Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENDAMPINGAN PERENCANAAN PERKERASAN JALAN DESA TIRTOMOYO KABUPATEN MALANG DESA TIRTOMOYO Deviani Kartika; Agus Santosa; Tiong Iskandar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 9 No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v9i1.2636

Abstract

Jalan merupakan salah satu infrastruktur yang penting dalam suatu wilayah permukiman karena merupakan akses penghubung dengan daerah lain. Sistem lalu lintas yang kurang baik menyebabkan kemacetan atau bahkan berdampak buruk pada perkembangan ekonomi wilayah tersebut karena dapat meningkatkan biaya distribusi sehingga meningkatkan harga barang-barang kebutuhan, yang pada akhirnya mengakibatkan turunnya daya beli dan daya saing produk di daerah tersebut. Setiap tahun saat memasuki musim hujan jalan-jalan di wilayah desa Tirtomoyo banyak mengalami kerusakan. Hal ini mengakibatkan tingginya biaya perbaikan untuk perkerasan jalan. Selain itu daerah Tirtomoyo Kecamatan Pakis dekat dengan Bandara Aburachman Saleh dan merupakan pintu terakhir jalan tol Pandaan Malang. Kemajuan dan perkembangan Bandara dan perkembangan jalan tol Pandaan Malang tersebut juga berpengaruh terhadap perkembangan lalu lintas di Desa Tirtomoyo. Maksud dari kegiatan ini adalah untuk melakukan survey, investigasi dan perencanaan perkerasan jalan di desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang sehingga diperoleh hasil desain perkerasan jalan yang efektif dan efisien yang kemudian dapat dijadikan acuan/pedoman untuk pelaksanaan perkerasan jalan di Desa Tirtomoyo Malang. Dari analisis data dapat disimpulkan pada jalan utama menggunakan Sirtu Kelas A dengan ketebalan 30 cm, Batu Pecah Kelas A dengan ketebalan 15 cm dan Lapisan Aspal AC dengan ketebalan 10 cm.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KULIT BAMBU DARI LIMBAH BEKAS STAGGER BEKESTING TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK PADA GENTENG BETON Tiong Iskandar; Deviani Kartika; agus santosa
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 9 No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v9i1.2637

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kuat tarik beton adalah dengan menambah serat (fiber) dalam adukan beton. Sifat mekanik yang dapat diperbaiki dengan penambahan serat antara lain: daktilitas, serapan energi, ketahanan kejut, kapasitas lentur dan geser, ketahanan leleh (fatique) dan lainnya. Bambu merupakan salah satu material yang sering digunakan dalam dunia konstruksi salah satunya dimanfaatkan untuk stagger bekesting pada pembangunan rumah. Limbah bambu saat ini sebagian besar hanya dibuang atau dibakar belum dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku industri. Selain itu berlimpahnya bambu di wilayah kabupaten Malang dan sekitarnya juga mendorong pemanfaatan bambu di dunia industri menjadi lebih optimal Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik beban lentur untuk keempat variasi genteng beton penambahan serat bambu dan pengurangan pasir tersebut hanya variasi 0% yang memenuhi standard SNI 0096 : 2007. Sedangkan pada variasi 2,5%;5% dan 7,5% tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang tercantum dalam SNI 0096:2007, yaitu untuk genteng beton dengan tinggi profil > 20 mm dan lebar penutup ≥ 300 mm harus memiliki karakteristik beban lentur minimum 2000 N. Pada pengujian ketahanan terhadap rembesan air (impermeabilitas) untuk keempat variasi genteng beton penambahan serat bambu tidak mengalami rembesan dibawah genteng sehingga masih memenuhi standar SNI 0096 : 2007. Pada Pengujian terhadap penyerapan air (porositas) tidak melebihi 10% untuk keempat variasi genteng beton sehingga masih memenuhi standard SNI 0096 : 2007. Pada pengujian sifat tampaknya sama dan telah memenuhi persyaratan SNI0096-2007 dan PUBI-1982. Selan itu ditinjau dari ukuran, genteng beton tidak memenuhi syarat mutu yang tercantum dalam SNI 0096-2007, dimana lebar kaitan minimum yang diperkenankan adalah 12 mm.
ANALISIS FAKTOR FAKTOR KETERLAMBATAN WAKTU PELAKSANAAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN BANDAR UDARA TIMIKA Jamal; Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 8 No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v8i2.2647

