive choice. However, evidence regarding the relationship between HBM components and contraceptive choice among high-risk WRA at the community level remains limited. This study aimed to analyze the relationship between Health Belief Model components and contraceptive choice among high-risk WRA in Mulyorejo Village, Sukun Subdistrict, Malang City. This study used a quantitative correlational design with a cross-sectional approach conducted from November 2024 to January 2025. A total of 64 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of 0.05. The results showed statistically significant relationships between all HBM components and contraceptive choice among high-risk WRA. Perceived susceptibility was associated with contraceptive choice (r = 0.301; p = 0.016), as were perceived severity (r = 0.349; p = 0.005), perceived benefits (r = 0.314; p = 0.011), perceived barriers (r = 0.313; p = 0.012), and cues to action (r = 0.307; p = 0.014). All correlations were categorized as low to moderate. The findings indicate that HBM components play an important role in influencing contraceptive choice among high-risk WRA. Strengthening women’s perceptions of pregnancy risk and improving counseling strategies may support appropriate contraceptive selection and improve reproductive health outcomes.