Muhammad Sholihuddin Zuhdi
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Model Teoritik Regulasi Diri, Motivasi Berprestasi, Harga Diri dengan Kematangan Karir Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Tulungagung Zuhdi, Muhammad Sholihuddin
JUANG: Jurnal Wahana Konseling Vol 2, No 1 (2019): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : JUANG: Jurnal Wahana Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.504 KB) | DOI: 10.31851/juang.v2i1.2594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji menguji model teoritik kematangan karir dan pengaruh harga diri, regulasi diri, dan motivasi berprestasi terhadap kematangan karir mahasiswa bimbingan dan konseling islami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Causal Relationship Study dan analisis data adalah uji statistik yakni struktural equation modelling (SEM). Hasil uji hipotesis melalui analisis SEM diperoleh kesimpulan bahwa model teoritik kematangan karir mahasiswa bimbingan dan konseling islam telah terbukti layak (GFI = 0.924 dengan kriteria > 0.900) dan memperoleh dukungan data empiris (x2=149.799, p=0.398 dengan kriteria > 0.05), serta harga diri mempengaruhi motivasi berprestasi, regulasi diri mempengaruhi motivasi berprestasi, harga diri mempengaruhi kematangan karir, regulasi diri mempengaruhi kematangan karir, dan motivasi berprestasi mempengaruhi kematangan karir.
Pengembangan Inventori Resiliensi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung Zuhdi, Muhammad Sholihuddin
Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jbk.v3i1.693

Abstract

This article focuses on the study room of the student of Islamic Guidance and Counseling Students IAIN Tulungagung. The approach used in this study is a quantitative approach, using descriptive analysis methods. Adolescence is a period of storm and stress, a period in which teenagers are turbulent and contain conflicts and mood swings. These developments will enter early adulthood, which requires major changes in thinking and acting, from which independence is the most important thing to become the basis for further developments. Every student has different ways to deal with existing stressors. Individuals who are able to survive certainly have an attitude in dealing with stress so that each student must be able to become resilient. Resilience is very important to develop in students, so an instrument is also needed to determine the level of student resilience, because so far the counselor in particular does not yet have a measure of resilience as the first step in developing student resilience. The results of the research are: 1). Inventory Resilience is very easy to use because there are clear instructions in the process, 2). Based on the assessment of content experts from inventory Resilience developed according to the conditions of Islamic Guidance and Counseling Students IAIN Tulungagung, 3). Based on the small group test shows that inventory resilience is well received by students, 4). Inventory Resilience has limitations and weaknesses that still need further improvement and development.
RESILIENSI PADA IBU SINGLE PARENT (Studi Kasus pada Ibu Single Parent di Dusun Karang Tengah, Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar) Zuhdi, Muhammad sholihuddin
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.798 KB) | DOI: 10.21274/martabat.2019.3.1.141-160

Abstract

Ibu single parent adalah seorang ibu yang ditinggal oleh suaminya karena kematian atau perceraian. Ibu yang menjadi single parent memiliki peran ganda untuk keluarganya seperti mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan, merawat anak dan mengurus rumah. Peran ganda yang dialami oleh ibu single parent tentunya memiliki masalah yang kompleks. Resiliensi merupakan kemmpuan ibu single parent dalam menghadapi masalah yang dialaminya setiap hari sehingga mampu beradaptasi dengan keadaanya. Dari ketebalan iman serta dukungan para saudara dan teman dapat meningkatkan resiliensi seorang ibu single parent. Di dusun karang tengah desa pikatan kecamatan wonodadi blitar diketahui banyak ibu single parent yang memiliki peran ganda untuk keluarganya. Hal ini dikarenakan kematian suami dan perceraian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh ibu single parent dan untuk mengetahui bagaimana resiliensi ibu single parent di dusun karang tengah. Beberapa ibu single parent di dusun karang tengah menjadi subjek penelitian. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara mendalam, Observasi Partisipan dan Teknik dokumentasi. Selanjutnya  analisis pengumpulan data dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verivikasi data (conclution drawing/ verivication). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah-masalah yang dihadapi oleh ibu single parent di susun karang tengah dalam menjalankan fungsi keluarga meliputi masalah ekonomi, masalah sosial dan masalah keluarga. Bentuk resiliensi ibu single parent di dusun Karang Tengah adalah mereka selalu bersyukur dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT mereka percaya akan kuasaNya sehingga sikap optimisme, empati, dan meregulasi emosi dapat mereka kuasai.
INTENSIVE PARENTING TRAINING AND BASED ON CHILDREN PROTECTION IN THE COMMUNITY OF BLITAR REGENCY Zuhdi, Muhammad Sholihuddin
EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.479 KB)

