Cokorda Istri Puspawati Nindhia
Institut Seni Indonesia Denpasar

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Couple On Holiday Dresser Julian Hendri Titihalawa; Cokorda Istri Puspawati Nindhia; I Nengah Wirakesuma
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 1 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i1.3522

Abstract

Couple on Holiday adalah dokumentasi momen pasangan yang sedang menghabisakan waktu liburannya di Bali. Biasanya selain berlibur mereka juga sedang menikmati bulan madu berdua di Bali. Momen ini yang penulis akan tampikan dalam bentuk karya fotografi. Penulis akan menampilkan foto pasangan-pasangan yang sedang berlibur di Bali di hotel tempat mereka menginap. Penulis melakukan pemotretan hanya di dalam hotel yang mereka singgahi. Foto pasangan yang penulis ciptakan adalah foto pasangan yang akan menampilkan momen kebersamaan pasangan selama berada di hotel dan momen keromantisan pasangan itu sendiri. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui teknik dan kendala di lapangan saat menghadapi tamu hotel.
Flat Lay Wedding Details Dalam Fotografi Pernikahan Di IMAJ Gallery I Gusti Wahyu Ekayana Putra; Cokorda Istri Puspawati Nindhia; Anis Raharjo
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 1 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i1.3525

Abstract

Fotografi berperan penting sebagai media dokumentasi karena mampu merekam momen spesial dalam bentuk gambar. Fotografi pernikahan merupakan salah satu genre dalam dunia fotografi yang menfokuskan pada dokumentasi momen berharga selama perayaan pernikahan. Perkembangan fotografi pernikahan saat ini tidak hanya terbatas pada subjek manusia, melainkan juga melibatkan elemen lain seperti arsitektur dan detail pernikahan. Salah satu inovasi terkini dalam fotografi pernikahan adalah penggunaan teknik fotografi Flat Lay dalam pemotretan detail pernikahan, di mana objek diletakkan pada permukaan datar dan foto diambil dengan sudut pandang mata burung. Tujuan penulis dalam memilih magang/kerja praktik yang dilaksanakan di IMAJ Gallery adalah memahami dan mengoptimalkan penerapan teknik Flat Lay dalam dokumentasi fotografi pernikahan, serta menghasilkan karya optimal sesuai dengan konsep yang diinginkan klien, sambil tetap menyesuaikan dengan karakteristik perusahaan. Proses ini melibatkan metode penelitian yang mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan demikian, Hasil yang telah diperoleh selama mengikuti magang/kerja praktik menunjukkan bahwa penerapan teknik Flat Lay di IMAJ Gallery memberikan dampak signifikan pada dokumentasi pernikahan dalam era saat ini. Program magang/praktik kerja ini memberikan pengalaman baru dalam memahami teknik fotografi inovatif yang digunakan dalam fotografi pernikahan. Hasil dari tugas akhir ini mencakup karya fotografi dan tulisan. Dalam karya fotografi ini, penulis menampilkan 15 karya.
Eksplorasi Penggunaan Aksesoris GOBO Dalam Fotografi Model di Sastruga Studio I Kadek Doni Pinatih; Cokorda Istri Puspawati Nindhia; Anis Raharjo
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.4270

Abstract

Fotografi studio merupakan seni yang sangat tergantung pada pengaturan cahaya yang tepat untuk menciptakan atmosfer yang diinginkan dalam gambar. Salah satu komponen krusial dalam mencapai hal ini adalah aksesoris lampu studio yang digunakan oleh fotografer. Salah satu jenis aksesoris yang digunakan adalah aksesoris gobo, alat kecil yang ditempatkan di depan lampu untuk menciptakan bayangan atau pola tertentu dan menciptakan efek pencahayaan yang unik serta mengubah suasana ruang studio. Tugas akhir ini akan mengeksplorasi aksesoris lampu studio khususnya gobo yang digunakan dalam fotografi model. Analisis ini akan menyoroti bagaimana penggunaan aksesoris tersebut mempengaruhi kualitas dan estetika hasil akhir dari sesi foto.
Representasi Body Shaming Dengan Teknik Silhouette Dalam Fotografi Ekspresi Wayan Alvin De Ananta Wiguna; I Made Bayu Pramana; Cokorda Istri Puspawati Nindhia
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.4285

