Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Perbandingan Reduced Support Vector Machine dan Smooth Support Vector Machine untuk Klasifikasi Large Data Epa Suryanto; Santi Wulan Purnami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2963.994 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8832

Abstract

Klasifikasi merupakan pengelompokan objek ke dalam dua atau lebih kelompok yang didasarkan pada variabel yang diamati. Support Vector Machine merupakan metode berbasis machine learning yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan karena memiliki performansi tinggi dan dapat diaplikasikan secara luas untuk klasifikasi dan estimasi. SVM memanfaatkan optimasi dengan quadratic programming, sehingga untuk data berdimensi tinggi dan berjumlah besar, SVM menjadi kurang efisien. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan Smooth Support Vector Machine (SSVM). Pada jumlah data yang besar SSVM juga tidak efisien kemudian dikembangkan Reduced Support Vector Machine (RSVM) yang melakukan klasifikasi dengan menggunakan sebagian karakteristik dari data yang dipilih secara random. Hasil penelitian ini menunjukkan pada jumlah data yang relatif kecil (kurang dari 1000) metode SSVM dan RSVM memberikan performansi yang sama, tetapi pada data yang relatif besar (lebih dari 1000) RSVM memberikan performansi yang lebih baik daripada SSVM.
Klasifikasi Hasil Pap Smear Test Sebagai Upaya Pencegahan Sekunder Penyakit Kanker Serviks di Rumah Sakit “X” Surabaya Menggunakan Piecewise Polynomial Smooth Support Vector Machine (PPSSVM) Mukti Ratna Dewi; Santi Wulan Purnami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2916.135 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8869

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker yang menyerang leher rahim dan ditandai dengan pertumbuhan abnormal pada sel leher rahim. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, kanker serviks merupakan salah satu kanker yang paling sering menyerang perempuan di Indonesia. Oleh karena itu pencegahan sekunder melalui deteksi dini penting dilakukan. Penelitian ini mengangkat permasalahan klasifikasi hasil pap smear test di Rumah Sakit “X” Surabaya tahun 2010 yang didasarkan pada ketujuh faktor risiko, yaitu usia, usia pertama kali menstruasi, usia pertama kali melahirkan, siklus menstruasi, penggunaan alat kontrasepsi, paritas, dan riwayat keguguran menggunakan metode SSVM dengan piecewise polynomial function 1 (PPSSVM1) dan piecewise polynomial function 2 (PPSSVM2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3586 pasien yang melakukan pap smear test, 1172 di antaranya menunjukkan hasil abnormal. Pada hasil klasifikasi pap smear test, metode PPSSVM1 memiliki rata-rata tingkat sensitivitas tertinggi, yaitu 91,22% pada data training dan 94,66% pada data testing. Sementara metode PPSSVM2 memiliki rata-rata nilai akurasi dan spesifisitas tertinggi, yaitu 89,22% dan 88,53% pada data training serta 92,84% dan 91,12% untuk data testing. Berdasarkan kurva ROC dan nilai AUC, kedua metode PPSSVM sama-sama baik dalam kasus pengklasifikan hasil pap smear test di Rumah Sakit “X” Surabaya. Model PPSSVM1 lebih baik digunakan bila tingkat sensitivitas lebih diutamakan. Sementara bila tingkat spesifisitas lebih diutamakan maka model PPSSVM2 lebih baik untuk digunakan.
Analisis Survival Nonparametrik Pada Pasien Kanker Serviks di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Menggunakan Metode Kaplan Meier dan Uji Log Rank Kurnia Dwi Inayati; Santi Wulan Purnami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.193 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.10606