Abstract

 In this era, there are many parents who are too busy to work with the aim of meeting their daily needs and social demands, in the end there are some parents who neglect their children or often scold their children because they feel tired from their work. Improper treatment of children will have a negative impact on children. In this paper we will discuss parenting training for parents who have difficulty in caring for children. The method used is the Rapid Rural Appraisal (RRA) method is a method in advancing the situation and conditions in an area (rural or urban), a fast step here is to find data and information quickly from various sources In this service, data and information were obtained from the community, the child protection commission in the Wonodadi sub-district, and influential figures in the Pikatan village community. The result of the training is that there are changes in parents who initially have an authoritarian parenting gradually improve and apply parenting according to the needs of the child.
RESILIENSI PADA IBU SINGLE PARENT (Studi Kasus pada Ibu Single Parent di Dusun Karang Tengah, Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar) Zuhdi, Muhammad sholihuddin
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2019.3.1.141-160

Abstract

Ibu single parent adalah seorang ibu yang ditinggal oleh suaminya karena kematian atau perceraian. Ibu yang menjadi single parent memiliki peran ganda untuk keluarganya seperti mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan, merawat anak dan mengurus rumah. Peran ganda yang dialami oleh ibu single parent tentunya memiliki masalah yang kompleks. Resiliensi merupakan kemmpuan ibu single parent dalam menghadapi masalah yang dialaminya setiap hari sehingga mampu beradaptasi dengan keadaanya. Dari ketebalan iman serta dukungan para saudara dan teman dapat meningkatkan resiliensi seorang ibu single parent. Di dusun karang tengah desa pikatan kecamatan wonodadi blitar diketahui banyak ibu single parent yang memiliki peran ganda untuk keluarganya. Hal ini dikarenakan kematian suami dan perceraian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh ibu single parent dan untuk mengetahui bagaimana resiliensi ibu single parent di dusun karang tengah. Beberapa ibu single parent di dusun karang tengah menjadi subjek penelitian. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara mendalam, Observasi Partisipan dan Teknik dokumentasi. Selanjutnya  analisis pengumpulan data dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verivikasi data (conclution drawing/ verivication). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah-masalah yang dihadapi oleh ibu single parent di susun karang tengah dalam menjalankan fungsi keluarga meliputi masalah ekonomi, masalah sosial dan masalah keluarga. Bentuk resiliensi ibu single parent di dusun Karang Tengah adalah mereka selalu bersyukur dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT mereka percaya akan kuasaNya sehingga sikap optimisme, empati, dan meregulasi emosi dapat mereka kuasai.
Pengembangan Inventori Resiliensi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung Muhammad Sholihuddin Zuhdi
Islamic Counseling : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.387 KB) | DOI: 10.29240/jbk.v3i1.693