Abstract

Body shaming adalah fenomena sosial yang memiliki dampak psikologis mendalam pada individu, menyebabkan berbagai masalah emosional dan mental. Dalam upaya untuk menggambarkan dampak ini, tugas akhir ini menggunakan teknik siluet untuk menciptakan citra visual yang kuat dan penuh makna. Teknik silhouette dipilih karena kemampuannya untuk menyampaikan pesan yang mendalam, memungkinkan penonton untuk fokus pada bentuk dan bayangan yang mewakili beban emosional yang dihadapi oleh subjek. Karya tugas akhir ini menunjukkan bahwa teknik silhouette efektif dalam mengkomunikasikan perasaan isolasi, ketidakberdayaan, dan ketakutan yang sering dialami oleh korban body shaming. Teknik silhouette berhasil menciptakan suasana yang introspektif dan mendorong penonton untuk merenungkan dampak negatif dari body shaming. Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa penggunaan teknik silhouette dalam fotografi ekspresi merupakan alat yang kuat untuk merepresentasikan dan meningkatkan kesadaran tentang isu body shaming.
Fotografi Komersial Sebagai Branding Sosial Media MEAI Studio Abdee Rangga Bhaskara Prakosa; Putu Agus Bratayadnya; Cokorda Istri Puspawati Nindhia
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.4312

Abstract

Dalam era digital dan dominasi berbagai platform media sosial, penggunaan gambar dan visualisasi telah menjadi elemen krusial dalam strategi pemasaran dan promosi. Keberhasilan dalam mempromosikan suatu brand tidak hanya tergantung pada teknik pengambilan gambar yang baik, tetapi juga pada konsep visual yang matang dan pengelolaan hasil akhir hingga publikasi, serta penyesuaian dengan selera audiens. MEAI Studio adalah creative studio yang berfokus pada produksi konten kreatif 3D Design dan maping. Fotografi secara umum dapat diartikan “menggambar dengan cahaya”. Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Penulis membuat planning pemotretan dengan mempertimbangkan estetika dan konsep yang bersangkutan pada sosial media Meai Studio guna menarik orang terhadap jasa yang disediakan MEAI Studio. Aspek ini penulis pertimbangkan bedasarkan trending dari waktu ke waktu penulis memutuskan untuk memakai karakter foto popup karena hasil pengamatan yang telah penulis susun dalam moodboard style seperti itu banyak mendapatkan exposure. hal ini sangat berpengaruh dalam meningkatkan citra brand khususnya calon client. Hasil dari semua karya tersebut penulis gabungkan menggunakan Adobe Photoshop CC 2024 menjadi artboard untuk simulasi post pada Instagram MEAI Studio. Cara memvisualisasikan karya fotografi dari MEAI Studio adalah dengan medokumentasikan baik itu alat, karya, maupun event dari MEAI Studio yang selanjutnya akan diolah guna meningkatkan visibilitas citra merk melalui portofolio yang dihasilkan agar audience dalam hal ini calon client tertarik terhadap jasa yang disediakan oleh MEAI Studio.
Budaya Bali Dalam Foto Jurnalistik Pada Program Acara Televisi Bali Shanti Di INews Bali Regina Febrin Agata Damanik; Putu Agus Bratayadnya; Cokorda Istri Puspawati Nindhia
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5152

Abstract

Pengumpulan bahan berita (peliputan), pelaporan peristiwa (reporting), penulisan berita (writing), penyuntingan naskah berita (editing), dan penyajian atau penyebarluasan berita (publishing/broadcasting) melalui media adalah definisi jurnalistik yang dikemukakan Roland E. Wolseley dalam buku Understanding Magazines (1969). Salah satu produk jurnalistik yang dihasilkan oleh wartawan selain tulisan adalah Foto jurnalistik sebagai pendukung dari berita. Sebagai produk dalam pemberitaan, tentunya foto jurnalistik memiliki peran penting dalam media cetak maupun media internet. Pada kesempatan ini penulis mengaplikasikan jenis Foto Jurnalistik dalam art and culture. Art and culture photo menangkap potret kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang menarik, seperti pameran budaya, penampilan tari, dan lain-lain. Melalui pengertian diatas iNews Bali memiliki program acara bernama Bali Shanti, Bali Shanti sendiri merupakan program non news yang meliput acara Budaya Bali yang terjadi di penyiarannya lokal Bali. Sehingga penulis mengetahui bagaimana menjadi seorang Fotografer Jurnalistik yang mengangkat tentang Budaya-Budaya yang ada di Bali dengan memanfaatkan Teori EDFAT sebagai dasar dalam pembuatan foto jurnalistik di dalam peliputan Bali Shanti.
Penerapan Artificial Intelligence (AI) Dalam Wedding Portrait I Putu Miguel Davinda Artha; Cokorda Istri Puspawati Nindhia; I Komang Yorda Garmita
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5238

