Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan antara Kebiasaan Konsumsi Kopi dengan Hipertensi pada Rentang Usia 18 – 40 Tahun Nabilla Azmi Hermawan; Nurul Romadhona; Retno Ekowati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6575

Abstract

Abstract.Hypertension is a fatal non-communicable disease worldwide. The still-controversial risk factor for high blood pressure is the habit of drinking coffee. The aim of this study was to determine the relationship between coffee drinking habits and hypertension in the 18-40 age group at UPT Puskesmas Pasirkaliki, Bandung city. The method used in this study is a case-control method with non-probability sampling technique, namely purposeful sampling. This study was conducted from November 2021 to September 2022. A total of 162 respondents participated in this study. Data collection was done in two ways, secondary data of the patient and primary data from the patient questionnaire. Data processing by Chi-Square test. The results showed that 49 subjects had hypertension with the highest age of hypertension in the age group from 26 to 40 years old, with up to 40 respondents. There was no association between coffee drinking habits and hypertension with a p-value of 0.157 (p>0.05). The rate of hypertension is not only due tothe habit of drinking coffee but can be caused by other factors such as stress, smoking, unhealthy eating habits. Abstrak. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian di seluruh dunia. Faktor risiko hipertensi yang masih menjadi perdebatan adalah kebiasaan konsumsi kopi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi kopi terhadap hipertensi pada rentang usia 18 – 40 tahun di UPT Puskesmas Pasirkaliki Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode case control dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling, yaitu purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan November tahun 2021 sampai bulan September tahun 2022. Sejumlah 162 responden ikut serta dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, data sekunder pasien dan data primer dari kuesioner yang diberikan kepada pasien. Pengolahan data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 49 subjek mengalami hipertensi dengan rentang usia terbanyak mengalami hipertensi pada usia 26 – 40 tahun sebanyak 40 responden. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi kopi dengan hipertensi dengan p-value sebesar 0,157 (p>0,05). Kejadian hipertensi tidak hanya diakibatkan karena kebiasaan konsumsi kopi, tetapi dapat disebabkan oleh faktor lain seperti stres, kebiasaan merokok, dan pola makan yang tidak sehat.
Tingkat Kecemasan dapat Mempengaruhi Kualitas Tidur pada Lansia Risa Putri Fauzika; Cice Tresnasari; R.A. Retno Ekowati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5936

Abstract

Abstract. As life span increases, this condition more likely result in general health problems or mental health problems, especially in the elderly. Elderly who experience changes in rest habits, both quantity and quality, are said to experience sleep disturbances. One of the causes of sleep disturbances in the elderly is anxiety. Therefore, the purpose of this study was determine the relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly population. The research subjects were the elderly at Baregbeg Health Center in Ciamis Regency in 2022. The sampling technique was purposive sampling and the samples obtained were 99 elderly people. Analysis of the relationship between variables using the Chi-square test. The results showed that the majority of elderly totaled 62 people (62.6%), the sex of the majority of the elderly was male 55 people (55.6%), the anxiety level of the majority of the elderly was moderate anxiety 43 people (43.3%), the sleep quality of the majority of the elderly was categorized as bad by 60 people (60.6%) and showed a significant relationship between the level of anxiety and the sleep quality of the elderly at the Baregbeg Health Center, Ciamis Regency. In conclusion, there is a significant relationship between the level of anxiety and sleep quality the elderly at Baregbeg Health Center, Ciamis Regency. Suggestions are used as material for consideration for the elderly in order to reduce poor sleep quality and reduce or stop smoking besides that the elderly are expected not to be anxious and depressed. Abstrak. Seiring bertambah panjangnya usia hidup, kondisi ini lebih cenderung mengakibatkan masalah kesehatan secara umum atau masalah kesehatan mental, khususnya pada lansia. Lansia yang mengalami perubahan kebiasaan istirahat, baik kuantitas maupun kualitas, dikatakan mengalami gangguan tidur. Salah satu penyebab gangguan tidur pada lansia yaitu kecemasan. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antar tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada populasi lansia. Subjek penelitian yaitu lansia di Puskesmas Baregbeg Kabupaten Ciamis tahun 2022. Teknik penentuan sampel Purposive sampling dan sample yang diperoleh 99 lansia. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan umur lansia mayoritas 60-65 tahun berjumlah 62 orang (62,6%), jenis kelamin lansia mayoritas laki-laki 55 orang (55,6%), tingkat kecemasan lansia mayoritas kecemasan sedang 43 orang (43,3%), kualitas tidur lansia mayoritas dikategorikani buruk 60 orang (60,6%) dan hasilnya menunjukan hubungan signifikan antar tingkat kecemasan dan kualitas tidur lansia di Puskesmas Baregbeg Kabupaten Ciamis. Simpulan adanya hubungan yang signifikan antar tingkat kecemasan dan kualitas tidur lansia di Puskesmas Baregbeg Kabupaten Ciamis. Saran dijadikan bahan pertimbangan lansia agar mengurangi kualitas tidur yang buruk dan mengurangi atau berhenti merokok selain itu lansia diharapkan tidak cemas dan depresi.
Hubungan Antara Karakteristik Pasien dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis (TB) Paru di UPTD Puskesmas Caringin Tahun 2020 – 2022 Ahmad Ihsan Nurgiansyah; Muflihah, Heni; Ekowati, Retno
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10475

