Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Kepraktisan Media Pembelajaran Permainan Ular Tangga Menggunkaan Model Kooperatif Tipe STAD pada Materi Suhu dan Kalor Di SMP Jusriana R. Danggu; Muhammad Yusuf; Dewi Diana Paramata
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 3 No. 02 (2023): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Mei 2023
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v3i02.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan akan melihat tingkat kepraktisan dari penggunaan media pembelajaran permainan ular tangga memakai  model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap  materi suhu dan kalor. Metode penelitan dan pengembangan ( R&D)  mengacu pada langkah  penelitian dan pengembangan  Brog and Gall yang suda dimodifikasi, 5 tahapan yang diadaptasi kemudain dikelompokkan menjadi 3 bagian penting yang suda disesuaikan yakni: 1) Studi pendahuluan, 2) Pengembangan produk, dan 3) Uji coba. Teknik pengumpulan data digunakan untuk melihat kepraktisan media digunakan lembar keterlaksanaan pembelajaran, angket respon guru dan angket respon siswa mengenai pengembangan media pembelajaran permainan ular tangga.  Hasil penelitian ini terlihat bahwa media pembelajaran permainan ular tangga begitu praktis digunakan dalam proses pembelajaran dengan memperolah rata-rata presentase keterlaksanaan aktivitas pembelajaran yakni 98,7% mencapai kriteria sangat baik serta respon siswa diperoleh rata-rata presentase 89,32% mencapai  kriteria sangat baik serta respon guru diperoleh presentase 85,77% dengan kategori baik.
PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT KIT IPA BAGI GURU-GURU IPA SE-KECAMATAN BATUDAA KABUPATEN GORONTALO UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 Se-Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo Untuk Mendukung Kegiatan Belajar Mengajar Dalam Mengimplementasikankurikulum 2013 Citron Payu; Abdul Haris Odja; Muhammad Yusuf; Idawati Supu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.13986

Abstract

ABSTRAKKegiatan Pelatihan KIT IPA merupakan program pelatihan yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan utama yang dihadapi oleh guru IPA. Permasalahannya adalah masih kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan KIT IPA dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan agar guru-guru dapat memahami dan menerapkan proses pembelajaran menggunakan KIT IPA.Pelatihan ini diharapkan berjalan dengan baik dan lancar sehingga dapat meningkatkan efektifitas guru dalam menggunakan alat KIT IPA untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 serta mengatasi kurangnya kemampuan dalam menggunakan KIT IPA menggunakan metode pembelajaran jigsaw. Kegiatan inti yang akan dilaksanakan yakni, Pelatihan Penggunaan Alat KIT IPA Bagi Guru-guru IPA Se-Kecamatan Batudaa dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013, dan kegiatan Mengajar di sekolah. Dengan adanya pelatihan ini dapat menambah lmu dan kemampuan guru-guru Kecamatan Batudaa dalam mengimplementasikan penggunaan KIT IPA di sekolah. Kata kunci: efektifitas; guru; kemampuan; KIT IPA; kurikulum ABSTRACTThe Science Set Tools Training Activity is a training program that can provide solutions to the main problems faced by science teachers. The problem is that there is still a lack of teacher ability in using Science Set Tools in the learning process. This training aims so that teachers can understand and apply the learning process using the Science Set Tools. The main activities to be carried out training used Science Set Tools for Science Teachers in Batudaa District in Implementing the 2013 Curriculum, and teaching activities in schools by this training. It is hoped that it will increase the knowledge and ability of Batudaa District teachers in implementing the use of Science Set Tools in schools. Keywords: ability; curriculum; effectiveness; science set tools; teacher
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA Ardita Ardita; Mursalin Mursalin; Masra Latjompoh; Dewa Gede Eka Setiawan; Muhammad Yusuf
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i2.5280

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir siswa pada materi Pesawat Sederhana. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Mootilango. Kemampuan peserta didik diukur menggunakan Indikator Taksonomi SOLO. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, eksprerimen semu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi dan lembar tes. Hasil penelitian yang didapatkan Kemampuan Berpikir peserta didik setelah diajarkan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Pesawat Sederhana menyatakan: Kemampuan berpikir peserta didik pada level Unistruktural dengan persentase 58,75%, termasuk dalam kriteria baik. Kemampuan berpikir peserta didik pada level  Multistruktural dengan persentase 40%, termasuk dalam kriteria cukup baik. Kemampuan berpikir peserta didik di level Relasional dengan persentase 1,25%, termasuk dalam kriteria kurang. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan kemampuan berpikir peserta didik sebagian besar masih berada pada tingkat rendah, kemudian diikuti peserta didik yang berkemampuan sedang, peserta didik yang berkemampuan tinggi.
PENGARUH MEDIA PhET MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERUBAHAN ENERGI DALAM KEHIDUPAN Muhammad Rajes Tolas; Muhammad Yusuf; Nancy Katili
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i2.5315