Abstract

Kanker serviks adalah salah satu kanker yang menempati peringkat teratas penyebab kematian perempuan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Tingginya angka kematian disebabkan karena rendahnya kesadaran perempuan melakukan deteksi dini. Sebagian besar pasien kanker serviks datang ke rumah sakit sudah dalam stadium lanjut. Akibatnya pengobatan kanker serviks menjadi lebih sulit dan hasilnya tidak memuaskan, bahkan cenderung mempercepat kematian. Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan pengobatan adalah probabilitas ketahanan hidup. Penelitian ini mengangkat permasalahan ketahanan hidup pasien kanker serviks di RSUD Dr. Soetomo Surabaya  menggunakan metode nonparametrik yaitu Kaplan Meier dan Uji Log Rank yang didasarkan pada enam faktor yaitu usia, stadium, jenis pengobatan, penyakit penyerta, komplikasi, dan status anemia. Metode non parametrik tidak mensyaratkan waktu survival mengikuti distribusi tertentu (free distribution). Hasil penelitian diperoleh, berdasarkan Kaplan Meier secara keseluruhan menunjukkan bahwa probabilitas ketahan hidup pasien kanker serviks masih tinggi yaitu antara 0,75 sampai 1. Sedangkan  berdasarkan Kaplan Meier dari setiap variabel diduga terdapat perbedaan kurva survival pada stadium, jenis pengobatan, penyakit penyerta dan komplikasi. Kemudian dilanjutkan dengan uji Log Rank yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kurva survival pada stadium, jenis pengobatan , dan komplikasi.
Penggunaan Metode Classification and Regression Trees (CART) Untuk Klasifikasi Rekurensi Pasien Kanker Serviks di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Siti Holis Sumartini; Santi Wulan Purnami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.05 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.10673

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker yang menyerang area bawah rahim. Pengobatan kanker serviks tergantung pada besarnya ukuran dan stadium kanker. Kasus rekurensi sering terjadi walaupun pengobatan awal telah dilakukan. Salah satu rumah sakit yang menyediakan fasilitas terapi untuk pasien kanker serviks adalah RSUD dr. Soetomo Surabaya. Permasalahannya adalah bagaimana klasifikasi pasien kanker serviks di RSUD dr. Soetomo Surabaya yang rekuren dan tidak rekuren berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi rekurensi kanker serviks dan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap rekurensi kanker serviks. Rekurensi yang dimaksudkan di penelitian ini adalah kembalinya pasien kanker serviks ke RSUD dr. Soetomo karena penyakit yang sama. Data yang digunakan merupakan data sekunder, yang diperoleh dari rekam medis pasien kanker serviks di RSUD dr. Soetomo Surabaya pada tahun 2014 dengan jumlah data sebanyak 810 pasien. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, pasien yang rekuren lebih  banyak dibandingkan pasien yang tidak rekuren dengan persentase sebesar 57,78 persen untuk yang rekuren. Klasifikasi CART menghasilkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap rekurensi kanker serviks adalah variabel jenis pengobatan yang dijalani oleh pasien, selain itu variabel usia, status anemia dan status penyakit penyerta juga berpengaruh terhadap rekurensi kanker serviks. Ketepatan klasifikasi yang diperoleh untuk data prediksi sebesar 69,14 persen.
Analisis Kurva Survival Kaplan Meier pada Pasien HIV/AIDS dengan Antiretroviral Therapy (ART) di RSUD Prof. Dr. Soekandar Kabupaten Mojokerto Menggunakan Uji Log Rank Fiscy Aprilia Rahmanika; Santi Wulan Purnami; Nurcahyati Akbar Kusumawardani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.005 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.14995

Abstract

HIV/AIDS menjadi masalah kesehatan global hingga saat ini. Namun, laporan UNAIDS menyebutkan pada tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 33%, salah satunya disebabkan oleh Antirteroviral Therapy (ART). Di Indonesia, provinsi yang menduduki peringkat kedua dengan jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak adalah JawaTimur. Dari 29 Kabupaten yang berada di provinsi Jawa Timur yaitu Kabupaten Mojokerto menduduki peringkat 11 pada tahun 2012 dan salah satu rumah sakit yang berada di Kabupaten Mojokerto adalah RSUD Prof. Dr. Soekandar. Oleh karena itu, akan dilakukan penelitian mengenai analisis kurva survival Kaplan Meier pada pasien HIV/AIDS dengan Antiretroviral Therapy (ART) di RSUD Prof. Dr. Soekandar Kabupaten Mojokerto menggunakan uji Log Rank berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Analisis survival merupakan suatu analisis data dimana outcome variabel yang diperhatikan adalah waktu hingga terjadinya suatu kejadian (event). Pada analisis survival, terdapat kurva survival Kaplan Meier untuk menggambarkan karakteristik pasien berupa peluang survival dan dilanjutkan dengan uji Log Rank untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antar kurva. Hasil analisis dan pembahasan berdasarkan hasi uji Log Rank menunjukkan bahwa faktor stadium saja yang berbeda secara signifikan. Analisis kurva survival Kaplan Meier menjelaskan bahwa peluang survival pasien HIV/AIDS memiliki stadium berat lebih rendah daripada pasien yang memiliki stadium ringan sehingga faktor stadium mampu memberikan pengaruh terhadap survival pasien HIV/AIDS dengan ART.
Uji Proportional Hazard pada Data Penderita Kanker Serviks di RSUD dr. Soetomo Surabaya Arina Nur Afifah; Santi Wulan Purnami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.615 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.14698