Abstract

Abstract. This literature study gathered previous studies to show the relationship between patient characteristics and the successfull of pulmonary TB treatment. The results of this study show a relationship between adult age characteristics and the successfull of pulmonary TB treatment. Previous studies have revealed a mechanism between adult characteristics and successfull treatment of pulmonary TB. That is, the elderly are more often subjected to unsuccessfull treatment due to decreased immunity that cannot fight infections effectively and medical complications. There needs to be assistance in the elderly to increase the successfull of TB treatment. Abstrak. Studi literatur ini mengumpulkan berbagai studi sebelumnya untuk menunjukan mengenai hubungan antara karakteristik pasien dengan keberhasilan pengobatan TB paru. hasil studi ini menunjukkan adanya hubungan antara karakteristik usia dewasa dengan keberhasilan pengobatan TB paru. Penelitian-penelitian sebelumnya mengungkapkan mekanisme antara karakteristik usia dewasa dengan keberhasilan pengobatan TB paru. Artinya, usia lansia lebih sering mengalami pengobatan tidak berhasil karena kekebalan tubuh menurun yang tidak dapat melawan infeksi secara efektif dan komplikasi medis. Perlu adanya pendampingan pada usia lansia untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TB.
Hubungan Kepadatan Hunian dengan Skabies di Pesantren Da’rul Qur’an Kabupaten Kuningan Periode Tahun 2022 - 2023 Duratunnisa Salsabila; Arief Budi Yulianti; Retno Ekowati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11086

