Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS BATUAN ANDESIT SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DI CV CENTRAL STONE PERKASA Mataheru, Juan Aknes; Wardana , Novandri Kusuma; Isjudarto, Agustinus
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andesite rock is an igneous rock that has an important role in the construction of buildings, infrastructure and roads with various advantages. the quality of andesite must also meet certain requirements set out in SNI 03-0394-1989. From the results of the compressive strength test on 4 samples, the average value of compressive strength on andesite rock was 925.18 kg/cm². From the shear resistance test conducted on 2 samples, the average value of shear resistance was 17.59%. This water absorption test was carried out on 2 samples of andesite rock aggregates which resulted in an average value of 1.835%. Petrographic analysis of the 4 samples was carried out at 10x ocular magnification and 5x objective magnification contains the mineral plagioclase 35% – 45%, quartz 4% - 10%, chlorite 4% – 10%, calcite 4% – 15%, basic mass 37% -39%, and Opaque minerals 2% – 3%.
Kajian Teknis Produktivitas Alat Gali Muat Dan Alat Angkut Untuk Mencapai Target Produksipada Penambangan Andesit Di Pt. Balantak Sirtu Utama, Desa Batu Mandi, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah Lestari, Widya; Partama Misdiyanta; Novandri Kusuma Wardana
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balantak Sirtu Utama is a sirtu (stone sand) mining company located in Batu Mandi Village, North Balantak District, Banggai Regency, Central Sulawesi. PT. Balantak Sirtu Utama applies the open pit quarry system method with a planned production target of 52,908 m3/month. The mechanical device used by PT. Balantak Sirtu Utama is a Komatsu PC-300 excavator for the material loading process and a Fusso 220 PS 4x2 dump truck for material transportation. In the process of moving material from the location of the loading point to the dumping point, good management is needed so that production can be achieved, which of course will greatly affect the planned production. From the data obtained in the field, the cycle time of the Komatsu PC-300 excavator is not optimal because there is a lot of time wasted (delay) when loading activities are in progress, namely an average of 1.19 minutes. For the Fuso 220 PS dump truck cycle time, from the available data, it can also be explained that the cycle time of this conveyance is also not optimal because of the large number of waiting times for one transportation cycle when production activities take place, namely 8.25 minutes. If the loading pattern is changed from a single back-up loading pattern to a double back-up loading pattern, the production of the Komatsu PC-300 excavator loader can be increased to 99,719 m3/month, while the 220 PS Mitsubishi Fuso dump truck hauling equipment increases to 58,349 m3/month. And if front repairs are carried out with the distribution time of the loading and transport equipment having been optimized using the same number of equipment units, namely, 1 unit of Komatsu PC-300 excavator loading equipment and 4 units of Mitsubishi Fuso 220 PS dump truck conveyance, then the value will be obtained with a match factor of 1.62, which means that the loading equipment works 100% and the transportation equipment works less than 100% and there is still a waiting time for the transportation equipment. Keyword : Productivity, Cycle Time, Production, Match Factor
Analisis Batuan Andesit Sebagai Bahan Bangunan Di PT. Harmak Indonesia Desa Hargowilis, Kepanewonan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Jannah, Salsabila Raudlotul; Novandri Kusuma Wardana; R. Andy Erwin Wijaya
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andesite rock is an igneous rock that has an important role in the construction of buildings, infrastructure and roads with various advantages. the use of andesite as a building material must pay attention to various factors, namely size, shape, strength, density, durability and so on and the quality of andesite rocks must also meet certain requirements set out in SNI 03-0394-1989. Therefore, a feasibility study or rock engineering is needed so that the level of feasibility of the rock as a building material can be determined. from the results of the compressive strength test on 4 samples and the average value of compressive strength in andesite rock was 634.43 kg/cm², from the shear resistance test conducted on 2 samples the average value of shear resistance was 16.26%. This water absorption test was carried out on 2 samples of andesite rock aggregates which resulted in an average value of 0.737%. So it can be concluded that the andesitic igneous rock at pt. harmak indonesia is not feasible and does not meet the requirements and quality of natural stone for building materials in accordance with the indonesian national standard (sni 03-0394-1989). Keyword : Andesite, Building Materials.
