Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

the Edukasi Tentang Pentingnya Gizi Saat Kehamilan, Asi Eksklusif, Mp-Asi Tumbuh Kembang Bayi Pada Wanita Usia Subur Dalam Upaya Pencegahan Stunting Kartini, Kartini; Arsulfa, Arsulfa; Farming , Farming; Mihora, Dian Putri Ekawati
Jurnal Stunting Pesisir dan Aplikasinya Vol 3 No 1 (2024): January - June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jspa.v3i1.1456

Abstract

Masalah kesehatan ibu dan bayi merupakan salah satu masalah yang mendapat perhatian khusus terkait peningkatan kualitas hidup manusia di dunia (Thompson et al, 2017). Masalah kesehatan ibu dan bayi banyak faktor yang mempengaruhi dan saling berhubungan satu sama lain (Arigliani et al, 2018). Salah satunya adalah kasus kurang energi kronik (KEK) dan kehamilan usia dini yang masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia (Kemenkes RI, 2018). Kekurangan Energi Kronik merupakan kondisi yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan asupan gizi antara energi dan protein, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi (Kemenkes RI, 2018). Berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Tahun 2015,2016 dan 2017 ditemukan data persentase ibu hamil dan wanita usia subur kekurangan energi kronis (KEK) di Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 13,3%, pada tahun 2016 sebanyak 16,2%, pada tahun 2017 sebanyak 14,8% (Kemenkes, 2017). Prevalensi KEK pada wanita hamil di Indonesia berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 sebesar 17,3% dan berdasarkan profil Kesehatan Indonesia bahwa angka kejadian KEK pada ibu hamil dan wanita usia subur tahun 2019 sebesar 17,9% (Kemenkes RI, 2019). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan angka kejadian ibu hamil dan wanita usia subur dengan KEK di Indonesia. Pengabdian masyarakat ini mengaplikasikan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh pengusul tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil dan kehamilan usia dini. Hasil dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa faktor ibu, seperti berat badan ibu, usia, pendidikan, pengetahuan tentang gizi dan kehamilan berhubungan dengan kejadian KEK. Diperlukannya edukasi pada wanita usia subur terutama dalam meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya gizi sebelum dan saat kehamilan yang dapat memutus mata rantai kejadian KEK. Diharapkan wanita usia subur menjadi agen pencegah kejadian KEK.
Pendampingan Persalinan oleh Suami Berpengaruh terhadap Lama Persalinan Kala 1: Penelitian Kuasi Eksperiman Elyasari, Elyasari; Feryani, Feryani; Aisa, Sitti; Arsulfa, Arsulfa
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i2.763

Abstract

Labor and the birth of a baby which is a happy moment for husband and wife. Labor and birth are influenced by various dimensional factors, namely the birth canal, strength, mother's position, and psychological response. A husband’s participation during the delivery process is deemed necessary and becomes part of intrapartum management. This study was a quasi-experimental study on pregnant women and their husbands who gave birth at health care facilities in Kendari City. The time for conducting the research was in May-November 2020. The research population was pregnant women in Kendari City with an average number of births of 50 people. The sampling technique used purposive sampling method, which was divided into two groups, a control group of 30 respondents, and a treatment group of 30 respondents. The treatment group was given the Delivery Assistance Module. The module contains activity material that is important to do while accompanying childbirth, especially the first stage of labor. The average pain score is relatively the same (6.57) in both groups. The average duration of the first stage of labor was shorter (5.53) than the control group (8.00). Statistical tests paired sample t-test on pain (p > 0.05) and length of labor (p < 0.05, t -2.437). Variables of pain and duration of labor in the first stage in the control group and the treatment group statistically had differences in each characteristic. Statistically, childbirth assistance by the husband is related to the duration of the first stage of labor.
Riwayat Menstruasi, Kehamilan yang Tidak Direncanakan dan Paparan Asap Rokok pada Anemia Ibu Hamil Suku Bajo Banudi, La; Nurfitrah, Endang; Arsulfa, Arsulfa; Reyana, Hesti
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v2i1.1243

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil adalah keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) pada wanita hamil Trimester I dan III adalah < 11 gr/dl sedangkan pada Trimester II kadar Hb adalah <10,5 gr/dl. Anemia pada kehamilan disebabkan karena kebutuhan zat besi selama hamil cenderung mengalami peningkatan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan riwayat menstruasi berlebih, kehamilan yang tidak direncanakan dan paparan asap rokok terhadap kejadian anemia pada ibu hamul. Metode: Studi Cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil suku bajo yang berada di wilayah kerja Puskespas Soropia yang berjumlah 53 orang. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar koesioner sedangkan analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil: hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat menstruasi berlebih dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p = 0,009), terdapat hubungan antara paparan asap rokok terhadap kejadian anemia pada ibu hamil (p = 0,020). Tidak terdapat hubungan antara kehamilan yang tidak direncanakan dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p = 0,901). Simpulan: hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara riwayat menstruasi berlebih dan paparan asap rokok terhadap kejadian anemia pada ibu hamil dan tidak terdapat hubungan antara riwayat menstruasi berlebih terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Kata kunci : Riwayat menstruasi berlebih, Kehamilan yang tidak direncanakan, Paparan asap rokok, Anemia ibu hamil.
Edukasi Trias Klasik dalam Pencegahan Preeklamsia: Pengabdian kepada Masyarakat Sarita, Sultina; Arsulfa, Arsulfa; Syahrianti, Syahrianti; Yulita, Hendra; Dolofu, Muliati; Resyana, Hesti
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 2 No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeclampsia remains one of the leading causes of maternal morbidity and mortality in Indonesia. One preventive effort that can be undertaken is early education for pregnant women regarding the classical triad of preeclampsia, which includes hypertension, edema, and proteinuria. However, many pregnant women still lack understanding of these danger signs, often resulting in delayed detection and treatment. This community service activity aimed to improve pregnant women's knowledge of the classical signs of preeclampsia through health education involving counseling sessions, interactive discussions, leaflet distribution, and knowledge evaluation using pre- and post-tests. The activity was conducted in the working area of Abeli Public Health Center, Abeli District, Kendari City, involving 15 pregnant women as participants. The stages included coordination with the health center, initial health checks (blood pressure and body weight), pre-test questionnaire, delivery of educational materials, distribution of informational leaflets, interactive discussions, and post-test evaluation. The results showed an increase in participants’ knowledge regarding the classical triad of preeclampsia after the educational intervention. The practical implication of this activity is that combining health education with basic health screening proves effective in raising awareness among pregnant women about the warning signs of preeclampsia. This approach can serve as a promotive and preventive intervention model that is applicable and sustainable at the primary healthcare level.