Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Optimisasi Penempatan Posisi Access Point pada Jaringan Wi-Fi Menggunakan Metode Simulated Annealing Nila Feby Puspitasari; Reza Pulungan
Creative Information Technology Journal Vol 2, No 1 (2014): November - Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.649 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v2i1.37

Abstract

Penempatan access point pada jaringan Wi-Fi yang tepat sangat diperlukan untuk mengoptimalkan kekuatan sinyal yang diterima dari transmitter terhadap receiver. Parameter yang paling mempengaruhi dalam menentukan performa access point adalah nilai kekuatan sinyal, karena nilai inilah yang akan digunakan untuk menentukan coverage area (cakupan sinyal) dari sebuah transmitter (access point).Pada penelitan ini telah dilakukan pengukuran terhadap kekuatan sinyal access point terhadap penerima di ruang dosen dan lobi gedung 2 lantai 1 STMIK AMIKOM Yogyakarta yang diukur menggunakan aplikasi inSSIDer dan menghasilkan nilai RSSI (Received Signal Strength Indication) dari sebuah transmitter terhadap receiver. Dalam pengukuran juga digunakan propagasi Line Of Sight (LOS) dan propagasi Non Line Of Sight (NLOS). Data yang diperoleh dari hasil pengukuran di lapangan digunakan untuk melakukan pemodelan penempatan access point menggunakan metode simulated anneling. Kekuatan sinyal RSSI yang diterima oleh receiver tidak hanya bergantung pada jarak antara transmitter dan receiver, akan tetapi menunjukkan variasi yang besar terhadap fading dan shadowing pada sebuah lokasi, juga pengaruh interferensi dapat menyebabkan penurunan sinyal (RSSI) yang diterima oleh receiver.Dari hasil penelitian yang dilakukan, diharapkan dapat menghasilkan pemodelan yang sesuai dan tepat guna dalam melakukan optimisasi penempatan access point pada jaringan Wi-Fi menggunakan metode simulated annealing.Access point placement on Wi-Fi networks is needed to optimize the strength of signal received by receiver from transmitter. The most influential parameter in determining the performance of access point position is signal strength, because this value will be used to determine the coverage area of a transmitter.In this research, signal strengths of access point to receiver in the faculty room and the lobby floor 1 of building 2 at STMIK AMIKOM Yogyakarta have been measured using inSSIDer application and results in the values of RSSI from transmitter to receiver. Also measured are LOS propagation and NLOS propagation. Data obtained from the field measurements are used to model and analyse the influence of access point placement using simulated annealing. It is found that the RSSI signal strength received by the receiver does not only depend on the distance between the transmitter and receiver, but also shows large variations caused by the fading and shadowing at a location. The interference also causes a decrease in the signal (RSSI) received by the receiver.The research conducted is expected to generate an appropriate model and analysis for further optimization of access point position on Wi-Fi network using simulated annealing.
RBF and ARIMA Combined for Time Series Forecasting Dian Tri Wiyanti; Reza Pulungan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ada dalam dunia nyata seringkali adalah masalah yang kompleks di mana satu metode saja mungkin tidak mampu mengatasi masalah tersebut dengan baik. Dalam penelitian ini, dua buah metode, yaitu ARIMA dan RBF, akan digabungkan. Alasan penggabungan kedua model ini adalah karena adanya asumsi bahwa model tunggal tidak dapat secara total mengidentifikasi semua karakteristik dari time series. Pada penelitian ini dilakukan peramalan terhadap data Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB), data tersebut berada pada rentang tahun 2006 hingga beberapa bulan di tahun 2012, serta memiliki 6 variabel. Hasil peramalan metode ARIMA-RBF dibandingkan dengan metode ARIMA dan metode RBF secara individual. Hasil analisa menunjukkan bahwa dengan metode penggabungan ARIMA dan RBF, model yang diberikan memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan model ARIMA saja atau model RBF saja. Hal ini terlihat dalam MAPE, RMSE, dan waktu komputasi dari semua variabel yang ada pada data uji coba tersebut.
Survey Metode Formal dalam Verifikasi dan Validasi Munirah M; Aslan Alwi; Reza M.I. Pulungan
JUITA : Jurnal Informatika JUITA Vol. 4 Nomor 1, Mei 2016
Publisher : Department of Informatics Engineering, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.382 KB) | DOI: 10.30595/juita.v4i1.1181

