Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL STRATEGI INTEGRATIF LIMA REGULASI TEKNIS DALAM PERENCANAAN TRANSPORTASI PERKOTAAN UNTUK MEWUJUDKAN KESEIMBANGAN DAYA DUKUNG–DAYA TAMPUNG Kristiawan, Tony; Putranto, Leksmono Suryo; Muhammadun, Haris
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.453

Abstract

Pengembangan transportasi perkotaan memerlukan keseimbangan antara kapasitas sistem transportasi dan daya tampung wilayah guna menjamin keberlanjutan pembangunan. Namun demikian, berbagai regulasi teknis yang mengatur perencanaan tata guna lahan, infrastruktur jalan, manajemen angkutan umum, pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD), serta manajemen dan rekayasa lalu lintas masih bersifat sektoral dan belum terintegrasi dalam satu kerangka perencanaan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model strategi integratif berbasis sinkronisasi lima regulasi teknis untuk mewujudkan keseimbangan daya dukung dan daya tampung transportasi perkotaan. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif eksploratif kualitatif melalui pemetaan sistematis terhadap lima regulasi nasional, yaitu SNI 03-1733-2004, Permen PUPR No. 5 Tahun 2023, Permenhub No. 96 Tahun 2015, Keputusan Dirjen Perhubungan Darat No. 687/2002, serta Permen ATR/BPN No. 16 Tahun 2017. Hasil analisis mengidentifikasi sebelas faktor strategis yang memengaruhi perencanaan transportasi terintegrasi, meliputi kepadatan penduduk, penyediaan sarana dan prasarana, kondisi lingkungan, aksesibilitas, manajemen rekayasa lalu lintas, kapasitas jalan, kesesuaian penggunaan lahan berdasarkan kemiringan, klasifikasi dan jenis angkutan, serta pengaturan headway. Temuan menunjukkan adanya fragmentasi regulasi serta tumpang tindih pengaturan, di mana tidak terdapat satu regulasi pun yang secara komprehensif mengakomodasi seluruh faktor strategis tersebut. Faktor kondisi lingkungan teridentifikasi sebagai variabel yang paling krusial namun paling sedikit terakomodasi dalam regulasi yang ada. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan model integrasi regulatif yang terstruktur sebagai dasar perumusan kebijakan transportasi perkotaan berbasis prinsip keseimbangan daya dukung–daya tampung. Secara praktis, model ini memberikan kerangka kebijakan bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi transportasi terintegrasi yang mendukung produktivitas wilayah dan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.
TINJAUAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LAYANAN KA BANDARA SOEKARNO-HATTA Putranto, Leksmono Suryo; Pranata, Ariyo Harry
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.34126

