Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Fatwa Dewan Syari’ah Nasional (DSM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sebagai Landasan pada Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia Ach. Faqih Supandi; Bastomi Dani Umbara; Ahmad Zubadul Afiq
Lan Tabur: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol. 4 No. 1 (2022): September
Publisher : LAN TABUR: Jurnal Ekonomi Syariah The Islamic University of KH. Achmad Muzakki Syah Jember, East Java. Jember Jln. Manggar Gebang Poreng 139A Patrang Jember Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lantabur.2022.4.1.13-26

Abstract

Perbedaan yang sangat mendasar pada bank syariah dan konvensional adalah dilarangnya sistem bunga pada Bank Syariah serta diwajibkannya berdasarkan pada Hukum Syariat Islam dan adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS) pada setiap bank dipercayakan untuk mengelola semua segala bentuk operasional bank syariah untuk tetap dalam koredor hukum syariah. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif yaitu penelitian hukum yang mengkaji hukum undang-undang Fatwa Dewan Syari'ah Nasional (DSN) dari berbagai aspek. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif yaitu jelas, rinci dan sistematis. Fatwa DSN-MUI mempunyai kekuatan hukum yang mengikat, sehingga para pelaku ekonomi Islam harus mematuhinya. Akibat hukum ini didasarkan pada beberapa ketentuan yang secara langsung maupun tidak langsung berlaku terhadap peraturan perundang-undangan. Secara langsung tertuang dalam regulasi bahwa fatwa merupakan asas syariah yang harus dipatuhi. Jika tidak patuh, pelaku ekonomi syariah akan dikenakan sanksi administratif.
STRATEGI PEMBUDAYAAN ENTREPRENEURSHIP DALAM MEMBANGUN USAHA BISNIS PESANTREN BERBASIS ALUMNI NETWORK FORUM Miftakhul Jannah; Nur Kholifah; Ach Faqih Supandi
Lan Tabur: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol. 4 No. 1 (2022): September
Publisher : LAN TABUR: Jurnal Ekonomi Syariah The Islamic University of KH. Achmad Muzakki Syah Jember, East Java. Jember Jln. Manggar Gebang Poreng 139A Patrang Jember Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lantabur.2022.4.1.119-129

Abstract

Pesantren sebagai sub kultur nusantara yang memiliki tradisi agung diharapkan dapat ikut berperan dalam era globalisasi ini. Globalisasi yang menganut paham liberilisme ini mendorong manusia untuk melakukan enterpreneur secara mandiri. Pada kondisi ini, beberapa subkultur harus bergerak menciptakan budaya enterpreneur masyarakat. Salah satunya adalah pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pemekasan Madura. Pesantren yang memiliki ribuan alumni ini telah berhasil menyusun strategi pengembangan unit bisnis. Semua dilakukan dengan mengandalkan jaringan forum alumninya. Penelitian ini memakai pendekaan kualitatif mengenai model keamndirian pendidikan pesantren salaf. Penentuan subjek dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive. Tehnik Purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yakni: pertama, studi empiris (lapangan) yang dilakukan untuk mendapatkan data primer langsung dari sumbernya. Analisis data kualitatif yang dipakai dalam penelitian lapangan ini menggunakan secara umum, menggunakan model Miles dan Huberman. Model tersebut dilakukan dengan sistemati dan kontunue. Adapun menurut Miles dan Huberman. Berdasarkan beberapa kajian temuan yang dilakukan dapat dikonklusikan dalam beberapa hal. Pertama, melakukan tahap formulasi strategi. Kedua, melakukan tahap implementasi strategi. Pada tahap ini meliputi optimalisasi skill alumni, jaringan alumni dan pembentukan unit usaha Jasa keuangan. Ketiga, melakukan tahap evaluasi strategi. Pada tahap ini ada dua jenis evaluasi. Adapun keduanya adalah evaluasi unit usaha yang dikembangkan dan evaluasi budaya interpreneur jaringan alumni.
PENGARUH MODEL KEPEMIMPINAN KIAI DI PONDOK PESANTREN DAN SISTEM UJRAH TERHADAP PRODUKTIVITAS KINERJA GURU DAN KARYAWAN DI SMK MIFTAHUL WARITSIN Ach. Faqih Supandi; Muhammad Nadlif; Miftakhul Hannah
Lan Tabur: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol. 4 No. 2 (2023): Maret
Publisher : LAN TABUR: Jurnal Ekonomi Syariah The Islamic University of KH. Achmad Muzakki Syah Jember, East Java. Jember Jln. Manggar Gebang Poreng 139A Patrang Jember Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lantabur.2023.4.2.320-331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Model Kepemimpinan Kiai di Pondok Pesantren Dan Sistem Ujrah Terhadap Produktivitas Kerja Guru Dan Karyawan Di SMK Miftahul Waritsin. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner dan dokumentasi. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian analisi data bersifat statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru dan karyawan SMK Miftahul Waritsin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling, merupakan teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi seluruh anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Kemudian teknik pengambilan sampel ini dipadukan dengan teknik klaster random sampling yang teknik memilih sebuah sampel dari kelompok-kelompok unit yang kecil dengan jumlah sampel yang diambil sejumlah 21 guru dan karyawan di SMK Miftahul Waritsin. Dalam melakukan proses data peneliti menggunakan program SPSS 28 Peneliti menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data serta pembahasan hasil data disimpulkan bahwa Model Kepemimpinan Kiai (X1) diperoleh thitung -951< ttabel 1,986 dan nilai signifikansi (sig) 0,001 < 0,05 dengan ini menunjukkan bahwa variabel Model Kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Kinerja guru dan Karyawan. Sedangkan Sistem Ujrah (X2)diperoleh thitung 429 > ttabel 1,986 dan nilai signifikansi (sig) 0,001 < 0,05 dengan ini menunjukkan bahwa variabel Sistem Ujrah berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Kinerja guru dan Karyawan
RECONSTRUCTION OF ZAKAT GOVERNANCE BASED ON MAQASID AL-SYARI‘AH IN THE DIGITAL AGE Ahmad Muhtar Syarofi; M. Amin Ilyas; Prayudi Kumala; Istiadah; Ach. Faqih Supandi
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v4i2.516