Abstract

Abstract. Scabies is an infectious skin disease caused by parasitic mites. Residential density is an important factor in increasing the incidence of scabies. Occupancy density in Islamic boarding schools can be reflected in the density of bedroom occupancy. This study aims to determine the relationship between the number of room occupants and the incidence of scabies among students at the Da'rul Qur'an Islamic boarding school, Kuningan Regency. This research is a quantitative observational study with a cross sectional approach. Respondents in the research were middle school and high school students at the Da'rul Qur'an Islamic Boarding School, Kuningan Regency, academic year 2022 to 2023. The sample size was calculated using the hypothesis test formula of different proportions and obtained 137 samples which were then randomized using a simple random sampling approach. Data was collected through distributing questionnaires which had been tested for validity using the Pearson correlation test. The collected data was then analyzed using the bivariate test (Chi Square). The research results showed that the largest age group was 14 years old (28.8%) and the largest class group came from class 3 of junior high school (37.2%). More than half of the total respondents were female (57.7%). Most respondents experienced scabies (70.8%) with more than half of the total respondents having rooms where the number of occupants did not meet the standards, namely more than 5 people per room (53.3%). The incidence of scabies in respondents whose rooms meet standards is smaller than in respondents whose rooms do not meet standards. This shows that there is a significant relationship between the number of room occupants and the incidence of scabies among students at the Da'rul Qur'an Islamic Boarding School, Kuningan Regency (p= 0.045; OR 1.710 95% CI (0.801 – 2.615)). Abstrak. Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau parasit. Kepadatan hunian merupakan faktor penting dalam meningkatkan angka kejadian skabies. Kepadatan hunian di pesantren dapat tercermin dari kepadatan hunian ruang tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah penghuni kamar terhadap kejadian skabies pada siswa pesantren Da’rul Qur’an Kabupaten Kuningan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian merupakan santri SMP dan SMA di Pondok Pesantren Da’rul Qur’an Kabupaten Kuningan tahun ajaran 2022 hingga 2023. Besar sampel dihitung menggunakan rumus uji hipotesis beda proporsi dan diperoleh 137 sampel yang kemudian diacak dengan pendekatan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pembagian kuesioner yang telah diuji validitas menggunakan uji korelasi pearson. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji bivariate (Chi Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia paling banyak yaitu berusia 14 tahun (28,8%) dan kelompok kelas paling banyak berasal dari kelas 3 SMP (37,2%). Lebih dari setengah total responden berjenis kelamin perempuan (57,7%). Sebagian besar responden mengalami skabies (70,8%) dengan lebih dari setengah total responden memiliki kamar dengan jumlah penghuni kamar tidak memenuhi standar yaitu lebih dari 5 orang per kamar (53,3%). Kejadian skabies pada responden dengan penghuni kamar sesuai standar lebih kecil dibandingkan responden dengan penghuni kamar tidak sesuai standar. Hal ini menujukkan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah penghuni kamar dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Da’rul Qur’an Kabupaten Kuningan (p= 0,045; OR 1,710 95% CI (0,801 – 2,615)).
Hubungan Antara Jumlah Leukosit dengan Kejadian Syok pada Penderita DBD Anak di RS Al-Islam Fani Amalia Putri; Wida Purbaningsih; Retno Ekowati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11178

Abstract

Abstract. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) can be fatal if it turns into SSD or DSS because Fatality Rate DSS can reach 10% or even more. However, if detected early,Fatality Rate can be reduced to less than 1%. So this research aims to find predictors before shock occurs, and the indicator studied is the number of leukocytes. This research is an analytical observational research approach cohort retrospective to analyze the relationship between the number of leukocytes and the incidence of shock in children with Dengue Hemorrhagic Fever. Samples were taken from inpatient medical records at Al-Islam Hospital in the period 1 January 2022 to 28 February 2023. Samples were taken using the total sampling In DHF patients with shock and without shock then analysis was carried out chi-square. On crosstabulation It was found that all 12 children who experienced a decrease in their leukocyte count experienced shock, but of the 55 children who had their leukocyte count within normal limits, 18 children or the equivalent of 32% experienced shock. An alternative analysis is carried out, namely by fisher's exact test because there is value expected count which is not feasible to do uji chi-square and obtained a p value = 0.000 so it can be concluded that there is a relationship between the number of leukocytes and the incidence of shock in pediatric dengue fever patients. Abstrak. Demam Berdarah Dengue (DBD) bisa berakibat fatal jika berubah menjadi Sindrom Syok Dengue (SSD) atau Dengue Shock Syndrome (DSS) karena Fatality Rate DSS bisa mencapai 10% bahkan lebih. Namun, jika dideteksi sedari dini, Fatality Rate dapat berkurang sampai kurang dari 1%. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mencari prediktor sebelum terjadinya syok, dan indikator yang diteliti adalah jumlah leukosit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cohort retrospective untuk menganalisis hubungan jumlah leukosit dengan kejadian syok pada penderita Deman Berdarah Dengue anak. Sampel diambil dari rekam medis rawat inap RS Al-Islam pada periode 1 Januari 2022 sampai 28 Februari 2023. Sampel diambil dengan metode total sampling pada pasien DBD dengan syok dan tanpa syok lalu dilakukan analisis chi-square. Pada crosstabulation didapatkan bahwa 12 anak yang mengalami penurunan jumlah leukosit semuanya mengalami syok, tetapi dari 55 anak yang memiliki jumlah leukosit dalam batas normal terdapat 18 anak atau setara dengan 32% mengalami syok. Dilakukan analisis alternatif yaitu dengan fisher’s exact test karena ada nilai expected count yang tidak memenuhi untuk dilakukan uji chi-square dan didapatkan nilai p = 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara jumlah leukosit dengan kejadian syok pada pasien DBD anak.
Pendampingan Kader Posyandu pada Pelaksanaan Program Investigasi Kontak Erat Pasien Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Margahayu Raya Kota Bandung Triyani, Yani; Achmad, Sadiah; Ekowati, RA Retno
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2024.3(1).29-34

