Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

DETERMINASI WPRLDVIEW KEILMUAN DAN DAMAINYA SAINS-AGAMA Aris Try Andreas Putra
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2, No 1 (2016): Desember 2016
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v2i1.567

Abstract

Tulisan ini akanmengelaborasi secara konseptual berdasarkan hasil kajian literature tentang determinasi worldview keilmuan dan damainya sains-agama. Worldview merupakan pemahaman seseorang atau masyarakat terhadap fenomena yang empiris maupun non-empiris, dimana pandangan ini dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal; baik keturunan, faktor pendidikan, kondisi sosial budaya, agama dan lain sebagainya. Worldview sebagai dasar bagi setiap sikap dan perilaku seseorang, termasuk kegiatan ilmiah.Setiap kegiatan seseorang terrefleksi dari pandangan hidupnya (worldview) tersebut.Proses pembentukan pandangan hidup sejalan dengan proses pembentukan elemen-elemen pokok yang merupakan bagian dari struktur pandangan hidup itu. Struktur worldview hampir serupa dengan elemen worldview dan terdapat sedikitnya lima bagian penting yaitu: struktur atau konsep 1) tentang kehidupan, 2) tentang dunia, 3) tentang pengetahuan 4) tentang nilai dan 5) tentang manusia. Worldview (pandangan hidup/pandangan alam) adalah pemahaman seorang terhadap konsep-konsep pokok tertentu. Pemahaman setiap manusia akan mempengaruhi perilakunya. Cara pandang, sikap, dan perilaku seorang manusia ditentukan, bagaimana ia memahami suatu objek yang diinderanya. Antar ilmuwan satu dengan lainnya, yang memiliki pandangan hidup bebeda  akan menghasilkan kesimpulan berbeda tentang satu fenomena. Pandangan hidup yang memiliki dimensi kepercayaan pada Tuhan, contohnya, tentu akan menerima pengetahuan non-empiris. Sebaliknya pandangan hidup yang mengingkari eksistensi Tuhan akan meniadakan pengetahuan non-empiris dan pengetahuan spiritual lainnya. Demikianlah perdebatan antara worldview sampai pada pembahasan konflik dan damainya sains dan agama.
Arabic Dialects of Lamomea and Pudahoa at Students in Gontor 4 and 7 Southeast Sulawesi Laode Abdul Wahab; Aris Try Andreas Putra Putra
Script Journal: Journal of Linguistics and English Teaching Vol. 5 No. 2 (2020): October
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.403 KB) | DOI: 10.24903/sj.v5i2.495

Abstract

Background: The symptom of using two languages in the local dialect of the Arabic speaking community in Southeast Sulawesi can be seen as an interesting phenomenon. This study aims to identify and reveal: (1) The Arabic language of local dialect “Pudahoa” at Pondok Putra 7 and “Lamomea” at Gontor Putri 4 in Southeast Sulawesi; (2) Coding variations in the communication of Arabic language in the local dialects of Lamomea and Pudahoa; and (3) the use of local Arabic dialects of Lamomea and Pudahoa. Methodology: This research was conducted in the speaking community of Southeast Sulawesi who uses the local Arabic dialect located in Konawe Selatan at two focuses: (1) Arabic Lamomea; and (2) Arabic Pudahoa speaking community. The method used in this research is descriptive method qualitative. The descriptive method is an attempted research method to describe and interpret objects according to the circumstances. Findings: This study found: first, the Arabic variation used in social interactions in Gontor Putri 4 is Arabic in the Lamomea dialect. Meanwhile, the Arabic variation used in social interactions in Gontor Putri 7 is Arabic in the Pudahoa dialect. The variations of code-switching that occur in the speech communities of Gontor Putri 4 and Gontor Putra 7 with the linguistic repertoire that exists in the community include first, code-switching in the form of language translation and second, code-switching in the form of speech level code-switching. Furthermore, the codes found in Arabic spoken by the Gontor Putri 4 and Putra 7 speaking community are in the form of phrases. Mix this code in the form of an Indonesian phrase into a sentence or speech. Lamomea and Pudahoa dialect Arabic as a subordinate standard language have several functions. Third, the use of Arabic in the local dialects of Lamomea and Pudahoa consists of the formal domain, kinship domain, religious domain, transactional use, social environment, informal environment, and non-formal domain. Conclusion: There are variations of code-switching, and code-mixing in the Arabic speech communities of Lamomea and Pudahoa, Tthe Lamomea and Pudahoa dialects have local and regional characteristics and functions as a means of internal communication, a symbol of community identity and as a means of communication in formal, informal and non-formal situations. The author hopes that there will be further research that focuses on how patterns of influence between Arabic and local culture. Keywords: Arabic language form; coding variations; the dialect use.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KESADARAN BERBANGSA DAN BERAGAMA BAGI MAHASISWA DI KOTA KENDARI Aris Try Andreas Putra; Rianti Zarita
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i1.3836

