Penerimaan diri merupakan suatu keadaan dimana seseorang dapat menerima kelebihan dan kekurangan atas dirinya sendiri serta lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses penerimaan diri seorang remaja putri yang memiliki orang tua tiri serta mengetahui apa saja faktor pendukung subjek bisa sampai pada tahap penerimaan diri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi subjek dan wawancara secara mendalam. Subjek yang digunakan dalam penelitian yaitu 2 orang remaja putri yang memiliki orang tua tiri. Dilihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kedua subjek sudah mampu sampai pada tahap penerimaan diri. Meskipun di awal fase, keduanya sama – sama mengalami penolakan dengan latar belakang yang berbeda. Keduanya sama – sama mendapatkan dukungan sosial dari saudara dekatnya sehingga bisa membentuk konsep diri yang positif. Subjek SI pada akhirnya bisa menerima orang tua tirinya, karena dia berfikir bahwa ibunya sangat membutuhkan pendamping untuk bisa membantu mengasuh dirinya dan kakaknya. Di sisi lain SI juga sudah bisa merasakan kebaikan ayah tirinya. lain halnya dengan subjek NA, dia akhirnya dapat menerima ibu tirinya karena termotivasi oleh dukungan yang diberikan oleh saudara dekatnya. Dia yakin bahwa dia bisa menjadi remaja yang sukses dan mandiri meskipun penolakan masih dia dapatkan dari ibut tirinya. Dalam hal ini mengungkapkan bahwa umur tidak menjamin kedewasaan seseorang untuk bisa berfikir secara luas. Kedua subjek bisa berada pada tahap penerimaan diri setelah melewati 5 proses tahap penerimaan yaitu denial, anger, bergaining, depression serta acceptance. Faktor lain yang menjadi pendukung dalam penerimaan diri yaitu Berfikir positif, dukungan sosial, mempunyai keberhasilan dalam bidang tertentu, serta konsep diri yang positif.