Kajian Teknis Produktivitas Alat Gali Muat Dan Alat Angkut Di PT Jaga Aman Sarana Jobsite PT Koninis Fajar Mineral Kabupaten Banggai Mahardika, Yudi; Ag. Isjudarto; Novandri Kusuma Wardana
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaga Aman Sarana merupakan salah satu perusahaan kontraktor yang bergerak di bidang pertambangan Nikel. Lokasi penambangan terletak di Desa Tuntung Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Penambangan dilakukan dengan sistem tambang terbuka (Surface mining), alat mekanis yang digunakan pada perusahaan ini yaitu excavator sebanyak 1 unit dan 5 unit dump truck. rumusan masalah dalam penelitian ini adalah belum tercapainya target produksi ore yang ditetapkan perusahaan yaitu sebesar 154,626 wmt/bulan dan terjadinya hambatan di PT. Jaga Aman Sarana. sehingga, dilakukan kajian teknis produktivitas alat gali muat dan alat angkut sehingga target produksi yang ditentukan oleh perusahaan dapat tercapai. Produksi nyata yang didapatkan pada fleet untuk alat gali muat sebesar 35,341 wmt/bulan dan alat angkut sebesar 35,310 wmt/bulan, dimana target produksi saat ini belum tercapai. Upaya peningkatan target produksi dilakukan dengan cara perbaikan cycle time alat gali muat dan alat angkut, dan memperbaiki efisiensi kerja. Adapun perhitungan setelah melakukan perbaikan, produksi perbaikan yang didapatkan pada fleet untuk alat gali muat sebesar 182,093 wmt/bulan dan untuk alat angkut sebesar 156,235 wmt/bulan. Dengan demikian maka target produksi yang ditetapkan dapat tercapai.
Analisis Pengaruh Jumlah Bahan Peledak Terhadap Ground Vibration Akibat Peledakan di Area Tambang Batubara PT. Kayan Putra Utana Coal Site Malinau Kalimantan Utara Putri Nadya, Adinda; Andy Erwin Wijaya; Novandri Kusuma Wardana
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan peledakan memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar, salah satu dampak negatif yang diakibatkan oleh kegiatan peledakan adalah getaran tanah (ground vibration). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah bahan peledak yang digunakan terhadap ground vibration yang dihasilkan dan perbandingan ground vibration aktual dengan prediksi. Penelitian ini dilakukan pada lokasi PT. Kayan Putra Utama Coal Kalimantan Utara (3o 7’ 44,94” LS- 3o 00’ - 00” LS) dan (116o 29’ 00.00” BT – 116o 31’ - 53” BT). Data penelitian berupa pengukuran geometri peledakan dan pengukuran ground vibration yang kemudian diolah dalam perhitungan statistic berdasarkan persamaan R.L.Ash, perhitungan Peak Particle Velocity (PPV) dan nilai konstanta menggunakan USBM Oriand’ Formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ground vibration sangat dipengaruhi oleh jumlah bahan peledak yang digunakan untuk Powder Factor (PF) 0,18 dengan jumlah muatan 151 kg/hole nilai PPV yang dihasilkan 2,6 mm/s sedangkan untuk PPV 0,17 dengan jumlah muatan 129 kg/hole nilai PPV yang dihasilkan 1,3 mm/s. Jadi semakin besar jumlah bahan peledak yang digunakan maka intensitas ground vibration yang dihasilkan akan semakin meningkat. Perbandingan ground vibration aktual dan prediksi diperoleh cukup akurat dengan nilai persentase 86,10%. Dari hasil ground vibration yang didapat 3,29 mm/s, nilai tersebut dikategorikan tidak aman dikarenakan nilainya melewati nilai ambang batas standar PPV yang diterapkan SNI yaitu 3 mm/s.
Analysis of the Use of 80% Waste Oil in Products HiMEX70 on the Quality of Blasting Results at PT Petrosea Jobsite Kideco Jaya Agung East Kalimantan Demanson Ornansah Sinaga; Novandri Kusuma Wardana; Erry Sumarjono
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hanwha Mining Service Indonesia merupakan salah satu perusahaan jasa pertambangan yang bergerak pada bidang penyedia jasa Drilling dan Blasting terbesar di Indonesia. PT Petrosea Jobsite Kideco Jaya Agung merupakan salah satu customer dari PT. Hanwha Mining Service Indonesia yang melakukan kegiatan operasional pertambangan yang besar, sehingga memiliki limbah oli bekas yang banyak. PT Petrosea Jobsite Kideco Jaya Agung bekerjasama dengan PT. Hanwha Mining Service Indonesia untuk menaikkan content limbah oli bekas ini dari yang sebelumnya 60% waste oil menjadi 80% waste oil dalam pembuatan bahan peledak berbasis emulsi agar dapat mengurangi jumlah limbah bahan beracun dan berbahaya (oli bekas) dan mengurangi biaya operasional peledakan. Tahap awal penelitian dilakukan dengan uji laboratorium 9 parameter oli bekas sesuai dengan criteria limbah B3 minyak pelumas dari bekas kegiatan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun untuk kegiatan pemanfaatan limbah bahan berbahaya dan beracun dengan tujuan sebagai kontrol dan upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan akibat penggunaan oli bekas sebagai campuran dalam pembuatan bahan peledak berbasis emulsi. Sesuai dengan standar yang ada, treatment yang dilakukan terhadap mixing bahan peledak dengan campuran 80% waste oil yang dilakukan oleh PT. Hanwha Mining Service Indonesia tetap menghasilkan kualitas peledakan yang optimal sehingga dapat menekan penggunaan solar dan mengurangi biaya operasional peledakan.
