Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

System Dynamics of Toll Road Social Impacts: Causal Archetypes and Social Interaction in the Bakauheni – Terbanggi Besar Section Marina, Bernaditha Catur; Putranto, Leksmono Suryo; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v26i1.101249

Abstract

Toll road development in Indonesia is a key driver of regional connectivity and economic growth, yet its social impacts are often complex and insufficiently captured by conventional evaluation methods. This study analyzes the dynamic social impacts of the Bakauheni–Terbanggi Besar Toll Road in Lampung Province using a system dynamics approach. Unlike prior impact assessments that rely on static indicators, this research explicitly models feedback interactions among social and economic variables through a Causal Loop Diagram (CLD). Data were obtained from literature review, policy documents, and regional socioeconomic indicators. The model groups variables into three interrelated clusters: mobility and accessibility, local economic activity, and social interaction. The results identify two reinforcing feedback loops linking improved accessibility to economic growth and investment to infrastructure expansion, and one balancing loop associated with agricultural land conversion and increased livelihood vulnerability. The analysis reveals that short-term economic gains may induce long-term social risks, including livelihood transformation and social inequality, if mitigation measures are not systematically integrated. These findings demonstrate the value of system dynamics for anticipating unintended social consequences of large-scale transport infrastructure projects.
PENGEMBANGAN MODEL STRATEGI INTEGRATIF LIMA REGULASI TEKNIS DALAM PERENCANAAN TRANSPORTASI PERKOTAAN UNTUK MEWUJUDKAN KESEIMBANGAN DAYA DUKUNG–DAYA TAMPUNG Kristiawan, Tony; Putranto, Leksmono Suryo; Muhammadun, Haris
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.453

Abstract

Pengembangan transportasi perkotaan memerlukan keseimbangan antara kapasitas sistem transportasi dan daya tampung wilayah guna menjamin keberlanjutan pembangunan. Namun demikian, berbagai regulasi teknis yang mengatur perencanaan tata guna lahan, infrastruktur jalan, manajemen angkutan umum, pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD), serta manajemen dan rekayasa lalu lintas masih bersifat sektoral dan belum terintegrasi dalam satu kerangka perencanaan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model strategi integratif berbasis sinkronisasi lima regulasi teknis untuk mewujudkan keseimbangan daya dukung dan daya tampung transportasi perkotaan. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif eksploratif kualitatif melalui pemetaan sistematis terhadap lima regulasi nasional, yaitu SNI 03-1733-2004, Permen PUPR No. 5 Tahun 2023, Permenhub No. 96 Tahun 2015, Keputusan Dirjen Perhubungan Darat No. 687/2002, serta Permen ATR/BPN No. 16 Tahun 2017. Hasil analisis mengidentifikasi sebelas faktor strategis yang memengaruhi perencanaan transportasi terintegrasi, meliputi kepadatan penduduk, penyediaan sarana dan prasarana, kondisi lingkungan, aksesibilitas, manajemen rekayasa lalu lintas, kapasitas jalan, kesesuaian penggunaan lahan berdasarkan kemiringan, klasifikasi dan jenis angkutan, serta pengaturan headway. Temuan menunjukkan adanya fragmentasi regulasi serta tumpang tindih pengaturan, di mana tidak terdapat satu regulasi pun yang secara komprehensif mengakomodasi seluruh faktor strategis tersebut. Faktor kondisi lingkungan teridentifikasi sebagai variabel yang paling krusial namun paling sedikit terakomodasi dalam regulasi yang ada. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan model integrasi regulatif yang terstruktur sebagai dasar perumusan kebijakan transportasi perkotaan berbasis prinsip keseimbangan daya dukung–daya tampung. Secara praktis, model ini memberikan kerangka kebijakan bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi transportasi terintegrasi yang mendukung produktivitas wilayah dan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.