Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa terhadap Desain Interior Kamar Kos terhadap Kenyamanan dan Produktivitas Aktivitas berdasarkan Post-Occupancy Evaluation (POE) Marchel Fatahillah; Q Qomarun
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa terhadap desain interior kamar kos dalam mendukung kenyamanan dan produktivitas penghuni. Kamar kos sebagai hunian sewa bersifat multifungsi digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, seperti belajar, beristirahat, dan bersantai, sehingga kualitas desain interior menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui Post-Occupancy Evaluation (POE) dengan teknik observasi, studi literatur, dan wawancara semi-terstruktur. Penelitian dilakukan pada beberapa kamar kos mahasiswa di wilayah Surakarta dan Sukoharjo, yaitu Kos Cermai, Kos Griya Putri Krisdival, Roses Kost Putri Eksklusif, Kos Djoeng Melati, dan Kos Akata, dengan melibatkan sepuluh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap kenyamanan interior kamar kos dipengaruhi oleh elemen desain utama, meliputi pencahayaan alami, ventilasi, kondisi suhu ruang, penataan furnitur, serta pemilihan warna interior. Desain interior yang mampu memberikan kenyamanan visual, termal, dan fungsional terbukti mendukung kualitas aktivitas belajar, istirahat, dan bersantai secara lebih optimal. Sebaliknya, keterbatasan bukaan, ventilasi yang kurang memadai, serta gangguan kebisingan berpotensi menurunkan kenyamanan dan produktivitas penghuni. Penelitian ini menegaskan pentingnya persepsi penghuni dalam menilai keberhasilan desain interior kamar kos serta relevansi pendekatan POE sebagai alat evaluasi hunian mahasiswa.
Evaluasi Jalur Evakuasi Rumah Sakit Permata Bunda Mengacu NFPA 101 berbasis BIM Dimas Prima Galih Pamungkas; Q Qomarun
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalur evakuasi merupakan elemen keselamatan penting pada bangunan rumah sakit yang memiliki aktivitas tinggi serta pengguna dengan tingkat mobilitas yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jalur evakuasi kebakaran pada Rumah Sakit Permata Bunda Purwodadi melalui pendekatan Building Information Modeling (BIM) menggunakan fitur Path of Travel. Analisis dilakukan terhadap 171 ruang dengan menghitung jarak tempuh lintasan evakuasi aktual menuju akses evakuasi terdekat berdasarkan konfigurasi spasial bangunan. Evaluasi kinerja jalur evakuasi mengacu pada batas jarak tempuh maksimum 200 ft (±61 m) untuk bangunan fasilitas kesehatan tanpa sprinkler sesuai International Building Code (IBC) dan prinsip jalur evakuasi sesuai ketentuan National Fire Protection Association (NFPA) 101. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi jarak tempuh yang signifikan antar ruang serta ketergantungan jalur evakuasi lantai dua terhadap satu tangga darurat. Selain itu, distribusi titik kumpul yang belum merata turut memengaruhi keterjangkauan jalur evakuasi bagi beberapa ruang. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja jalur evakuasi tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan jalur keluar, tetapi juga oleh konfigurasi ruang, ketersediaan alternatif lintasan, dan keterpaduan jalur menuju titik kumpul, yang tercermin dari sebanyak 43,86% ruang dengan jarak tempuh evakuasi melebihi 200 ft (±61 m). Penelitian ini menegaskan peran BIM sebagai alat evaluasi spasial yang efektif untuk mengidentifikasi potensi risiko evakuasi dan memberikan dasar perumusan rekomendasi peningkatan keselamatan pada bangunan rumah sakit.
Evaluasi Aksesibilitas dan Kenyamanan Halte dan JPO di Kawasan Roxy, Jakarta Rafif Surya Wijaya; Q Qomarun; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halte dan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) merupakan fasilitas publik yang mendukung mobilitas perkotaan. Halte berfungsi sebagai tempat naik–turun dan menunggu transportasi umum agar penumpang lebih aman dan nyaman sedangkan JPO berfungsi sebagai jalur penyeberangan pejalan kaki di atas jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan serta menghubungkan jaringan trotoar dengan titik-titik penting seperti halte atau simpul transportasi lainnya. Begitu pula dengan halte dan JPO Roxy dimana kedua fasilitas tersebut merupakan salah satu fasilitas umum yang penting dalam system transportasi dan infrastruktur pejalan kaki. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi halte dan JPO Roxy berdasarkan standar nasional yang sudah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif-deskriptif dan evaluatif meliputi observasi lapangan, studi literatur, dan studi banding dengan halte dan JPO lain. Hasil penelitian mengungkapkan kendala sirkulasi pejalan kaki, aksesibilitas yang tidak memadai khususnya bagi penyandang disabilitas, serta kebutuhan peningkatan kapasitas halte. Kontribusi penelitian ini berupa arahan desain baru yang inklusif dan aman, mengedepankan prinsip arsitektur hijau dan adaptif terhadap tren kebutuhan pengguna transportasi perkotaan.