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh media PhET menggunakan model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar siswa pada materi perubahan energi dalam kehidupan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun 2023-2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu true eksperimen. Tempat pelaksanaan penelitian Di SMP Negeri 1 Suwawa, kelas VII dengan subjek penelitian pada kelas VII-A dengan jumlah siswa 30, kelas VIII-C dengan jumlah siswa 30. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, hipotesis dan uji N-Gain. Hasil analsis data hipotesis pada tes posttest yaitu thitung -7.68 sedangkan untuk ttabel diperoleh 2.048 dengan kriteria –t1-1/2????(n1+n2-2)tt1-1/2(n1+n2-2) atau -2.048 -7.68 2.048 dan pada tes pretest yaitu thitung -7.50 sedangkan untuk ttabel diperoleh 2.048 dengan kriteria –t1-1/2????(n1+n2-2)tt1-1/2(n1+n2-2) atau -2.048 -7.50 2.048, dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Hasil uji N-Gain pada kelas kontrol yaitu 0.51 dan pada kelas eksperimen yaitu 0.78. Dengan demikian media PhET menggunakan model pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di SMP Negeri 1 Suwawa Kelas VII.
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATA PELAJARAN IPA Iis Rahayu Timbola; Mursalin Mursalin; Nova Elysia Ntobuo; Masri Kudrat Umar; Muhammad Yusuf; Citron Supu Payu
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i2.5024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk berupa video animasi berbasis kearifan lokal pada mata pelajaran IPA. Kemudian dilakukan uji validasi untuk mengetahui kelayakan dan kualitas video animasi berbasis kearifan lokal. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (RD) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis, perancangan, pengemabangan, penerapan dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi atau pengamatan, dan kuesioner (angket). Hasil uji validasi memperoleh rata-rata 3.62 diinterprestasikan kedalam kategori valid atau layak. Responden peserta didik terhadap video animasi berbasis kearifan lokal memperoleh hasil presentase sebesar 81% dengan kategori baik. Serta pencapaian presentase pada aktivitas peserta didik sebesar 88% dengan kategori baik. Berdasarkan data yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa video animasi berbasis kearifan lokal pada mata pelajaran telah memenuhi kriteria valid, praktis, efektif sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran IPA di sekolah.
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU KUARTET BERBANTUAN ETNOSAINS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP PADA MATERI ZAT ADITIF MAKANAN Ingka M. Djafar; Nova Elysia Ntobuo; Citron S. Payu; Muhammad Yusuf
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i2.5277

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan validitas, kepraktisan, dan keefektifan media kartu kuartet berbantuan etnosains. Jenis penelitian ini ialah penelitian  RD dengan memakai model ADDIE. Subjek penelitian ini  masing-masing berjumlah 22 dan 19 siswa kelas VIII-3 dan VIII-4. Hasil penelitian  menunjukkan skor validasi ahli materi mencapai rata-rata 3,36 dengan kriteria valid, dan validasi media mencapai rata-rata 3,79 dengan kriteria sangat valid, yang dapat digunakan pada tahap selanjutnya. Kepraktisan media dapat dilihat dari a) hasil pelaksanaan pembelajaran pertemuan pertama dan kedua dinilai ‘’baik’’pada  kelas VIII-3 sebesar 88,89%, sedangkan pada kelas VIII-4 masing-masing memperoleh nilai 83,33 dan 88,89. b) respon peserta didik kelas VIII-3 dan VIII-4 mencapai standar sangat baik dengan memperoleh nilai rata-rata masing-masing 89,70 dan 89,17. Nilai keefektifan diperoleh dari kinerja: a) aktivitas peserta didik pada pertemuan 1 dan 2 kelas VIII-3 mencapai skor rata-rata 83,78% dan 88,21% sedangkan pada kelas VIII-4 mencapai skor rata-rata 84,20% dan 87,01%, dan b) tes pemahaman konsep kelas VIII-3 mempunyai rata-rata skor pre-test 32,32%, post-test 90,18%, serta diperoleh skor n-gain 0,86; pada kelas VIII-4 mencapai rata-rata skor pre-test sebesar 37,16%, skor post-test sebesar 89,05%, dan skor n-gain  kategori tinggi sebesar 0,83. Berdasarkan hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa media kartu kuartet berbantuan etnosains untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa SMP pada materi zat aditif makanan sudah layak digunakan dalam pembelajaran karena telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.
Desain Perangkat Pembelajaran Konsep Listrik Statis Dengan Strategi Berdiferensiasi Dalam memfasilitasi Pendidikan Inklusi Julanita Saleh; Abdul Haris Odja; Masri Kudrat Umar; Mursalin Mursalin; Muhammad Yusuf; Trisnawaty Junus Buhungo; Muznawaty Pilobu
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.9269

