Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pandangan Hukum Islam terhadap Kasus Pembunuhan Bos Galon di Semarang Hasna Haifa Nabilah; Syahidin Syahidin
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 10, No 1 (2023): Islamic Law
Publisher : Faculty of Sharia and Law Universitas Islam Nahdlatul Ulama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/ijshi.v10i1.4977

Abstract

Dalam perkembangannya, klasifikasi hukum terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah hukum pidana. KUHP sebagai salah satu sub sistem hukum nasional yang merupakan sebuah aturan hukum yang diciptakan oleh manusia, sehingga terdapat kelemahan dalam proses penerapan atau penegakannya.  Berbeda halnya dalam perspektif islam, hukum pidana ini berasal dari ketentuan agama yang pada hakikatnya mengandung kemaslahatan bagi kehidupan manusia bagi di dunia maupun diakhirat. Dalam menjalani kehidupan tentunya manusia tidak selalu mengikuti norma yang ada, salah satunya adalah ketika mereka melakukan tindakan pembunuhan. Pembunuhan merupakan suatu tindakan yang sangat keji dan tidak manusiawi. Di Indonesia masih banyak kasus pembunuhan. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Husen yang membunuh bosnya di Semarang. Penelitian ini dituangkan dengan metode kualitatif dengan menggunakan teknik studi pustaka. Setelah melakukan penelitian kami dapat menyimpulkan bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh Husen adalah pembunuhan sengaja. Dalam proses penyelidikan yang masih berlangsung Husen  terkena pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan bisa dipenjara hingga 20 tahun, penjara seumur hidup, atau hukuman mati. Namun dalam perspektif Islam seharusnya Husen mendapatkan hukuman yang setimpal yaitu hukuman mati.
MODEL PENDIDIKAN ENTREPRENEURSHIP SKILL PADA MATERI AJAR PAI DI SMK DAARUT TAUHIID Melda Nurul Huda; Syahidin Syahidin; Aceng Kosasih
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2022.10.2.365-381

Abstract

Fenomena yang terjadi saat ini di Indonesia, keterampilan siswa dalam berwirausaha masih rendah sedangkan dengan majunya teknologi dan perkembangan zaman, siswa dituntut untuk menguasasi segala bidang termasuk kewirausahaan atau entrepreneurship. Lebih miris lagi berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada bulan Agustus 2021 menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia didominasi oleh lulusan SMK hal ini disebabkan banyaknya peserta didik yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang selanjutnya dan tidak mempunyai bekal yang cukup mereka hanya siap untuk mengisi lowongan pekerjaan dibanding menciptakan lapangan pekerjaan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami dan menelaah terkait perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi model pendidikan entrepreneurship skill pada materi ajar PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat empat model dalam pendidikan entrepreneurship skill pada materi ajar PAI di SMK Daarut Tauhiid yaitu, model PBL (Problem Based Learning), group small discussion, observasi dan praktik.
Paradigma Konsep Pendidikan Hadhari dalam Pendidikan Islam Muhammad Fahri Aminuddin; Muhammad Riziq Falah; Nabilah Safira Salamat; Najla’ Pinkan Putri Suryadi; Ranti Ayu Sriwahyuni; Muhamad Parhan; Syahidin Syahidin
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024): In Press
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i2.6194

Abstract

Pendidikan Islam, sebagai pilar utama pembangunan umat Muslim, tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga memberikan fondasi moral dan spiritual yang kokoh. Meskipun begitu, muncul konsep pendidikan hadhari sebagai alternatif untuk memperkuat dasar keislaman dalam masyarakat modern, menggabungkan prinsip-prinsip Islam dengan ilmu pengetahuan dunia yang berkembang pesat. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif terkait kontribusi pendidikan hadhari pada pengembangan pendidikan Islam yang holistik, mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pengetahuan modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui sumber data elektronik, seperti artikel-artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan hadhari sejalan dengan prinsip-prinsip fundamental Islam. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti potensi besar pendidikan hadhari dalam mempersiapkan generasi Islam yang mampu bersaing dalam era globalisasi. Oleh karena itu, kerja sama pemangku kepentingan di bidang pendidikan Islam diperlukan untuk memperkuat dan memperkaya konsep pendidikan hadhari guna membentuk masa depan umat Islam yang lebih baik.
Developing a Contextual Learning Model in Islamic Education to Improve Applicable Knowledge and Foster Knowledge-Based Virtues Muhamad Parhan; Syahidin Syahidin; Momod Abdul Somad; Mulyana Abdulah; Risris Hari Nugraha
Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v10i1.35205