Evaluasi Pencahayaan Alami pada Desain Kos di Perumahan Padat Yogyakarta Muhammad Faisal Assodiq; Q Qomarun
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan permukiman di Condong Catur menyebabkan keterbatasan akses cahaya matahari pada hunian, terutama bangunan kos di lahan sempit dengan jarak rapat. Kurangnya bukaan samping dan belakang mengakibatkan rendahnya kualitas pencahayaan alami yang tidak memenuhi standar kenyamanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian pencahayaan alami desain kos dua lantai di Condong Catur terhadap standar SNI 03-2396-2001 dan SNI 6197:2020. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan simulasi perangkat lunak DIALux evo 13.2. Simulasi mengukur intensitas cahaya (Lux) pada 24 Desember 2025 dalam tiga periode waktu (08.00, 12.00, dan 16.00 WIB) menggunakan kondisi overcast sky dan bidang kerja setinggi 0,75 meter. Hasil penelitian menunjukkan ketimpangan distribusi cahaya yang signifikan. Lantai 1 gagal memenuhi standar dengan intensitas cahaya kamar tidur sangat minim (0,11-14,6 Lux). Kondisi serupa terjadi di Lantai 2, di mana mayoritas kamar tidur berada di bawah 20 Lux. Sebaliknya, area publik dan rooftop konsisten memenuhi standar karena bukaan luas dan penggunaan roster. Rendahnya pencahayaan pada fungsi utama disebabkan oleh 2 faktor, faktor pertama tipologi bangunan perumahan yang berdempetan, faktor kedua ketiadaan bukaan samping. Sehingga disimpulkan bahwa desain ini belum memenuhi standar SNI, sehingga diperlukan redesain melalui optimalisasi bentuk, denah, serta ukuran dan posisi bukaan.
Studi Humanizing Space: Desain Corner Driver Ojek Online di Kawasan Perkantoran ASTC Tangerang Syafira Aura Harfi Putri; Q Qomarun; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan layanan transportasi daring mendorong munculnya kebutuhan ruang tunggu informal bagi driver ojek online, khususnya di kawasan perkantoran dengan intensitas mobilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas ruang mikro corner driver ojek online di kawasan Alam Sutera Town Center (ASTC) Tangerang berdasarkan prinsip Humanizing Space. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan analisis spasial dan perilaku pengguna, didukung observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi visual. Evaluasi ruang dilakukan melalui tiga parameter utama, yaitu kenyamanan termal, visual, dan sosial, yang diukur menggunakan skala penilaian bertingkat untuk mengurangi subjektivitas analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang mikro telah berfungsi secara operasional sebagai titik menunggu, namun belum sepenuhnya memenuhi prinsip Humanizing Space. Kenyamanan visual memiliki tingkat pemenuhan tertinggi (82,5%), sementara kenyamanan termal menunjukkan tingkat pemenuhan terendah (42,5%) akibat keterbatasan elemen peneduh dan perlindungan cuaca. Kenyamanan sosial berada pada tingkat sedang (50%) karena aktivitas interaksi belum didukung fasilitas yang memadai. Temuan ini menegaskan perlunya perancangan ruang mikro berbasis perilaku pengguna untuk meningkatkan kualitas kenyamanan dan pengalaman ruang bagi driver ojek online.
Evaluasi Kualitas Ruang Jalan pada Koridor Pendidikan Binus ASO-Santa Laurensia Igo Rangga Saputra; Q Qomarun; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang jalan pada kawasan pendidikan memiliki kompleksitas aktivitas yang tinggi, namun sering kali belum memenuhi standar aksesibilitas dan kenyamanan bagi seluruh kelompok pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas ruang pedestrian pada koridor pendidikan Binus ASO-Santa Laurensia di kawasan Alam Sutera berdasarkan prinsip Universal Design (UD) dan Human-Centered Design (HCD). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui observasi lapangan, pengukuran teknis, dan dokumentasi pada tiga segmen koridor. Evaluasi dilakukan dengan merujuk pada standar Permen PUPR No. 03/2014 dan SNI 8153:2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dimensi lebar trotoar pada sebagian besar segmen telah memenuhi standar minimal (250 cm), aspek kontinuitas jalur masih sering terganggu oleh aktivitas drop-off kendaraan, parkir liar, dan keberadaan elemen utilitas. Implementasi prinsip Universal Design ditemukan masih sangat rendah, ditandai dengan ketiadaan fasilitas guiding block yang berkelanjutan dan kemiringan ramp yang tidak standar. Dari perspektif Human-Centered Design, ditemukan tingkat konflik ruang yang tinggi antara pejalan kaki dan kendaraan bermotor serta rendahnya kualitas pencahayaan pada malam hari yang menurunkan rasa aman dan nyaman pengguna. Secara keseluruhan, koridor pendidikan ini belum sepenuhnya inklusif dan masih berorientasi pada pergerakan kendaraan. Rekomendasi penelitian mencakup penataan ulang area drop-off, penyediaan fasilitas aksesibilitas yang terintegrasi bagi penyandang disabilitas, serta penguatan pengawasan terhadap penyalahgunaan fungsi trotoar dan jalur sepeda.
Evaluasi Connectivity, Integration, Intelligibility pada Desain Rumah Tinggal Pak Aji Pati berbasis Space Syntax Ahsan Hafizh Al Ghifari; Q Qomarun
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis aksesibilitas ruang melalui perbandingan denah lama dan denah baru pada Rumah Tinggal Pak Aji dengan menggunakan pendekatan Space Syntax. Tujuan penelitian adalah mengukur dan membandingkan performa spasial kedua konfigurasi ruang berdasarkan metrik Connectivity, Integration, dan Intelligibility guna menilai keterhubungan, keterjangkauan, dan keterbacaan ruang. Metode yang digunakan bersifat komparatif-kuantitatif dengan studi kasus, memanfaatkan perangkat lunak DepthmapX v.0.8.0 untuk menghasilkan peta visibilitas dan nilai sintaktik tiap ruang. Hasil analisis menunjukkan bahwa denah baru memiliki distribusi konektivitas dan integrasi yang lebih merata, khususnya pada ruang publik dan semi-publik seperti ruang keluarga, dapur, dan ruang makan, sehingga mendukung pola sirkulasi yang lebih fleksibel. Nilai Intelligibility pada kedua denah tergolong sangat tinggi, dengan nilai R = 0,930 pada denah lama dan R = 0,927 pada denah baru, yang menandakan bahwa revisi desain tidak menurunkan keterbacaan struktur ruang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Space Syntax efektif sebagai alat evaluasi objektif dalam pengambilan keputusan desain rumah tinggal, khususnya untuk meningkatkan aksesibilitas tanpa mengorbankan kejelasan spasial.
Efektivitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran Alam Sutera Tangerang Selatan berdasarkan Pengalaman dan Persepsi Pejalan Kaki Dwi Agus Ferlina Maharani; Q Qomarun; Yayi Arsandie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) merupakan salah satu fasilitas penunjang mobilitas pejalan kaki dalam melakukan aktivitasnya agar merasa aman dan nyaman ketika menyeberangi jalan raya. Namun, pada kondisi di lapangan masih banyak pejalan kaki yang enggan memanfaatkan JPO sebagai fasilitas untuk menyeberangi jalan raya dengan volume kendaraan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas JPO Bundaran Alam Sutera yang berada di Tangerang Selatan berdasarkan standar yang ada dan persepsi pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi untuk memperoleh data fisik, wawancara dengan pengguna, serta dokumentasi berupa foto. Hasil penelitian menunjukkan jika lokasi JPO cukup strategis karena dekat dengan fasilitas umum lainnya. Namun, kondisi fisik JPO didapatkan nilai 25% dari standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian PUPR. Fasilitas pendukung lainnya yang menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna juga belum tersedia dengan optimal. Kondisi tersebut menyebabkan pejalan kaki memiliki persepsi negatif dan cenderung memilih menyeberang langsung di jalan raya dengan risiko kecelakaan yang tinggi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa efektivitas JPO Bundaran Alam Sutera belum tercapai secara maksimal. Diperlukan perbaikan kondisi fisik dan penambahan fasilitas pendukung lainnya untuk mendukung efektivitas JPO.