Abstract

Proyek kontruksi adalah suatu rangkaian pekerjaan yang diadakan dalam selang waktu yang singkat bersifat sementara dan mempunyai tujuan yang khusus membedakan proyek dengan pekerjaan adalah sifatnya yang khusus, dan tidak bersifat rutin pengadaannya hanya sementara sehingga pengelolaannya pun memerlukan ekstra lebih banyak, semua proyek selalu mengandung resiko relatif besar berkaitan dengan manajemen waktu yang diterapkan untuk proyek itu sendiri, tujuan manajemen proyek adalah untuk mewujudkan gagasan atau ide yang timbul dari manusia baik secara perorangan maupun organisasi dalam bentuk original utuh, murni dan nyata dengan sifat pengelolaan proyek yang spesifik dalam mewujudkan tujuan. Sifatnya sangat khas dari suatu proyek kontruksi antara lain, mempunyai upaya pendekatan sistematis yang menguntungkan atau positif Sifatnya pekerjaan yang khusus dan menonjol siklus kehidupan perkembangan yang spesifik peran pimpinan proyek lebih dominan.
KEPUTUSAN PEMBELIAN RUMAH GENERASI MILENIAL KOTA MALANG Rengga Eka Sarvian Mangun Redjo; Maranatha Wijayaningtyas; Tiong Iskandar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 8 No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v8i2.2649

Abstract

Generasi milenial merupakan kelompok konsumen yang cenderung lebih teliti sebelum membeli produk. Oleh karena itu bagi pengembang perumahan yang menjadikan generasi milenial sebagai konsumen rumah perlu mengetahui faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian rumah generasi milenial, sehingga rumah yang dibangun sesuai dengan kebutuhan generasi milenial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor persepsi kontrol perilaku dan minat beli terhadap keputusan pembelian rumah generasi milenial Kota Malang. Metode pada penelitian ini, menggunakan metode PLS (partial least square) dan pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa persepsi kontrol perilaku berpengaruh positif sebesar 0,61, dan minat beli berpengaruh positif sebesar 0,04 terhadap keputusan pembelian rumah generasi milenial Kota Malang. Selain itu, hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa persepsi kontrol perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian rumah, sedangkan minat beli diketahui berpengaruh positif tetapi tidak signifikan.
STUDI PENERAPAN REKAYASA NILAI (VALUE ENGINEERING) PADA RENOVASI GEDUNG BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROPINSI MALUKU Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar; Philip Rudolf
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 6 No 1 (2017): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v6i1.3030