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen kesadaran berbangsa mahasiswa. Desain yang digunakan adalah desain pengembangan. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan validitas dan reliabilitas instrument, uji pakar, panelis dan empiris. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Kendari yang melibatkan 2 Pakar, 20 Panelis dan 120 sampel empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) presentase hasil validasi oleh 2 dosen ahli kelayakan Konstruk Variabel Kesadaran Berbangsa dan Beragama pada 8 komponen penilaian terhadap Konstruk Variabel Kesadaran Berbangsa dan Beragama. Setelah melakukan analisis terhadap validasi oleh dosen ahli Materi Kebangsaan dan Keagamaan diketahui bahwa kelayakan mencapai angka 94.5%, (2) Validitas Konstruk Berdasarkan Rumus Aiken di atas maka dapat diketahui bahwa butir No 1- butir ke 40 berada pada rentangan 0 – 1 artinya butir  valid dan dapat dipakai, (3) dari 40 butir instrumen, terdapat 37 butir instrumen yang valid, dan 4 butir instrumen yang tidak valid/drop, yaitu no 26, 34, dan no 40 (4) reliabilitas instrumen Kesadaran Berbangsa dan Beragama tergolong sangat baik, dan dapat digunakan sebagai instrumen penelitian dengan reliabilitas Hoyt sebesar 0.93.
Deskripsi Status Gizi Anak Usia 3 Sampai 5 Tahun Pada Masa Covid-19 Aris Amirullah; Aris Try Andreas Putra; Aris Armeth Daud Al Kahar
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2020): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v1i1.3

Abstract

Pola makan merupakan suatu kegiatan dalam pengaturan jumlah dan jenis makanan dengan deskripsi informasi meliputi mempertahankan kesehatan, status nutrisi, mencegah atau membantu kesembuhan penyakit. Data di Sulawesi Utara untuk 2013 menunjukkan prevalensi status gizi BB/TB<-2SD tahun 2013 adalah 10%. Kabupaten bolaang mongondow timur berdasarkan data jumlah penderita gizi buruk setiap tahun mengalami penurunan. Pada tahun 2017 kasus gizi buruk di Boltim berjumlah 2 orang. Pada tahun 2018 kasus bertambah tiga orang, sedangkan 2019 turun menjadi satu orang. Biasanya penyakit ini menyerang anak-anak berumur 0-59 bulan. ada upaya perhatian pemerintah terkait dengan penanganan gizi buruk hingga angka peningkatan gizi balita. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey termaksud dalam penelitian Deskriptif. Penelitian ini di laksanakan di PAUD/TK Ekasari Buyat I. Waktu penelitian bulan Februari Sampai Mei 2020. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 27 orang.Gambaran status Gizi anak gizi anak usia 3 sampai 5 tahun pada masa covid di PAUD/TK Ekasari Buyat I Kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah berada padabatas normal. Pengetahuan orang tua tentang gizi gizi anak usia 3 sampai 5 tahun pada masa covid di PAUD/TK Ekasari Buyat I Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebagian besar dalam keadaan baik.
Transformasi Nilai Pendidikan Islam Anak di PAUD Sultan Qaimuddin Kendari Pada Masa Pandemic Covid 19 Aris Try Andreas Putra; Sufiani Sufiani; Jahada Jahada
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2020): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v1i1.8