Abstract

Paper ini ditujukan untuk mensurvey metode formal yang digunakan orang baik itu dalam usaha mengembangkan software & harware, atau dalam usaha melakukan verifikasi dan validasi. Beberapa metode formal yang hendak ditinjau adalah CPN, PFSA, Actor Model, Rebeca, LTL, ACTL, CTL, UML, Hybrid Automata dan ASM. Pada setiap tinjauan, dijelaskan motivasi dan gagasan dasar metode formal bersangkutan secara intuitif dan implementasi-implementasinya yang merujuk pada berbagai paper-paper penelitian yang telah dilakukan orang menyangkut metode formal bersangkutan.
A coarse-grained parallelization of genetic algorithms Muhamad Radzi Rathomi; Reza Pulungan
International Journal of Advances in Intelligent Informatics Vol 4, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/ijain.v4i1.137

Abstract

Genetic algorithms are frequently used to solve optimization problems. However, the problems become increasingly complex and time consuming. One solution to speed up the genetic algorithm processing is to use parallelization. The proposed parallelization method is coarse-grained and employs two levels of parallelization: message passing with MPI and Single Instruction Multiple Threads with GPU. Experimental results show that the accuracy of the proposed approach is similar to the sequential genetic algorithm. Parallelization with coarse-grained method, however, can improve the processing and convergence speed of genetic algorithms.
Improving learning vector quantization using data reduction Pande Nyoman Ariyuda Semadi; Reza Pulungan
International Journal of Advances in Intelligent Informatics Vol 5, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/ijain.v5i3.330

