Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Posyandu Melati II Bersama Kader Posyandu Di Desa Rengasdengklok Utara Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang Riska Setiawati; Uway Wariah; Irma Yanti
Jurnal Dorkes (Dedikasi Olahraga dan Kesehatan) Vol 2 No 1 (2024): DORKES Edisi Maret 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNSIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/dorkes.v2i1.11941

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu, bayi, dan balita. Tujuan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta dalam mensukseskankegiatan yang berdaya masyarakat tersebut dan dapat menambah wawasan pengetahuan untuk selalu memberikan kontribusi kepada masyarakat. Peran kader dalam penyelenggaraan posyandu sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat untuk datang ke posyandu dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Ibu hamil yang hadir pada saat kegiatan Posyandu adalah 11 orang dan bayi balita sejumlah 84 orang. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat memberikan dampak yang positif dan kegiatan lima meja dapat terlaksana dengan baik serta kader yang berperan aktif sangat antusias dalam membantu pelayanan tenaga kesehatan.
PERANAN STATUS GIZI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RISIKO STUNTING SEJAK MASA REMAJA MELALUI “GERMAS PEDULI STUNTING” DI DESA CADASKERTAJAYA KABUPATEN KARAWANG Setiawati, Riska; Yanti, Irma; Apriningrum, Nelly; Sopiah, Oon; Wariah, Uway; Suryani, Lilis; Marlina, Rina; Alia Rahayu, Maria; Hamdayani, Irma; Nurlailasari, Ella
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The direct factors of stunting are lack of nutritional intake and the presence of infectious diseases, while the indirect causes include maternal nutritional factors during adolescence, before, and during pregnancy, which can contribute to fetal growth, potentially resulting in a baby being born with malnutrition. Objective: Nutritional status is a variable in this research. This study aims to determine the role of nutritional status in stunting prevention by examining the relationship between education, behavior, and knowledge of young women. Method: This study is an observational analytical research using a cross-sectional design. The sample was selected using simple random sampling from all unmarried female teenagers aged 12-24 years, totaling 45 participants. Data were collected using a questionnaire. Results: The results showed that most of the BMI of female adolescents was in the normal category. Statistical tests indicated a p-value of 0.004, revealing a significant difference in the proportion of BMI between respondents with poor and good stunting prevention behaviors. A p-value of 0.652 indicated no significant difference in the proportion of BMI between respondents with poor and good knowledge of stunting prevention. Additionally, a p-value of 0.015 showed a significant difference in the proportion of BMI between respondents with primary and secondary education. Conclusion: Habits acquired during adolescence can have a significant impact on behavior. Increasing the knowledge of female adolescents should be further enhanced through health approaches and education.
Pengaruh Sikap Terhadap Intensi Berperilaku Melakukan Cuci Tangan Pada Lanjut Usia Di Masa Pandemi COVID-19 Wariah, Uway; Apriningrum, Nelly; Aulia, Dany; Setiawan, Muhammad Arief; Sopiah, Oon; Fariji, Achmad; Setiawati, Riska
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 16 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v16i1.179

Abstract

Mencuci tangan merupakan upaya yang mudah dan murah dalam pencegahan infeksi, diantaranya dengan pencegahan penyebaran SarsCov2. Penelitian ini bertujuan  menganalisa pengaruh sikap terhadap intensi berperilaku cuci tangan bagi lansia pada masa pandemi covid 19 di Wilayah kerja Puskesmas Telagasari Tahun 2020. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi penelitian ini 8920 lansia di wilayah kerja Puskesmas Telagasari Tahun 2020 dan sampel penelitian sebesar 382 orang yang diperoleh dengan metode stratified random sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara sikap dan intensi dengan nilai r = 0.419 dan p = 0.000. Kesimpulanya terdapat pengaruh sikap terhadap intensi melakukan cuci bagi lansia pada masa pandemi covid 19.
Optimalisasi Self Efficacy Akseptor KB melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Penggunaan Kontrasepsi di Desa Cadaskertajaya Karawang Salman, Salman; Wariah, Uway; Pasaribu, Irma Hamdanyani; Sakina, Irene Virda; Anugerah, Giga
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i2.814

Abstract

Ledakan populasi penduduk di tahun 2030 berpotensi meningkatkan angka kematian ibu (AKI), karena merupakan salah satu faktor penyebab kematian ibu di Indonesia dan juga di dunia. Laju pertumbuhan penduduk di kabupaten karawang sejak tahun 2010-2020 mencapai 1,33%, Dengan total penduduk 2.44 Juta Jiwa yang didominasi oleh penduduk Usia produktif (15-64) tahun sebesar 71.35% angka ini lebih besar dari jawa barat yang hanya sebesar 70,68% sehingga kabupaten karawang saat ini masih dalam masa bonus demografi. Tingginya pertumbuhan penduduk ini dapat diatasi salah satunya dengan upaya mengendalikan fertilitas yaitu penggunaan Kontrasepsi. Tujuan pengabdin ini untuk meningkatkan jumlah pengguna kontrasepsi dan mengurangi kejadian unmet need KB pada akseptor KB melalui peningkatan pengetahuan dan efikasi diri. Bentuk kegiatan dengan memberikan edukasi kesehatan berupa penyuluhan, curah pendapat, dan tanya jawab mengenai kesehatan reproduksi dan penggunaan kontrasepsi kepada 76 akseptor KB yang bertempat di Desa Cadaskertajaya Kabupaten Karawang. Hasil kegiatan menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan akseptor KB setelah dilakukan pretest dan post test pada kegiatan penyuluhan. Sedangkan pada hasil efikasi diri menunjukan adanya peningkatan yang signifikan. Oleh karena itu, kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri pada akseptor KB di Desa Cadaskertajaya Kabupaten Karawang.
PEMANFAATAN AROMATERAPI SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER PREMENSTRUAL SYNDROME Hamdayani Pasaribu, Irma; Wariah, Uway; Setiawati, Riska
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 7 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i7.2481-2484

Abstract

Terapi komplementer merupakan pengobatan holistik dengan mengkombinasikan terapi tradisional dalam pengobatan modern dan dapat digunakan sebagai tambahan untuk terapi konvesional. Aromaterapi merupakan salah satu pengobatan holistik yang menggunakan tumbuhan alami untuk meningkatkan kesehatan. Aromaterapi yang digunakan biasanya menggunakan minyak esensial aromatik seperti aroma teh, rasa buah-buahan yang memberikan efek rileksasi yang bersifat menenangkan psikologis dan pikiran. Efek rileks dari aromaterapi dapat digunakan untuk menangani premenstrual syndrome (PMS) seperti mudah marah, mudah menangis, sulit berkonsentrasi, mudah lupa dan depresi, sakit otot, serta sakit kepala. Metode yang digunakan pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah sosialisasi (penyuluhan) secara langsung tentang PMS dan pemberian aromaterapi kepada siswa SMK Teknologi Karawang. Hasil dari kegiatan PkM ini adalah meningkatnya pengetahuan remaja perempuan dalam mencegah maupun menangani PMS dengan terapi komplementer aromaterapi, sehingga diharapkan saat siswi mengalami permasalahan PMS tidak akan mempengaruhi kegiatan sehai-hari terutama kegiatan pembelajaran baik disekolah maupun di rumah. Selain itu, penggunaan terapi komplementer dengan aromaterapi dapat menghindari efek samping penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang.Â