Abstract

Transportation is a very important basic need, especially in areas with high levels of activity such as education, entertainment, housing, and others. Since its inauguration on January 2, 2018, the Soekarno-Hatta Airport Train has been present as one of the alternative public transportation options to the airport. This train has six stopping stations, namely Soekarno-Hatta Airport, Batu Ceper, Rawa Buaya, Duri, BNI City, and Manggarai, which connect Tangerang City and South Jakarta through various strategic points. This study aims to evaluate the level of passenger satisfaction with the Airport Train service using the Importance Performance Analysis (IPA) method through a survey of 9 service statements, including punctuality, station/train officer service, comfort, ticket booking process, ticket price, information system, station/train security, facilities, and services for the disabled. The results of the analysis show that no statements fall into Quadrant A (low performance, high expectations), while 4 statements (44.4%) fall into Quadrant B (high performance, high expectations), namely satisfaction with officers, cleanliness, schedule information, and station/train security. The other 4 statements (44.4%) are in Quadrant C (low performance, low expectations), including punctuality, ticket booking process, ticket price, and disability services. 1 statement (11.1%) is in Quadrant D (high performance, low expectations), namely the comfort of facilities such as AC, seats, and Wi-Fi. These findings indicate that improvements need to be focused on aspects in Quadrant C in order to encourage overall passenger satisfaction with Soekarno-Hatta Airport Train services. Abstrak Transportasi adalah kebutuhan dasar yang sangat penting, terutama di daerah dengan tingkat aktivitas tinggi seperti pendidikan, hiburan, perumahan, dan lainnya. Sejak diresmikan pada 2 Januari 2018, KA Bandara Soekarno-Hatta hadir sebagai salah satu pilihan transportasi publik alternatif menuju bandara. Kereta ini memiliki enam stasiun pemberhentian, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Batu Ceper, Rawa Buaya, Duri, BNI City, dan Manggarai, yang menghubungkan Kota Tangerang dan Jakarta Selatan melalui berbagai titik strategis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepuasan penumpang terhadap layanan KA Bandara dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) melalui survei terhadap 9 pernyataan layanan, meliputi ketepatan waktu, pelayanan petugas stasiun/kereta, kenyamanan, proses pemesanan tiket, harga tiket, sistem informasi, Keamanan stasiun/kereta, fasilitas, dan pelayanan terhadap disabilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada pernyataan yang masuk Kuadran A (kinerja rendah, harapan tinggi), sedangkan 4 pernyataan (44,4%) masuk Kuadran B (kinerja tinggi, harapan tinggi), yaitu kepuasan terhadap petugas, kebersihan, informasi jadwal, dan Keamanan stasiun/kereta. 4 pernyataan lainnya (44,4%) berada pada Kuadran C (kinerja rendah, harapan rendah), meliputi ketepatan waktu, proses pemesanan tiket, harga tiket, dan pelayanan disabilitas. 1 pernyataan (11,1%) masuk Kuadran D (kinerja tinggi, harapan rendah), yaitu kenyamanan fasilitas seperti AC, kursi, dan Wi-Fi. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan perlu difokuskan pada aspek-aspek yang berada di Kuadran C guna mendorong kepuasan penumpang secara keseluruhan terhadap layanan KA Bandara Soekarno-Hatta.
ANALISIS KESIAPAN EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK JAKARTA DENGAN PENDEKATAN IPA Dien, James Benedict Yesaya; Putranto, Leksmono Suryo; Sianturi, Lidwina Sri Ayu DR
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36756

Abstract

This research evaluates Jakarta's readiness for Battery Electric Vehicle (BEV) adoption as a strategy to reduce emissions. Utilizing a survey of 100 car users in DKI Jakarta, the study employs Descriptive Statistics and Importance Performance Analysis (IPA) to map gaps between respondent expectations and perceptions regarding infrastructure and regulations.Findings reveal primary challenges such as limited SPKLU (charging station) availability and regulatory inconsistencies. Based on the IPA matrix, ease of access to SPKLU locations is identified as the most pressing priority (Quadrant A), rated high in importance but low in performance. Conversely, the ecosystem’s strengths (Quadrants B and D) include effective non-fiscal policies like odd-even rule exemptions, successful mitigation of range anxiety, and attractive incentives.The strategic recommendation for the DKI Jakarta Provincial Government is to prioritize the development of real-time applications to improve SPKLU information accessibility. Furthermore, maintaining successful policies is essential for promotional efforts to build public trust in the BEV ecosystem. Abstrak Penelitian ini mengevaluasi kesiapan DKI Jakarta dalam adopsi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB/BEV) untuk mereduksi emisi gas karbon. Melalui kuesioner terhadap minimal 100 pengguna mobil, data dianalisis menggunakan Statistik Deskriptif dan Importance Performance Analysis (IPA) guna memetakan kesenjangan antara ekspektasi dan persepsi responden terhadap infrastruktur serta regulasi. Hasil penelitian mengidentifikasi tantangan utama berupa keterbatasan jumlah dan distribusi SPKLU yang tidak merata, serta ketidakkonsistenan regulasi. Analisis IPA menunjukkan bahwa kemudahan akses informasi lokasi SPKLU berada di Kuadran A (Prioritas Utama), yang berarti sangat penting namun kinerjanya masih rendah. Sebaliknya, kekuatan ekosistem (Kuadran B dan D) terletak pada efektivitas kebijakan non-fiskal seperti pembebasan ganjil-genap, keberhasilan mitigasi range anxiety, dan daya tarik insentif yang ada sekarang ini. Rekomendasi strategis bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah memprioritaskan pengembangan aplikasi real-time untuk akses informasi SPKLU. Selain itu, kebijakan yang sudah efektif harus dipertahankan sebagai materi promosi utama guna memperkuat kepercayaan publik terhadap ekosistem BEV.