Abstract

Pandemi Covid 19 merupakan sebuah masa dimana lembaga pendidikan termasuk PAUD melakukan penyesuaian terhadap kegiatan pembelajaran. Misalnya semula kegiatan pembelajaran dilakukan di sekolah, kini dilakuan di rumah. Semula kegiatan pembelajaran dilakukan melalui tatap muka, kini dilakukan tatap maya. Semula kegiatan pembelajaran dimediasi oleh guru, kini dimediasi oleh orang tua. Transformasi nilai pendidikan Islam secara sistematis yang semulanya dirancang oleh guru disekolah, kini dilakukan bersama-sama orang tua di rumah. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis transformasi nilai pendidikan Islam anak di PAUD Sultan Qaimuddin Kendari pada masa pandemi Covid 19. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan deskriptif analitis. Lokus penelitian ini di PAUD Sultan Qaimuddin Kendari, yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2020, dengan informan yaitu kepala sekolah, guru, dan orang tua. Hasil penelitian mengungkapkan 1) kegiatan transformasi nilai pendidikan Islam anak masih dilakukan dimasa pandemi covid 19, walaupun tidak semua nilai agama ditanamkan pada anak. 2) Proses transformasi nilai pendidikan Islam anak dilakukan oleh guru bersama orang tua melalui komunikasi online (whatsapp) mengalami hambatan, tidak seperti aktifitas tatap muka. 3) Nilai pendidikan Islam yang ditrasformasikan pada anak adalah nilai akidah, nilai akhlak dan nilai amaliyah.  
Internalisasi Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di Raudhatul Athfal Sufiani Sufiani; Aris Try Andreas Putra; Raehang Raehang
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v3i2.129

Abstract

Standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini termasuk internalisasi  nilai Pendidikan  Agama Islam  pada Raudhatul Athfal  sering mengalami problematika. Penanaman nilai Pendidikan  Agama Islam  pada anak usia dini  merupakan sesuatu yang bersifat abtrak, maka diperlukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang tepat yang dilakukan oleh guru  dalam menanamakan nilai abstrak tersebut kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan  menganalisis   internalisasi nilai Pendidikan Agama  Islam  dalam  pembelajaran di Raudhatul Athfal ASy-Syafi’iyah Kendari.  Penelitian ini digolongkan kepada penelitian kualitatif dengan diskriptif analisis. Teknik  pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan  dokumentasi. Lokus penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret  sampai bulan Mei  2022 dengan informan yaitu kepala sekolah dan guru.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa:  proses internalisasi nilai Pendidikan Agama Islam  pada anak di Raudhatul Athfal Asy-Syafi’yah Kendari dilakukan oleh kepala sekolah dan guru.  Nilai Pendidikan Agama Islam yang diinternalisasikan pada anak  adalah nilai  aqidah, nilai ibadah dan nilai akhlak.
STRATEGI GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Sufiani Sufiani; Aris Try Andreas Putra; Muhammad Ilham
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i2.5352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam pengelolaan kelas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 15 Kendari. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik, sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam pengelolaan kelas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dilakukan dengan pengaturan ruangan kelas, melakukan pendekatan  dan memberikan teguran kepada peserta didik, memperkenalkan tata tertib sekolah kepada peserta didik dan mematuhinya, menjalin hubungan yang baik dengan peserta didik, berusaha memahami latar belakang peserta didik, menguasai materi pembelajaran dan cara pembelajarannya yang menarik, menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dan memberi deatline terhadap tugas yang diberikan kepada peserta didik. Penelitian diharapkan dapat memberikan informasi kepada guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam maupun guru mata pelajaran lainnya tentang urgennya strategi guru dalam pengelolaan kelas.
Model Pengelolaan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Melibatkan Metode Cooperative Learning Liwaul Liwaul; Siti Mubaroqah; Pairin Pairin; Aris Try Andreas Putra
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/al-thariqah.2022.vol7(2).10579