Abstract

This study addresses the prevalent reliance on theoretical-abstract learning in Islamic religious education, which often emphasizes theories, symbols, textual materials, and memorized facts. Recognizing the need for a more practical approach, our research aims to develop a contextual learning design specifically focused on prayer in Islamic religious education. The goal is to enhance both knowledge acquisition and the cultivation of charitable virtues. Utilizing a combined quantitative and qualitative research approach, we employed research and development (R&D) methods. Data collection involved participatory observation, documentation studies, and questionnaires. The findings reveal that the contextual learning model significantly improves students' theoretical understanding and practical application of prayer. Results show enhanced academic achievements and the integration of prayer values into students' daily lives. The contextual learning model presents a more realistic, concrete, engaging, and meaningful approach to prayer instruction, fostering active student participation and the application of learned material in real-life scenarios. This study underscores the potential of contextual learning in transforming Islamic religious education, making it more effective and relevant for students.
Pengaruh Tajribi Sebagai Model Pembelajaran Terhadap Kemampuan Tabayyun Siswa Ridwan M Soleh; Syahidin; Wawan Hermawan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.614

Abstract

Kemudahan akses informasi melalui berbagai media telah memudahkan individu untuk menemukan apa yang mereka cari. Namun, hal ini juga menyebabkan menjamurnya informasi palsu atau hoaks. Al-Qur'an memperkenalkan konsep tabayyun, yang berarti mencari kejelasan atas sesuatu, termasuk informasi. Penelitian ini menguji pengaruh model pembelajaran tajribi (Latihan atau pengamalan) terhadap kemampuan tabayyun siswa dalam konteks pengembangan kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Jumlah sampel terdiri dari 27 siswa di kelas eksperimen dan 30 siswa di kelas kontrol. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran tajribi berpengaruh terhadap kemampuan tabayyun siswa, yang ditunjukkan dengan hasil uji independent sample t-test menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26 for Windows. Data yang diperoleh, dengan taraf signifikansi 0,05, menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga menolak H0 yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh model pembelajaran tajribi terhadap kemampuan tabayyun siswa, dan menerima H1 yang menyatakan sebaliknya. Namun demikian, penelitian lebih lanjut dengan waktu penelitian yang lebih lama dan berulang-ulang perlu dilakukan untuk mengembangkan tabayyun sebagai suatu kebiasaan di kalangan siswa. Selain itu, model pembelajaran tajribi dapat dikombinasikan dengan berbagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman materi.
Analisis Pengaruh Evaluasi Pendidikan Perspektif Islam Terhadap Peserta Didik Dalam Pembelajaran PAI Di Sekolah Ayu Wulandari; Hadiana Nasrullah; Rio Azfa Malik; Safira Puspa Nugraha; Muhamad Parhan; Syahidin Syahidin
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Februari: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v2i1.672

Abstract

This research analyzes the impact of educational evaluation from an Islamic perspective on students in learning Islamic Religious Education (PAI) using qualitative methods. The focus of the research involves evaluating education based on Islamic principles, evaluating the extent to which the curriculum and evaluation methods reflect Islamic values. The results of the analysis include aspects of Islamic education evaluation in Islamic Education learning and its consequences on learners' motivation, quality and achievement. The research highlights the importance of Islamic values in PAI evaluation, exploring its effect on learners' motivation through positive reinforcement and rewards. In addition, the impact of evaluation on learners' quality, including the dimensions of religiousness, morality, and social behavior, as well as its relationship with learners' learning achievement are also analyzed. The results of this study provide guidance for the development of educational evaluation methods that are more oriented towards Islamic values, enriching the understanding of learner motivation, quality, and learning achievement in PAI learning in schools.
Tradition "Beli Suami" in Area Pariaman, West Sumatera, Based on Islamic Glasses Iffah, Izzatul; Syahidin, Syahidin; Fakhruddin, Agus
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/juspi.v8i2.22296