Analisis Pengaruh Jumlah Bahan Peledak Terhadap Getaran Tanah (Ground Vibration) Akibat Peledakan Di Pit Purnama PT. Agincourt Resources Provinsi Sumatera Utara Junior, Prince Robert; Wardana, Novandri Kusuma; Prastowo, Rizqi
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Agincourt Resources merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan emas. Lokasi Penambangan PT Agincourt Resources terletak di Desa Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, metode penambangan yang digunakan perusahaan ini adalah Open Pit (tambang terbuka). Getaran tanah (Ground Vibration) merupakan salah satu efek peledakan yang harus diperhatikan terutama pada saat aktivitas penambangan berada didekat bangunan penting, maka pengukuran getaran harus dilakukan setiap kali peledakan dilaksanakan. Penelitian ini difokuskan pada pit Purnama yang berjarak sekitar 30 meter dari pabrik pengolahan. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur getaran hasil peledakan menggunakan alat ukur Micromate. Pengukuran ini bertujuan mengetahui pengaruh jumlah bahan peledak terhadap getaran tanah (ground vibration), untuk mengetahui prediksi getaran peledakan dengan menggunakan persamaan PPV, serta mengetahui tingkat getaran tanah yang sesuai dengan SNI 7571:2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar jumlah muatan maksimum bahan peledak perwaktu tunda maka intensitas ground vibration yang dihasilkan akan semakin meningkat. Berdasarkan data yang didapat yaitu hubungan nilai Scaled Distance dan PPV aktual di lapangan dengan menggunakan analisis regresi power mendapat nilai konstanta K= 596,76 dan nilai n= -1,633. Perbandingan ground vibration aktual dan prediksi yang diperoleh cukup akurat dengan nilai rata-rata akurasi prediksi 77,80%.
Analisis Klasifikasi Massa Batuan Dengan Metode Slope Mass Rating Pada Lereng Tambang Emas Pit Gosowong North PT. Nusa Halmahera Minerals, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara Agustian, Wewen; Novandri Kusuma Wardana; Bayurohman Pangacella Putra
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusa Halmahera Minerals merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan bijih emas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi parameter-parameter Rock Mass Rating untuk mengetahui massa batuan lereng. Menganalisa arah kekar, kemiringan kekar, arah lereng, dan kemiringan lereng yang bertujuan untuk menentukan kelas massa batuan pada daerah penelitian berdasarkan metode Slope Mass Rating. Nilai Slope Mass Rating didapatkan dari hasil pembobotan nilai RMR dengan faktor penyesuaian yang tergantung pada lereng dan menambahkan satu faktor tergantung peda metode pengupasan lereng. Hasil perhitungan oleh peneliti maka didapatkan pembobotan antara lain : (1) kuat tekan batuan utuh yaitu 22,98 Mpa dengan bobot 2, (2) Rock Quality Designation memiliki persentase 94.55% dengan bobot 20, (3) spasi diskontinuitas 0.83 meter dengan bobot 15, (4) Kondisi diskontinuitas memiliki bobot 17,33, (5) kondisi air tanah dalam keadaan kering dengan bobot 15. Sehingga diketahui pembobotan akhir RMR yaitu 67 untuk scanline 1, 71 untuk scanline 2, dan 70 untuk scanline 3. Setelah didapatkan bobot akhir RMR, diperoleh hasil SMR dengan bobot bobot 62,22 pada scanline 2 termasuk kedalam kelas II dengan deskripsi Baik, memiliki tingkat kestabilan Stabil, dan kriteria kelongsorannya berupa beberapa blok. Sedangkan bobot 49,13 pada scanline 1 dan 56,22 pada scanline 3 yg termasuk kedalam kelas III dengan deskripsi Sedang, memiliki tingkat kestabilan Sebagian Stabil, dan kriteria kelongsorannya berupa beberapa kekar atau banyak baji.