Abstract

This article focuses on the study room of the student of Islamic Guidance and Counseling Students IAIN Tulungagung. The approach used in this study is a quantitative approach, using descriptive analysis methods. Adolescence is a period of storm and stress, a period in which teenagers are turbulent and contain conflicts and mood swings. These developments will enter early adulthood, which requires major changes in thinking and acting, from which independence is the most important thing to become the basis for further developments. Every student has different ways to deal with existing stressors. Individuals who are able to survive certainly have an attitude in dealing with stress so that each student must be able to become resilient. Resilience is very important to develop in students, so an instrument is also needed to determine the level of student resilience, because so far the counselor in particular does not yet have a measure of resilience as the first step in developing student resilience. The results of the research are: 1). Inventory Resilience is very easy to use because there are clear instructions in the process, 2). Based on the assessment of content experts from inventory Resilience developed according to the conditions of Islamic Guidance and Counseling Students IAIN Tulungagung, 3). Based on the small group test shows that inventory resilience is well received by students, 4). Inventory Resilience has limitations and weaknesses that still need further improvement and development.
Intensive Parenting Training and Based on Children Protection in the Community of Blitar Regency Muhammad Sholihuddin Zuhdi
EDUKASI : Jurnal Pendidikan Islam (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Tarbiyah Departement collaboration with AMCA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this era, there are many parents who are too busy to work with the aim of meeting their daily needs and social demands, in the end there are some parents who neglect their children or often scold their children because they feel tired from their work. Improper treatment of children will have a negative impact on children. In this paper we will discuss parenting training for parents who have difficulty in caring for children. The method used is the Rapid Rural Appraisal (RRA) method is a method in advancing the situation and conditions in an area (rural or urban), a fast step here is to find data and information quickly from various sources In this service, data and information were obtained from the community, the child protection commission in the Wonodadi sub-district, and influential figures in the Pikatan village community. The result of the training is that there are changes in parents who initially have an authoritarian parenting gradually improve and apply parenting according to the needs of the child.
Pengaruh Body Shaming Terhadap Kepercayaan Diri Mahasiswa Di Universitas Ali Sayyid Rahmatullah Tulungagung Nella Rahmawati; Muhammad Sholihuddin Zuhdi
Consilia : Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/consilia.5.1.27-33

Abstract

This research is motivated by the many phenomena of verbal bullying that occur in the community. One of them is commenting on other people's physical or what is called body shaming. When a person enters the phase of adolescence, of course there will be changes in body shape, but sometimes the changes in body shape that occur are not in accordance with community standards and these changes carry over into adulthood. This study aims to determine and understand the effect of body shaming on student self-confidence. The data analysis technique refers to Clark Moustakas' phenomenology. The subject is a student who experiences body shaming. This research shows that body shaming treatment can happen to anyone, and this has an effect on students' low self-confidence.
PENERIMAAN DIRI REMAJA PUTRI TERHADAP ORANG TUA TIRI (STUDI KASUS DUA REMAJA PUTRI DI DESA MOJOPETUNG GRESIK) Nur Aini; Muhammad Sholihuddin Zuhdi
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4, No 1 (2021): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v4i1.11846

Abstract

Penerimaan diri merupakan suatu keadaan dimana seseorang dapat menerima kelebihan dan kekurangan atas dirinya sendiri serta lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses penerimaan diri seorang remaja putri yang memiliki orang tua tiri serta mengetahui apa saja faktor pendukung subjek bisa sampai pada tahap penerimaan diri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi subjek dan wawancara secara mendalam. Subjek yang digunakan dalam penelitian yaitu 2 orang remaja putri yang memiliki orang tua tiri. Dilihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kedua subjek sudah mampu sampai  pada tahap penerimaan diri. Meskipun di awal fase, keduanya sama – sama mengalami penolakan dengan latar belakang yang berbeda. Keduanya sama – sama mendapatkan dukungan sosial dari saudara dekatnya sehingga bisa membentuk konsep diri yang positif. Subjek SI pada akhirnya bisa menerima orang tua tirinya, karena dia berfikir bahwa ibunya sangat membutuhkan pendamping untuk bisa membantu mengasuh dirinya dan kakaknya. Di sisi lain SI juga sudah bisa merasakan kebaikan ayah tirinya. lain halnya dengan subjek NA, dia akhirnya dapat menerima ibu tirinya karena termotivasi oleh dukungan yang diberikan oleh saudara dekatnya. Dia yakin bahwa dia bisa menjadi remaja yang sukses dan mandiri meskipun penolakan masih dia dapatkan dari ibut tirinya. Dalam hal ini mengungkapkan bahwa umur tidak menjamin kedewasaan seseorang untuk bisa berfikir secara luas. Kedua subjek bisa berada pada tahap penerimaan diri setelah melewati 5 proses tahap penerimaan yaitu denial, anger, bergaining, depression serta acceptance. Faktor lain yang menjadi pendukung dalam penerimaan diri yaitu Berfikir positif, dukungan sosial, mempunyai keberhasilan dalam bidang tertentu, serta konsep diri yang positif.
PENGEMBANGAN INVENTORI RESILIENSI MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG Muhammad Sholihuddin Zuhdi
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2019): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.023 KB) | DOI: 10.22373/taujih.v2i1.7208