Abstract

Pada pelaksanaan renovasi pembangunan Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Maluku, baik perencana maupun kontraktor selalu dihadapkan pada pemilihan desain dan metode pelaksanaan yang tepat agar dapat mewujudkan bangunan yang tidak saja memenuhi syarat ditinjau dari segi desain namun juga ekonomis. Dalam hal ini, pemilihan desain dan bahan sangat penting dilakukan, karena akan menunjukkan mutu dan kualitas bangunan tersebut. Penerapan value engineering pada pekerjaan pasangan dinding dilakukan dengan mengganti penggunaan material dinding batu bata dengan bataco press serta dinding partisi double teakwood dengan tripleks 4 mm. Sementara pada pekerjaan atap penerapan value engineering dilakukan dengan mengganti struktur kayu dengan baja ringan serta genteng metal dengan seng gelombang BJLS 30” pada atap. Studi penerapan ini bertujuan untuk mengetahui besarnya penghematan biaya yang terjadi setelah diterapkannya rekayasa nilai (value engineering). Hasil studi penerapan rekayasa nilai (value engineering) yang dilakukan pada proyek Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Maluku yakni pada pekerjaan pasangan dinding serta pekerjaan atap. Besar cost saving atau pengurangan biaya setelah diterapkannya value engineering sebesar Rp. 124.437.495,65 dengan persentase 9,27 % untuk 2 (dua) jenis pekerjaan diatas. Sedangkan untuk keseluruhan proyek sebesar 2,59 %.
KERANGKA ACUAN KERJA MERUPAKAN BAGIAN PENTING YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN DOM UNISMA Ruli Saefudin; Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar; Lies K Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 10 No 2 (2021): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v10i2.4368

Abstract

Strategi yang harus dilakukan kontraktor dengan keterbatasan Lingkungan kerja yang sempit yaitu membuat Cetakan Tribun di luar Area, Membuat Kerangka Atap di luar Area. Dan membuat Cetakan Kusen di luar Area. sediakan shop drawing untuk membuat kerangka acuan kerja (KAK) dan spesifikasi teknis sesuai dengan perencanaan yang lebih lengkap dan teliti serta mengikuti dan mengejar ketinggalan time scedulle kurva S yang sudah ditentukan, Menyelesaikan dengan perencanaan yang lebih lengkap dan teliti, Mapping suatu pekerjaan untuk membuat analisa baik dalam penggunaan peralatan, bahan ataupun tenaga sehingga tepat waktu, mutu dan biaya.
Delay Factors in Building Construction Project of State Elementary School Raden Risang Haryo C. D.; Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar
Civil Engineering Journal Vol 6, No 3 (2020): March
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/cej-2020-03091488

Abstract

The state elementary school No.027 building construction project in Samarinda Ulu District, Samarinda City, Indonesia, in the 2019 fiscal year, which experienced delays, was allegedly due to the use of inappropriate scheduling methods. Therefore, to overcome these delays, it must use the curtain methods that are appropriate with efficient cost. In this study, we used factor analysis and multiple linear regression methods to measure answers from a questionnaire distributed to 45 respondents like consultants, contractors, and owners who were involved in the state elementary school in above. The results show that the elements that influence the delay in the construction of state elementary school building No.027 Samarinda is a factor in the work scheduling method and construction delay. For Scheduling work get a coefficient value is , and for construction delay method get a coefficient value is . It can be concluded is the most dominant factor construction delay in the State Elementary School No.027 Samarinda in case above is the Work Scheduling Method with a value coefficient is 1.057.
ANALISIS FAKTOR INDEKS YANG MEMPENGARUHI KENAIKAN NILAI KONTRAK MULTI YEARS Santoso; Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 11 No 1 (2022): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v11i1.4906

