Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KALIBRASI MODEL SIMULASI VISSIM Raharjo, Effendhi Prih; Guntur, M.; Umiyati, Siti; Sari, Novita; Hardianto, Dani; Angga, Dessy; Handayani, Sabrina
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 8 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menganalisa transportasi suatu jaringan jalan, banyak ditemui keterbatasan dan kesulitan. Banyak waktu, tenaga dan biaya yang digunakan untuk menganalisa dan mengetahui kinerja lalu lintas. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah aplikasi PTV Vissim 9. Model Vissim itu sendiri pada dasarnya merupakan given atau terdapat pengaturan yang telah di atur oleh penciptanya dengan karakteristik negara asalnya, yakni negara Jerman dan negara maju lainnya dimana negara tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda, dilihat dari kebijakan lalu lintas, pengaturan, manajemen dan rekayasa lalu lintas, moda transportasi dan perilaku pengguna jalan yang didalamnya terdapat pejalan kaki dan pengendara kendaraan. Model simulasi Vissim merupakan permodelan dengan analisa microscopis yang didalamnya merumuskan variabel dan alogaritma berkaitan dengan Driving Behaviour atau perilaku pengguna jalan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui indikasi dari perilaku pengguna jalan terhadap kinerja lalu lintas secara komprehensif namun dalam lingkup mikro.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI LANJUTAN PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TRANSPORTASI DARAT KE JENJANG MAGISTER TERAPAN Novita, Gloria; Asrizal, Asrizal; Angga , Dessy; Handayani, Sabrina
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STTD sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi kedinasan di bawah BPSDM Kementerian Perhubungan mempunyai mandat untuk mengelola program studi sesuai tugas pokok dan fungsi dalam memenuhi kebutuhan SDM. Dalam upaya menghasilkan SDM professional untuk menangani kebutuhan layanan dan pengembangan sistem transportasi darat baik pada tataran nasional maupun global, STTD telah meletakkan rencana strategis pengembangan pendidikan 2015-2023, dalam kerangka pengeuasan pengetahuan dan teknologi transportasi darat yang utuh. Sejalan dengan itu, Program Magister Terapan Transportasi ada di dalam Rencana Induk Pengembangan STTD dan sekaligus juga sejalan dengan Naskah Akademik Politeknik Sekolah Tinggi Transportasi Darat STTD yang sedang berproses. Dengan bentuk kelembagaan Politeknik, yaitu pendidikan vokasi ini, maka bentuk yang sesuai adalah magister terapan. Peluang yang dimiliki cukup besar mengingat saat ini di Indonesia belum terdapat Magister Terapan Transportasi.
SIKLUS UNDERUTILIZATION ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL KABUPATEN KEBUMEN: BASIS DIAGNOSTIK BAGI PERENCANAAN ANGKUTAN MASSAL Wahyu Susilojati; Sabrina Handayani; Dessy Angga Afrianti; Panji Pasa Pratama
Berajah Journal Vol. 6 No. 4 (2026): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v6i4.727

Abstract

Evaluations of public transportation performance in Indonesia generally assume a problem of excess demand, even though not all regions face this condition. This study examined the performance of 18 rural transportation routes in Kebumen Regency and found the opposite pattern: chronic underutilization, rather than overcrowding. Using a descriptive-quantitative approach with a case study design, data were collected through static surveys, dynamic (on-board) surveys, passenger interviews, and spatial analysis of route networks, and then compared Director General of Land Transportation Decree No. SK.687/AJ.206/DRJD/2002. The results show a service frequency of only 2–5 vehicles per hour, a headway of 23–68 minutes, and an average load factor of 7–29%—far below the 70% threshold on public transport service. This poor performance is not due to limited physical accessibility (59% of users live less than 100 meters from a service point), but rather to a structural preference for informal modes of transport (62% of users switched from motorcycle taxis or pedicabs). At the network level, service coverage is only 20.9% of the total area, with route overlap reaching 89%, compounded by a fleet age that far exceeds the roadworthiness threshold (14–29 years). These findings form a self-reinforcing cycle of declining performance involving low service reliability, user migration, and operators’ weak investment capacity. This study fills a gap in the literature that separates evaluations of conventional transit from post-implementation evaluations of BRT systems by positioning patterns of underutilization as a pre-planning diagnostic tool and a basis for decision-making in the planning of mass transit systems across various urban areas with diverse demographic characteristics, including both metropolitan areas and other developing regions.