Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

SOSIALISASI PENGGUNAAN BAHASA SASAK SEBAGAI MEDIA BERCERITA PADA ANAK USIA DINI UNTUK PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH Wahidah, Baiq Yulia Kurnia; Putra, Agus Darma; Hilmiyatun, Hilmiyatun
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v1i1.12

Abstract

Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kesadaran bahwa pemertahanan Bahasa daerah khususnya Bahasa Sasak di kalangan anak usia dini perlu ditumbuh kembangkan. Hal tersebut sebagai upaya memperkenalkan sekaligus mengajarkan betapa pentingnya penggunaan Bahasa daerah dalam upaya pemertahanan Bahasa daerah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan adalah metode partisipatif, dengan menekankan pada keikutsertaan penuh dari peserta dalam proses sosialisasi, bukan hanya metode ceramah. Berpusat pada peserta artinya peserta digiring untuk mencari, menemukan dan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan secara mandiri. Peserta melakukan praktik penilaian langsung di kelas real tempat mereka mengajar. Tindak lanjut dari kegitan sosialisasi adalah kegiatan pendampingan. Pendampingan dilakukan dengan tujuan untuk lebih menguatkan dan memperdalam pemahaman orang tua dan guru dalam mengenalkan Bahasa daerah Kepada anak usia dini di lingkungan masing-masing. Sehingga kedepannya, Diharapkan makin banyak analk-anak dari usia dini memiliki kecintaan terhadap Bahasa daerah mereka.
PERAN BIPA SEBAGAI MEDIA PROMOSI DAERAH (KEK MANDALIKA) Putra, Agus Darma; Wahidah, Baiq Yulia Kurnia
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2023): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, November 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v4i4.1850

Abstract

Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) plays a very active role as a regional promotional media. In this research, BIPA plays an active role as a regional promotional media, especially in the Mandalika Special Economic Zone (KEK). In this case, Mandalika utilizes natural resources and the cultural diversity of the local community as a tourist attraction that is introduced to foreign speakers. With the active role of BIPA, Mandalika has become a very popular tourist destination both locally, nationally and internationally. The aim of this research is to describe the role of BIPA as a regional promotional media in the Mandalika Special Economic Zone (KEK). Meanwhile, the method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. The results of this research are: (1) BIPA as a tourism promotion media in the Mandalika Special Economic Zone; (2) BIPA as a media for promoting religious culture; (3) BIPA as a media for promoting the art of Gendang Belek; (4) BIPA as a promotional media for the Bau Nyale tradition; and (5) BIPA as a media for promoting regional languages (Bahasa Sasak), and BIPA as a media for diplomacy.
ANALISIS RELASI MAKNA ADJETIVA DALAM MENGGUNAKAN DIALEK MENO-MENE DI DESA LEPAK Mislihatin, Mislihatin; Wahidah, Baiq Yulia Kurnia
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 1 No. 1 (2023): MEMACE, Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v1i1.664

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan penjelasan tentang (1) Relasi Makna Adjektiva Sinonim dalam Dialek Meno-mene di desa Lepak dan (2) Relasi Makna Adjektiva Antonim dalam Dialek Meno-mene di desa Lepak .Data yang di proleh berasal dari informasi yaitu masyarakat yang ada di Kecamatan Sakra Timur yang menggunakan dialek Meno-mene di Kecamatan Sakra Timur yang di gunakan sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi. Lokasi penelitian untuk mendapatkan data tersebut adalah desa lepak, rumah-rumah warga, warung, dll. Setelah dilakukan analisis data, diproleh hasil cukup banyak kata yang memiliki relasi atau keterkaitan dengan makna di dalam bahasa Dialek Meno-mene di desa Lepak.
PENGARUH BAHASA PERTAMA (BAHASA SASAK) TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA DI DESA BERINDING Wahidah, Baiq Yulia Kurnia
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 1 No. 3 (2023): MEMACE, September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v1i3.1618

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan tentang pengaruh bahasa pertama (Bahasa Sasak) terhadap perkembangan bahasa anak dalam lingkungan keluarga di Desa Berinding. Bahasa Sasak merupakan bahasa daerah suku Sasak yang digunakan oleh masyarakat di pulau Lombok. Bahasa Sasak memiliki keragaman dialek. Bahasa ini berkerabat dengan bahasa Bali dan Jawa dan termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian kualitatif. Menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah 11 anak yang berasal dari 11 kepala keluarga terpilih di Dusun Gunung Malang Desa Berinding. Dari 11 kepala keluarga tersebut yang menjadi objek penelitian yaitu anak yang berusia 2-4 tahun pada beberapa keluarga. Hal tersebut didasarkan pada adanya pengaruh Bahasa pertama terhadap bahasa anak melalui lingkungan keluarga yang telah diamati peneliti saat observasi dan dengan melihat latar belakang kebahasaannya. Teknik analisis data melakukan wawancara untuk mengumpulkan data lalu melakukan reduksi (rangkuman) untuk membuat fokus penelitian kemudian data peneliti uraikan dalam bentuk wawancara kemudian di simpulkan untuk memaparkan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di dapati hasil bahwa bahasa pertama (Bahasa Sasak) sangat berpengaruh terhadap perkembangan bahasa anak dalam lingkungan keluarga di Desa Berinding. Hal tersebut mengakibatkan lemahnya penguasaan terhadap bahasa Indonesia. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi bahasa pertama (Bahasa Sasak) terhadap perkembangan bahasa anak dalam lingkungan keluarga di Desa Berinding yaitu: faktor orang tua, keluarga, lingkungan sosial, pendidikan dan teknologi.