Abstract

Tujuan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pelaku bisnis konstruksi di semua bidang dalam mengantisipasi risiko-risiko pada proyek dalam perhitungan analisa sumber daya, menyiapkan Anggaran Biaya Lapangan, dan menghindari kerugian akibat timbulnya inflasi atau cost management. Tidak semua kontrak bisa diberlakukan penyesuaian harga. Kontrak yang bersifat tahun tunggal (single year) tidak diberlakukan penyesuaian harga, meskipun tidak menutup kemungkinan hal ini terjadi. Penyesuaian harga pada umumnya diberikan kepada kontrak–kontrak yang bersifat multi years Metode dan prosedur yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan dan mendapatkan jawaban atas permasalahan dalam penelitian. Penelitian ini dengan melakukan pemodelan analisa indeks eskalasi harga satuan untuk dapat melihat pengaruh tiap indeks pada perhitunganya yang tujuannya untuk menemukan sesuatu berupa besaran biaya eskalasi harga satuan. Dan mencoba menangkap fenomena ketidak pastian dalam pelaksanaan proyek konstruksi yang disebabkan oleh faktor durasi masa pelaksanaan proyek yang lebih dari delapan belas bulan yang akan menimbulkan risiko pada pelaksanaan proyek konstruksi yang berdampak kerugian. Hasil penelitian analisa indeks eskalasi harga satuan menunjukkan bahwa terjadi kenaikan nilai kontrak sebesar 1.364% setara Rp. 2.883.900.000,- dari nilai kontrak awal Rp. 211.374.500.000,- menjadi Rp. 214.258.400.000,-. Beberapa pekerjaan yang mengalami kenaikan penyesuaian harga adalah divisi pekerjaan drainase, pekerjaan tanah, pekerjaan perkerasan bahu jalan, pekerjaan perkerasan berbutir, pekerjaan perkerasan aspal, dan pekerjaan struktur.
Comparative Analysis Study on Construction Cost Between Concrete Structures and Steel Structures Buildings in Surabaya Deviany Kartika; Hadi Surya Wibawanto; Tiong Iskandar; Wahyu Bangkit Pangestuaji
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering) Vol 5, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jacee.5.1.1-10

Abstract

High-rise buildings in Indonesia must be designed resistance to receiving earthquakes. This is because the earthquake load that occurred in Indonesia has a high intensity. So that existing buildings, especially multi-story buildings must ensure good performance in receiving earthquake loads. This effort aims to maintain the safety of its users. Several aspects that need to be considered in designing earthquake-resistant buildings are structural performance and construction costs. Therefore, in this study, we will discuss the designed of earthquake-resistant structures by making comparisons on concrete structures and also steel structures which will then analyze the cost of the structure for the structures that have been analyzed and designed. From the results of the analysis, for the same conditions, earthquake resisting frame with reinforced concrete construction, it requires cheaper construction costs compared to steel construction. Concrete construction requires a structural cost of Rp. 19,030,188,114.0 and for a steel structure of Rp. 72,206,697,860.7. This is certainly not a conclusion that concrete construction is superior to steel construction. Because even though it is more expensive in terms of cost, steel construction is quite superior in terms of quality, time efficiency and ease of implementation.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SAMPAH METODE 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) DI DESA KRESEK KELURAHAN TEMPUREJO KOTA KEDIRI Tiong Iskandar; Annur Ma'ruf; Sutanto Hidayat
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 11 No 1 (2022): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan persampahan rumah tangga saat ini harus menjadi perhatian bersama karena dari hari ke hari masalah sampah yang menggunung menjadi pemandangan yang dijumpai hampir di semua wilayah. Demikian pula di wilayah kelurahan Tempurejo dimana pertumbuhan penduduknya cukup tinggi dengan lahan yang makin sempit untuk tiap keluarga. Oleh karena itu diperlukan penanganan sampah rumah tangga di wilayah ini agar tidak menimbulkan masalah lebih lanjut seperti penurunan kebersihan dan kesehatan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat adalah dengan mengadakan pendampingan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) bagi warga setempat dengan harapan dapat megurangi sampah rumha tangga yang dibuang, karena sebagian sampah masih dapat diolah lagi. Dengan pengelolaan sampah berbasis 3R ini diharapkan bahwa sampah yang dibuang warga adalah sampah yang benar-benar tidak dapat diolah lagi. Kegiatan dilaksanakan dengan pelatihan dan pendampingan pengelolaan sampah berbasis 3R dengan fasilitator, dinamisator, dan komunikator dari tim pengabdian masyarakat, pengelolaan angkutan sampah dengan melibatkan kelompok peduli lingkungan “Asri” dan evaluasi hasil kegiatan adalah atusiasme dan peran serta masyarakat cukup tinggi serta diperlukannya penambahan fasilitas pengelolaan bagi kelompok peduli lingkungan “Asri” agar berfungsi maksimal.