Abstract

Kanker serviks adalah salah satu kanker penyebab kematian tertinggi di negara berkembang termasuk Indonesia. Keberhasilan penanganan kanker serviks salah satunya dapat dilihat dari probabilitas ketahanan hidup kanker serviks. Untuk mengidentifikasi probabilitas ketahanan hidup suatu objek, digunakan analisis survival dengan memodelkan faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap probabilitas ketahanan hidup. Metode ini dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana probabilitas terjadinya failure pada objek atau sering disebut dengan hazard ratio. Dalam pemodelan survival menggunakan pendekatan semiparametrik dibutuhkan terpenuhinya asumsi hazard ratio yang konstan yang disebut asumsi proportional hazard. Berdasarkan hasil analisis, pengujian menggunakan pendekatan grafik menghasilkan kesimpulan bahwa variabel usia, jenis pengobatan, penyakit penyerta, komplikasi dan status anemia memenuhi asumsi proportional hazard. Pendekatan goodness of fit menghasilkan kesimpulan bahwa variabel stadium 1 dan stadium 4 tidak memenuhi asumsi proportional hazard dan menggunakan variabel time dependent disimpulkan bahwa hanya variabel 4 saja yang tidak memenuhi asumsi proportional hazard.
Analisis Regresi Cox Extended Pada Pasien Kusta Di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Nurfain Nurfain; Santi Wulan Purnami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.509 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22440

Abstract

Kusta merupakan salah satu penyakit yang tergolong menular dan masih belum sepenuhnya mampu dikendalikan pemerintah. Penyakit kusta terbagi menjadi dua tipe kusta yaitu Pausi Bacillary (PB) dan Multi Bacillary (MB). Penelitian mengenai kejadian kusta dengan mengiden-tifikasi laju perbaikan klinisnya dapat menggunakan analisis survival dengan memodelkan faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap probabilitas perbaikan klinis pasien kusta. Metode yang dapat digunakan pada analisis survival yaitu model Cox Proportional Hazard yang terbatas pada hazard ratio yang konstan. Tetapi jika hazard ratio tidak konstan maka perlu digunakan metode alternatif yaitu salah satunya dengan regresi Cox Extended. Berdasarkan hasil analisis, setelah hari ke-190 untuk tipe PB dan ke-370 untuk tipe MB ternyata didapatkan probabilitas pasien kusta di kecamatan Brondong, lamongan yang mengalami perbaikan klinis cukup besar. Dengan kata lain, setelah hari tersebut sudah banyak pasien yang mengalami perbaikan klinis dan dinyatakan Release From Treatment (RF). Variabel yang tidak memenuhi asumsi Proportional Hazard adalah status pasien. Kemudian variabel yang signifikan mempengaruhi laju perbaikan klinis pasien kusta adalah tipe kusta dan keteraturan berobat. Pasien kusta yang menderita tipe MB cenderung mengalami perbaikan klinis 0,001 kali lebih kecil dibandingkan tipe PB. Sementara itu, pasien kusta yang teratur berobat cenderung mengalami perbaikan klinis 11,667 kali lebih besar dibandingkan yang tidak teratur berobat.
Pemodelan Kekambuhan Pasien Kanker Serviks di RSUD dr. Soetomo Surabaya Menggunakan Regresi Cox Extended Tannassia Winda Adharina; Santi Wulan Purnami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.055 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.24790