Abstract

Masa remaja merupakan masa storm and stress, masa di mana remaja sedang bergejolak dan berisi konflik serta perubahan suasana hati. Tugas perkembangan remaja yang akan memasuki masa dewasa awal, menuntut perubahan besar dalam berfikir dan bertindak, dari hal tersebut kemandirian merupakan hal yang paling utama menjadi dasar dalam perkembangan selanjutnya. Untuk mencapai kemandirian, banyak hambatan umum yang ditemui pada masa remaja, diantaranya terlalu lama diperlakukan seperti anak-anak, perubahan peran dari anak-anak menjadi dewasa, ketergantungan kepada orang lain terutama pada orang tua yang terlalu lama dan terlambat dalam kematangan sehingga kurang mampu menguasai tugas-tugas perkembangan.Hambatan-hambatan remaja tersebut banyak ditemukan pada masa remaja akhir khususnya pada Mahasiswa. Tuntutan dan harapan untuk mencapai tujuan bagi mahasiswa sering mendapatkan hambatan sehingga tidak semua mahasiswa dapat memenuhi tuntutan tersebut. Setiap mahasiswa memiliki cara yang berbeda untuk menyikapi stresor yang ada. Individu yang mampu bertahan tentunya mempunyai sikap dalam menghadapi stress sehingga setiap mahasiswa harus bisa menjadi resilien. Resiliensi  sangat penting untuk dikembangkan dalam diri mahasiswa, maka perlu pula disusun sebuah instrument untuk mengetahui tingkat resiliensi  mahasiswa, karena selama ini konselor khususnya belum mempunyai alat ukur resiliensi  sebagai langkah awal pengembagan resiliensi  mahasiswa untuk itu perlu dikembangkan instrumen berbentuk inventori mengenai resiliensi. Penelitian ini dititik beratkan pada  ruang   telaah   mahasiswa bimingan dan konseling IAIN Tulungagung. Adapun rumusan masalahnya adalah bagaimana mengembangkan inventori yang memenuhi syarat validitas, reliabilitas dan penormaan yang memadai? Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penelitannya menggunakan model pengembangan selanjutnya prosedur pengembangan dan uji coba produk. Hasil penelitannya adalah (1) Inventori Resiliensi  sangat mudah untuk digunakan karena terdapat petunjuk yang jelas dalam pengerjaanya, (2) Berdasarkan penilaian ahli isi dari inventori Resiliensi  yang dikembangkan telah sesuai dengan kondisi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Tulungagung, (3) Berdasarkan uji kelompok kecil menunjukan bahwa inventori Resiliensi  diterima baik oleh mahasiswa, (4) Inventori Resiliensi  memiliki keterbatasan dan kelemahan yang masih memerlukan perbaikan dan pengembangan selanjutnya. Kata Kunci: Inventori, Resiliensi, Mahasiswa