Abstract

Students' learning needs need to be considered when teaching in the classroom. Implementation of differentiated learning is one of the teaching applications that pays attention to students' needs. The study aims to design static electricity learning devices with a differentiated approach in facilitating inclusive education. The study is part of the development of learning devices consisting of three stages, namely: preliminary stage, development stage and implementation stage. The results show a valid value teaching module with an average value of 81.25 including the valid category. In the implementation, a trial of differentiated learning devices was carried out through teaching in class IX. At this stage, information was obtained on the value of the implementation of learning implementation above 90 including the Very High category. Likewise, student learning outcomes at this implementation stage increased with an N-Gain value of 0.578 including the moderate category. The effect size test value was obtained at 6,510 including a strong effect. This shows that the implementation of the differentiated learning device design has a strong effect on static electricity learning outcomes. The conclusions of the study were obtained as follows: (1) the design of differentiated learning devices assessed by experts and practices is valid; (2) the implementation of the differentiated learning device design is included in the high category, there are two students who have obstacles in the form of slow learners at the regular school which is the trial location; (3) the design of the differentiated learning device which is arranged effectively is shown by the N-Gain value in the medium category and the effect size value in the strong effect category
Effectiveness of Interactive Learning Media Based on Virtual Laboratory on Scientific Literacy and Concept Mastery in Dynamic Electricity Asnianti A. Awila; Tirtawaty Abdjul; Muhammad Yusuf; Abdul Haris Odja; Mursalin Mursalin; Supartin Supartin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13530

Abstract

Scientific literacy is an individual's ability to apply scientific knowledge, identify questions, and draw conclusions based on evidence to understand and make informed decisions about the natural world and changes resulting from human activities. This study aims to analyze the effectiveness of interactive learning media based on the Virtual Laboratory in enhancing scientific literacy and improving students' conceptual understanding of the Dynamic Electricity. The study employed a quasi-experimental design, specifically the One-Group Pretest–Posttest Design, without a control group. The research subjects consisted of four ninth-grade students from two schools, namely SMPN 3 Pagimana and SMPN 5 Pagimana, totaling 80 students. The research instruments consisted of a science literacy test and a concept mastery test, each consisting of 10 essay questions and validated by experts. The results showed that the use of Virtual Laboratory media effectively improved students' science literacy, as indicated by a significant increase in scores on the posttest compared to the pretest. Statistical analysis using a paired sample t-test yielded a significance value < 0.05 in all classes, indicating a meaningful difference between students' initial and final abilities. Furthermore, the Normalized Gain (N-gain) value was in the high category (0.93–0.97). Thus, interactive learning media based on Virtual Laboratories have proven effective in improving students' science literacy and concept mastery of the Dynamic Electricity, and can serve as an alternative solution in science learning in schools with limited laboratory facilities
A Virtual Laboratory to Improve the Effectiveness of Interactive Learning Media on Science Process Skills and Science Literacy in the Competency Aspects of Dynamic Electricity Andini Pratiwi M. Mahmud; Mursalin Mursalin; Tirtawaty Abdjul; Masrid Pikoli; Muhammad Yusuf; Abdul Haris Odja
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.13531

Abstract

Implementing interactive learning media based on virtual laboratories is efficacious in improving students' scientific literacy in science learning. This study aims to assess the effectiveness of using interactive learning media based on virtual laboratories in improving students' scientific literacy and science process skills in dynamic electricity in two schools, namely SMP Negeri 1 Kwandang and MTs Al-Khairaat Kwandang, using a guided inquiry learning model. The research design employed was a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. Data was obtained through scientific literacy tests and observation sheets for science process skills. The study's results showed that interactive learning media based on virtual laboratories were effective in enhancing students' scientific literacy and science process skills. The results of the N-Gain analysis for scientific literacy showed an average score of 0.72, indicating a high category. Meanwhile, the results of the observations showed an increase in the achievement of science process skills at each meeting, particularly for the indicators of observing and conducting experiments, which improved to the very good category. Additionally, the results of the t-test on scientific literacy revealed a statistically significant difference (p < 0.05), indicating a significant difference between the pre- and post-learning periods. Thus, interactive learning media based on virtual laboratories assisted by guided inquiry models have been proven effective in improving students' scientific literacy and science process skills