Rancangan Teknis Sistem Pengolahan Air Pada Kolam Pengendapan Pt. Jhonlin Baratama Jobsite PT. Baramega Citra Mulia Persada, Kotabaru, Kalimantan Selatan Bungalan, Elsy Thiansy; Novandri Kusuma Wardana; Faisol Mukarom
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAir merupakan salah satu permasalahan besar yang dapat mengganggu aktifitas tambang. Sumber air yang masuk ke tambang antara lain air hujan, air limpasan dan air tanah. Metode penambangan di PT. Jhonlin Baratama site PT. BCMP saat ini adalah tambang terbuka (open pit mining) yang dimana dengan metode tambang yang dilakukan dapat berpotensi terkumpulnya air dalam suatu bukaan tambang dan dapat terjadinya erosi yang dimana hal ini dapat menyebabkan tingginya TSS (Total Suspended Solid) sehingga dapat berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar, oleh karena itu diperlukan rancangan dimensi kolam pengendapan guna menampung material dan air yang akan masuk untuk dikelola sebelum dialirkan menuju masyarakat sekitar .Metode yang digunakan untuk menghitung data curah hujan adalah metode Distribusi Normal dan perhitungan intensitas curah hujan menggunakan metode Monobe sehingga didapatkan debit air limpasan sebesar 54.175 m3/hari dengan kecepatan partikel mengendap sebesar 0,000987 m/detik, maka didapati luasan kolam pengendapan sebesar 412,06 m2 dengan jumlah kompartemen yang dibuat sebanyak 3 kompartemen dengan masing-masing dimensi kompartemen 1 30x18x3 dan pada kompartemen 2 dan 3 28x18x3 dengan persentase pengendapan yang terjadi pada kompartemen 1 yaitu sebesar 90,9%, dengan jumlah padatan yang masuk sebesar 115,478 m3/hari dan waktu yang dibutuhkan partikel keluar dari kompartemen sebesar 506 menit, pada kompartemen 2 persentase pengendapan sebesar 8,2% dengan jumlah padatan yang masuk sebesar 10,415 m3/hari dan waktu yang dibutuhkan partikel keluar dari kompartemen sebesar 473 menit dan kompartemen 3 persentase pengendapan sebesar 0,8% dengan jumlah padatan yang masuk sebesar 1,008 m3/hari dengan waktu penggerukan partikel di kompartemen 1 yaitu selama 3 hari sekali, pada kompartemen 2 dilakukan selama 26 hari sekali dan pada kompartemen 3 dilakukan selama 268 hari sekali.Kata kunci: Nikel Laterit, Kolam Pengendapan
Rancangan Teknis Saluran Terbuka Pada Sistem Penyaliran Tambang Batugamping PT Sugih Alamanugroho Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta Fadilah Gilang Prasetyo; A.A Inung Arie Adnyano; Novandri Kusuma Wardana
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 2 No. 3 (2024): Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v2i3.527

Abstract

Penambangan metode tambang terbuka yang dilakukan secara dinamis beresiko menimbulkan cekungan yang berpotensi menjadi tempat tampungan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode sistem penyaliran dan keadaan sistem penyaliran aktual, menghitung debit air, merancang ulang saluran terbuka dan kolam pengendapan. Proses pemecahan masalah dilakukan dengan penggabungan antara teori dengan data primer dan sekunder sehingga didapatkan pendekatan penyelesaian masalah. Berdasarkan analisis dan penelitian, metode penyaliran yang digunakan mine dewatering, terdapat 1 DTH dengan (Q) air hujan 0,0915 mᶾ/detik, (Q) air limpasan 1,3191 mᶾ/detik, (Q) air tambang 1,411 mᶾ/detik. Saluran terbuka dan kolam pengendapan aktual belum bisa mengalirkan dan mengendapkan debit air tambang tersebut, maka dirancang saluran terbuka dengan (α) 60°, (y) 0,82 m, (z) 0,12 m, (h) 0,94 m, (b) 1,42 m, (T) 3,06 m dan (a) 0,87 m. Kolam pengendapan memiliki jumlah kompartemen 1 m, (b) 15 m, (H) 5 m, panjang penyekat 8 m, lebar penyekat 4,5 m, kedalaman penyekat 4,5 m, panjang kompartemen 21 m, panjang total kolam 21 m, luas kolam 312 m² dan volume kolam 1236.8 mᶾ. Volume padatan air 7,055 x 10^(-3) mᶾ/detik, (tv) 12 menit, (Vh) 18,81 x 10^(-3) mᶾ/detik, % pengendapan 61%. Padatan yang berhasil diendapkan 15 mᶾ/hari dengan waktu pengerukan 3 bulan.