Abstract

Digital transformation has fundamentally altered the landscape of zakat management as one of the main pillars of Islamic economic instruments, playing a strategic role in poverty alleviation and the equitable distribution of welfare amongst the Muslim community. Advances in information technology have opened up opportunities for zakat collection agencies to enhance the effectiveness of zakat fund collection, distribution and reporting through digital platforms, mobile applications, electronic payments and even blockchain technology. However, the digitalisation of zakat also presents serious challenges, including data security vulnerabilities, the risk of technological misuse, low levels of digital literacy amongst the public, and the urgent need to ensure that all digital mechanisms remain aligned with the principles of Islamic Sharia.This study aims to analyse the reconstruction of zakat governance based on maqāṣid al-syarī’ah in the digital age as a normative-operational framework for realising effective, transparent, and community-benefit-oriented zakat management. The research employs a library-based study method with a descriptive-analytical approach, utilising a review of scientific literature, zakat regulations, contemporary fiqh fatwas, and relevant studies in Islamic economics.The research findings indicate that the digitalisation of zakat must be directed towards achieving the al-kulliyyāt al-khams, namely the protection of religion (ḥifẓ al-dīn), life (ḥifẓ al-nafs), reason (ḥifẓ al-'aql), lineage (ḥifẓ al-nasl), and wealth (ḥifẓ al-māl). Every technological innovation must undergo a Sharia compliance assessment to ensure its permissibility, fairness and benefit. Digital implementation must strengthen institutional transparency, managerial accountability, distribution efficiency, and the sustainable economic empowerment of the mustahik. Therefore, the restructuring of zakat governance necessitates a harmonious integration between technological advancement and adherence to Sharia, so that the maqāṣid al-syarī’ah serve as an operational compass in every policy regarding the integrity of digital zakat management.
Internat Banking Sebagai Akses Kemudahan Pelayanan Nasabah pada Perbankan Syari’ah (Analisis Terhadap Pengaruh Sosial Dalam Minat dan Manfaat Nasabah dalam Menggunakan Internet Banking Di Perbankan Syariah) Ach. Faqih Supandi; Khittah Ashilah; Bastomi Dani Umbara; Kiki Azakia
Lan Tabur: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol. 7 No. 1 (2025): September
Publisher : LAN TABUR: Jurnal Ekonomi Syariah The Islamic University of KH. Achmad Muzakki Syah Jember, East Java. Jember Jln. Manggar Gebang Poreng 139A Patrang Jember Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lt.v7i1.127

Abstract

Dalam dunia perbankan banyak produk-produk yang ditawarkan untuk memajukan kredibilitas perbankan itu sendiri agar para nasabah tetap mempercayai perbankan tersebut sebagai Bank yang dapat memberi kenyamanan dan kemudahan bagi para nasabahnya. Internet banking dalam sistem perbankan merupakan salah satu pelayanan jasa Bank yang memungkinkan kepada nasabahnya untuk memperoleh semua informasi yang diinginkan olehnya serta dapat mengakses komunikasi dan melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet sehingga nasabah dapat merasakan bermacam manfaat dalam menggunakan Internet Banking apalagi bagi para pelaku bisnis yang sangat membutuhkan komunikasi yag efektif efesien. Berdasarkan perumusan masalah yang disebutkan di atas maka dapat dirumuskan tujuan penelitian ini sebagai berikut: Pertama, Untuk mengetahui pengaruh Internet Banking terhadap minat nasabah dalam menggunakan Internet Banking. Kedua, Untuk mengetahui pengaruh sosial terhadap minat perilaku menggunakan Internet Banking. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif (Qualitative Research). Dimana penelitian ini lebih pada fenomina-fenomina sosial dari pespektif partisipan. Dengan adanya layanan Internet Banking memberikan banyak keuntungan dan kemudahan bagi para nasabah dan perbankan dalam bertransaksi Seperti misalnya, jika ingin membayar tagihan atau mentransfer uang dalam keadaan yang cukup mendesak serta dapat memberikan kenyamanan dalam melakukan transaksi. Banyak nasabah yang mendukung terhadap adanya Internet banking yang dapat memudahkah urusan mereka.