Abstract

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang fokus pada pengembangan sistem dan algoritma yang dapat meniru kemampuan berpikir dan belajar manusia. Alat pengeditan berbasis AI, seperti Adobe Photoshop dan Lightroom, menawarkan fitur otomatisasi yang memungkinkan pengguna melakukan pengeditan kompleks dengan cepat, seperti pemilihan subjek dan penghapusan latar belakang. AI juga mampu menciptakan gambar baru melalui algoritma generatif, memberikan kebebasan kreativitas yang lebih luas. Pada proses penciptaan karya ini, penulis menggunakan beberapa metode yang menunjang terciptanya karya ini. Karya ini menggunakan metode observasi, wawancara, serta studi kepustakaan/literatur sebagai teknik pengumpulan datanya. Pemanfaatan AI degan menggunakan tools generative fill pada Adobe Photoshop merujuk pada pemanfaatan yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu dalam proses pengeditan foto dan penciptaan gambar, seperti menghaluskan kulit dan menambah obyek atau menghilangkan obyek. Pemanfaatan AI dalam karya foto wedding menunjukkan potensi besar teknologi ini dalam meningkatkan kreativitas dan efisiensi proses pembuatan foto. Menggunakan algoritma canggih, AI dapat membantu dalam pengeditan gambar, seperti penyesuaian pencahayaan, penghapusan objek yang tidak diinginkan, dan penyempurnaan warna, sehingga hasil akhir menjadi lebih menawan dan profesional. AI juga dapat menganalisis preferensi gaya dan tema pasangan, memberikan rekomendasi yang sesuai untuk menciptakan komposisi yang unik dan personal. Pemanfaatan AI tidak hanya memperkaya estetika visual dari karya foto wedding, tetapi juga meningkatkan pengalaman keseluruhan bagi pasangan yang merayakan cinta mereka, menjadikan momen spesial tersebut lebih tak terlupakan.
PHOTOGRAPHY IN TOURISM Anggara Putu Dharma Putra; Cokorda Istri Puspawati Nindhia
Ride: Journal of Cultural Tourism and Religious Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Vol 2 No 1
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/ride.v2i1.3566

Abstract

Basically, humans are social creatures that cannot be separated from the people around them. This affects a person's lifestyle, be it a lifestyle that is closely related to the development of society, which contains values such as social strata, imagery, and self-actualization which are all for the search for a new identity. Where in this case we know that in the world of tourism has developed rapidly in which there are several components related to the world of tourism, one of which is media photography that plays a role in the world of tourism which is used to capture moments in us doing tourist trips, which in this case aims as a promotional media because of the results of good pictures will make people interested in visiting tourist attractions especially Bali, where we all know that Bali is one of the destinations visited by many local and foreign tourists, now this is how important media photography is in the world of tourism.
ESTETIKA lDEATIONAL FOTO PREWEDDING STYLE BALI Cokorda Istri Puspawati Nindhia; Setiawan, I Nyoman Anom Fajaraditya
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2019
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v3i1.423

Abstract

The combination of technology and art makes photography a complex work of art and a media of images that also gives meaning and message. The work of photography comes from certain creative concepts rooted in basic ideas, which then appear in a photoshoot. Bali prewedding style photo as a form of photographer's creativity, because in the process requires high creativity. The process of photography combining ideas and objects of photographs and photographers can be intertwined perfectly to produce the best photos. This study uses qualitative methods, supported by several theories to dissect the purpose of research, namely the theory of forms to dissect aspects of Balinese style prewedding photo forms, aesthetic theories to dissect aesthetic concepts, function theory to dissect function aspects, and semiotic theory to dissect meaning in photographs Balinese style prewedding. The results obtained, namely, the form of ideas in making prewedding photos based on ideas is a form of photo prewedding with Balinese architecture background. The Balinese style prewedding photo process is based on the social life of the people and the form of Balinese style prewedding based on Balinese style fashion.