Abstract

Learning Vector Quantization (LVQ) is a supervised learning algorithm commonly used for statistical classification and pattern recognition. The competitive layer in LVQ studies the input vectors and classifies them into the correct classes. The amount of data involved in the learning process can be reduced by using data reduction methods. In this paper, we propose a data reduction method that uses geometrical proximity of the data. The basic idea is to drop sets of data that have many similarities and keep one representation for each set. By certain adjustments, the data reduction methods can decrease the amount of data involved in the learning process while still maintain the existing accuracy. The amount of data involved in the learning process can be reduced down to 33.22% for the abalone dataset and 55.02% for the bank marketing dataset, respectively.
ANALISIS KINERJA BEBERAPA ALGORITMA LOAD BALANCING Helmi Kurniawan; Reza Pulungan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2011): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Load balancing adalah proses peningkatan kinerja paralel dan sistem terdistribusi melalui redistribusi beban antara prosesor [1] [5]. Dalam tulisan ini penulis menyajikan analisis kinerja berbagai algoritma load balancing berdasarkan parameter yang berbeda, mempertimbangkan dua load balancing khas pendekatan statis dan dinamis. Hasil analisis menunjukkan bahwa statis dan dinamis kedua jenis algoritma dapat memiliki kemajuan serta kelemahan satu sama lain. Memutuskan jenis algoritma yang akan dilaksanakan akan didasarkan pada jenis aplikasi paralel untuk memecahkan. Tujuan utama dari makalah ini adalah untuk membantu dalam desain algoritma baru di masa depan dengan mempelajari perilaku berbagai algoritma yang ada.
ARSITEKTUR, KEAMANAN DAN PASAR WIMAX Helmi Kurniawan; Reza Pulungan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2011): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WiMAX (Worldwide Interoperabilitas untuk Microwave Access) adalah standar IEEE 802.16 Broadband Wireless Access (BWA). Ini adalah revolusi terbaru dalam teknologi BWA yang telah menarik perhatian banyak kalangan industri nirkabel. Keuntungan utama dari WiMAX adalah kemampuannya untuk menyediakan akses broadband ke daerah-daerah di mana sulit memiliki infrastruktur kabel. WiMAX menawarkan akses broadband yang fleksibel biaya efektif dan efisien. IEEE 802.16-2004 standar diumumkan September 2004 berfokus pada BWA tetap. Banyak industri telah meluncurkan produk mereka berdasarkan standar ini. Namun, berbagai kerentanan keamanan telah ditemukan dalam standar yang mengarah ke berbagai intrusi. Sebuah banyak meratifikasi standar IEEE 802.16e juga dikenal sebagai Mobile WiMAX telah diterbitkan untuk mengatasi masalah ini tetapi perangkat belum dirilis. Makalah ini menggambarkan ikhtisar WiMAX, menguraikan komponen arsitektur fundamental untuk WiMAX dan menjelaskan Masalah Keamanan WiMAX. Selanjutnya berbagai arsitektur protokol standar 802.16, IEEE 802.16 dan Pasar WiMAX.
PENGEMBANGAN MODEL PERAMALAN PERMINTAAN KEBUTUHAN RESELLER MENGGUNAKAN EXTREME LEARNING MACHINE DALAM KONTEKS INTELLIGENT WAREHOUSE MANAGEMENT SYSTEM (IWMS) Tri Bowo Atmojo; Reza Pulungan; Hermawan Syahputra
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan akan barang atau produk tertentu sering kali berubah secara cepat. Perubahan tersebut dapat berupa kenaikan atau penurunan permintaan. Banyak hal yang mendasari perubahan permintaan tersebut, antara lain pengaruh cuaca, masa promo produk, kemunculan produk baru, hari libur, dan sebagainya. Para pelaku industri sering kali menghabiskan banyak sumber daya (dapat berupa uang, waktu, tenaga, dan sebagainya) guna menghindari efek dari perubahan permintaan tersebut. Salah satu efek dari perubahan permintaan tersebut yaitu kehabisan barang persediaan atau bahkan melimpahnya barang persediaan. Salah satu cara tersebut yaitu dengan melakukan peramalan permintaan. Pelaku permintaan yang dimaksud adalah reseller. Beberapa dekade terakhir, banyak metode yang digunakan untuk memecahkan masalah perbubahan permintaan. Metode yang cukup terkenal dan sering digunakan untuk melakukan peramalan adalah jaringan syaraf tiruan. Jaringan syaraf tiruan banyak digunakan karena keflesibelan terhadap penyelesaian suatu masalah. Memperhatikan hal tersebut, dikembangkan sebuah model peramalan kebutuhan reseller menggunakan Extreme Learning Machine yang ditujukan untuk prototype Intelligent Warehouse Management System (IWMS) khususnya dalam sub-sistem Intelligent Forecasting System (IFS).
Analisis Kualitas VoIP yang Berjalan di Atas Protokol Datagram Congestion Control Protocol I Dewa I Dewa Md. Bayu A. Darmawan; MHD. Reza M.I. Pulungan
IJEIS (Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems) Vol 3, No 1 (2013): April
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.05 KB) | DOI: 10.22146/ijeis.3837