Abstract

Berdasarkan hasil survey tahun 2022 cakupan penemuan pasien baru penderita Tuberkulosis (TB) hanya 52,6%. Pengabdian ini bertujuan melakukan pelatihan kader posyandu tentang investigasi kontak erat dan dampak buruk keluarga sebagai penular atau yang tertular TB dapat segera ditangani dengan baik. Metode pelaksanaan PKM ini terdiri dari 3 tahap, ke-1 dengan metode talk show interaktif tentang program kontak erat pasien TB,  dengan sebelum dan sesudah tahap-1 dilakukan pre dan post tes. Tahap ke-2 dilakukan analisis data hasil pre test dan post test. Tahap ke-3 dilakukan pendampingan langsung di lapangan saat pelaksanaan posyandu. Hasil PKM adalah tersosialisasikannya definisi, alur pelaporan dan tindak lanjutnya kontak erat pasien TB  kepada para kader posyandu. Terjadi peningkatan pengetahuan para kader kesehatan tentang investigasi kontak erat yang terlihat  dari peningkatan skor minimun 10 menjadi 60, dan skor maksimun dari 90 menjadi 100 dari nilai pre test dan post test. Berhasil dilakukan penjaringan terhadap 13 anak dan 22 orang dewasa dari 4 pasien baru TB, dan ditemukan 1 orang anak positif dengan tes Mantoux dan 1 orang dewasa yang positif dengan pemeriksaan dahak menggunakan tes cepat molekuler TB. Kesimpulan kegiatan ini akan dapat membantu dalam penemuan dini pasien baru TB sehingga pengobatan bisa lebih cepat dan mencegah penularan lebih lanjut.
The Strategy and Achievement in Reading Comprehension Of The Second Graders of SMA Muhammadiyah 1 Babat Retno Ekowati
Magister Scientiae No. 33 (2013)
Publisher : Widya Mandala Surabaya Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/mgs.v0i33.608

Abstract

From the last-three-year document of national exam of English which emphasizes more reading comprehension, it can be known that some students scored high, some others scored low. The difference in achieving such a score may be influenced by the strategy use in reading. To know comprehensively reading strategy use and the reading comprehension achievement, this study aimed to find out: the reading strategies used by the high achieving students and the low achieving students, the most frequently used strategy by the students, and whether there is significant correlation between reading strategy and the reading comprehension achievement This non experimental study involves 56 second graders of the exact sciences program of SMA Muhammadiyah 1 Babat. Reading comprehension test and Survey of Reading Strategy (SORS) were used to collect the data. Data analyzing used tally and Pearson product moment. The findings are, the high achieving students used more reading strategies than low achieving students; the most frequently used strategy by among groups is problem solving, global, and support strategy; there is significant correlation between reading strategy and reading comprehension achievement by high achieving students and low achieving students. It means the better reading strategy used, the better reading achievement wil be and vice versa