Abstract

Kanker leher rahim atau lebih sering disebut kanker serviks merupakan kanker yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks yang terdapat didalam organ bagian reproduksi pada tubuh wanita. Penyakit ini menyebabkan kematian dan lebih dari 85% terjadi di Negara berkembangdi seluruh dunia. Analisis survival merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis data berdasarkan waktu. Pada penelitian ini membahas mengenai kekambuhan pasien kanker serviks di RSUD dr.Soetomo Surabaya menggunakan pemodelan regresi Cox Extended. Berdasarkan hasil analisis, probabilitas pasien kanker serviks di RSUD dr. Soetomo selama dua tahun penelitian yang tidak mengalami kambuh pertama kali  dibawah  50%. Pasien kanker serviks cenderung mengalami penurunan kondisi setelah dua bulan pertama. Variabel yang tidak memenuhi asumsi proportional hazard adalah status operasi. Variabel yang signifikan mempengaruhi kekambuhan pasien kanker serviks di RSUD dr. Soetomo adalah status operasi. Model terbaik berdasarkan kriteria AIC terkecil adalah pemodelan regresi cox extended menggunakan fungsi waktu. Laju kekambuhan pasien kanker serviks yang melakukan tindakan operasi memiliki laju kekambuhan yang berbeda-beda karena bergantung waktu
SURVIVAL ANALYSIS TO DETERMINE AGE TO GIVE FIRST BIRTH IN WOMEN IN EAST JAVA USING EXTENDED COX REGRESSION Santi Wulan Purnami; Fitria Nur Aida; Sutikno Sutikno; Diyah Herowati; Achmad Sjafii; Siska P Wibisono; Ayu Mayliawati
Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v10i2.2021.144-152

Abstract

The age of a woman when giving birth to her first child needs to be a concern because it is related to the safety of the mother and baby. A woman being too young or too old increases the risk of death for both the mother and baby. Every woman giving birth for the first time is likely to experience psychological disorders such as anxiety and excessive fear during labor, and even postpartum depression. Given the importance and possible extent of the consequences of women giving birth for the first time, this study intended to assess the factors that influence the age at first birth, especially amongst women of childbearing age in East Java. These factors include the age at first marriage, education, and region. The method used was the extended Cox regression model. The analysis shows that the age at first marriage and education are factors that significantly influence the age at first birth. The more mature the age at first marriage, the more mature the age at first birth. Likewise, the higher the educational status, the higher the potential for giving birth to a first child over the age of 23, especially amongst women who graduated high school and university.
Statistical Optimisation using Taguchi Method for Transesterification of Reutealis Trisperma Oil to Biodiesel on CaO-ZnO Catalysts Zeni Rahmawati; H. Holilah; Santi Wulan Purnami; Hasliza Bahruji; Titie Prapti Oetami; Didik Prasetyoko
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2021: BCREC Volume 16 Issue 3 Year 2021 (September 2021)
Publisher : Department of Chemical Engineering - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.16.3.10648.686-695

Abstract

Optimisation of biodiesel production from non-edible Reutealis Trisperma oil (RTO) was investigated using Taguchi method. Biodiesel was produced via consecutive esterification and transesterification reactions. Esterification of RTO was carried out using acid catalyst to decrease the amount of free fatty acid from 2.24% to 0.09%. Subsequent transesterification of the treated oil with methanol over a series of CaO-ZnO catalysts was optimized based on the L9 Taguchi orthogonal approach. The optimization parameters are Ca/Zn ratio (0.25, 0.5, and 1), methanol/oil ratio (10, 20, and 30) and reaction time (0.5, 1, and 2 h). CaO-ZnO catalysts at variation of Ca/Zn ratios were prepared using co-precipitation method and characterized using XRD, SEM, TEM, and FTIR analysis. The amount of methyl ester yield was used as the response parameter in the S/N ratio analysis and Analysis of Variance (ANOVA). The optimum parameter for RTO transesterification to biodiesel was determined at Ca/Zn ratio of 1, methanol oil ratio of 30 and reaction time for 2 h. Transesterification under these optimized parameter generated 98% of biodiesel yield, inferring the validity of the statistical approach. Furthermore, ANOVA analysis also confirmed that all the parameters were significantly contributed at approximately equal percentage towards the amount of biodiesel. Copyright © 2021 by Authors, Published by BCREC Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0).