Abstract

AbstrakDatagram Congestion Control Protocol (DCCP) adalah transport protocol yang didesain untuk aplikasi Internet multimedia. Protocol ini memiliki beberapa mekanisme congestion control dan dapat dipilih sesuai dengan karakteristik aplikasinya. CCID4 adalah salah satu mekanisme congestion control dari DCCP yang sesuai dengan aplikasi VoIP karena digunakan untuk mengirim paket yang berukuran kecil. Selain itu CCID4 mengatur jarak antar paket minimum sepanjang 10 ms sehingga paket VoIP tidak mendominasi penggunaan jaringan. Penelitian ini melakukan analisis terhadap protokol DCCP/CCID4 untuk mengetahui kualitas VoIP yang menggunakan protokol tersebut, membandingkan kualitas yang dihasilkan dengan penggunaan protokol UDP, serta melihat kualitas aliran TCP sebagai akibat dari terdapatnya aliran VoIP pada jaringan.Hasil simulasi memperlihatkan kualitas VoIP cenderung lebih baik dengan menggunakan protokol UDP dibandingkan dengan DCCP/CCID4 ketika tidak terdapat aliran TCP pada jaringan. Sebaliknya, ketika terdapat aliran TCP maka kualitas VoIP dengan protokol DCCP/CCID4 lebih baik dibandingkan dengan UDP. DCCP/CCID4 berhasil mencegah terjadinya congestion collapse dibandingkan dengan penggunaan UDP. Selain itu, kualitas TCP lebih baik ketika protokol DCCP/CCID4 digunakan untuk aplikasi VoIP pada jaringan yang mengalami congestion. Kata kunci—mekanisme congestion control, Voice over Internet Protocol (VoIP), Datagram Congestion Control Protocol (DCCP), TCP, UDP, NS-2  AbstractDatagram Congestion Control Protocol (DCCP) is a transport protocol designed for multimedia Internet applications. This protocol has several congestion control mechanisms and can be selected according to application characteristics. CCID4 is a congestion control mechanism suitable for use with VoIP applications to send a small packet. CCID4 enforces a minimum interval of 10 milliseconds between data packets. This study conducted an analysis of DCCP/CCID4 protocol to determine the quality of VoIP that uses the protocol, comparing the quality produced by the used of UDP protocol, and see the quality of TCP flow as a result of the presence of the VoIP flow on the network.The simulation results show the quality of VoIP tend to do better by using the UDP protocol compared with DCCP/CCID4 when there is no TCP flow on the network. Conversely, when there are TCP flows, the quality of VoIP with DCCP/CCID4 protocol better than UDP. DCCP/CCID4 managed to prevent the congestion collapse compared with the use of UDP. In addition, the TCP quality is better when DCCP/CCID4 protocol used for VoIP applications that experiencing network congestion. Keywords— congestion control mechanism, Voice over Internet Protocol (VoIP), Datagram Congestion Control Protocol (DCCP), TCP, UDP, NS-2
Reduksi Parameter Quality-Of-Service Menggunakan Rough-Set-Theory Dalam Simulasi Routing Algoritma Dijkstra Gede Saindra Santyadi; Reza Pulungan
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Vol 6, No 1 (2012): January
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijccs.2143

Abstract

AbstrakProses pemilihan jalur/rute terbaik dalam proses routing melibatkan bobot-bobot yang terbentuk dalam topologi jaringan. Terdapat banyak parameter yang menunjang munculnya bobot tersebut. Kesalahan dalam pemilihan parameter dapat mengganggu proses kumunikasi data yang terlihat pada communication-overhead (CO) yang muncul dalam jaringan. Proses reduksi parameter dalam teori Rough Set dapat memilih parameter mana yang dianggap penting sesuai dengan nilai quality of service. Sehingga dari sekian banyak parameter, akan terpilih parameter yang akan dijadikan bobot dalam topologi. Hal ini akan mengurangi beban CO yang akan mengoptimalkan proses routing dalam jaringan.  Kata kunci—Quality of Service, reduksi parameter, teori rough set, routing, algoritma Dijkstra AbstractPath selection process/best route in the routing process involves weights that are formed in the network topology. There are many parameters that support the emergence of these weights. Errors in the selection process parameters can interfere with communication data seen in communication-overhead (CO) which appears in the network. Reduction process on Rough Set theory can select the parameters which are considered important parameters in accordance with the quality of service (QoS). So of the many parameters, will be selected parameters to be used as weights in the topology. This will reduce the burden of CO that will optimize the process of routing in the network. Keywords—Quality of Service, parameter’s reduction, rough set theory, routing, Dijkstra algorithm