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan pembelajaran berikir kritis siswa melalui model pembelajaran kooperatif Guru PAI pada Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitiatif dengan menetapkan sampel adalah Guru Sekolah Dasar di Kota Kendari sebanyak 144 responden Guru Pendidikan Agama Islam dengan instrument penyebaran Angket dengan teknik analisa data menggunakan Analisa Struktural Equational Model (SEM Amos). Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran kooperatif berpengaruh posisif dan signifikan pada pembelajaran berpikir kritis peserta didik tingkat Sekolah Dasar, pembelajaran kooperatif sebagai upaya guru PAI Sekolah Dasar berperan sebagai mediator dan fasilitator untuk mengembagkan sikap (Soft Skill) dan mampu mengembangkan suasana kelas yang kondusif, dan memotivasi perserta didik berpikir kritis dalam menjelaskan materi belajar yang baik secara individu ataupun kelompok yaitu menyampaikan tujuan pembelajaran dengan baik, memotivasi kepada peserta didik, penyajian informasi dengan optimal, pembimbingan kelompok dengan intensif, memberikan evaluasi kegiatan pembelajaran dengan efisien, memberikan penghargaan secara universal (langsung) dapat berpengaruh positif dan signifikan pada pengelolaan pembelajaran berpikir kritis peserta didik dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa sebagai cara yang efektif dalam memahami dalam menafsirkan materi serta menganalisis konsep materi pelajaran, dapat menyajikan dan menjelaskan materi secara logis dan sistematis. Olehnya itu ditubuhkan komitmen pimpinan Sekolah Dasar dan Kementerian terkait untuk memfasilitasi dan menganjurkan Guru PAI untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif di sekolah Dasar.
Mata Rantai Pemikiran Tajdid Pasca Abad XIII Masehi: Links of Post XIII Century Tajdid Thought Finsa Adhi Pratama; Mohammad Annur Tri Putra; Aris Try Andreas Putra
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 18 No 1: Januari 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v18i1.3207

Abstract

Keruntuhan Daulah Abbasiyah pada abad XIII Masehi berdampak besar pada kondisi kaum muslimin di berabagai wilayah, kaum mulimin mengalami kemunduran di berbagai aspek kehidupan. Khazanah keilmuan menjadi sempit dan terbatas, kejumudan merajalela dimana-mana serta kekuatan ekonomi dan politik merosot drastis. Kondisi yang sedemikian rumit memaksa para tokoh dan kelompok muslim melakukan gerakan tajdid (pembaharuan) guna menjaga agama dan merangsang pola berfikir kaum muslimin untuk beranjak dari keterpurukan dan kejumudan. Peneliti menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan menggunakan analisis interpretative, Penelitian ini menggunakan triangulasi metode, waktu dan teori untuk keabsahan datanya. Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa kemunduran kaum muslimin dipengaruhi oleh tauhi yang bercampur dengan macam khurafat, syirik, bid’ah serta pemahaman yang salah tentang tashawuf dan jauhnya jauhnya kaum muslimin dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemunduran kaum muslimin juga dipengaruhi oleh datanganya bangsa penjajah di negeri-negeri muslim. Semua gerakan tajdid (pembaharuan) yang terjadi pasca abad XIII Masehi memiliki ciri khas dan metodenya masing-masing namun semuanya nasab ilmu dan semangat yang saling terhubung.
Peran Gender dalam Pendidikan Islam Aris Try Andreas Putra
Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2014): GENDER DAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2014.32.327-344

Abstract

Masalah gender merupakan isu yang sering didiskusikan pada semua aspek kehidupan, termasuk didalamnya pendidikan Islam. Istilah gender bukan hanya ditujukan kepada perempuan semata, tetapi juga kepada laki-laki. Secara faktual, perempuan mengalami posisi termarginalkan, sehingga pembahasan ini lebih banyak pada hak-hak perempuan. Sebaliknya, laki-laki dianggap berbagai orang yang memiliki tingkatan lebih tinggi di berbagai aspek kehidupan. Kesetaraan gender diharapkan dapat mendorong perubahan kerangka berpikir dalam berbagai segmen kehidupan sosial. Gender ditentukan oleh sejumlah faktor, diwujudkan, disosialisasikan, dan diimplementasikan melalui sosial dan agama. Pendidikan Islam di Indonesia diberikan kepada seluruh warga Negara. Artikel ini merupakan penjelasan tentang peran gender dalam pendidikan Islam di Indonesia.