Abstract

Minangkabau has a cultural diversity that is thick with customs. This can be seen from various aspects of people's lives as such kinship system, marriage rituals and social norms. The focus of this research is related to marriage regarding Beli Suami. There are many cultural disputes about Beli Suami in Minangkabau customs, so there are several conflicts regarding this perception. This research aims to analyze the culture of buying husbands in the Minangkabau tradition from an Islamic perspective. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis methods to explore how this practice functions in Minangkabau society and how it conforms to the principles of Islamic law. This research found that although the practice of buying husbands has its basis in strong Minangkabau customs. However, there are several inconsistencies aspects of Islamic law, especially in terms of the understanding of dowry and the rights of husband and wife. The results of the analysis shows that although this custom provides flexibility in determining the downturn, there are challenges in balancing customs and Islamic law which emphasizes the principles of equality and justice in marriage relationships. This study suggests the need for harmonization between normal practices and Islamic law so that these traditions can be accepted and implemented fairly in a modern context. Additionally, recommendations are given to involve ulama and traditional leaders in formulating appropriate guidelines so that this tradition can be preserved without ignoring the principles of sharia.
Islamisasi Ilmu dalam Upaya Mengatasi Keterbelakangan Kualitas Umat Islam di Era Modern Della Putri Aprillianti; Lailatus Sa'adah; Aulia Tegas Wicaksono; M. Fadli Al-Ghifary; Syahidin Syahidin; Muhamad Farhan
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v1i3.3

Abstract

Education is important in human progress. Likewise, Islamic education plays a very important role in determining the quality of life of Muslims. Unfortunately, in this modern era it can be clearly felt that Islamic education is lagging behind modern western education. According to Al-Faruqi an Al-Attas' view, this is evidenced by the existence of an identity crisis, the loss of economic, political and intellectual independence in the Islamic world, the existence of sectarianism that focuses on borders rather than development, and the slow adoption of new technology and modernization (Ramdhani, 2013). There are several factors that cause these things, namely: the influence of western science and philosophy, colonialism, lack of Islamic unity and lack of modernization of the Islamic world. To overcome these problems, several ulama proposed the Islamization of science. This article was created to discuss the concept of Islamization of science using the SLR method. The Islamization of Science aims to integrate Islamic principles and values into the field of science and knowledge which involves a process of rethinking, re-evaluating and reconstructing scientific knowledge to enrich the vision and struggle of Islam (Sahide, 2015). The concept of Islamization of Science was introduced by Ismail Raji Al-Faruqi who defined it as an effort to integrate science into the unity of Muslim life. Which aims to improve the quality of Islamic education, and it is hoped that it can also improve the quality of life of Muslims in this era.    
Optimalisasi Pembelajaran Akidah melalui Model Sosiodrama dalam Memperkuat Karakter Kejujuran Siswa Kelas VIII SMPN 1 Bandung Bildan Muhammad Sya’ban; Syahidin Syahidin; Muhammad Hizba Aulia; Faiz Aswa Nazhan; Rifqi Fathan Saepudin Muzaki; M. Mauris Faruqi Ali; Anwar Julianto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.884

Abstract

Saat ini, banyak tantangan yang dihadapi terkait dengan lemahnya karakter siswa, khususnya dalam hal kejujuran. Pembentukan karakter kejujuran menjadi sangat penting dalam dunia pendidikan, terutama di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Kurikulum Merdeka memiliki peran yang signifikan dalam mendukung proses ini, karena lebih fokus pada pendidikan karakter dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk berekspresi selama hal tersebut berdampak positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis optimalisasi pembelajaran Akidah melalui model sosiodrama dalam memperkuat karakter kejujuran siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus instrumental, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dengan guru PAI serta siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bandung sebagai sumber primer, sementara dari berbagai artikel jurnal terkait digunakan sebagai sumber sekunder. Adapun, teknik analisis data dilakukan melalui tiga langkah: pertama, reduksi data dengan memilih dan menyederhanakan informasi yang relevan; kedua, penyajian data dalam bentuk naratif, tabel, atau gambar untuk mempermudah pemahaman; dan ketiga, penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi temuan baru, hubungan antar konsep, atau teori yang lebih relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model sosiodrama dalam pembelajaran akidah memiliki pengaruh signifikan dalam memperkuat karakter kejujuran siswa, terbukti dari perbaikan kebiasaan siswa dalam mengamalkan nilai-nilai kejujuran. Diharapkan, penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif serta menginspirasi guru untuk mengeksplorasi metode pembelajaran yang inovatif dalam membentuk individu yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia.