Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Relaksasi Emosi melalui Teknik Square Breathing sebagai Upaya Meningkatkan Kestabilan Emosi pada Remaja Eka Sufartianinsih Jafar; Novita Maulidya Jalal; Wilda Ansar; Irdianti Irdianti; Andi Nahliah Bungawali
Jurnal Bersama Pengabdian Kepada Masyarakat (SAMAMAS) Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/samamas.v2i1.750

Abstract

Adolescents are an age group that is prone to experiencing emotional instability due to academic pressure, social demands, interpersonal conflicts, and changes in psychological development. These conditions can have an impact on learning concentration, social relationships, and adolescent mental health, so simple strategies are needed to help regulate emotions. One technique that can be used is square breathing, which is a structured breathing exercise through the pattern of breathing, holding the breath, exhaling, and holding again in the same count. This community service activity aims to improve the understanding and regulation skills of adolescents through training in square breathing techniques. The implementation method uses a psychological education approach based on participatory training which was attended by 25 school-age adolescents. Activities include pre-tests, delivery of materials on mental health and emotional regulation, demonstration of square breathing techniques, hands-on practice, and post-tests. The results of the evaluation showed an increase in the average score of participants from 6 in the pre-test to 11 in the post-test or an increase of 83.33%. In addition, participants reported feeling more relaxed, calm, and focused after the exercise. The square breathing technique is considered effective as a simple strategy to help adolescents improve emotional regulation and reduce psychological tension.
Peningkatan Literasi ICT Guru BK SMP se-Kabupaten Pangkep melalui Bimbingan Teknis Bimbingan Konseling Berbasis Teknologi untuk Generasi Z Sahril Buchori; Muh Nurhidayat Nurdin; Perdana Kusuma; Irdianti Irdianti; Tri Sulastri
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.86015

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang pesat telah mengubah berbagai sektor layanan, termasuk bimbingan dan konseling (BK) di sekolah. Namun, banyak guru BK SMP di Kabupaten Pangkep belum secara optimal memanfaatkan ICT dalam memberikan layanan BK kepada siswa Generasi Z. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ICT guru BK SMP se-Kabupaten Pangkep melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) bertema BK berbasis teknologi untuk Generasi Z. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pelatihan partisipatif yang mencakup penyampaian materi teoretis, demonstrasi alat bantu BK berbasis ICT, dan diskusi partisipatif kelompok. Sebanyak 53 guru BK dari berbagai SMP di Kabupaten Pangkep turut serta. Program mencakup peran ICT dalam BK (bibliokonseling, alat bantu layanan, dan media layanan), pemanfaatan platform digital, aplikasi konseling online, layanan berbasis media sosial, serta inovasi masa depan termasuk BK berbasis metaverse. Hasil evaluasi melalui refleksi akhir kegiatan dan kuesioner kepuasan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi ICT peserta dan kesiapan mereka untuk mengaplikasikan teknologi dalam praktik BK. Peserta juga mampu mengidentifikasi potensi dan hambatan implementasi ICT BK di sekolah masing-masing melalui diskusi kelompok yang produktif. Temuan ini menunjukkan bahwa program BIMTEK yang terstruktur efektif dalam menjembatani kesenjangan kompetensi digital guru BK.
Seminar Psikoedukasi Peran Konselor dalam Menangkal Fenomena Self-Diagnosis di Era Digital Sahril Buchori; Muh Nurhidayat Nurdin; Irdianti Irdianti; Tri Sulastri
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.86088

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan psikoedukasi tentang fenomena self-diagnosis di era digital melalui seminar kesehatan mental. Seminar menggunakan metode ceramah, diskusi kasus, dan tanya jawab interaktif. Materi yang disampaikan mencakup definisi self-diagnosis, faktor pendorong meningkatnya fenomena ini di era digital, dampak negatif self-diagnosis yang tidak diarahkan, serta peran strategis konselor sekolah dalam tindakan preventif, edukatif, dan kuratif. Poin penting diskusi meliputi perbedaan antara self-awareness dan self-diagnosis, bahaya self-labeling, serta langkah konkret konselor sebagai listener, assessor, educator, dan collaborator. Seminar berhasil membangun kesadaran peserta terhadap risiko self-diagnosis dan memperkuat pentingnya layanan konseling profesional sebagai langkah awal validasi, bukan sebagai pilihan terakhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seminar psikoedukasi yang dipandu profesional konseling efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa dan sivitas akademika.